
Selesai dari toilet lidya masuk kembali ke dalam mobil, lidya hendak berdandan dibantu oleh ayu
"nona sudah cantik, ayo kita keluar" ucap ayu
"iya ayo"
kemudian mereka turun dari mobil, lidya terlihat cantik walau hari masih gelap tapi cahaya lampu menyinari tempat itu
Kemudian mereka menghampiri Mirza dan Sam yang tengah duduk di bangku dan bersiap untuk sarapan dulu.
Para pengawal juga duduk di bangku lainnya dengan memastikan keadaan, mereka juga hendak sarapan sebelum melanjutkan perjalanan.
"istriku sudah cantik" ucap mirza sambil tersenyum menyambut lidya yang menghampirinya.
lidya hanya tersenyum
Ayu dan Sam duduk di sebelahnya dengan jaga jarak, kemudian mereka milih menu untuk sarapan. Kebetulan di rest area itu ada tempat makan yang selalu tersaji makannan dua puluh empat jam
"kamu mau makan apa sayang?" ucap mirza dengan menyodorkan menu
"emmm" lidya bingung. makannannya tidak menarik seleranya
"mbak ayu bawa makanan dari rumah nggak" tanya lidya pada ayu berharap ayu membawanya
ayu tersenyum "ayu bawakan untuk nona, apa nona mau memakannya sekarang?" ucap ayu
lidya terlihat bahagia sekali
"wah. iya aku mau" ucapnya sambil menepukan tangan dengan girangnya
Kemudian ayu tersenyum dan mengambil makanan tersebut dari mobil
Mirza terlihat bahagia dengan tingkah istrinya
"sepertinya kamu sangat tergila gila sam masakan ayu" ucap mirza sambil tersenyum
"iya dong, seperti kamu yang tergila gila padaku" ucap lidya dengan pd nya
Mirza tidak bisa berbohong
"hahaha" dia tertawa kecil dan bahagia
__ADS_1
Sam pun meliriknya dan tersenyum
"kamu benar sayang.. muahh" kecupan hangat mendarat di bibir manis lidya
"sayang apaan si aku kan jadi malu" ucap Lidya pipinya kemerahan.
"gapapa kan. anggap aja mereka tidak ada" ucap mirza menggoda
"seperti kamu tadi di dalam mobil. mau lagi?" ucap mirza berbisik ditelinga lidya "hahaha" sambung mirza sambil tertawa ringan
Lidya tambah memerah pipinya karena malu sambil memahan tawa. Kemudian dia mencubit perut suaminya itu
"aww" mirza pura pura sakit dan malah tersenyum melihat ekspresi lidya
kemudian memeluknya dengan hangat
"nona ini makanannya, selamat menikmati" ucap ayu menyodorkan makanannya di atas meja depan Lidya
"makasih mbak ayu" ucap lidya
kemudian lidya menyantap makanan itu dengan lahap
Mirza pun dan semuanya makan bersama pagi itu dengan tenang
"tiga puluh menit lagi kita sampai di kampung lidya" ucap sam pada semuanya.
"yaudah ayo kita berangkat" ucap mirza
Kemudian mereka menuju mobil untuk melanjutkan kembali perjalanannya. Diikuti oleh para pengawal tadi.
Mobil kembali menyusuri tol hingga beberapa menit belok ke kanan menuju kampung lidya
Sepanjang perjalanan Lidya menikmati suasananya, pohon yang rindang serta pemandangan yang indah dari atas bukit, mobil mereka menyusuri bukit namun dengan jalan yang bagus tidak bergelombang.
"sayang indah banget," lidya terus menatap keluar jendela "sayang ini mobil bisa dibuka nggak atapnya?" tanya lidya pada mirza
"bisa dong" ucap mirza
kemudian Sam menekan tombol untuk membuka atap mobil tersebut.
"waaw,," ucap lidya.
__ADS_1
Kemudian mereka menghirup udara segar dari atas mobil tersebuh
mirza tersenyum melihat ekspresi lidya
Lidya hendak berdiri
"sayang ngapain, duduk!" ucap mirza menarik tangan lidya
"aku mau lihat pemandangan" ucap lidya
"ini jalannya berkelok kelok, nanti kamu tersadung gimana? udah duduk aja" ucap mirza sedikit tegas
Lidya cemberut kemudian dia nurut aja
"kamu gemes tau gak cemberut begitu" rayu mirza pada lidya
Lidya hanya diam
"nanti kita di depan bisa berhenti dulu lihat pemandangan, tempatnya juga bagus" ucap ayu
"iya mbak ayu"
Lima menit kemudian mereka sampai di sebuah bukit yang indah dengan pemandangan alam yang sangat luar biasa indahnya, perkebunan teh, sayuran, dan masih banyak lagi
Lidya terpana melihatnya
kemudian mobil berhenti ditepi jalan dan mereka turun sejenak untuk menikmati pemandangan tersebut
Disana ada gubuk kecil yang hanya ada atapnya dan tiang dari bambu
Lidya berjalan ke arah gubuk itu dan menikmati pemandangan dari sana disusul oleh mirza di belakangnya
Sam dan ayu menunggu didekat mobil
memastikan keadaan begitupun para pengawal
Lidya membentangkan tangannya kemudian di peluk dari belakang oleh Mirza
"kamu senang sayang?" ucap mirza
"aku sangat senang sayang, ini sangat indah" ucap lidya dengan senyum yang lebar
__ADS_1
mereka diam disana beberapa saat dan mengambil foto untuk kenang kenangan dibantu oleh ayu sebagai juru kameranya.
bersambung