
"tuan ahir pekan nanti adalah jadwal kita menghadiri acara televisi" pesan masuk dari sam
"pagi ini kamu kesini sam" pesan terkirim
"huh berarti tinggal satu hari lagi" mirza menghela nafas kemudian melirik istrinya yang masih terlelap
"sayang bangun" mirza menggoyangkan tubuh lidya
"mau ikut gak? kita jalan-jalan yuk"
lidya teringat namun dia pura-pura tidur dalam posisi membelakangi mirza
"sayang"
sampai beberapa kali lidya tidak nyahut
"sayang jangan pura-pura tidur dong, tuh senyum senyum gitu" sampai gemes mirza sama istrinya
lidya menahan tawanya
kemudian mirza membalikan badan lidya dan menindihnya
"hahaha" lidya tertawa dan menutup mulutnya
"kenapa sayang?" lidya masih memejamkan mata
"buka matanya, aku marah nih" mirza mengancam sambil tersenyum
lidya geleng-geleng kepala menutup mulut dan matanya
"oo mau aku siksa kamu yaa hmm?" lalu hupp ciuman hangat dibibir lidya
dan mirza menggelitiknya
lidya menggeliat "hahaha,,ampun tuaan" lidya tertawa lepas kemudian membuka matanya dan merangkul bahu mirza yang sedang mendekapnya
"kenapa sayang? kita jalan-jalan kemana?"
"gak jadi" jawab mirza datar
"kenapa?"
"cium dulu nih, ini, ini, ini" mirza menunjuk daerah wajahnya
"banyak banget" lidya menatap mata mirza begitupun sebaliknya
ee mereka malah ciuman
hadeww jadi ngiler author*
"sudah ya,, nanti malam lagi kita lanjutkan" mirza bangun dari mendekap lidya dan tersenyum ke arah lidya
"iya, tadi kamu ngajak kemana?" tanya lidya
"kita senang-senang hari inii" mirza membisik ditelinga lidya
"horee" lidya senang, kemudian bangkit dari tidurnya dan mengangkat tangannya dan memeluk suaminya
kemudian mereka bergegas mandi dan berdandan rapih
enam puluh menit berlalu mereka baru selesai dan keluar dari kamar lalu menuruni tangga
"sayang aku mau digendong dari belakang" pinta lidya manja dan mendekap mirza dari belakang
"emm yang lagi ada maunya ya" mirza menjongkokan badannya "ayo naik" kemudian mirza menggendong lidya
"terimakasih sayang" lidya naik ke punggung mirza dan "muah"lidya mencium dari belakang
__ADS_1
kemudian mirza mulai berjalan menuruni tangga
"hmm kamu ringan sekali, gak dikasih makan sama pak muslih hah?" ketus mirza sambil tersenyum
"hahaha,, sembarangan ya" lidya mencubit pipi suaminya "kalo aku gak makan, aku mati dong" sambung lidya
"janganlah..aku gak bisa tanpa kamu" mirza menurunkan lidya karena sudah sampai dibawah
"ii lebay kamu" lidya tersenyum menghadap suaminya
"muah,,"kecupan dikening lidya "siapa yang lebay? aku bicara apa adanya" sambung mirza
"hmm iya iya sayang" mereka berjalan ke ruang makan
makanan sudah siap dimeja makan yang dibuatkan oleh bi siti
bi siti adalah istri pak mus sebagai juru masak dan pak mus sebagai pelayan pribadi tuan mirza
kemudian lidya duduk disamping mirza seperti biasa
dan sudah ada amanda disana
ketika dimeja makan
"kakak mau kemana? nggak kerja?" tanya amanda dengan mulut sedang mengunyah
"nggak dek, kakak mau ajak jalan kak lidya" mirza menyuapi lidya
"hmmm" lidya tersenyum
"horee aku mau ikut kok" amanda semangat dan mengangkat tangan
"siapa yang ngajak kamu?" tanya mirza sambil tersenyum
"pokoknya aku mau ikut" amanda memaksa
"oke siap kak" amanda semangat menghabiskan makan nya
"bakalan seru sama amanda ya sayang" lidya tersenyum
mirza membalas senyum
amanda buru-buru menghabiskan makanannya dan segera mengganti pakaian
mereka menunggu sam diruang keluarga sambil menonton tv
mirza duduk disofa disamping istrinya sambil curi curi menciumi istrinya
sepertinya dia sangat tergila gila pada istrinya
lidya yang menyadarinya dan membiakannya sambil fokus nonton tv
tidak lama sam datang memarkirkan mobilnya dihalaman
kemudian masuk menemui tuannya
"ekhmm selamat pagi tuan nona" sam menyapa
"eh sam..pagi" mirza menyahut dan menyudahi aksinya
"kita hari ini mau kemana tuan" tanya sam
"jalan jalan lah cuci mata" mirza mengangkat kedua alisnya sambil tersenyum
"oh baik tuan"
lima belas menit berlalu amanda belum juga keluar dari kamarnya
__ADS_1
kemudian lidya memutuskan untuk memanggilnya ke kamar
krekk pintu dibuka, lidya terkejut melihat baju yang berantakan dikasur
"ya ampun dek kamu lagi ngapain, mau pergi jalan jalan aja pake pilih pilih baju dikeluarin semua lagi dari lemari" lidya geleng geleng kepala
"hehe,, biar keren kak, biar pada terpesona,,haha" jawab amanda santai sambil tertawa
lidya menghela nafas "hmm suka suka kamu ajalah.. ayo cepat!" lidya keluar kamar
"iya siap ka" amanda beres memakai sepatu
kemudian mereka masuk ke dalam mobil, mirza dan istrinya dibelakang
sedangkan amanda di depan bersama sam
hadeh bakal pusing kpalaku kalo deket sama nona amanda, gerutu sam dalam hati
dan benar saja amanda sangat bawel kalo dekat sam, suka sekali dia menjahili sam yang tidak suka banyak bicara
mobil mulai melaju menyusuri jalan yang sudah mulai ramai
"hai sekertaris sam" amanda menyapa
"iya nona" jawab sam sambil fokus mengemudi
"kapan mau nyusul kak mirza? jangan bilang maau nunggu aku gede dulu" tanya lidya dengan percaya diri sambil cengengesan
"menyusul kemana nona?" tanya sam "sekarang kan tuan ada dibelakang"
sambung sam
mirza dan lidya hanya memerhatikan sambil tertawa
"iih..ya nyusul buat nikah lah" amanda mulai kesal
"ooh" singkat sam
"kok gak jawab?" tanya amamda "o sekertaris sam masih jomlo ya? hahah"
sam geleng geleng kepala melihat amanda "anak kecil tau apa si"
"bagaimana kalo aku jodohkan sama teman temanku, ada adel, rani, tasya, intan" amanda menunju nunjuk jarinya ",,pokonya sekertaris sam tinggal pilih mereka pada cantik loh kayak aku" sambung amanda tersenyum genit
"tidak nona terimakasih" sam merinding
"kalo gitu aku tawarin mbak ayu aja, dia cantik loh..sumpah" amanda mengangkat dua jari
mirza dan lidya terbelalak saling pandang dan tersenyum kaget dengan yang dikatakan amanda
"iya kan kak lidya?" amanda melirik ke belakang
"iya de" jawab singkat lidya
hmm boleh juga sekertaris sam sama mba ayu .cocok kayaknya, gerutu lidya dalam hati
sementara sam mengerutkan dahi dan tersenyum tipis
"gimana sekertaris sam?" tanya amanda
"ekhmm" sam hanya mendehem
"hahaha kayaknya sekertaris sam juga suka sama mbak ayu" amanda tertawa lepas menepuk tangannya
dan sam hanya menggeleng kepala
bersambung
__ADS_1