Lidya Cinta Matiku

Lidya Cinta Matiku
kejadian yang tidak terduga


__ADS_3

sementara di rumah lidya melihat amanda masih santai belum berangkat sekolah padahal hari sudah hampir siang


mereka sedang duduk di sofa


"kamu gak sekolah dek?" tanya lidya


"nggak kak, aku udah pinter ngapain sekolah" ucap amanda santai sambil main hp


"kakak serius tau"


"hehee,, aku ijin hari ini gak sekolah"


"kenapa?"


"besok ada ujian keterampilan di sekolah, jadi aku mau belajar bela diri sama mbak ayu sekarang, biar cepet bisa" jelas amanda


"ooh, yaudah sana keburu siang" ucap lidya


"mbak ayunya masih sibuk di dapur"


"ooh iya" ucap lidya


setelah beberapa saat ayu muncul dari dapur kemudian menghampiri amanda dan lidya


"nona ayo kita latihan, ayu sudah selesai" ucap ayu dengan semangat


"oh iya, ayo mbak ayu" ucap amanda kemudian bangkit dan menuju halaman belakang untuk latihan


"nona mau ikut?" tanya ayu pada lidya


"nggak ah. aku ngeri liat yang pukul pukulan" ucap lidya


ayu tersenyum "yasudah nona saya permisi" ucap ayu


"iya mbak"


kemudian lidya duduk saja di sofa sambil nonton tv acara live selebriti


hmm aku kok kangen terus sii sama suamiku, pengen peluk dia. ucap lidya dalam hati mulai gelisah


lidya mencoba menahannya


kembali lagi ke kantor


waktu kerja sudah dimulai para karyawan mulai sibuk kembali


sementara di ruang kerja mirza sudah kedatangan tamu yang tak terduga


"tuan saya mohon kerja samanya tuan,


saya akan bekerja sungguh sungguh tuan, saya juga rekan bisnis yang baik ketika bersama pak adijaya" ucap memohon seorang lelaki tua yang bernama sapto dengan bersimpuh dibawah kaki mirza


mirza sedang duduk disofa dengan mengangkat sebelah kakinya

__ADS_1


terlihat senyum sinis di bibirnya


"anda pikir saya tidak tau? anda mau membodohi saya? anda itu salah satu orang yang mengakibatkan perusahaan ini hancur ketika masih ada alm adijaya. anda ingat itu?" ucap mirza dengan tegas


pak sapto terperanjat, dia tidak menyangka tuan mirza tau semuanya


sam kala itu juga tersenyum sinis melihat kelakuan pak sapto


tapi tetap saja pak sapto tidak peduli


"saya mohon tuan, saya akan melakukan apa saja agar tuan mau membantu saya" pak sapto kembali memohon


"memangnya apa yang kamu bisa?" ucap mirza dengan senyum sinis dan memalingkan muka


"saya. saya punya anak gadis tuan, saya akan jadikan dia sebagai jaminannya tuan.. ini fotonya tuan" ucap lelaki itu dengan percaya diri dan senang kemudian menyodorkan foto ditanganya kepada mirza


"apa? kau mengorbankan anakmu demi uang? orang tua macam apa kau?" ucap mirza "dan lihat, istriku lebih cantik daripada anakmu. pantaslah kau bangkrut terus, kau tidak menggunakan akal sehatmu" ucap mirza dengan nada tinggi dan kesal


sam juga kelihatan kesal dia mengepalkan tangannya ingin menghajar lelaki tua itu


"saya mohon tuan. saya mohon" ucap sapto dengan tidak tau malu


"sam bawa lelaki ini keluar, jiji saya melihatnya" ucap mirza menyuruh sam


"baik tuan"


kemudian sam menyeret lelaki tua itu dengan paksa keluar dari ruangan mirza


tapi lelaki tua itu terus meronta sampai seisi kantor heboh dengan kejadian itu


"tuan saya mohon" ucap sapto mulai putus asa


"pergi dari sini, dan jangan kembali lagi" ucap sam


"tapi tuan.." lelaki tua itu memegang tangan sam


sontak saja sam geram dan mengibaskan tangannya


"pergi dari sini! kalau tidak ingin terluka" ucap sam mengancam


kemudian sam masuk ke dalam


lelaki tua itu prustasi dan teriak teriak dihalaman kantor kemudian berjalan sempoyongan keluar dari sana


sampai ahirnya dia merasa benci dan dendam atas perbuatan mirza, padahal itu karena kesalahannya sendiri


tidak jauh dari sana lelaki tua itu melihat ada wartawan dan juru kamera sedang mengadakan siaran langsung ke acara televisi


kemudian ia menghampiri dan teriak teriak disana


"hey kalian dengarkan saya, saya habis dari kantor adijaya dan mengajak kerjasama dengan mirza, kemudian dia meminta saya untuk memberikan anak saya sebagai jaminannya.. hahaha ihat betapa rendahannya yang bernama mirza itu.. hahaha.." lelaki tua itu setres


sontak saja kamera merekam adegan itu dan tayang langsung ke televisi. namun ahirnya petugas mengamankan lelaki tua itu

__ADS_1


semua orang yang ada disana terlihat kaget dengan ucapan lelaki tua itu


ada yang menanggapi serius ada juga yang biasa saja ada juga yang merekamnya dan langsung menguploadnya ke media


mulailah gosip beredar dengan cepat


lidya yang di rumah sedang menonton tv pun melihat dan mendengarkan apa yang diucapkan lelaki tua itu


sontak saja lidya terasa jantungnya berhenti kala mendengar apa yang terjadi


dia langsung meraih hp dan menelpon mirza


kemudian mirza mengangkatnya


"halo sayang" ucap mirza


"apa maksudnya itu?" ucap lidya ketus


"apa maksudmu sayang?" tanya mirza tidak paham


"kau lihat sendiri di televisi" ucap lidya kemudian menutup telponnya


tuut tuut tuut


kemudian lidya menahan tangis hatinya tersentak. tidak mengerti apa maksud lelaki tua itu di televisi


kemudian mirza di kantornya kebingungan dengan sikap istrinya


"sam ada apa ini? coba kau lihat di televisi apa yang terjadi" ucap mirza


kemudian sam menyalakan televisi namun tayangan itu sudah berakhir


"tidak ada apa apa tuan, saya akan cari di internet" ucap sam kemudian meraih gadgetnya


sontak saja berita itu sudah berjejer di berandanya, banyak orang yang mengupload video lelaki tua itu alias pak sapto. dengan cepat


kemudian sam menyerahkan gadgetnya pada mirza


"ini tuan"


mirza kemudian melihatnya


"apa apaan dia sam,,!" mirza geram kemudian membanting gadgetnya karena emosi "arrghh" mirza sangat marah


sam hendak keluar mencari lelaki tua itu


"mau kemana kau sam" ucap mirza dengan ngosngosan


"saya akan mencari lelaki itu" ucap sam


"dia bisa diurus nanti, sekarang antar saya kerumah, lidya sudah tau dia pasti salah paham" ucap mirza mengajak sam pulang


"baik tuan"

__ADS_1


kemudian sam dan mirza pergi naik mobil dan sam mengemudi dengan cepat menuju kediamannya


bersambung


__ADS_2