
🦋🦋🦋
Setelah melaksanakan shalat maghrib, Mereka melanjutkan dengan acara yasinan untuk Ayah dan Bunda Kanza.
"Za suami lo datang tuh" bisik Eva ke telinga Kanza
Kanza menatap seorang laki-laki berkemeja putih yang berdiri di pintu utama. Ia menampilkan senyum terbaiknya lalu mengangkat pantatnya meninggalkan kedua sahabat yang ada di sampingnya. Ia berjalan menghampiri suaminya kemudian menggapai tangan suaminya lalu diciumnya tangan laki-laki itu.
'DEG' jantung Rafi berdetak tak karuan ketika Kanza mencium tangannya.
"Kenapa dia bersikap seperti ini. Ah tidak, mungkin dia hanya pencitraan di depan semua orang" ucap Rafi dalam hati berusaha menyingkirkan pikirannya tentang Wanita ini.
Kanza menarik tangan Rafi dengan lembut, ia membawa Rafi ke kamarnya.
"Kak liat noh adek lo udah ada pasangannya. Yaa elunya kapan?"ejek Eva kepada Kenzo.
Kenzo hanya menarik sudut bibirnya membentuk senyum. Ia tidak terlalu mendengarkan perkataan sahabat adiknya itu karena teman Kanza yang satu ini selalu saja mengejeknya tetapi berbeda dengan Fanya yang selalu kaku jika berhadapan sama Kenzo.
(kayak kanebo kering aje tuh sih Fanya 🤣).
.....
Di dalam kamar Kanza menyiapkan air panas untuk suaminya.
"aku udah nyiapin air untuk kamu mandi. Aku nunggu kamu di sini" kata Kanza yang duduk di sofa kamar.
Rafi tidak mempedulikan kata Kanza ia malah sibuk dengan benda pipih yang ada di tangannya. 10 menit berkutat dengan benda itu, ia mengambil handuk dan menuju ke kamar mandi. Sementara Kanza memilihakan baju untuk suaminya, pilihannya jatuh kepada baju koko berwarna putih.
30 menit ia menyelesaikan kegiatannya di kamar mandi. Ia keluar hanya menggunakan handuk di pinggangnya. Kanza tidak menyadari Rafi yang berjalan ke sisi Ranjang karena ia mencari barangnya yang hilang entah jatuh dimana.
__ADS_1
Rafi tidak peduli dengan Kanza yang sibuk mencari barangnya bahkan sampai ke kolong ranjang ia tidak menemukannya. Kanza akhirnya pasrah kehilangan benda yang sangat berharga itu. Ia menoleh ke arah Rafi.
"loh kok pakai baju itu? kan aku udah nyiapin baju ini buat kamu" kata Kanza sambil mengambil baju itu kemudian memasukkannya ke lemari.
" gue ngga sudi megang bekas tangan lo" Kata Rafi dingin.
"Yaudah kalau gitu kita ke bawah, acaranya udah mau selesai" ajak Kanza
Dengan raut wajah yang tidak suka Rafi berjalan keluar kamar meninggalkan Kanza.
.....
Acara selesai semua orang berpamitan untuk pulang begitupun dengan kedua sahabat Kanza.
Kenzo menghampiri Rafi.
Rafi tidak menanggapi pertanyaan Kenzo.
"menurut gue sih lo nggak pantas deh buat Kanza" Kata Kenzo dingin.
"maksud lo apa bilang kayak gitu sama gue" Rafi menaikkan nada bicaranya.
"iya. Kanza nggak PANTAS buat orang yang bre**sek seperti lo" penuh penekanan saat mengucapkan kata PANTAS.
"malahan dia yang nggak pantas buat gue. Dia udah ngehancuri harapan gue". Rafi masih berharap agar Jovitalah yang menjadi istrinya. Dengan wajah yang kesal nafas yang tidak beraturan. Rafi meninggalkan Kenzo sendiri yang terlihat santai meminum kopi.
Rafi menuju lantai atas masuk ke kamar Kanza. disana sudah ada Kanza yang menunggunya di sisi ranjang. Kanza menghampiri Rafi, ia menyodorkan baju ganti untuk suaminya.
"Sudah berapa kali sih gue bilang sama lo gue nggak sudi pake baju bekas tangan lo" Rafi penuh amarah
__ADS_1
Kanza yang mendapat perlakuan dari suaminya ia hanya tersenyum kemudian berkata,
"Kalau gitu tunggulah sebentar aku panggilin mbak dulu buat ganti sprei kasurnya agar kamu bisa tidur".
Dulunya sebelum Ayah dan Bunda meninggal mereka tidak pernah menggunakan ART, tetapi saat ini Kenzo yang memaksa agar mempekerjakan 1 orang yang akan mengurus rumah ini. Rumahnya memang sederhana tidak seperti rumah keluarga Dhananjaya bak istana yang memerlukan banyak ART.
Setelah mbak keluar dari kamar. Kanza pun masuk karena ia menunggu di luar ia takut Rafi nggak nyaman kalau dia ada disana. Rafi hanya duduk di sofa ternyata sedang menelfon dengan seseorang yang kelihatannya sangat spesial.
"Yaudah kamu tidur di ranjang aja aku yang tidur disini, tenang aja aku nggak pernah nyentuh kasur itu kok"
Entah terbuat dari apa hati seorang Kanza mengatakan hal itu amat sabar menghadapi suami yang begitu membencinya.
"Hei lo Wanita ngga tau diri. Ingat jangan pernah menyentuh barang-barangku apalagi tubuhku dengan tangan kotormu itu".
•
•
•
🦋🦋🦋
Hello guys ❤
jangan lupa ninggalin jejak ya 😁
Eits apalagi di vote sebanyak-banyaknya❤
Love❤
__ADS_1