
ketika hendak makan siang sam berjalan menuju kantin kantornya dia melihat ayu sedang duduk ditaman sendiri
sam pun menghampiri ayu dan mengajaknya untuk makan siang
"ayu ngapain disini? mari ikut makan siang" ajak sam
"ah gak usah tuan, saya disini saja" jawab ayu datar
"gapapa ayu, makan dikantin tidak usah bayar"
"tapi.." ayu ragu-ragu
"ayo ayu" sam sudah berjalan duluan
ahirnya ayu mengikuti dari belakang namun tetap dengan jaga jarak
orang-orang yang sedang menyantap makan siang langsung teralihkan melihat sam dengan ayu dibelakangnya
mereka langsung berbisik-bisik siapa itu, pacarnya tuan sam?blablabla
namun sam tidak menghiraukan mereka
dan seketika mereka tertunduk karena tatapan tajam sam yang seperti panah yang siap menancap
sam kemudian mempersilahkan ayu duduk, mereka berhadapan tapi tidak saling pandang
sam penasaran bagaimana ayu makan dengan memakai cadar itu.
namun ayu hanya memesan jus mangga dengan sedotan. dan meminumnya dari balik cadar tersebut sampai habis
selesai makan siang semua karyawan berangsur meninggalkan kantin
tiba-tiba telpon sam berbunyi
dan sam mengangkatnya
"hallo tuan"
"sam tolong katakan pada ayu biar dia pulang duluan karena lidya akan ikut bersama kita ke perusahaan adijaya" mirza yang menelpon
"baik tuan" tututuut. telpon ditutup
sam pun menyampaikan pesan itu pada ayu
dan ayu segera pergi untuk pulang kerumah
"kalau begitu saya permisi tuan sam, trimakasih" ayu berdiri dan menunduk memberi hormat
"iya" sam
__ADS_1
sam dan ayu meninggalkan tempat itu
sam kembali ke tempat kerjanya yang satu ruangan dengan mirza
di dalam ruangan mirza menidurkan lidya diatas sofa dan dia kembali bekerja
sam masuk ke dalam dan duduk dikursi kerjanya melirik sebentar ke arah mirza dan lidya kemudian fokus pada laptopnya
"sam satu jam lagi kita berangkat, selesaikan pekerjaan hari ini"
"baik tuan"
beberapa saat kemudian lidya terbangun dan berusaha membuka matanya melihat ke arah suaminya dan sam
"sayang jam berapa ini? aku mau pulang,,mbak ayu pasti menunggu ya" lidya berbicara dengan nada agak serak
"ayu sudah pulang sayang, nanti kita pulang bareng ya" mirza menjawab dari arah meja kerjanya
"hmm iya sayang"
kemudian ayu bangun dan pergi ke toilet untuk membasuh wajah dan berdandan
"sam kamu siapkan mobil" mirza melihat jam tangannya dan satu jam sudah berlalu
"baik tuan" sam menutupkan laptopnya lalu bergegas keluar ruangan untuk menyiapkan mobil.
mirza menunggu lidya keluar dari toilet dikursi kerjanya sambil memandangi pintu toilet
mirza langsung menghampiri dan mendorong tubuh lidya nyender ke tembok
tangan lidya dikunci dengan tangan mirza dan tubuh mungilnya di dekap
deg.lidya terperanjat dan jantungnya berdebar
"sa say..emmm" lidya hendak bicara namun mirza langsung menciumi dan ******* bibir lidya itu
lidya mengatur nafas kemudian membalas ciuman suaminya
beberapa menit berlalu sam menunggu di depan kantor dengan mobilnya
kenapa tuan lama sekali.gumam sam sambil sesekali melihat jam ditangannya
****
"sa yang su daah" lidya berusaha melepaskan ciuman mirza dan mendorong tubuh mirza yang bidang itu
"salah siapa kamu menggodaku" mirza menghentikan ciumannya dan meringankan dekapannya
"aku gak menggodamu" lidya protes
__ADS_1
"itu bibirnya" mirza memandang bibir lidya
bibir ada apa dengan bibirku? gumam lidya
"muahh. sudah ayo kita berangkat'' satu kecupan mendarat dipipi lidya dan mirza langsung menggandeng lidya
"sayang tunggu itu lap dulu ii bibir kamu merah haha" lidya tertawa dan mengelap bibir suaminya dengan tisu
"aduu bibir suamiku belepotan begini habis makan apa hmm? hehe
"habis memakan bibir yang manis" mirza membisik ditelinga lidya
mereka keluar ruangan dengan tertawa kecil dan bercanda
mirza melingkarkan tangannya dibahu lidya dan lidya memeluk pinggangnya
mereka memasuki lif dan turun ke bawah menuju mobil
para karyawan yang melihat kemesraan mereka terkagum-kagum dibuatnya
sampai di halaman sam menyambutnya kemudian membukakan pintu mobil
"silahkan tuan nyonya" sam menunduk hormat
"terimakasih sekertaris sam" lidya menjawab
mereka masuk ke dalam mobil dan sam mengemudi dengan cepat
diperjalanan lidya bertanya-tanya
ini bukan jalan kerumah.gumamnya
"sayang kita mau kemana? ini bukan jalan kerumah kan?" lidya bertanya penasaran
"kita ke perusahaan ayah kamu dulu ya, ada rapat penting juga disana dan beberapa pertemuan dengan rekan bisnis" sam menjawab dan tersenyum
"oo..haah rapat lagi? lama dong nanti?"
"yaa kita lihat saja nanti"
"hmm" lidya tersenyum menatap suaminya
"kenapa udah gak sabar ya pengen pulang?" mirza membalas tatapannya
"pengen bobo bareng" mirza berbisik di telinga lidya
"ii kamu" lidya tersenyum merah merona pipinya dan mencubit perut suaminya
"shh aw sakit tau..haha" mirza tertawa kecil
__ADS_1
bersambung