
sementara di rumah lidya melihat amanda masih santai belum berangkat sekolah padahal hari sudah hampir siang
mereka sedang duduk di sofa
"kamu gak sekolah dek?" tanya lidya
"nggak kak, aku udah pinter ngapain sekolah" ucap amanda santai sambil main hp
"kakak serius tau"
"hehee,, aku ijin hari ini gak sekolah"
"kenapa?"
"besok ada ujian keterampilan di sekolah, jadi aku mau belajar bela diri sama mbak ayu sekarang, biar cepet bisa" jelas amanda
"ooh, yaudah sana keburu siang" ucap lidya
"mbak ayunya masih sibuk di dapur"
"ooh iya" ucap lidya
setelah beberapa saat ayu muncul dari dapur kemudian menghampiri amanda dan lidya
"nona ayo kita latihan, ayu sudah selesai" ucap ayu dengan semangat
"oh iya, ayo mbak ayu" ucap amanda kemudian bangkit dan menuju halaman belakang untuk latihan
"nona mau ikut?" tanya ayu pada lidya
"nggak ah. aku ngeri liat yang pukul pukulan" ucap lidya
ayu tersenyum "yasudah nona saya permisi" ucap ayu
"iya mbak"
kemudian lidya duduk saja di sofa sambil nonton tv acara live selebriti
hmm aku kok kangen terus sii sama suamiku, pengen peluk dia. ucap lidya dalam hati mulai gelisah
lidya mencoba menahannya
kembali lagi ke kantor
waktu kerja sudah dimulai para karyawan mulai sibuk kembali
sementara di ruang kerja mirza sudah kedatangan tamu yang tak terduga
"tuan saya mohon kerja samanya tuan,
saya akan bekerja sungguh sungguh tuan, saya juga rekan bisnis yang baik ketika bersama pak adijaya" ucap memohon seorang lelaki tua yang bernama sapto dengan bersimpuh dibawah kaki mirza
mirza sedang duduk disofa dengan mengangkat sebelah kakinya
__ADS_1
terlihat senyum sinis di bibirnya
"anda pikir saya tidak tau? anda mau membodohi saya? anda itu salah satu orang yang mengakibatkan perusahaan ini hancur ketika masih ada alm adijaya. anda ingat itu?" ucap mirza dengan tegas
pak sapto terperanjat, dia tidak menyangka tuan mirza tau semuanya
sam kala itu juga tersenyum sinis melihat kelakuan pak sapto
tapi tetap saja pak sapto tidak peduli
"saya mohon tuan, saya akan melakukan apa saja agar tuan mau membantu saya" pak sapto kembali memohon
"memangnya apa yang kamu bisa?" ucap mirza dengan senyum sinis dan memalingkan muka
"saya. saya punya anak gadis tuan, saya akan jadikan dia sebagai jaminannya tuan.. ini fotonya tuan" ucap lelaki itu dengan percaya diri dan senang kemudian menyodorkan foto ditanganya kepada mirza
"apa? kau mengorbankan anakmu demi uang? orang tua macam apa kau?" ucap mirza "dan lihat, istriku lebih cantik daripada anakmu. pantaslah kau bangkrut terus, kau tidak menggunakan akal sehatmu" ucap mirza dengan nada tinggi dan kesal
sam juga kelihatan kesal dia mengepalkan tangannya ingin menghajar lelaki tua itu
"saya mohon tuan. saya mohon" ucap sapto dengan tidak tau malu
"sam bawa lelaki ini keluar, jiji saya melihatnya" ucap mirza menyuruh sam
"baik tuan"
kemudian sam menyeret lelaki tua itu dengan paksa keluar dari ruangan mirza
tapi lelaki tua itu terus meronta sampai seisi kantor heboh dengan kejadian itu
"tuan saya mohon" ucap sapto mulai putus asa
"pergi dari sini, dan jangan kembali lagi" ucap sam
"tapi tuan.." lelaki tua itu memegang tangan sam
sontak saja sam geram dan mengibaskan tangannya
"pergi dari sini! kalau tidak ingin terluka" ucap sam mengancam
kemudian sam masuk ke dalam
lelaki tua itu prustasi dan teriak teriak dihalaman kantor kemudian berjalan sempoyongan keluar dari sana
sampai ahirnya dia merasa benci dan dendam atas perbuatan mirza, padahal itu karena kesalahannya sendiri
tidak jauh dari sana lelaki tua itu melihat ada wartawan dan juru kamera sedang mengadakan siaran langsung ke acara televisi
kemudian ia menghampiri dan teriak teriak disana
"hey kalian dengarkan saya, saya habis dari kantor adijaya dan mengajak kerjasama dengan mirza, kemudian dia meminta saya untuk memberikan anak saya sebagai jaminannya.. hahaha ihat betapa rendahannya yang bernama mirza itu.. hahaha.." lelaki tua itu setres
sontak saja kamera merekam adegan itu dan tayang langsung ke televisi. namun ahirnya petugas mengamankan lelaki tua itu
__ADS_1
semua orang yang ada disana terlihat kaget dengan ucapan lelaki tua itu
ada yang menanggapi serius ada juga yang biasa saja ada juga yang merekamnya dan langsung menguploadnya ke media
mulailah gosip beredar dengan cepat
lidya yang di rumah sedang menonton tv pun melihat dan mendengarkan apa yang diucapkan lelaki tua itu
sontak saja lidya terasa jantungnya berhenti kala mendengar apa yang terjadi
dia langsung meraih hp dan menelpon mirza
kemudian mirza mengangkatnya
"halo sayang" ucap mirza
"apa maksudnya itu?" ucap lidya ketus
"apa maksudmu sayang?" tanya mirza tidak paham
"kau lihat sendiri di televisi" ucap lidya kemudian menutup telponnya
tuut tuut tuut
kemudian lidya menahan tangis hatinya tersentak. tidak mengerti apa maksud lelaki tua itu di televisi
kemudian mirza di kantornya kebingungan dengan sikap istrinya
"sam ada apa ini? coba kau lihat di televisi apa yang terjadi" ucap mirza
kemudian sam menyalakan televisi namun tayangan itu sudah berakhir
"tidak ada apa apa tuan, saya akan cari di internet" ucap sam kemudian meraih gadgetnya
sontak saja berita itu sudah berjejer di berandanya, banyak orang yang mengupload video lelaki tua itu alias pak sapto. dengan cepat
kemudian sam menyerahkan gadgetnya pada mirza
"ini tuan"
mirza kemudian melihatnya
"apa apaan dia sam,,!" mirza geram kemudian membanting gadgetnya karena emosi "arrghh" mirza sangat marah
sam hendak keluar mencari lelaki tua itu
"mau kemana kau sam" ucap mirza dengan ngosngosan
"saya akan mencari lelaki itu" ucap sam
"dia bisa diurus nanti, sekarang antar saya kerumah, lidya sudah tau dia pasti salah paham" ucap mirza mengajak sam pulang
"baik tuan"
__ADS_1
kemudian sam dan mirza pergi naik mobil dan sam mengemudi dengan cepat menuju kediamannya
bersambung