Lidya Cinta Matiku

Lidya Cinta Matiku
jalan jalan keluar


__ADS_3

makan siang dikantor


semua karyawan menghentikan pekerjaan mereka begitupun tuan mirza dan sam


mereka makan siang disebuah restoran yang berada didekat kantor


"sam bagaimana menurutmu pekerjaan si angga?" mirza membuka pembicaraan


"sejauh ini baik tuan, sikap dan prilakunya bagus, dia juga sedang menyelesaikan semester terakhir kuliahnya"


"begitu sam? jadikan dia karyawan dikantor kita"


"baik tuan" sam sudah faham


"tapi tetap, dia harus menjalani syarat-syaratnya"


"baik tuan"


"terus bagaimana kantor lidya?"


"kantor nona sedang ditata ulang, semua karyawan sudah diganti begitu juga penjaganya"


"teruss??"


"uang keuntungannya juga sudah masuk ke dalam rekening nona lidya tuan"


"bagus sam, saya percayakan semuanya kepadamu" mirza tersenyum lebar menepuk bahu sam


"baik tuan"


hendak beranjak dari tempat duduk tiba-tiba hp mirza berbunyi


"hallo sayang" mirza mengangkat telpon


"hallo, sayang aku bosan dirumah, aku boleh gak pergi keluar sama amanda?"


lidya


"emm,,iya boleh tapi pulang sebelum makan malam ya! dan jangan lupa cek rekening kamu ya"


"iya siap sayang,,terimakasih suamiku yang baik hati"


"iya sayang" mirza tersenyum


"aku tutup telponnya ya..muah" lidya mencium dari balik telpon


tututtut.. telpon ditutup


"sudah sam, ayo kita balik ke kantor"


"baik tuan"


mirza dan sam kembali ke kantor


sementara di rumah lidya siap-siap untuk pergi jalan-jalan


"eh aku tunggu amanda pulang sekolah dulu" lidya duduk santai di sofa menunggu amanda


kemudian amanda datang dengan wajah lesu


lidya melihatnya langsung menyapa


"dek kamu kenapa?"

__ADS_1


"cape kak" amanda duduk disamping lidya


"yaah tadinya kakak mau ajak kamu jalan-jalan ke mall"


"haah ke mall? siap aku ganti baju dulu ya kak" amanda tiba-tiba berdiri semangat dan berlari ke kamar untuk ganti baju


lidya melihatnya tertawa kecil dan geleng-geleng kepala


"anak ituu"


tidak lama kemudian amanda datang dengan pakaian ala-ala remaja


terlihat semangat sekali


memikirkan apa saja yang akan dibelinya nanti


"ayo kak cepat" amanda menarik tangan lidya


"iya iyaa"


kemudian mereka berangkat menuju mall tidak lupa lidya mengecek dulu rekeningnya telah masuk sejumlah uang yang sangat banyak


dan lidya mengambil beberapa jumlah saja


sesampainya di mall lidya hanya melihat-lihat saja cuci mata


sementara amanda membeli ini itu banyak sekali sampai penuh tangannya membawa kantong belanjaan


tentunya lidya yang bayar


sore hari tiba


lidya mengajak amanda pulang


sementara di kantor


mirza menanyakan posisi keberadaan istrinya pada sam


"sam coba kamu cek dari gps dimana keberadaan lidya"


sam membuka hpnya mencari keberadaan lidya


"nona sedang berada dijalan xx disebuah kafe tuan"


"ayo kita kesana"


"baik tuan"


sam mengemudi menuju arah yang dituju


ketika sedang memilih menu lidya bertemu dengan teman-teman semasa SMA mereka nampak tidak suka pada lidya


dengan tidak sopan teman-temannya itu menyapa lidya


"heii kamu lidya ya, penampilan kamu sudah berubah ternyata,," teman 1 senyum sinis


"lidya penampilan kamu berubah apa kamu memikah dengan duda kaya ya.. hahahaa" teman 2 ngeledek


lidya diam saja menahan amarah dan air mata


tangannya mengepal terlihat kesal lidya pada temannya itu


"hee jaga ya mulut kalian,, kalo ka mirza tau bisa habis kalian" amanda menunjuk dua wanita itu dan membela lidya

__ADS_1


"hee siapa ni anak kecil ikut-ikutan, jangan-jangan anak duda kaya itu ya lidya.." teman 1 bicara


"hahahaa" kedua teman lidya tertawa


amanda terus adu mulut dengan kedua wanita itu sampai menggebrak meja


sedangkan lidya hanya menangis karena sikap temannya itu


dari kejauhan mirza memperhatikan


langsung berlari menghampiri lidya ketika melihat lidya menangis


"sayang ada apa ini?" mirza langsung memeluk istrinya dan menatap tajam kedua wanita itu


kedua wanita itu langsung berdiri dan ketakutan ketika melihat siapa yang datang


lidya terus menangis dipelukan mirza


"amanda ada apa? jelaskan sama kaka!!" mirza dengan nada tinggi


"itu tuh ka mereka meledek ka lidya ngomong..bla bla bla" amanda menjelaskan


"apa?? kurang ajar kalian..! kalian tidak tau siapa saya? berani- beraninya kalian pada istri saya" plakplak mirza dengan nada marah dan menampar kedua wanita itu kesakitan dan menunduk


sam juga terlihat geram dengan kelakuan kedua wanita itu


"tuan biar saya bereskan" sam mengepal tangannya dan menghampiri mereka


mirza membawa istrinya keluar menuju mobil


"amanda ayo kita pulang," mirza berjalan keluar


lidya masih terus dalam pelukan mirza


dan amanda mengikuti dari belakang


di dalam mobil lidya masih menangis sesegukan


mirza memeluknya erat dan mengusap pipi lidya


"ssstt sudah sayang jangan menangis"


mirza terus membelai istrinya


"kenapa mereka terus saja tidak suka padaku? apa salahku,? sejak aku sekolah sampai sekarang mereka masih tetap seperti itu..huu" lidya menangis


mirza menghela nafas


"tenanglah sayang jangan pikirkan omongan mereka" mirza menenangkan


amanda yang duduk di depan hanya diam tidak bicara terlihat kesal pada teman lidya itu


sam kemudian datang dan masuk ke dalam mobil


"gimana sam?" mirza penasaran


"beres tuan, ternyata orang tua mereka terikat kontrak dengan perusahaan kita, langsung saja saya putuskan kontrak itu, dan mereka tidak bisa bekerja sama lagi dengan kita" sam menjelaskan


"bagus sam" mirza tersenyum puas


"keren sekertaris sam, biar mereka tau rasa" amanda juga tersenyum puas


bersambung

__ADS_1


__ADS_2