
Rafi seketika cemas ia memikirkan Kanza. Ia berpikir kalau terjadi sesuatu terhadap Kanza pasti dia juga yang repot.
Di cafe dia hanya memikirkan wanita itu. Selama makan siang bersama Jovita ia tidak memiliki nafsu makan lagi akhirnya ia ke toilet kemudian menghubungi asistennya.
"Halo... Cari wanita itu dengan sahabatnya sampai dapat setelah itu hubungi aku kembali"kata Rafi
"Saya kira tidak perlu bos, itu juga tidak penting bagi anda. Jika saya berhasil menemukannya jangan harap dia bisa kembali kepada anda" Kata Kevin menggoda bosnya.
Kevin dan Rafi sangatlah dekat mereka bersahabat sejak sekolah di SMA yang sama sampai kuliah mereka selalu bersama.
mendengar perkataan Kevin di sebrang sana membuat nafasnya tidak beraturan.
"Jangan banyak bicara cari saja. Kalau tidak gajimu saya potong"Rafi dengan nada yang marah.
Kevin mendengar nada bicara bosnya sepertinya sudah tidak stabil ia merasa sangat senang karena ia bisa menggoda bosnya kapan lagi ia bisa mendengar bosnya secemas ini hanya karena seorang wanita.
"Jangan gitulah bos dikit-dikit ngancem gaji" Kevin bicara dengan menahan tawa. Jika ia tertawa sedangkan telponnya masih tersambung bisa-bisa nyawanya terancam, apalagi dalam situasi bosnya yang seperti mau memakan orang.
"paling lama 30 menit harus ada kabar tentang dia" Rafi dengan tegas kemudian memutus panggilannya. Kevin hanya menggelengkan kepala dengan tingkah bosnya itu.
Rafi menghampiri Jovita, ia melihat wajah wanita itu sangat kesal Rafi melihat itu hanya acuh tak acuh.
"Dari mana aja sih, lama banget" Jovita dengan memajukan bibirnya dan melipat kedua tangan di depan dadanya. Tidak ada jawaban dari Rafi, dengan tingkah laki-laki itu membuat wanita yang ada di depannya semakin kesal.
__ADS_1
"Kamu itu ya dari tadi diem mulu, disini ada aku loh.Emang kamu lagi mikirin siapa, Hah?" dengan nada bicara semakin tinggi Jovita menatap Rafi dalam-dalam ia berpikir bisa mengambil perhatian dari laki-laki itu. Namun Rafi tak menimpalinya malahan Rafi memanggil seorang pelayan kemudian memberikan uang untuk makanan yang mereka makan.
"kembaliannya ambil aja" Rafi singkat kemudian mengangkat pantatnya dan melangkah keluar dari cafe tersebut.
"Yang sayang tungguin aku" Jovita berlari mengejar Rafi.
Rafi menuju apartemen milik Jovita membuat wanita itu heran. Biasanya setelah makan siang bersama mereka melanjutkan dengan berbelanja di mall atau ke taman dekat kantor Rafi.
Rafi memberhentikan mobilnya di depan apartemen Jovita. Wanita itu enggan untuk turun serasa ia ingin protes kepada Rafi namun nyalinya ciut melihat amarah dari tatapan yang diberikan Rafi kepadanya. Pada akhirnya ia mengalah kemudian memasuki apartemennya.
Rafi melajukan mobilnya tujuannya entah kemana apalagi Kevin belum memberinya kabar tentang Kanza. Akhirnya ia memarkir mobilnya di dekat kejadian kecelakaan itu. Ia turun menghampiri orang satu persatu untuk bertanya tentang orang yang mengalami kecelakaan siang ini.
"Permisi pak. Saya mau nanya ciri-ciri orang yang tadi kecelakaan disekitar sini kayak gimana ya pak?" Tanya Rafi kepada seoranf pria.
"Kalau boleh tau di bawah ke rumah sakit mana?" Tanya Rafi lagi.
"Ke Rumah Sakit Medis*ra" Jawab pria itu.
"Makasih pak informasinya" Kata Rafi kemudian melangkahkan kaki dengan cepat ke parkiran dan melajukan mobilnya untuk segera ke Rumah sakit.
Kevin yang baru saja keluar dari Rumah Sakit berpapasan dengan bosnya. Kevin hanya yang melihat wajah panik bosnya dengan segera ia mengajaknya ke ruangan korban kecelakaan itu.
Yang benar saja yang kecelakaan itu adalah Kanza dan Eva. Walaupun luka mereka tidak begitu parah tapi sejak Kevin datang ke tempat kejadian itu ia memaksa dua wanita itu ke Rumah Sakit hal itu sempat di tentang oleh Kanza soalnya itu adalah luka ringan dirumah pun bisa di obati.
__ADS_1
Rafi membuka knop pintu ruangan itu menampikkan senyum diwajah Kanza. Namun Rafi masih dengan wajah yang datarnya ia menghampiri ranjang Kanza dan memperhatikan luka-luka yang ada di tubuh Kanza.
"Bisa nggak sih, Nggak usah nyusahin orang" kata Rafi dengan nada dingin.
"Aku nggak mau nyusahin orang juga kok, Kak Rafi aja ngapain kesini. Khawatir sama aku ya" Kanza berusaha menggoda Rafi dengan senyum manisnya
"Hei asal lo tau ya seandainya lo bukan istri gue nggak bakalan gue datang kesini" Rafi tegas.
"Hahaha yang bener nih masa nggak khawatir sama istri sendiri" Kanza memberanikan diri mencolek lengan Rafi. Laki-laki itu hanya menggelengkan kepalanya.
"lo udah boleh pulangkan. Jadi lo pulang sama supir dan gue nggak mau ngeliat lo pake motor lagi" Kata Rafi.
"Ciee yang udah perhartian sama akooh" Kata Kanza cekikikan menggoda suaminya itu.
🦋🦋🦋
**Maapin Rahma ya lama baru up.
tapi tetep stay kan cayang" akooh😗.
Rahma minta likenya dong komen juga ya sama jangan lupa votenya 😗😗
LOVE YOU ALL ❤**
__ADS_1