
sambil menunggu pramusaji selesai menatata makanan
mirza kemudian memberikan lagi kejutan untuk mereka semua
"sayang, ayah ibu dan amanda aku ada kejutan buat kalian semua" ucap sam sambil melirik lidya kemudian ayah dan ibu dan juga amanda denganwajah tersenyum
"apa lagi sayang?" tanya ibu
lidya dan semuanya juga penasaran
"sam bawa kemari barang yang aku pinta" ucap mirza
"ini tuan" sam meletakan dimeja depan mirza
kemudian mirza membuka satu per satu kotak tersebut yang ada empat buah dan mereka semua terkejut dengan apa yang ada di dalam kotak itu, didalamnya ada empat kalung dengan merek terkenal dan dengan warna yang senada yang pastinya sangat mahal
"ini untuk istriku" mirza meletakan di depan lidya
"sayang ini.." lidya tidak melanjutkan ucapannya karena terharu
"aku pakaikan ya sayang" kemudian mirza melingkarkan kalung tersebut dileher lidya
"terimakasih sayang" lidya memeluk suaminya
mirza tersenyum kemudian ia berkeliling menuju ibu,amanda dan sam
"ini untuk ibu" mirza meletakan didepan ibu "aku pakaikan ya ibu"
ibu hanya tersenyum haru dan mengangguk
"terimakaih anakku" ucap ibu
"ini untuk amanda" mirza meletakan di depan amanda kemudian memakaikan juga
"terimakasih kakak, aku sangat menyukainya" amanda memeluk mirza
mereka masih terkejut sampai tidak bisa berkata kata
"dan ini untuk sam, berikan untuk calon nanti" ucap mirza sambil meletakan di depan sam
glek sam menelan ludah
"tapi tuan ini.." belum sam melanjutkan kata katanya sudah dipotong mirza "sam ini hadiah untuk kamu, kamu sudah bekerja keras selama ini" ucap mirza
"terimakasih tuan,"
mirza tersenyum dan kembali ke tempat duduk
"saya akan memberikannya.. untuk ayu" ucap sam dengan percaya diri
ayu terperanjat tapi tidak bergeming
begitupun lidya mirza ayah dan ibu tidak menyangka dengan ucapan sam mereka tersenyum
"haa,,ahirnyaa sekertaris sam mengaku jugaa" ucap amanda dengan nada bahagia
sam menarik nafas, tidak memperdulikan ucapan amanda
"ayu kamu mau menerimanya?" ucap sam kemudian meletakannya di depan ayu
__ADS_1
ayu hanya terdiam dan menunduk malu
"kenapa tuan memberikannya kepada saya?" ucap ayu pelan
"itu karena sekertaris sam suka sama mbak ayu" timpal amanda
"sssttt diam kamu nak" ucap ibu
"iya ibu"
"saya ingin kamu menjadi istriku" ucap sam dengan berani
semua kembali terkejut
kemudian lidya menghampiri ayu dan meraih bahunya
"mbak ayu, mbak ayu mau menerimanya? sekertaris sam pasti serius" ucap lidya
"saya tidak tahu nona" ayu mulai terharu tapi masih ragu
"coba saja dulu, jalani semuanya, jika kamu sudah mantap. maka apa salahnya kalian menikah" ucap lidya meyakinkan
"baiklah nona" ayu pasrah dan serasa dihipnotis oleh ucapan lidya seperti sedang bermimpi
"aku pakaikan kalungnya ya" ucap lidya tersenyum kemudian melingkarkan kalung tersebut di leher ayu dan kembali ke tempat duduk
ayu hanya diam menunduk malu, antara bahagia atau gimana gitu
sementara sam tersenyum bahagia serasa mendapat hadiah dari lotre
dan semua orang bertepuk tangan atas keberanian sam
"hebat sam" ayah mengangkat dua jempol
walau ekspresinya tidak terlihat oleh sam tapi ayu tersenyum dibalik cadarnya dan dia tidak percaya ini
tapi masih merasa tenang seolah ayu tau ini akan terjadi
dan itu yang membuat sam penasaran pada ayu. ayu susah ditebak
"cieee sekertaris sam" ucap amanda
"sudah aku bilangkan, sekertaris sam suka sama mbak ayu, tenang aja sekertaris sam mbak ayu itu sangat cantik.. sumpah" sambung amanda sambil mengangkat dua jarinya
"sudah sudah ayo kita makan." ucap ibu
kemudian mereka mulai menyantap makan malamnya
sementara lidya mulai merasa mual
saat suaminya hendak menyuapinya "wekkk.. em maaf semuanya" lidya menutup mulutnya
"kamu kenapa sayang?" ucap mirza
"aku mual. mau ke kamar mandi"
kemudian mirza bangkit dan mulai memapah lidya ke kamar mandi
disusul ayu. kemudian ayu mendatangi pelayan yang ada disana untuk meminta air hangat kemudian menghampiri lidya
__ADS_1
"wuekk.." lidya muntah air di kamar mandi
mirza merasa panik kemudian mengusap punggung lidya
"sudah" lidya
kemudian ayu menghampiri lidya dan memberikan tisu
"ayo kita keluar duduk dikursi" ajak ayu
kemudian mirza memapahnya lagi
dan mereka keluar kamar mandi dan duduk dikursi
"ini minum nona" ayu memberikan air hangat satu gelas
kemudian lidya meminumnya
"maaf tuan, ini ada minyak angin tuan bisa menggosokannya di punggung nona" ayu
"oh iya terima kasih ayu" mirza mengusap punggung ayu dengan minyak angin itu
"apa nona membawa jaket? biar saya ambilkan tuan," tanya ayu
lidya menggelengkan kepala
"pakai jas aku saja ya" ucap mirza kemudian melepas jasnya dan memakaikan pada lidya
"yang penting nona hangat tubuhnya" ucap ayu perhatian
kemudian mereka kembali lagi ke meja makan disana semuanyaa sudah mulai menyantap makanan
lidya duduk disamping suaminya
"sudah enakan sayang? kita makan ya"
lidya menggelengkan kepala "aku gak berselera"
"sayang kamu makan, nanti kalo sakit gimana hm" ucap mirza
lidya masih menggelengkan kepala wajahnya pucat dan lemas
kemudian ayu memanggil lagi pelayan
dan memesan dua jus mangga dengan rasa asam manis
tak lama kemudian jus mangga pesannan datang
satu untuk ayu dan satu lagi untuk lidya
"nona coba minum ini dulu, siapa tahu nanti terangsang untuk makan" ucap ayu memberikan jus mangga
"terimakasih ayu" lidya mulai meminumnya dan merasa segar tubuhnya
kemudian ayu kembali lagi ke tempat duduk
benar saja lidya mulai mau makan
bagus cara ayu
__ADS_1
dan ayu hanya meminum jus mangga dengan sedotan dan meminumnya dibalik cadarnya
bersambung