Lidya Cinta Matiku

Lidya Cinta Matiku
sarapan pagi bersama


__ADS_3

lidya keluar dari kamar mencari ibu dan ayah mertuanya


kemudian lidya melihat ayah sedang duduk di sofa membaca koran


"selamat pagi ayah" lidya menyapa dan memberi salam


"ee pagi nak, sudah bangun" jawab ayah


"iya ayah, ibu dimana?"


"itu ibu di dapur"


"oo iya aku samperin ibu dulu ya" lidya berjalan menuju dapur


"iya nak" ayah kembali membaca koran


sesampainya di dapur


"ibuu aku kangen" lidya langsung memeluk ibu mertua yang sedang berdiri


"hei nak ibu juga kangen sayang"


"ibu biar aku meluknya lama ya, nyaman seperti memeluk ibu kandungku.hehe"


"iya sayang gapapa. gimana gaunnya pas?


"pas banget ibu, terimakasih ternyata ukuran tubuh kita sama ya.hehe"


lidya melepaskan pelukannya


"syukurlah, kamu cantik sekali" ibu melirik lidya


pipi lidya langsung merah merona


"ibu lagi apa biar aku bantu"


"ibu lagi liatin bibi masak, kamu bisa masak nak?"


"kalau yang sederhana aku bisa bu" lidya tersenyum


"kalau ibu gak bisa masak..hehe" ibu tersenyum malu

__ADS_1


aku pikir ibu mau ngeledek karena aku gak bisa masak, ternyata ibu juga gak bisa masak,,hihi


"gapapa bu yang penting kita bisa makan" lidya


"hahaha" ibu dan lidya tertawa


"iya bener kamu nak"


tiba-tiba mirza datang


"kalian sedang apa sii" mirza memeluk lidya dari belakang


"heii sayang udah mandinya?"


"udah nih wangikan?" mirza membuka ketiaknya


"ii jangan ketiak juga kali" lidya tersenyum lebar


"hehe. kita ngobrolnya di sofa yu" ajak mirza pada lidya dan ibu


kemudian mereka mengobrol banyak hal


tertawa dan bercanda


"kita habis dari perusahaan adijaya group bu, dan banyak sekali pekerjaan disana ahirnya pulang kemaleman" jawab mirza


(sebelumnya ibu dan ayah sudah tau tentang keberhasilan mirza merebut kembali perusahaan adijaya group)


"oo iya nak, ibu lihat dari berita wartawan pada datang kesana ya?" ibu


"benar bu, kita juga dapat undangan dari salah satu stasiun televisi" mirza


"benarkah? bagus nak berikan jawaban yang terbaik nanti disana ya" ayah


"tentu ayah"


"hebat sekarang anak ayah" ayah mengacungkan dua jempol


"terimakasih ayah, ini berkat doa kalian dan juga istriku dan bantuan sam" mirza


mereka tersenyum bahagia

__ADS_1


"selamat pagi semuanya" sam baru muncul


"pagi sam, sini ngumpul" ayah


"terimakasih tuan" sam duduk dan mengobrol dengan mirza dan ayah mirza


dan ibu dengan lidya mengobrolnya


"nak bagaimana amanda apa dia tidak merepotkanmu? tanya ibu pada lidya


"tidak ibu, dia sudah mulai belajar mandiri"


"apa dia jajan terus?"


"tidak juga, tapi sekalinya belanja dia borong semua yang dia suka"


"hahaha" lidya dan ibu tertawa


"aduuh anak itu" ibu geleng-geleng kepala


"dia juga curhat padaku, katanya sedang jatuh cinta" lidya menahan tawa


"apa? masih kecil juga"


"gapapa bu namanya juga masa-masa puber ya kan. ibu tenang aja kita pasti menjaga amanda"


"iya nak ibu percaya pada kalian


nak. ayo kita ke ruang makan" ajak ibu pada lidya


"iya ibu"


ibu dan lidya ke ruang makan menyiapkan makanan


kemudian ibu memanggil semuanya untu sarapan, lalu mereka makan bersama


mereka menghabiskan waktu sampai sore hari di rumah ibu dan ayah


sampai waktunya mereka pamit untuk pulang


dan hari itu berlalu

__ADS_1


bersambung


__ADS_2