
lidya keluar dari kamar mencari ibu dan ayah mertuanya
kemudian lidya melihat ayah sedang duduk di sofa membaca koran
"selamat pagi ayah" lidya menyapa dan memberi salam
"ee pagi nak, sudah bangun" jawab ayah
"iya ayah, ibu dimana?"
"itu ibu di dapur"
"oo iya aku samperin ibu dulu ya" lidya berjalan menuju dapur
"iya nak" ayah kembali membaca koran
sesampainya di dapur
"ibuu aku kangen" lidya langsung memeluk ibu mertua yang sedang berdiri
"hei nak ibu juga kangen sayang"
"ibu biar aku meluknya lama ya, nyaman seperti memeluk ibu kandungku.hehe"
"iya sayang gapapa. gimana gaunnya pas?
"pas banget ibu, terimakasih ternyata ukuran tubuh kita sama ya.hehe"
lidya melepaskan pelukannya
"syukurlah, kamu cantik sekali" ibu melirik lidya
pipi lidya langsung merah merona
"ibu lagi apa biar aku bantu"
"ibu lagi liatin bibi masak, kamu bisa masak nak?"
"kalau yang sederhana aku bisa bu" lidya tersenyum
"kalau ibu gak bisa masak..hehe" ibu tersenyum malu
__ADS_1
aku pikir ibu mau ngeledek karena aku gak bisa masak, ternyata ibu juga gak bisa masak,,hihi
"gapapa bu yang penting kita bisa makan" lidya
"hahaha" ibu dan lidya tertawa
"iya bener kamu nak"
tiba-tiba mirza datang
"kalian sedang apa sii" mirza memeluk lidya dari belakang
"heii sayang udah mandinya?"
"udah nih wangikan?" mirza membuka ketiaknya
"ii jangan ketiak juga kali" lidya tersenyum lebar
"hehe. kita ngobrolnya di sofa yu" ajak mirza pada lidya dan ibu
kemudian mereka mengobrol banyak hal
tertawa dan bercanda
"kita habis dari perusahaan adijaya group bu, dan banyak sekali pekerjaan disana ahirnya pulang kemaleman" jawab mirza
(sebelumnya ibu dan ayah sudah tau tentang keberhasilan mirza merebut kembali perusahaan adijaya group)
"oo iya nak, ibu lihat dari berita wartawan pada datang kesana ya?" ibu
"benar bu, kita juga dapat undangan dari salah satu stasiun televisi" mirza
"benarkah? bagus nak berikan jawaban yang terbaik nanti disana ya" ayah
"tentu ayah"
"hebat sekarang anak ayah" ayah mengacungkan dua jempol
"terimakasih ayah, ini berkat doa kalian dan juga istriku dan bantuan sam" mirza
mereka tersenyum bahagia
__ADS_1
"selamat pagi semuanya" sam baru muncul
"pagi sam, sini ngumpul" ayah
"terimakasih tuan" sam duduk dan mengobrol dengan mirza dan ayah mirza
dan ibu dengan lidya mengobrolnya
"nak bagaimana amanda apa dia tidak merepotkanmu? tanya ibu pada lidya
"tidak ibu, dia sudah mulai belajar mandiri"
"apa dia jajan terus?"
"tidak juga, tapi sekalinya belanja dia borong semua yang dia suka"
"hahaha" lidya dan ibu tertawa
"aduuh anak itu" ibu geleng-geleng kepala
"dia juga curhat padaku, katanya sedang jatuh cinta" lidya menahan tawa
"apa? masih kecil juga"
"gapapa bu namanya juga masa-masa puber ya kan. ibu tenang aja kita pasti menjaga amanda"
"iya nak ibu percaya pada kalian
nak. ayo kita ke ruang makan" ajak ibu pada lidya
"iya ibu"
ibu dan lidya ke ruang makan menyiapkan makanan
kemudian ibu memanggil semuanya untu sarapan, lalu mereka makan bersama
mereka menghabiskan waktu sampai sore hari di rumah ibu dan ayah
sampai waktunya mereka pamit untuk pulang
dan hari itu berlalu
__ADS_1
bersambung