
masih diacara lamaran lidya.
lidya terlihat sangat ceria,,mereka mengobrol seperti orang sedang jatuh cinta. ya mereka memang sedang jatuh cinta. tertawa lebar,saling bercanda
sam dari kejauhan terlihat bahagia melihat tuannya bahagia
"aku harus panggil tuan apa?" lidya
"panggil aku sayang" mirza berbisik ditelinga lidya
" sayang???"
"iya. hahaha" mirza bahagia
"sam"
"ya tuan" sam menghampiri
"kita pulang" tidak berhenti tersenyum
"kasihan lidya, ini sudah malam" memandang lidya
"baik tuan"
mereka berjalan menuju mobil
lidya menggandeng tangan mirza
bahagia. bahagia mereka malam ini
diperjalan yang lengang. kala itu karena sudah larut malam,kendaraan pun sudah jarang lalu lalang
"nona lidya, panggil saja saya sekertaris sam mulai sekarang" sahut sam
"baik sekertaris sam" lidya
"mulai malam ini kamu tidak pulang ke kontrakan," menatap lidya
"sam kamu sudah persiapkan semuanya kan? kita antarkan lidya ke apartmen."
"baik tuan" sam
"tapii.. sayang barang barang aku dikontrakan semua.."
"dyaa.. diapartmen sudah disiapkan semua kebutuhanmu.. kamu jangan kuatir yaa" mirza meyakinkan
"oo iya.. tapii apa aku sendiri disana?"
"hahaa..mana mungkin aku membiarkanmu sendiri" cubit pipi lidya
"disana ada para pelayan,penjaga, kamu gausah takut.."
__ADS_1
"terima kasih sayang.."
mirza tersenyum
"sam..siapkan untuk pesta pernikahan untuku. satu minggu lagi. aku akan menikahi lidya"
"baik tuan" sam
"apa..? satu minggu lagi?" lidya kaget
"iya..bukankah lebih cepat lebih baik?" haha "bukankah kamu sudah siap menikah" goda mirza
lidya menutup senyumnya dengan tangan
"aku ikut mau kamu saja"
huammm. lidya terus menguap
"kamu ngantuk? bobo sini" mirza mengarahkan bahunya
"iya" tak lama lidya langsung terlelap, lidya menyenderkan kepalanya dibahu mirza
"sam nanti kamu siapkan hp untuk lidya," mirza
"baik tuan"
"batalkan agenda untuk besok,, aku mau kenalkan lidya pada ayah ibu."
"baik tuan"
"dya" mirza membangunkan lidya. membelai lembut pipinya.
lidya terbangun, mencoba membukakan matanya yang terasa berat karena kantuk
"kita sudah sampai, mau ku gendong?" mirza
"jangan.hehe, aku jalan kaki saja" lidya
"silahkan tuan nona" sam membukakan pintu mobil
mereka menuju apartmen. disambut para pelayan. lidya terkagum kagum melihat setiap sudut apartmen yang mewah dan megah.
sampailah di suatu ruangan
"dya duduklah"
"iya sayang"
"sam kumpulkan semua pelayan"
__ADS_1
" sudah siap semua tuan" sam
"kalian lihat. ini adalah lidya calon istriku..berikan layanan terbaik untuknya. jangan sampai dya terluka." mirza memperkenalkan lidya
"siap tuan" jawab pelayan kompak
mirza mengisyaratkan tangan untuk bubar
"tuan ini handphon untuk nona" sam menyerahkan
"oh ya sam trimakasih" mirza
sam menunduk
" dya ini untuk kamu pakai. sekarang kamu istirahat." mirza menyerahkan hp
"hmm trimakasih sayang" lidya gelagapan menerimanya, tersenyum bahagia. karena selama ini dia tidak punya hp, jangankan untuk beli hp, ada untuk makan saja sudah syukur
"iya." "pelayan antar lidya kekamarnya"
"baik tuan" pelayan
"dya. aku pulang dulu ke rumah. kamu baik\-baik disini ya" mirza membelai rambut lidya
"iya sayang" lidya tersenyum " selamat malam. terima kasih untuk semuanya"
mirza tersenyum mengedipkan mata
"selamat malam nona, selamat istirahat" sam menunduk
"selamat malam sekertaris sam"
lidya berjalan menuju kamar, diantar para pelayan
pelayan membukakan pintu mempersilahkan masuk
"silahkan masuk nona, panggil kami bila ada keperluan" pelayan sambil menunduk
" iya trima kasih" lidya tidak berhenti melirik setiap sudut ruangan yang megah, luas, melihat tempat tidur yang luas. semua komplit bak disebuah hotel bintang lima.
lidya berjalan menuju lemari. untuk mengganti pakaian
"waaww" lidya terlihat kaget dengan tumpukan baju yang begitu banyak dan semuanya terlihat pas untuk tubuhnya yg kecil.
sam yang menyiapkan semua dengan hati hati dan dia selalu berhasil dalam tugasnya
kemudian lidya mengganti pakaian dengan pakaian tidur, pergi ke kamar mandi untuk mencici wajah. setelah itu langsung merebahkan tubuhnya ke tempat tidur yang empuk dan terlelap.
**bersambung**
__ADS_1