Lidya Cinta Matiku

Lidya Cinta Matiku
jalan jalan 2


__ADS_3

"sekertaris sam ngaku aja deh suka kan sama mba ayu" goda amanda


"tidak nona"


"beneran niih? awas aja kalo bohong , aku akan meminta sekertaris sam traktir aku belanja di mall sepuasnya..hahaha" amanda percaya diri "aku pastikan itu sekertaris sam" amanda menatap sam dengan serius


sam menghela nafas


sudah cukup jauh sam mengemudi ntah mau membawa tuannya kemana


" oo iya sayang selain sekertaris sam yang tidak disentuh wanita, ternyata ada juga loh yang tidak tersentuh juga"


lidya berbicara pada suaminya


"oo ya sayang? siapa?" tanya mirza


"ya mbak ayu lah, nggak sembarangan orang bisa menyentuhnya loh" jelas lidya


"waah berati cocok ya sekertaris sam sama mbak ayu..hahaha" amanda tertawa garing


haduh sam dipojokan terus sama amanda


hahh suka sama ayu? gak mungkin. sam dalam hati


setelah satu jam mobil sampai disebuah mall terbesar dikota itu


banyak pengunjung yang mendatangi tempat itu tidak pernah sepi 24 jam


sam memarkirkan mobilnya dan mereka semua turun


"horee ahirnya aku akan belanja lagii" amanda mengangkat tangannya


"jangan boros boros kamu'! belanja seperlunya" di jewer pelan kak mirza dari belalang


"aww siap ka" amanda memegang telinganya haah bodo amat wlee. gerutunya dalam hati


"ayo sayang" mirza menggandeng lidya

__ADS_1


"iya ayo"


"heii sam ikut tidak?" tanya mirza pada sam


"saya tunggu dikafe saja tuan"


"baiklah"


sam menunggu di sebuah kafe sambil membuka laptopnya memeriksa beberapa pekerjaan yan belum selesai


sebelumnya dia sudah memesan kopi terlebih dahulu


tiba tiba dia teringat perkataan amanda


cocok? aku sama ayu? "hmm" sam menghela nafas


mulai gak fokus dia teringat waktu makan siang sama ayu. walaupun dia tidak memandanginya tapi dia penasaran juga


"arrghhh" sam mengusap ngusap kepalanya dengan kasar.


sementara di dalam mall amanda sudah masuk duluan membeli ini dan itu banyak sekali


"kamu yakin?" tanya mirza


"iya lah" daripada sama kakak nanti dilarang ini dilarang itu. gerutunya dalam hati


"yasudah kakak tunggu nanti didepan 3jam lagi"


"ok siap ka" amanda pergi menyusuri mall sendiri


mirza dan lidya begandengan tangan menyusuri setiap sudut mall tersebut sambil bercanda menikmati hari mereka


sampai disebuah tempat pernak pernik lidya tertarik untuk memasuki ruangan tersebut


"sayang aku mau masuk ke sana" lidya menunjuk tempat pernak pernik tersebut


"iya sayang" mirza mengangguk "aku tunggu disini ya" mirza menunggu di tempat duduk

__ADS_1


"iya" lidya masuk memilih anting anting yang lucu dan unik kemudian membelinya


selera lidya sangat sederhana


yang penting nyaman dipakai dan percaya diri saat memakainya itulah yang terpenting


"sayang kamu gak mau beli apa gitu? baju? sepatu? tas?" tanya mirza sambil menggandeng istrinya menyusuri lagi mall


"buat apa? dirumah masih banyak yang belum dipakai" jawabnya


jawaban lidya membuat mirza tersentuh hatinya karena lidya bukan wanita yang boros dan suka memghamburkan uang


membuatnya semakin mencintainya


"muahh" kecupan hangat dikening lidya


lidya tersenyum manis


"sayang sekarang aku lapar" lidya


"ayo kita cari tempat makan"


"iya"


karena sudah cukup lama jalan jalan di mall dan membuat mereka lapar


ahirnya mereka menuju tempat makan yang cukup ramai


mereka memilih tempat duduk yang kosong dan makan siang disana


seperti biasa mereka saling menyuapi dengan romantis membuat pengunjung terpana pada mereka


"sayang aku malu" lidya berbisik pada mirza


mirza tersenyum "gapapa sayang pd aja" mirza merangkul pinggang istrinya dan berbisik


entah apa yang dibisikannya ya tapi membuat lidya tertawa "hahaha"

__ADS_1


bersambung


__ADS_2