
lidya tersadar dari tidurnya, dia mencoba membuka matanya yang terasa berat kemudian melihat jam
"sudah sore ternyata" ucapnya "aku lapar,, hei anak ibu juga lapar ya" ucap lidya dengan membelai perutnya
kemudian lidya menelpon pak muslih untuk memanggilkan ayu untuk mengantar makanan ke kamarnya
tidak beberapa lama ayu datang
tuktuktuk pintu diketuk ayu
"masuk" lidya
ayu masuk dan meletakan makanan dimeja
"sudah enakan nona?" tanya ayu dengan tersenyum dibalik cadarnya
"sudah mba" lidya duduk di sofa dan menyantap makanannya
"mba ayu bikinin aku cemilan ya buat nanti" ucap lidya
"kira kira bikin apa nona?"
"apa aja mbak ayu"
"baik nona"
kemudian ayu sibuk di dapur membuat cemilan untuk lidya. ayu membuatkan keripik tempe dengan rasa yang tidak terlalu pedas. dengan taburan sambal goreng alami
ketika sudah selesai,ayu menatanya di toples yang berukuran sedang kemudian mengantarnya ke kamar lidya dan lidya suka dengan keripik tempe buatan ayu
malam hari tiba, waktunya mirza pulang dari kantornya
sungguh hari yang sangat melelahkan bagi mirza waktu itu
waktu hampir menunjukan tengah malam
mirza sampai di rumahnya seperti biasa disambut pak muslih didepan pintu kemudian mirza masuk
sementara di kamar lidya sedang duduk bersila dikasur sambil menonton tv dan memakan cemilannya
lidya hanya memakai bra yang menutupi dadanya dan celana pendek diatas lutut, ac dinyalakan full dan rambut diikat di tengah
lidya terlihat cantik karena ayu selalu membantunya untuk berdandan
krek pintu dibuka oleh mirza
dia terpana melihat lidya yang begitu seksi tidak seperti biasanya
__ADS_1
dia masuk menghampiri lidya
lidya tersenyum ke arahnya
"sayang ko gak pake baju, terus ini ac dinyalakan full, kamu gak kedinginan?"
tanya mirza sambil membuka baju kerjanya dan hanya menyisakan celana pendek, dengan senyum senyum melihat istrinya yang sangat berbeda mala ini
"aku kegerahan sayang, sini peluk dulu bayi kita" ucap lidya dengan santai
"kamu lagi makan apa?" tanya mirza
"keripik tempe bikinan mbak ayu" ucap lidya
kemudian mirza menghampiri dan mencium perut lidya "muah, ayah ke kamar mandi dulu ya" ucapnya seolah mengajak bicara janin diperut lidya kemudian membelainya
"muah,,, istriku sangat cantik malam ini" kecup mirza dikening lidya
lidya tersenyum malu
kemudian mirza pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajah
setelah itu mirza kembali lagi ke tempat tidur karena tidak tahan melihat istrinya yang begitu seksi
ketika di depan pintu kamar mandi mirza berpaspasan dengan lidya yang hendak cuci tangan
"sayang aku mau cuci tangan dulu" ucap lidya
"nanti" ucap mirza
kemudian terus menciumi bibir lidya
dan bermain lidah di dalamnya
"sayang nanti lagi dikasur" ucap lidya melepaskan diri
kemudian lidya masuk ke kamar mandi
beberapa saat kemudian kembali lagi keluar. mirza masih menunggu dibalik pintu
lidya tersenyum manis
membuat mirza menggila dan kembali menciumi lidya dan membawanya ke tempat tidur tanpa melepas ciumannya
kemudian mirza menidurkannya di kasur dan menciumi dengan rakus tubuh lidya
lidya hanya kegelian dan tertawa kecil
__ADS_1
"sayang udah dong itu geli tau," ucap lidya
kemudian mirza menghentikan aksinya
dan tidur disebelah lidya
dan mereka saling menatap
"kamu cantik sekali sayang" ucap mirza sambil membelai rambut lidya
"iya lah aku kan istri tuan mirza" lidya tersenyum manis
"sini aku peluk." mirza memeluk lidya dan mencium keningnya "kamu bahagia hari ini?" tanya mirza
"hm aku bahagia sekali" jawab lidya dengan tersenyum
"habis dari mana tadi?" mirza pura pura tidak tau
"dari mall"
"beli apa?"
"aku lupa lagi"
mirza tersenyum "terus mana barangnya?"
"aku kasih ke pelayan sama penjaga semua"
"kenapa?"
"aku gak suka"
"kalo gak suka kenapa dibeli?"
"ii kok jadi kaya wartawan banyak nanya gitu.. nyebelin tau" ucap lidya cemberut
"hahahaa.." mirza tertawa lepas
"gak lucu"
"sini lihat wajahnya"' pinta mirza
kemudian lidya mendongakkan kepalanya dan hupp mirza ******* kembali bibir lidya kemudian melepas bra dan celana lidya
mereka melepas hasratnya malam itu
bersambung
__ADS_1