
sore hari tiba dikediaman tuan mirza dan lidya
lidya dan mirza langsung menaiki tangga dan memasuki kamar
amandapun begitu dia membawa barang belanjaanya ke kamar
sementara sam dia penasaran pada kegiatan ayu selama dirumah
sam berjalan menuju belakang rumah dan berpas pasan dengan pak muslih
"tuan mau kemana?" tanya pak muslih
"em. saya mau melihat pekerjaan para pelayan" alasan sam
pak mus sudah mulai gugup, dia takut sam marah dan kurang puas pada pekerjaan pelayan
"kumpulkan semua pelayan di sini" pinta sam dengan tegas
kemudian para pelayan berdiri berjajaran dengan wajah pucat dan menunduk, tidak ada yang berani bergerak begitupun pak muslih dan bu siti.
tapi sam malah pergi meninggalkan mereka dan mencari ayu
ayu yang sedang berlatih bela diri disebuah taman tidak sadar dengan kehadiran sam yang tiba tiba
sam sudah berdiri di belakang ayu
sam memperhatikan dan takjub pada ayu
ayu menghentikan latihannya karena sudah selesai dan ketika menengok ke belakang ayu terperanjat kemudian menundukan pandangannya
"tuan sam kenapa disini?" tanya ayu tapi dia tidak merasa gugup atau takut sekalipun
"apa kabar ayu?" tanya sam basa basi
"baik tuan, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya ayu
"emm iya" malah sam yang mulai gugup "tapi kapan kapan saja" sam melengos meninggalkan ayu
kenapa tuan sam?. ayu bertanya tanya dalam hati sambil memperhatikan langkah kaki sam masuk ke dalam
kemudian ayu pun menyusul dari belakang
sam masuk melewati para pelayan yang masih berdiri
"kenapa kalian berdiri disini? bubar.!"
ucap sam datar
seolah dia tidak sadar dengan apa yang dilakukannya
tadi tuan yang pinta. gerutu pak muslih dalam hati. kemudian mereka bubar
di ruang tengah amanda mencegat
"hayo habis dari mana? ketemu mbak ayu ya?" tanya amanda sambil tersenyum lebar
__ADS_1
sam tidak menjawab malah melengos meninggalkan amanda
"sekertaris sam?" amanda memanggil
kemudian sam menengok
"diterima tidak?" tanya amanda
sam hanya menggeleng heuh anak itu. gerutunya
"ahahaha,,sekertaris sam ditolak" mungkin yang dimaksud amanda sam menggelengkan kepala karena ditolak ayu
sam memasuki ruangan kerja tuan mirza, berfikir sejenak
kenapa aku gugup didepan ayu? arghh sial. gerutu sam sambil membuka laptop kerjanya
karena tuan mirza sering gak masuk kantor apalagi setelah punya istri jadi pekerjaan menumpuk harus diselesaikan sam. sam memang kepercayaan tuan mirza sampai sampai dia tidak punya waktu untuk dirinya sendiri
kasihan sam
kemudian ayu memasuki kamar dengan masih bertanya tanya atas sikap sam
sementara dikamar mirza dan lidya
brugg mirza langsung menjatuhkan diri ke atas kasur yang empuk
"sayang kamu mandi dulu, bau keringat tau" pinta lidya
"aku cape sayang, sebentar lagi ya" mirza melentangkan tangannya kemudian tertidur
lidya segera ke kamar mandi membersihkan diri dan cukup lama karena berendam dulu dalam air hangat untuk merenggangkan otot otot yang terasa pegal
krekk pintu dibuka lidya keluar kamar mandi, kemudian memakai piyama dan rambut yang masih dibalut handuk
melihat suaminya masih tertidur lidya langsung menghampiri dan berbaring disampingnya kemudian mengarahkan wajahnya ke wajah mirza
lidya mengusap lembut pipinya mirza yang putih bersih kemudian mirza memegang tangan lidya yang menyentuh pipinya dan menariknya ke atas tubuhnya
"aaa" lidya terkejut "ih sayang aku kaget tau"
"kamu mau menggodaku ya hm?" mirza membuka matanya
"ya gapapa kan digoda oleh istri yang cantik dan seksi ini hmm?" matanya memandang
"siapa yang cantik? kamu itu jelek tau"
mirza memeluknya biar gak lepas pikirnya
"oo ya? aku gak percaya"kemudian hupp lidya menciumi suaminya
"kamu suka kan?" lidya menyudahi ciumannya dan bangkit dari pelukan mirza
saat hendak menariknya lagi, lidya segera menghindar
"sana mandi dulu bau keringat tau.!"
__ADS_1
"tidur dulu sini..masa cuma sebentar ciumnya" pinta mirza
"iya tapi mandi dulu, nanti aku kasih"
lidya mengeringkan rambutnya
"oke janji ya" mirza bangun dari tidur dan segera ke kamar mandi membersihkan diri
malam hari tiba sam masih diruangan kerja tuan mirza
sementara di dapur bi siti sudah selesai masak untuk makan malam dan para pelayan sudah menata makanannya dimeja makan dibawah komando pak muslih
sang tuan dan nona turun menuruni tangga bersiap untuk makan malam
"sayang, sam belum pulang kayaknya" ucap lidya
"iya dia diruang kerjaku" ucap mirza
"ajak dulu makan malam ya" ucap lidya disertai anggukan mirza
kemudian lidya memanggil sam dan mereka menuju ruang makan untuk makan malan
tidak lama amanda menyusul
mereka mulai menyantap makanannya
"pak mus, mba ayu sudah makan?" tanya lidya pada pak muslih
"em" pak mus bingung "saya belum pernah melihat ayu makan nasi nona"
sambungnya
"haah?" lidya dan semuanya keheranan
"iya nona, ayu cuma sering makan kurma dan kadang makan roti saja, itupun makannya dikamar, karena kalau dimeja makan malu katanya" jelas pak mus
"oo begitu ya pak" lidya masih keheranan
pak mus mengangguk
"emangnya kenyang kalo cuma makan kurma sama roti?" tanya amanda penasaran
"sepertinya nona" jawab pak mus
sementara sam fokus makan pura pura tidak peduli
ayu tidak makan nasi? tapi kenapa?. apa tidak lemas? sam jadi penasaran
"aku jadi penasaran sama mbak ayu. aku mau samperin nanti ah" ucap lidya
"aku juga kak, sekertaris sam ikut gak" ucap amanda serius pada sam
sam hanya mendongak kemudian fokus makan lagi
"sekertaris sam serem banget sih" amanda cemberut
__ADS_1