Lidya Cinta Matiku

Lidya Cinta Matiku
secepat itukah tuan


__ADS_3

Ahir pekan


mirza sedang memikirkan sesuatu, masih ditempat tidur, hingga memutuskan untuk menelpon sam meminta pendapatnya


"sam kau ke rumahku hari ini" mirza berbicara pada sam dari telpon.


"baik tuan"..


sam bergegas menuju rumah tuan mirza


sesampainya di depan pintu disambut pak muslih


"selamat pagi tuan..tuan muda sudah menunggu diruang kerja.." pak mus


"baik pak mus.."


sam menuju ruang kerja tuan mirza


tok tok tok


"masuk.." mirza


"tuan apa ada yang bisa saya bantu?


"duduklah sam.."


" baik tuan."


mirza menghela nafas


"bagaimana menurutmu sam kalo saya melamar lidya?"


"secepat itukah tuan?" sam penasaran


ada apa dengan tuan? apa dia sedang jatuh cinta?. sam dalam hati


"aku tidak bisa tidur sam,,karena terus memikirkan dia...aku kasihan padanya, setelah kau ceritakan kisah hidupnya"


mirza menjelaskan isi hatinya


"baiklah tuan..saya akan atur semuanya..malam nanti bagaimana kalau tuan bertemu dengan lidya?."


pendapat sam


"ya nanti malam aku akan bicara padanya..kau siapkan semuanya sam.."


"baik saya permisi tuan."


"ya sam"


 


sam melaju kendaraannya segera menuju ke suatu tempat untuk menata dan mempersiapkan semuanya.


semoga berjalan lancar .sam


setelah selesai semuanya tertata dengan rapi. sam bergegas mencarikan cincin untuk tuan muda berikan pada lidya.


kemudian sam melaju untuk menjemput lidya di kontrakannya. dengan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada lidya


sam berhenti di depan pintu kontrakan lidya.


*tuk.tuk.tuk .. mengetuk pintu lidya.

__ADS_1


"permisi nona" sam


"iya" lidya sambil membukakan pintu


"nona dipinta tuan mirza untuk bertemu dengannya malam ini"


" tapi tuan sam ada apa?"


"nanti anda akan tau. mari ikut saya nona"


"tapi.. saya belum siap siap tuan dan ini masih siang.."


" iya nona. nona ikut saya saja dulu,, nona sudah mandi kan?.."


"i iyaa tuan. sudah..saya mau ambil dulu.."


"tidak usah bawa apa apa nona" sam memotong pembicaraan "silahkan masuk.." mengarahkan ke mobil


lidya masuk ke dalam mobil.


ada apa ini? tuam sam tidak memberi tahuku.saya akan dibawa kemana??. lidya bertanya dalam hati. tidak banyak bicara.


mobil terparkir di depan butik ternama. sam membawa lidya masuk


"silahkan masuk nona..pilih gaun yang bagus untuk anda pakai.."


sam memanggil pelayan butik


"apa tuan serius?" lidya tidak percaya


"iya nona..ini pinta tuan muda".


"mari nona" ajak pelayan butik.


cukup lama lidya mencari gaun


lidya keluar dengan memakai gaun yang dipilihnya


lidya terlihat anggun.


"sudah tuan sam" lidya


"mari ikut saya nona" sam menunduk karena terpesona.


"kita mau kemana lagi tuan sam" lidya penasaran sambil mengikuti langkah sam.


"silahkan masuk nona" sam mengarah ke dalam mobil "nanti anda juga tau"


mobil melaju ke suatu tempat


lidya masih bertanya tanya..


mobil terhenti disebuah salon


"apaa kita ke salon tuan sam?"


" iya nona silahkan masuk" sam berjalan di belakang lidya


lidya bingung


"tolong berikan riasan terbaik untuk nona lidya." sam kepada pemilik salon


"ooh iya baik tuan sam" pemilik salon menunduk

__ADS_1


siapa yang tak kenal sam. hampir semua orang mengenalnya


"mari nona" pemilik salon kepada lidya


lidya nurut saja


"saya akan kembali satu jam lagi nona.." sam pada lidya


"i iya tuan sam"


"nanti pelayan akan mengirimkan makanan untuk anda"


"terima kasih tuan sam"


sam melaju mobilnya menjemput tuan mirza


 


sam sampai dihalaman rumah tuan mirza


pak mus menyambutnya." selamat sore tuan sam."


"dimana tuan muda pak?"


"masih didalam kamarnya tuan"


sam menghampiri tuan muda ke kamarnya


tuk.tuk.tuk


"masuk" tuan mirza


" tuan apa anda sudah siap?"


"hampir sam.. bagaimana lidya?. "


"kita akan menjemputnya tuan.."


"iya sam. saya tau kau takan mengecewakanku"


"iya tuan..saya tunggu dibawah"


"hmm"


lima belas menit kemudian tuan muda keluar dari kamarnya


"kaka mau kemana?" sapa amanda diruang tamu


"de kaka akan melamar seseorang. kamu doain kakak yaa.."


amanda dan pak mus kaget sekaligus senang


"apa itu benar ka? semoga lancar ya kak" adiknya memeluk terharu bahagia


pak mus tersenyum lebar tanda bahagia


"iya.. kaka berangkat dulu"


amanda manggut manggut


" hati hati dijalan tuan". pak mus mengantar kedepan pintu.


mirza senyum lebar

__ADS_1


masuk mobil dan berangkaat.


bersambung


__ADS_2