Lidya Cinta Matiku

Lidya Cinta Matiku
jangan pukul aku


__ADS_3

setelah makan siang, mirza mengajak jalan-jalan disebuah toko


membeli beberapa cemilan untuk mereka makan


"sayang kenapa kamu dandannya berlebihan? lihat tuh mereka melirikmu, aku gak rela" mirza berbisik ditelinga lidya


"sayang,aku gak dandan ko, mereka melirikmu kalii" lidya protes


"masa siih, yaudah ayo cepat belanjanya"


mereka membayar di kasir dan pergi dari tempat itu dan masuk ke dalam mobil bergegas pergi


"hmm aku bahagiaa banget hari ini, terimakasih suamiku yang baik hati muah" lidya mencium pipi mirza


"ehh aku lupa ada sekertaris sam disini, maaf yaa" lidya tertawa kecil


"tidak apa nona"


"sekertaris sam, apa masih jomblo? katanya mau menunggu amanda dewasa apa bener?" lidya menggoda tertawa kecil


"anak itu suka bercanda nona"


"tapi kalau memang iya mau menunggu, suamiku pasti mengijinkan ya kan sayang" lidya melirik mirza


"tidak nona"


"kenapa?"


"tidak apa"


mirza hanya mendengarkan sambil sesekali tersenyum


"sekertaris sam gak bisa diajak becanda ya sayang, garing banget. haha" lidya membuka cemilan dan menyuapi suaminya


sam hanya tersenyum dan fokus mengemudi


mirza memeluk istrinya menciumi kepalanya, menandakan kasih sayang


mereka bahagia hari ini


"huamm sayang aku ngantuk, aku bobo ya" lidya tidur dalam pelukan suaminya


"iya sayang, tidur aja,, perjalanan masih jauh"

__ADS_1


mirza mengusap bahu istrinya


"oh ya sam, kamu ganti semua karyawan yang berada dikantor lidya, pindahkan yang sudah profesional dari kantor kita ke kantor lidya. pokoknya kamu atur semuanya ya!!" perintah mirza pada sam


"baik tuan,akan saya kerjakan"


****


sesampainya dirumah


mirza dan lidya masuk kedalam kamar


terlihat sesekali mirza memegang bahu dan menggerak-gerakan tanganya


"kamu pegal-pegal ya sayang,, biar aku pijitin..tapi kita mandi dulu yah"


lidya dari belakang mengusap punggung suaminya


"iya,,kita mandi dulu"


mereka mandi berdua


setelah selesai dan mengganti pakaian


"disini enak sayang?" lidya memijit bahu suaminya


"hmm iya" mirza memejamkan mata menikmati pijitan istrinya


"emm sayang, aku boleh ketemu kak angga gak?"


"kenapa?"


"aku kangen lama gak ketemu..eh" lidya menutup mulutnya


"apa kamu kangen sama si angga?" mirza ngegass


"eh bukan gitu, maksudnya ya aku ingin ketemu aja, gimana keadaannya.. dia tu orangnya baik banget sama aku"


"sudah lepasin..! maju sini..!" mirza marah


lidya menghentikan pijatannya


"sa sayang maaf,,gapapa aku pijit lagi ya"

__ADS_1


"maju sini,,!" mirza menunjuk ke depannya


"sayang jangan pukul aku,,sakit"


lidya ketakutan


mirza menarik tubuh lidya menatap tajam matanya dalam posisi pelukan mirza


"sa sayang maafin aku" lidya gemetar


hupp mirza menciumi bibir lidya


"kamu cantik sekali mana mungkin aku memukulmu sayang" mirza memeluk lidya dengan erat


"maaf aku salah bicara sama kamu, kamu jangan marah ya, aku takut"


mirza menghela nafas


"aku gak marah"


"jadii..aku boleh ketemu kak angga?


"hmm,, kamu kan bisa menemuinya di kantor kapan-kapan"


"beneran? asiiik.. makasih sayang. muah" lidya senyum manis dan mengecup pipi suaminya


"tapi ada syaratnya."


"apa?"


hupp mirza menciumi lagi istrinya,


"ini syaratnya,, buka bajumu sekarang"


"hahaha" lidya tertawa kecil


mirza mencumbu lagi dan menciumi setiap lekuk tubuh lidya


mereka larut dalam hasratnya sampai malam hari tiba


makan malampun terlewatkan


bersambung

__ADS_1


__ADS_2