
makan siang dikantor
semua karyawan menghentikan pekerjaan mereka begitupun tuan mirza dan sam
mereka makan siang disebuah restoran yang berada didekat kantor
"sam bagaimana menurutmu pekerjaan si angga?" mirza membuka pembicaraan
"sejauh ini baik tuan, sikap dan prilakunya bagus, dia juga sedang menyelesaikan semester terakhir kuliahnya"
"begitu sam? jadikan dia karyawan dikantor kita"
"baik tuan" sam sudah faham
"tapi tetap, dia harus menjalani syarat-syaratnya"
"baik tuan"
"terus bagaimana kantor lidya?"
"kantor nona sedang ditata ulang, semua karyawan sudah diganti begitu juga penjaganya"
"teruss??"
"uang keuntungannya juga sudah masuk ke dalam rekening nona lidya tuan"
"bagus sam, saya percayakan semuanya kepadamu" mirza tersenyum lebar menepuk bahu sam
"baik tuan"
hendak beranjak dari tempat duduk tiba-tiba hp mirza berbunyi
"hallo sayang" mirza mengangkat telpon
"hallo, sayang aku bosan dirumah, aku boleh gak pergi keluar sama amanda?"
lidya
"emm,,iya boleh tapi pulang sebelum makan malam ya! dan jangan lupa cek rekening kamu ya"
"iya siap sayang,,terimakasih suamiku yang baik hati"
"iya sayang" mirza tersenyum
"aku tutup telponnya ya..muah" lidya mencium dari balik telpon
tututtut.. telpon ditutup
"sudah sam, ayo kita balik ke kantor"
"baik tuan"
mirza dan sam kembali ke kantor
sementara di rumah lidya siap-siap untuk pergi jalan-jalan
"eh aku tunggu amanda pulang sekolah dulu" lidya duduk santai di sofa menunggu amanda
kemudian amanda datang dengan wajah lesu
lidya melihatnya langsung menyapa
"dek kamu kenapa?"
__ADS_1
"cape kak" amanda duduk disamping lidya
"yaah tadinya kakak mau ajak kamu jalan-jalan ke mall"
"haah ke mall? siap aku ganti baju dulu ya kak" amanda tiba-tiba berdiri semangat dan berlari ke kamar untuk ganti baju
lidya melihatnya tertawa kecil dan geleng-geleng kepala
"anak ituu"
tidak lama kemudian amanda datang dengan pakaian ala-ala remaja
terlihat semangat sekali
memikirkan apa saja yang akan dibelinya nanti
"ayo kak cepat" amanda menarik tangan lidya
"iya iyaa"
kemudian mereka berangkat menuju mall tidak lupa lidya mengecek dulu rekeningnya telah masuk sejumlah uang yang sangat banyak
dan lidya mengambil beberapa jumlah saja
sesampainya di mall lidya hanya melihat-lihat saja cuci mata
sementara amanda membeli ini itu banyak sekali sampai penuh tangannya membawa kantong belanjaan
tentunya lidya yang bayar
sore hari tiba
lidya mengajak amanda pulang
sementara di kantor
mirza menanyakan posisi keberadaan istrinya pada sam
"sam coba kamu cek dari gps dimana keberadaan lidya"
sam membuka hpnya mencari keberadaan lidya
"nona sedang berada dijalan xx disebuah kafe tuan"
"ayo kita kesana"
"baik tuan"
sam mengemudi menuju arah yang dituju
ketika sedang memilih menu lidya bertemu dengan teman-teman semasa SMA mereka nampak tidak suka pada lidya
dengan tidak sopan teman-temannya itu menyapa lidya
"heii kamu lidya ya, penampilan kamu sudah berubah ternyata,," teman 1 senyum sinis
"lidya penampilan kamu berubah apa kamu memikah dengan duda kaya ya.. hahahaa" teman 2 ngeledek
lidya diam saja menahan amarah dan air mata
tangannya mengepal terlihat kesal lidya pada temannya itu
"hee jaga ya mulut kalian,, kalo ka mirza tau bisa habis kalian" amanda menunjuk dua wanita itu dan membela lidya
__ADS_1
"hee siapa ni anak kecil ikut-ikutan, jangan-jangan anak duda kaya itu ya lidya.." teman 1 bicara
"hahahaa" kedua teman lidya tertawa
amanda terus adu mulut dengan kedua wanita itu sampai menggebrak meja
sedangkan lidya hanya menangis karena sikap temannya itu
dari kejauhan mirza memperhatikan
langsung berlari menghampiri lidya ketika melihat lidya menangis
"sayang ada apa ini?" mirza langsung memeluk istrinya dan menatap tajam kedua wanita itu
kedua wanita itu langsung berdiri dan ketakutan ketika melihat siapa yang datang
lidya terus menangis dipelukan mirza
"amanda ada apa? jelaskan sama kaka!!" mirza dengan nada tinggi
"itu tuh ka mereka meledek ka lidya ngomong..bla bla bla" amanda menjelaskan
"apa?? kurang ajar kalian..! kalian tidak tau siapa saya? berani- beraninya kalian pada istri saya" plakplak mirza dengan nada marah dan menampar kedua wanita itu kesakitan dan menunduk
sam juga terlihat geram dengan kelakuan kedua wanita itu
"tuan biar saya bereskan" sam mengepal tangannya dan menghampiri mereka
mirza membawa istrinya keluar menuju mobil
"amanda ayo kita pulang," mirza berjalan keluar
lidya masih terus dalam pelukan mirza
dan amanda mengikuti dari belakang
di dalam mobil lidya masih menangis sesegukan
mirza memeluknya erat dan mengusap pipi lidya
"ssstt sudah sayang jangan menangis"
mirza terus membelai istrinya
"kenapa mereka terus saja tidak suka padaku? apa salahku,? sejak aku sekolah sampai sekarang mereka masih tetap seperti itu..huu" lidya menangis
mirza menghela nafas
"tenanglah sayang jangan pikirkan omongan mereka" mirza menenangkan
amanda yang duduk di depan hanya diam tidak bicara terlihat kesal pada teman lidya itu
sam kemudian datang dan masuk ke dalam mobil
"gimana sam?" mirza penasaran
"beres tuan, ternyata orang tua mereka terikat kontrak dengan perusahaan kita, langsung saja saya putuskan kontrak itu, dan mereka tidak bisa bekerja sama lagi dengan kita" sam menjelaskan
"bagus sam" mirza tersenyum puas
"keren sekertaris sam, biar mereka tau rasa" amanda juga tersenyum puas
bersambung
__ADS_1