Love Me, Please

Love Me, Please
12. TUKANG OJEK


__ADS_3

πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹


Di taman Kanza banyak bercerita tentang dirinya. Dari ia kecil sampe di jodohkan dengan Rafisqy Putra Dahnanjaya.


Tak terasa mereka menghabiskan waktu selama 3 jam hanya mengurus bunga sambil ngobrol.


"oiya mbak ini udah mau jam makan siang. Aku mau masak buat Kak Rafi" Kata Kanza


"biar Mbak aja non" Kata Mbak Mini.


"Nggak usah mbak biar aku aja" Kanza sambil berjalan menuju dapur


Kanza begitu telaten memasak untuk suaminya. Ia berniat menyuruh Mbak Mini yang mengantarkan makanan itu ke Kantor Rafi, Tapi ia ingin tetap berusaha meyakinkan Rafi akan cintanya. Tapi sejak kapan Kanza Mencintai Rafi? Bukankah ia juga tidak mencintai Rafi?


Eeeeiitss nggak usah di pikirin, kan Cinta itu datang tanpa permisi πŸ˜…. Iya nggak sih?


"Mbak aku pamit ya. Assalamualaikum" Kanza mencium tangan Mbak Mini. Ia menganggap Mbak Mini adalah orang tuanya.


"Waalaikumussalam, Masya Allah non" Mbak Mini masih kaget dengan Kanza yang mencium punggung tangannya.


"Nggak usah kaget gitu deh, Mbak itu udah aku anggap seperti Bunda".


Kanza pergi dengan pakaian casualnya. Di tengah perjalanan ia baru ingat kalau dia nggak tau Kantor Rafi dimana. Ia menelpon mama mertuanya.


πŸ“žπŸ“žπŸ“ž


"Assalamualaikum, mama" Kanza menempelkan Hpnya di daun telinganya.


"Waalaikumussalam anak mantu mama yang paling cantik, imut, solehah bak bidadari dari syurga" mama yang kegirangan karena mantu kesayangan mama menghubunginya.


"Mama bisa aja tapi bener juga sih, kan aku Bidadarinya Kak Rafi" Kata Kanza dengan percaya dirinya.


"Wah anak mama udah ceria lagi, nggak sedih lagi. Mama seneng denger kamu bisa kayak gini" Kata mama diseberang sana.


"Alhamdulillah mah. Lagian kalau aku sedih terus mataku nanti kayak bisul mah bengkak. Ntar Kak Rafi berpaling ke lain hati"


" Iya dong. Kalau nanti Rafi ninggalin kamu pasti dia bakalan nyesel deh karena di nyianyiain wanita sepertimu sayang"


"Aduh kok jadi panjang lebar gini ya mah, padahal niatnya cuma mau nanya alamat kantornya Rafi"


"oh itu,di Jalan XXXXX."


"Yaudah ya mah, nanti terlambat nganter makan siang. Assalamualaikum".


Belum mama menjawab salam Kanza dia udah menutup panggilannya, Kanza begitu semangat membawakan makan siang buat suaminya.


diseberang sana mama hanya menggelengkan kepalanya.


Kanza hendak melajukan motornya. Tetapi ia melihat seorang wanita yang melambaikan tangan kepadanya. Ia menghampiri wanita itu.

__ADS_1


"Lah Elo ngapain lambain tangan lo ke gue. Kan orang ngira gue tukang ojek" Cerewet Kanza yang ternyata itu adalah sahabatnya Eva.


"Hehehe iya maaf, kan emang elo itu kayak tukang ojek" Kata Eva mengejek Kanza.


"Idiih tukang ojek apaan cantik gini" Kata Kanza


"udah deh jangan banyak cincong anterin gue ke Jl.XXXXX" kata Eva yang udah naik di belakang Kanza.


Kanza melajukan motornya ke tempat tujuannya. Di perjalanan mereka berbincang-bincang,


"Emangnya lo mau ngapain ke Jl.XXXXX? Lo ngikutin gue ya"Tanya Kanza


"lah ngapain juga gue ngikutin elo, mendingan juga gue ngikutin pangeran gue. Nah pangeran gue itu kerja di perusahaan "Jaya Group", Jadi gue mau ngelamar kerja disana".Kata Eva menjelaskan tujuannya.


"Bukannya itu perusahaan suami gue ya?" Tanya Kanza lagi


"Emang" Singkat Eva.


"Jangan bilang kalau pangeran lo itu suami gue. Lo mau jadi Pelakor"Kata Kanza


Eva menoyor Helm Kanza hingga kepalanya sedikit terhuyung ke depan.


"Enak aja lo ngatain gue Pelakor. Ngapain juga gue rebut beruang kutub kayak suami lo" Kata Eva yang kesel dengan ucapan sahabatnya.


Kanza yang melihat gedung yang sangat tinggi itu ia pun memasuki gerbang dan memarkir motornya.


Dengan tiba-tiba ia menyentil kening Eva.


"ihh ngapain lo nyentil pala gue. Sakit tau nggak" Kata Eva yang memegang keningnya yang terasa panas karena ulah Kanza.


"Itu karena lo berani ngatain suami gue beruang kutub. Tapi Btw Pangeran lo siapa?" Kata Kanza.


"Ada deh mau tau aja lo" Kata Eva


"Sejak kapan lo main rahasia-rahasian ama gue" Kata Eva yang makin penasaran.


"Nggak gitu takutnya lo embat juga pangeran gue" Kata Eva


"Eits mana ada gue mau embat pangeran lo yang ada Pangeran lo yang klepek-klepek ama gue"Kata Kanza yang menggoda sahabatnya itu.


Spontan Eva memanyunkan bibirnya. Kanza yang melihat Sahabatnya ia terkekeh geli.


Kanza dan Eva menuju ke seorang wanita yang bekerja sebagai resepsionis.


"Mbak saya mau melamar pekerjaan disini" Kata Eva


"Iya mbak yang mau melamar pekerjaan silahkan menunggu di ruangan di sana" Wanita itu menunjuk ke arah ruang tunggu.


"Makasih mbak" Kata Eva.

__ADS_1


"Semoga berhasil ya" Kata Kanza menyemangati Eva.


"Hm" Singkat Eva. Kanza hanya tersenyum melihat Eva yang masih ngambek berjalan menuju ruang tunggu.


"Kalau mbak ada yang bisa saya bantu?" Tanya Wanita itu kepada Kanza.


"Mbak saya mau nganterin makan siang buat Kak Rafi"Kata Kanza.


"Sebelumnya sudah ada janji mbak?" Tanya Wanita itu lagi.


"Nggak ada sih mbak"Singkat Kanza yang menggelengkan kepalanya.


"Maaf mbak kalau tidak ada janji sebelumnya. Direktur tidak bisa bertemu karena beliau sedang sibuk"Kata Wanita itu. Kanza kecewa dengan ucapan Wanita itu, Tiba-Tiba ada yang memanggil nama Kanza.


"Nyonya Kanza" ucap wanita yang memakai rok selutut menghampirinya.


"Nyonya ingin bertemu dengan Pak Rafi. Mari saya antar" Ajak wanita itu.


"terima kasih" Kata Kanza.


"Nyonya begitu perhatian sama Pak Rafi sampe bawain makan siang"Kata Leni yang ternyata sekretaris Rafi. Ia sudah mengenal Kanza karena ia juga menghadiri Pernikahan mereka.


"Eh iya, tapi bisa nggak kalau kamu panggil saya nama aja. Nggak enak kalau ada Nyonyanya berasa tante-tante deh" Kata Kanza masih menenteng rantang di dalam lift.


"Iya Nyo eh maksudnya Kanza" Kata Leni


Ting.... Mereka sudah sampai di lantai 15 ruangan Rafi berada.


"ruangan yang paling ujung sebelah kiri itu ruangan Pak Rafi" Kata Leni menjelaskan ruangan Rafi.


" Terima kasih, Leni"Kata Kanza. Kemudian berjalan ke ruangan paling ujung itu.


"Lah kok Kanza tau nama gue. Sebegitu terkenalnya gue"Kata Leni


"Liat tuh Name tag lo" Kata Kevin yang baru keluar dari lift.Ia adalah asisten pribadi Rafi.


" Eh iya ya" Kata Leni yang cengengesan dengan kebodohannya.


Didalam ruangan Rafi terdengar suara perempuan yang begitu manja. Kanza yang mendengar suara itu ia mengidikkan bahunya,j*j*k mendengar suara wanita itu.


"Brukk".


πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹


HELLO GUYS❀


**KIRA-KIRA SUARA SIAPA TUH?πŸ€”


MENURUT RAHMA SIH KAYAK ITU SUARA PELAKOR SESUNGGUHNYA DEH.

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE, LIKE, and KOMEN YA❀❀


LOVE YOU ALL❀❀**


__ADS_2