Lidya Cinta Matiku

Lidya Cinta Matiku
villa usang


__ADS_3

Mirza dan Sam sangat menikmati suasana itu, melepas kepenatan karena urusan kantor dan perusahaan.


Begitupun yang lainnya, tidak sia sia mereka datang ke kampung ayu


"mbak ayu, rumahmu dari sini masih jauh?" tanya lidya yang sedang duduk bersama mirza dikursi yang disediakan gubuk itu


"sepuluh menit lagi kita sampai nona, kita langsung ke rumah kakak saya saja" ucap ayu sambil melirik ke arah sam sekejap


kemudian sam tersenyum


"oh. iya" ucap ayu dengan senyuman


Mirza bersimpuh di hadapan Lidya


"anak ayah baik baik di dalam ya.. muah" ucap mirza dan mencium bayi yang ada diperut lidya "ayah sudah tidak sabar ingin bertemu kamu" ucap mirza sambil membelai perut lidya


Lidya terharu di bikinnya dia tersenyum bahagia


Sementara ayu dari tadi melirik terus ke sebuah vila usang yang berada di tengah tengah kebun teh tidak jauh dari tempat mereka berdiri


Sam tersadar bahwa ayu melihat terus ke arah sana


"kak saya boleh pergi dulu ke sana?" ucap ayu kepada sam sambil menunjuk ke villa usang itu


"iya ayu" ucap sam


dia juga penasaran


Ahirnya ayu berjalan ke arah villa itu diikuti oleh Sam


Sesampainya di sana, ayu memperhatikan setiap sudut villa usang itu, seperti ada sejarah berkesan dibalik villa itu.

__ADS_1


Sam yang penasaran kemudian bertanya pada ayu tentang villa itu


"ada apa dengan villa ini ayu?" tanya Sam


Ayu tersenyum


"ini adalah villa milik saya, dibangun diatas tanah warisan bapak. Saya membangunnya bersama suami saya. Tapi belum rampung suamiku sudah meninggal, sampai villa ini terbengkalai" ucap ayu menatap villa itu


"ooh begitu" sam menganggap santai ucapan ayu "saya akan membangunkannya untukmu" ucap sam serius


ayu tersenyum "tidak usah kak"


"saya serius ayu" ucap sam


Belum selesai mereka mengobrol, Lidya dan Mirza datang menghampiri


"kalian lagi ngapain?" tanya Lidya yang digandeng oleh Mirza


"ini apa?" tanya Lidya


"tadinya saya ingin buat villa nona, tapi tidak pernah selesai sampai terbengkalai begini" ucap ayu


"ooh ini punya mbak ayu?"


"iya nona" ucap ayu


"sayang aku juga mau bikin hotel disini" ucap lidya pada mirza bercanda


"boleh, apa sih yang enggak buat kamu"


Ucapan Lidya dianggap serius oleh Mirza

__ADS_1


Lidya tersenyum "serius amat nanggapinnya, aku becanda sayang"


"oh ya? padahal aku mau bikin hotel bintang lima disini" ucap Mirza dengan serius


Lidya mengerutkan dahi seolah tidak percaya


"kenapa? aku serius sayang" ucap Mirza kemudian menoreh ke arah Lidya yang terlihat tidak percaya pada perkataanya


"terserah kamu ajalah" ucap lidya pasrah


Kemudian mirza tersenyum


"sudah nona ayo kita ke mobil lagi disini banyak nyamuk" ucap Ayu


kemudian ayu menggandeng lidya kembali ke arah mobil


Sementara Mirza dan Sam masih di dekat villa itu


"kamu memikirkan apa yang aku pikirkan sam?" tanya Mirza pada Sam


"iya tuan, saya akan membangun kembali villa ini untuk ayu" ucap sam


"dan saya juga akan membangunkannya untuk Lidya, kamu atur lahannya sam" ucap Mirza


"baik tuan"


Kemudian mereka tersenyum bersama


"sayang ayo buruan" ucap Lidya setengah teriak pada mirza


"iya sayang"

__ADS_1


Ahirnya Mirza dan Sam meninggalkan villa usang itu dan kembali ke mobil


__ADS_2