Lidya Cinta Matiku

Lidya Cinta Matiku
lidya salah faham


__ADS_3

lidya di rumah tidak tahan menahan tangis dan amarahnya, ahirnya dia salah faham kepada suaminya


"aaaaaaaa" lidya teriak dan tangisnya pecah kala itu "kamu jahat mirza. kamu jahat..huu huu huu" emosi lidya dan menangis


sontak saja seisi rumah keheranan dan mencari tau apa yang terjadi pada nona lidya


pak muslih kala itu yang berada dekat pada lidya langsung menghampiri disusul para pelayan dari dapur


"nona ada apa nona?" taya pak muslih pada lidya dengan wajah panik


namun lidya tidak menjawab dia hanya menggelengkan kepala dan terus menangis


kemudian pak muslih menyuruh pelayan untuk memanggilkan ayu dan amanda yang sedang dihalaman belakang


lidya melemparkan barang yang ada didepannya ke sembarang tempat dengan emosi


tak lama kemudian amanda dan ayu datang dan terperanjat melihat lidya sedang nangis histeris


"nona kenapa nona? tenanglah nona, saya mohon" ucap ayu kemudian memeluk erat lidya agar tenang


amanda hanya menutup mulut karena tidak mengerti dengan sikap lidya


"ada apa ini pak mus?" tanya ayu pada pak mus


"saya juga tidak tau ayu, tiba tiba nona teriak histeris begitu" ucap pak mus


"suamiku dia jahat.." ucap lidya dengan tersedu sedu


"apa yang dilakukan tuan nona" ucap ayu dan meringankan pelukannya karena lidya sudah mulai tenang


lidya hanya menangis dan terus menangis


tidak lama kemudian mobil terdengar berhenti di halaman dan mirza dengan cepat berlari ke dalam menghampiri lidya


pak mus yang menyadari itu langsung menyuruh para pelayan untuk bubar


dan ayu bangun dari duduknya


"lidya" ucap mirza menghampiri kemudian memeluk erat lidya yang sedang duduk dan menangis


"lepasin aku.! kamu jahat kamu jahat" ucap lidya dan meronta namun mirza makin mengeratkan pelukannya

__ADS_1


amanda mulai terharu dan meneteskan air mata kemudian memeluk ayu


sementara sam tidak bisa berbuat apa apa


"sayang hentikan! kamu salah faham sayang" ucap mirza dan mencium lidya namun lidya berpaling


"apa yang salah faham, lelaki itu jelas kelihatan girangnya setelah bertemu kamu kan?" ucap lidya dengan nada emosi


"dengarkan aku, lihat aku sayang" mirza memegang kepala lidya dan menatap matanya yang sudah sembab karena menangis


"jangan menangis, itu lelaki gila, jangan tanggapi ucapannya dia berbohong" ucap mirza


kemudian lidya mulai tenang setelah mendengar penjelasa mirza


kemudian mirza memeluknya lagi hingga beberapa saat


"sam kau boleh pergi" ucap mirza


"baik tuan" ucap mirza kemudian ia bergegas mengendarai mobil dan mencari keberadaan pak sapto itu


amanda kemudian pergi ke kamar sedangkan ayu ke dapur mengambilkan air minum untuk nona dan tuannya


"sayang lihat aku" ucap mirza kemudian meraih dagu lidya dan mencium bibirnya agak lama


"aku tidak seperti yang ada difikiranmu sayang" sambungnya dengan lembut


kemudian lidya memeluk erat suaminya dia percaya pada suaminya itu


"aku takut" ucap lidya


ayu datang membawakan minum untuk lidya dan mirza


"maaf tuan nona" ucap ayu takut mengganggu


kemudian lidya menyudahi pelukannya


"nona minum dulu" ucap ayu kemudian meletakan air minum dimeja


"iya. makasih mbak ayu" ucap lidya yang masih terisak


kemudian ayu menunduk hormat dan kembali ke dapur

__ADS_1


mirza mengambil air minum itu dan meminumkannya pada lidya


setelah selesai mirza meletakan kembali gelasnya dan mulai bicara lagi pada lidya


"sayang" panggil mirza


"iya"


"kamu takut kehilanganku?" tanya mirza menggodanya


lidya mengangguk


kemudian mirza memeluk lagi dan menciumi lidya dengan rakus


lidya menggeliat "sayang hentikan" ucapnya "malu nanti dilihat orang" sambungnya


mirza tersenyum gemas pada lidya


dreeddreedd hp mirza berbunyi telpon dari sam


"halo gimana sam?" ucap mirza di telpon


"pak sapto sudah dikantor polisi, dia sakit jiwa tuan"


"bagus, kau urus semuanya sam"


"baik tuan"


"dan klarifikasi ke media semuanya sam"


"baik tuan"


tuut tuut telpon di tutup


"kau dengar sayang? sam sudah menangkap lelaki itu" ucap mirza pada lidya


"iya" ucap lidya percaya dan mulai tersenyum


kemudian mirza pun tersenyum dan bersimpuh untuk mencium bayi yang ada di kandungan lidya


"sayang, kamu baik baik saja kan anak ayah.. muahh" ucapnya kemudian membelai lembut perut lidya

__ADS_1


__ADS_2