
"sekertaris sam ngaku aja deh suka kan sama mba ayu" goda amanda
"tidak nona"
"beneran niih? awas aja kalo bohong , aku akan meminta sekertaris sam traktir aku belanja di mall sepuasnya..hahaha" amanda percaya diri "aku pastikan itu sekertaris sam" amanda menatap sam dengan serius
sam menghela nafas
sudah cukup jauh sam mengemudi ntah mau membawa tuannya kemana
" oo iya sayang selain sekertaris sam yang tidak disentuh wanita, ternyata ada juga loh yang tidak tersentuh juga"
lidya berbicara pada suaminya
"oo ya sayang? siapa?" tanya mirza
"ya mbak ayu lah, nggak sembarangan orang bisa menyentuhnya loh" jelas lidya
"waah berati cocok ya sekertaris sam sama mbak ayu..hahaha" amanda tertawa garing
haduh sam dipojokan terus sama amanda
hahh suka sama ayu? gak mungkin. sam dalam hati
setelah satu jam mobil sampai disebuah mall terbesar dikota itu
banyak pengunjung yang mendatangi tempat itu tidak pernah sepi 24 jam
sam memarkirkan mobilnya dan mereka semua turun
"horee ahirnya aku akan belanja lagii" amanda mengangkat tangannya
"jangan boros boros kamu'! belanja seperlunya" di jewer pelan kak mirza dari belalang
"aww siap ka" amanda memegang telinganya haah bodo amat wlee. gerutunya dalam hati
"ayo sayang" mirza menggandeng lidya
__ADS_1
"iya ayo"
"heii sam ikut tidak?" tanya mirza pada sam
"saya tunggu dikafe saja tuan"
"baiklah"
sam menunggu di sebuah kafe sambil membuka laptopnya memeriksa beberapa pekerjaan yan belum selesai
sebelumnya dia sudah memesan kopi terlebih dahulu
tiba tiba dia teringat perkataan amanda
cocok? aku sama ayu? "hmm" sam menghela nafas
mulai gak fokus dia teringat waktu makan siang sama ayu. walaupun dia tidak memandanginya tapi dia penasaran juga
"arrghhh" sam mengusap ngusap kepalanya dengan kasar.
sementara di dalam mall amanda sudah masuk duluan membeli ini dan itu banyak sekali
"kamu yakin?" tanya mirza
"iya lah" daripada sama kakak nanti dilarang ini dilarang itu. gerutunya dalam hati
"yasudah kakak tunggu nanti didepan 3jam lagi"
"ok siap ka" amanda pergi menyusuri mall sendiri
mirza dan lidya begandengan tangan menyusuri setiap sudut mall tersebut sambil bercanda menikmati hari mereka
sampai disebuah tempat pernak pernik lidya tertarik untuk memasuki ruangan tersebut
"sayang aku mau masuk ke sana" lidya menunjuk tempat pernak pernik tersebut
"iya sayang" mirza mengangguk "aku tunggu disini ya" mirza menunggu di tempat duduk
__ADS_1
"iya" lidya masuk memilih anting anting yang lucu dan unik kemudian membelinya
selera lidya sangat sederhana
yang penting nyaman dipakai dan percaya diri saat memakainya itulah yang terpenting
"sayang kamu gak mau beli apa gitu? baju? sepatu? tas?" tanya mirza sambil menggandeng istrinya menyusuri lagi mall
"buat apa? dirumah masih banyak yang belum dipakai" jawabnya
jawaban lidya membuat mirza tersentuh hatinya karena lidya bukan wanita yang boros dan suka memghamburkan uang
membuatnya semakin mencintainya
"muahh" kecupan hangat dikening lidya
lidya tersenyum manis
"sayang sekarang aku lapar" lidya
"ayo kita cari tempat makan"
"iya"
karena sudah cukup lama jalan jalan di mall dan membuat mereka lapar
ahirnya mereka menuju tempat makan yang cukup ramai
mereka memilih tempat duduk yang kosong dan makan siang disana
seperti biasa mereka saling menyuapi dengan romantis membuat pengunjung terpana pada mereka
"sayang aku malu" lidya berbisik pada mirza
mirza tersenyum "gapapa sayang pd aja" mirza merangkul pinggang istrinya dan berbisik
entah apa yang dibisikannya ya tapi membuat lidya tertawa "hahaha"
__ADS_1
bersambung