Lidya Cinta Matiku

Lidya Cinta Matiku
kunjungan ke perusahaan adijaya group


__ADS_3

ketika hendak makan siang sam berjalan menuju kantin kantornya dia melihat ayu sedang duduk ditaman sendiri


sam pun menghampiri ayu dan mengajaknya untuk makan siang


"ayu ngapain disini? mari ikut makan siang" ajak sam


"ah gak usah tuan, saya disini saja" jawab ayu datar


"gapapa ayu, makan dikantin tidak usah bayar"


"tapi.." ayu ragu-ragu


"ayo ayu" sam sudah berjalan duluan


ahirnya ayu mengikuti dari belakang namun tetap dengan jaga jarak


orang-orang yang sedang menyantap makan siang langsung teralihkan melihat sam dengan ayu dibelakangnya


mereka langsung berbisik-bisik siapa itu, pacarnya tuan sam?blablabla


namun sam tidak menghiraukan mereka


dan seketika mereka tertunduk karena tatapan tajam sam yang seperti panah yang siap menancap


sam kemudian mempersilahkan ayu duduk, mereka berhadapan tapi tidak saling pandang


sam penasaran bagaimana ayu makan dengan memakai cadar itu.


namun ayu hanya memesan jus mangga dengan sedotan. dan meminumnya dari balik cadar tersebut sampai habis


selesai makan siang semua karyawan berangsur meninggalkan kantin


tiba-tiba telpon sam berbunyi


dan sam mengangkatnya


"hallo tuan"


"sam tolong katakan pada ayu biar dia pulang duluan karena lidya akan ikut bersama kita ke perusahaan adijaya" mirza yang menelpon


"baik tuan" tututuut. telpon ditutup


sam pun menyampaikan pesan itu pada ayu


dan ayu segera pergi untuk pulang kerumah


"kalau begitu saya permisi tuan sam, trimakasih" ayu berdiri dan menunduk memberi hormat


"iya" sam

__ADS_1


sam dan ayu meninggalkan tempat itu


sam kembali ke tempat kerjanya yang satu ruangan dengan mirza


di dalam ruangan mirza menidurkan lidya diatas sofa dan dia kembali bekerja


sam masuk ke dalam dan duduk dikursi kerjanya melirik sebentar ke arah mirza dan lidya kemudian fokus pada laptopnya


"sam satu jam lagi kita berangkat, selesaikan pekerjaan hari ini"


"baik tuan"


beberapa saat kemudian lidya terbangun dan berusaha membuka matanya melihat ke arah suaminya dan sam


"sayang jam berapa ini? aku mau pulang,,mbak ayu pasti menunggu ya" lidya berbicara dengan nada agak serak


"ayu sudah pulang sayang, nanti kita pulang bareng ya" mirza menjawab dari arah meja kerjanya


"hmm iya sayang"


kemudian ayu bangun dan pergi ke toilet untuk membasuh wajah dan berdandan


"sam kamu siapkan mobil" mirza melihat jam tangannya dan satu jam sudah berlalu


"baik tuan" sam menutupkan laptopnya lalu bergegas keluar ruangan untuk menyiapkan mobil.


mirza menunggu lidya keluar dari toilet dikursi kerjanya sambil memandangi pintu toilet


mirza langsung menghampiri dan mendorong tubuh lidya nyender ke tembok


tangan lidya dikunci dengan tangan mirza dan tubuh mungilnya di dekap


deg.lidya terperanjat dan jantungnya berdebar


"sa say..emmm" lidya hendak bicara namun mirza langsung menciumi dan ******* bibir lidya itu


lidya mengatur nafas kemudian membalas ciuman suaminya


beberapa menit berlalu sam menunggu di depan kantor dengan mobilnya


kenapa tuan lama sekali.gumam sam sambil sesekali melihat jam ditangannya


****


"sa yang su daah" lidya berusaha melepaskan ciuman mirza dan mendorong tubuh mirza yang bidang itu


"salah siapa kamu menggodaku" mirza menghentikan ciumannya dan meringankan dekapannya


"aku gak menggodamu" lidya protes

__ADS_1


"itu bibirnya" mirza memandang bibir lidya


bibir ada apa dengan bibirku? gumam lidya


"muahh. sudah ayo kita berangkat'' satu kecupan mendarat dipipi lidya dan mirza langsung menggandeng lidya


"sayang tunggu itu lap dulu ii bibir kamu merah haha" lidya tertawa dan mengelap bibir suaminya dengan tisu


"aduu bibir suamiku belepotan begini habis makan apa hmm? hehe


"habis memakan bibir yang manis" mirza membisik ditelinga lidya


mereka keluar ruangan dengan tertawa kecil dan bercanda


mirza melingkarkan tangannya dibahu lidya dan lidya memeluk pinggangnya


mereka memasuki lif dan turun ke bawah menuju mobil


para karyawan yang melihat kemesraan mereka terkagum-kagum dibuatnya


sampai di halaman sam menyambutnya kemudian membukakan pintu mobil


"silahkan tuan nyonya" sam menunduk hormat


"terimakasih sekertaris sam" lidya menjawab


mereka masuk ke dalam mobil dan sam mengemudi dengan cepat


diperjalanan lidya bertanya-tanya


ini bukan jalan kerumah.gumamnya


"sayang kita mau kemana? ini bukan jalan kerumah kan?" lidya bertanya penasaran


"kita ke perusahaan ayah kamu dulu ya, ada rapat penting juga disana dan beberapa pertemuan dengan rekan bisnis" sam menjawab dan tersenyum


"oo..haah rapat lagi? lama dong nanti?"


"yaa kita lihat saja nanti"


"hmm" lidya tersenyum menatap suaminya


"kenapa udah gak sabar ya pengen pulang?" mirza membalas tatapannya


"pengen bobo bareng" mirza berbisik di telinga lidya


"ii kamu" lidya tersenyum merah merona pipinya dan mencubit perut suaminya


"shh aw sakit tau..haha" mirza tertawa kecil

__ADS_1


bersambung


__ADS_2