Lidya Cinta Matiku

Lidya Cinta Matiku
terimakasih suamiku


__ADS_3

sam sudah sampai dirumah tuan muda suara mobil berhenti di halaman


sam bergegas masuk ke dalam


sementara amanda berlari dari meja makan


bruggg . amanda menabrak sam


"eh hallo sekertaris sam" amanda mencolek sam dan tersenyum garing


"em maaf nona" sam menjaga jarak


amanda berlari ke arah mobil


"sekertaris sam aku tunggu jawabanmu. hahaha"


sam menggeleng- geleng kepala dan masuk ke dalam


"selamat pagi nona, apa tuan sudah bangun?" sam menyapa lidya


"eh iya selamat pagi sekertaris sam, suamiku masih tidur"


"kalau begitu saya menunggu diruang kerja " sam


"ee tunggu sekertaris sam, semalam kalian dari mana?"


"apa tuan tidak memberitahu nona?"


"tidak" lidya


"kalau begitu nanti nona juga akan tau"


" ii kenapa sih kalian tuh sama aja" lidya cemberut.


sam pergi ke ruang kerja


lidya berjalan ke atas untuk membangunkan suaminya


lidya membuka pintu melihat suaminya sudah rapih dan wangi


"sayang sudah bangun ya"lidya menyapa


"iya, sam sudah sampai?"

__ADS_1


"sudah ada dibawah"


lidya menghampiri suaminya


mencium pipinya


mirza membalas ciumannya ke bibir lidya


"kita mau kemana hari ini sayang?"


"ke perusahaan pak adijaya"


"apa? perusahaan pak adijaya? itukan nama ayahku" lidya keheranan


"iya sayang kita ke perusahaan ayahmu"


mirza memeluk lidya menghadap cermin


"ta tapi ko bisa sayang?"


"suamimu ini keren kan?" mirza tersenyum lebar


"jadi semalam??" lidya bertanya-tanya


"iyaa, semalam aku habis bertemu abraham,,dia sekarang sudah dipenjara


lidya tidak bisa berkata kata


menangis bahagia dalam pelukan suaminya


"terima kasih sayang" lidya tersedu-sedu


"heii jangan nangis, itu sudah kewajibanku untuk merebut kembali perusahaan ayahmu dari tangan abraham, aku kan sekarang suamimu ya kan"


mirza menatap mata lidya


lidya hanya mengangguk tidak sanggup berkata kata


"sekarang kita sarapan dulu, terus kita berangkat, yaa" mirza mengusap air mata lidya


"iya sayang" lidya tersenyum


kemudian mereka sarapan lalu berangkat ke tempat yang dituju

__ADS_1


sebelumnya mereka menemui kantor polisi untuk laporan lebih lanjut


resmi sekarang abraham ditahan karena terbukti bersalah


dan perusahaan kembali ke atas nama adijaya


lidya sangat bahagia terlihat dari raut wajahnya


setelah itu mereka mengunjungi perusahaan tersebut


nampak sepi karena pegawai libur semua


hanya ada beberapa penjaga


"masih seperti dulu, bentuknya belum ada yang berubah, hanya hiasan dinding yang berbeda"


lidya menyusuri setiap ruangan ditemani suaminya dan sam


"kita ke ruang kerja ayahmu sayang" ajak mirza


"oh iya kita masuk ke sana,aku mau melihatnya"


sementara sam menunggu diluar memastikan keadaan


"ini ruang kerja ayah, masih seperti dulu ayah duduk disini" lidya duduk dikursi kerja ayahnya


"kamu senang sayang?" mirza memeluk bahu lidya


"aku senang sekali"


"nanti kamu yang akan urus perusahaan ini"


"tapi kayaknya aku gak bisa, akukan cuma tamatan SMA," lidya menunduk


"sayang nanti kamu akan bisa dan terbiasa mengurus perusahaan ini, tenang aku akan bantu kamu" mirza meyakinkan dan menatap lidya


"terimakasih sayang, aku gak bisa balas kebaikan kamu"


"kamu bisa memberiku tiap malam sayang" mirza mencium bibir lidya dan tertawa kecil


"kamu mau itu? okee"


"hahaha" mereka tertawa

__ADS_1


hari semakin siang, mereka meninggalkan kantor itu dan mencari tempat untuk makan siang


bersambung


__ADS_2