Love Me, Please

Love Me, Please
13. KURIR


__ADS_3

πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹


"Brukk"


Kanza membuka pintu dengan keras hingga orang di dalam ruangan itu kaget. Tapi lebih kaget lagi Kanza yang melihat suaminya bersama wanita lain di ruang kerjanya.


Bagaimana tidak kaget wanita itu duduk di pangkuan Rafi dan wajahnya menghadap ke wajah suami Kanza.


"Hei kamu siapa" dengan nada yang tinggi wanita menujuk Kanza.


"Saya. Emm anu saya.." Kata Kanza menunduk. Ia tidak ingin Rafi melihat matanya yang kini berkaca-kaca dengan wajah yang sudah merah.


"Dia kurir makanan, tadi aku pesen makanan buat kita makan siang" Kata Rafi.


Kurang baik apalagi Kanza kenapa Rafi malah membela wanita itu dari pada istrinya sendiri. Segitu bencinya kah dia kepada Kanza sampai-sampai dia menganggap istrinya itu sebagai seorang kurir.


"Emm iya mbak saya kurir makanan " dengan terbata-bata dan menahan agar air matanya tidak jatuh ke pipi.


"Sayang sejak kapan kamu suka makanan kayak gitu. Aku nggak suka makanan itu" Kata Wanita itu menunjuk rantang yang dibawa Kanza.


"Ada apasih kok berisik banget" Kata Kevin yang baru saja membuka pintu.


"Ini nih Vin usir aja nih kurir nggak jelas. Main nyelonong aja di ruangan orang. Oiya jangan lupa tuh makanan yang dia bawa buang aja ,nanti Rafi bakalan bayar kok makanannya" Kata Wanita itu menggelayutkan tangannya di lengan Rafi.


Kevin melototkan matanya ke Rafi. Ia begitu marah ke Rafi bisa-bisanya dia mengakui istrinya sebagai kurir makanan. Sedangkan Rafi pandangannya tidak lepas dari Kanza yang hanya mematung menundukkan kepalanya.


Kevin menarik lengan Kanza keluar dari ruangan itu menuju ke ruangannya ia juga memanggil Leni untuk mengikutinya. Leni yang melihat raut wajah Kevin yang tidak seperti biasanya, ia hanya mengikuti perintah asisten pribadi bosnya.


"Sekarang kamu nunggu aja disini sampai wanita itu pergi, kamu bisa memberikan makanan itu kepada Rafi nantinya" Kata Kevin yang duduk di depan dua wanita itu.


Sekarang Leni mengerti apa yang sebenarnya terjadi di ruangan itu. Ia menggenggam tangan Kanza untuk menguatkannya.


"Kanza kalau mau nangis.nangislah jangan di tahan-tahan gitu" Leni memeluk Kanza.


Kanza yang berada di pelukan Leni ia menumpahkan airmatanya. Ia merutuki kebodohannya, Jelas-jelas Rafi tidak menyukainya kenapa juga dia pergi menemui Rafi.


"Aku memang bodoh, Kenapa juga aku kesini. Jelas-Jelas dia nggak suka sama aku" Gumam Kanza yang masih terdengar jelas di telinga wanita yang disampingnya.


"Kamu nggak bodoh. Siapa bilang kamu bodoh, Kamu orang yang baik Kanza. Kamu istri yang baik" Kata Leni mengusap-usap punggung Kanza.

__ADS_1


Kevin yang melihat Kanza ia merasa kasihan. Rafi bakalan nyesel ninggalin Wanita sebaik Kanza.


Derrtt....Derrrttt..... nada dering HP Kanza ia mengambil tasnya dan melihat nama yang tertera disana ternyata Mama Mertuanya yang menelpon.


Kanza menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya.


πŸ“žπŸ“žπŸ“ž


"Halo Assalamualaikum mah" Kata Kanza


"Waalaikumussalam sayang. Gimana makan siangnya lancar?" Tanya mama.


"Lancar kok mah, Rafi ngabisin makan siang aku bawa" Kata Kanza.


"Kamu nggak papakan, kok kedengeran kayak orang habis nangis" Mama yang khawatir akan menantunya.


"Nggak papa kok mah ini cuma lagi flu dan nggak enak badan aja" Kata Kanza yang lagi-lagi berbohong kepada mama mertuanya.


"udah dulu yah mah aku juga lagi mau ngurusin toko aku" Kata Kanza.


Sejak di bangku SMA ia sudah sangat suka berbisnis ia memulai bisnisnya dengan menjual berbagai macam baju. Tahun ini memang tokonya terlihat berkembang pesat.


"Waalaikumussalam mama" akhir Kanza dengan helaan nafas.


Kevin dan Leni begitu takjub melihat wanita yang ada dihadapan mereka. Ia wanita yang begitu sempurna. Kanza wanita yang cantik dan begitu kuat. Sungguh Rafi begitu beruntung mendapatkan perempuan seperti Kanza.


"Maafin aku ya Leni baju kamu jadi basah gara-gara aku" Kanza mengusap bekas air matanya di baju Leni.


"nggak papa kok Kanza" Leni yang tersenyum melihat Kanza.


"kalau gitu aku pamit ya kasian karyawan aku di toko pasti kewalahan, makasih ya buat kalian yang mau nemenin saya" Kata Kanza mengangkat rantang yang dia bawa.


"Emangnya makanan itu mau di kemanain katanya buat Rafi. Tunggu Rafinya bentar lagi pasti dia kesini" Kata Kevin.


"Kamu ini ada-ada aja sih. Mana mungkin anak orang kaya mau makan makanan rantang kayak gini" Kanza mengangkat rantangnya lebih tinggi.


"Siapa bilang aku kan bukan anak orang kaya jadi, aku boleh dong makan itu dari baunya aja enak nih. Sayangkan kalau di buang" Kata Leni.


"lah bukan orang kaya. Orang dari ujung rambut sampai ujung kaki semuanya barang branded" Kata Kanza yang kembali ceria.

__ADS_1


"What, gimana bisa dia nyembunyiin kesedihannya" Kata Kevin dalam hati.


"Mbak bisa aja ini tuh Kw. Hahahaha" Canda Leni. Kanza hanya ber oh ria.


"jadi nggak makannya. Cacing udah pada demo nih" Lanjut Leni dengan mengelus-elus perutnya.


"emang beneran mau?" tanya Kanza. Leni hanya menganggukan kepalanya dengan semangat.


Kanza begitu senang akhirnya. Makanan yang dia bawa ngga di buang. Ia membuka rantang itu satu persatu, Kanza begitu telaten meladeni Leni. Tanpa mempedulikan Kevin.


"Hem" dehem Kevin. Sontak Kanza dan Leni mengalihkan pandangannya ke depan mereka terkekeh. Ternyata ada seorang makhluk tampan yang mereka tidak perhatikan dari tadi.


"Masa saya nggak kebagian sih" Lanjut Kevin.


"Emangnya kamu mau? Ini itu makanan rumahan palingan makanan kayak gini kamu buang. Kayak bos kamu itu sama pacarnya seenaknya mau buang makanam orang." Kata Kanza


" Kata siapa saya nggak makan makanan rumahan. Malahan saya suka" Kata Kevin


"oke kalau gitu nih buat kamu" Kanza memberikan Kevin piring yang berisi nasi dengan lauk sebagai pelengkapnya.


Mereka bertiga makan bersama di ruangan Kevin.


"Hmm.. Top markotop deh masakan mu Kanza. Sumpah Enak banget. Aku mau di ajarin masak deh sama kamu" Kata Leni yang mengacungkan jempol kirinya.


"Boleh deh kalau ada waktu luang kita bisa belajar masak bareng". Kata Kanza yang membersihkan meja bekas mereka makan.


"Kalau gitu aku pamit . Makasih yah Kalian udah mau makan masakanku" Kata Kanza.


"Kamu nggak nunggu Rafi dulu?" tanya Kevin


"Nggak usahlah lagian dia lagi sibuk. Titip salam aja ya" Kanza menarik sudut bibirnya berusaha untuk tersenyum walaupun sebenarnya ia rapuh melihat suaminya bermesraan dengan wanita lain.


"Oh yaudah aku antar kamu ke bawah " Kata Leni.


"Makasih kayaknya aku bisa sendiri deh. Kasian juga temenku di bawah lagi nunggu. Soalnya dia lagi interview. Jangan lupa salamku untuk bosmu" Kata Kanza.


πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹


Ayoo di bantu voteee❀

__ADS_1


__ADS_2