Love Me, Please

Love Me, Please
01. Jurus Andalan Mama


__ADS_3

🦋🦋🦋


"Bundaaa...." suara cempreng itu ternyata suara seorang gadis yang barusaja memasuki rumah,


"nak kamu ini ya kalau masuk rumah itu jangan teriak-teriak gitu, Ucapin salam dulu baru masuk"


ucap Bunda "iya Bun, Assalamualaikum" ucap Kanza Sambil mencium tangan Bundanya "kok baru pulang?" tanya Bunda kepada Kanza, karena biasanya Kanza pulang jam 16.30 dan sekarang sudah mau shalat maghrib"iya nih bun, kanza tadi ada urusan sama dosen pembimbing,nggak tau tuh pak dosennya lama banget sampe-sampe pantat ku panas karna duduk kelamaan" ucapnya sambil memajukan mulutnya. "lah kan emang gitu biar kamu cepet selesain skripsimu" Bunda sambil merapikan makanan yang ada di meja makan. "Yaudah aku ke Kamar dulu ya bun" lalu berjalan ke kamarnya ia mengambil handuk di lemari dan menuju ke kamar mandi.


Rumah Dhananjaya

__ADS_1


Semua keluarga berkumpul untuk makan malam mereka menyatap makanan yang telah di hidangkan oleh koki yang bekerja di rumah itu, Setelah makan mereka kembali ke kamar


masing-masing namun tidak untuk Rafisqy ia memilih untuk ke ruang kerjanya melanjutkan


pekerjaannya


"sudah ku duga pasti mama bakalan bahas tentang nikah" ucap Rafi dalam Hati. Bagaimana tidak hampir setiap hari ia di selalu di bujuk untuk menikah. "Mah Rafi belum mau nikah" ucap Rafi dengan nada cuek "Fi kamu nggak kasian sama mama yang udah tua ini, mama mau cepet-cepet punya cucu"ucap sedih mama Wina "mama mau ngeliat cucu mama sebelum mama pergi" dengan mata berkaca-kaca mama wina memeluk putranya


"Yaudah iya mah dalam waktu dekat Rafi akan menghubungi Vita" bujuk Rafi agar mamanya tenang.

__ADS_1


"Tidak.mama nggak setuju kalau kamu menikah sama Vita" Bentak mama sambil melepas pelukanya "Kamu sampai kapan nunggu si Vita itu,Hah?" ucap mama dengan nada yang cukup tinggi. Mama Wina tau kalau Vita itu ninggalin Rafi ke luar negeri demi karirnya sebagai seorang model lagi pula Mama Wina tidak suka dengan Vita yang selalu memakai pakaian kurang bahan itu. "Mama ngga mau tau kamu harus ikut mama besok untuk ketemu dengan wanita pilihan mama "ucap mama penuh penekanan "Terserah mama, aku capek mah mau tidur dulu" Rafi pasrah dengan keputusan mamanya itu"Yaudah kamu besok siap-siap setelah makan siang Mama tunggu di butik" ucap mama Wina dengan wajah yang berseri-seri. "Hmm iya mah" Rafi dengan nada cueknya itu.


Rafi berjalan keluar ruang kerjanya meninggalkan mamanya yang masih berdiri di dalam ruangan itu "Huh,akhirnya" mama wina menghela nafas setelah Rafi pergi "tidak sia-sia aku ngeluarin jurus andalan aku" ucap mama Wina sambil menghapus air mata yang membasahi pipinya.


Haloo semua😊


ini karya pertamaku semoga betah yaa, apabila ada kekurangan atau masukan komen yaa. jangan lupa di like and votenya


love you all...❤

__ADS_1


__ADS_2