Love Me, Please

Love Me, Please
02. Perjodohan


__ADS_3

kring...kring...kring... bunyi alarm dari handphone Kanza, menunjukkan pukul 4 dini hari Kanza sengaja mengatur alarm itu agar membangunkannya Shalat Tahajud. ia pun bangun dari tempat tidurnya menuju ke kamar mandi dan bersiap-siap shalat,setiap selesai shalat ia melantunkan ayat demi ayat yang ada dalam kitab suci Al-Qur'an.


Allahu Akbar...Allahu Akbar...


"Alhamdulillah" ucap syukur Kanza, ia pun mendengarkan adzan dan melanjutkan dengan melaksanakan shalat subuh. Setelah berdzikir dan berdoa ia melepaskan mukenanya, kemudian melipatnya dan ia letakkan diatas nakas yang berada di samping sofa.


Kanza berjalan menuruni tangga menuju ke dapur, ia sudah melihat Bundanya sedang sibuk berjibaku di dapur.


"Ada yang bisa Kanza bantu Bunda?" tanya Kanza kepada Bundanya "nggak ada kok sayang" ucap bunda yang masih sibuk menyusun makanan di meja makan.


"Assalamualaikum..Para bidadari Ayah"ucap Muhammad menghampiri 2 wanita yang sangat ia sayangi itu. "Waalaikumussalam..."ucap Kanza bunda secara bersamaan. Mereka pun memulai sarapan. Setelah selesai Kanza pun beranjak dari tempat duduknya dan mengambil satu per satu piring kotor yang ada di meja makan.

__ADS_1


Ayah melihat putrinya yang sangat telaten mengerjakan pekerjaan rumah, ia pun tersenyum dan berkata "Kanza setelah semuanya selesai Ayah mau bicara sama kamu"dengan perlahan ia membalikkan badannya dan menuju ke sofa


"iya Ayah" singkat Kanza yang sedang mencuci piring kotor.


Kanza telah menyelesaikan semua pekerjaannya ia lebih memilih untuk ke kamarnya dan membersihkan dirinya. Ia bersiap-siap untuk pergi ke kampus karena jam 9.00 dosen pembimbingnya memintanya untuk datang ke cafe.


tok..tok..tok


Bunda tersenyum melihat anaknya yang sudah berpakaian rapi dan tentunya sangat cantik dengan balutan hijab di kepalanya. Kanza sejak memasuki Sekolah Menengah Pertama ia sudah biasa memakai hijab karena ia di sekolahkan Pondok Pesantren. Kemudian ia melanjutkan SMAnya di sekolah negeri karena Bundanya merasa kesepian jadi ia memutuskan agar putri bungsunya melanjutkan sekolahnya di Negeri saja.


"Ya Allah,Cantiknya anak Bunda" sambil menggenggam tangan putrinya. "Makasih Bunda" ucap Kanza dengan senyum yang indah.

__ADS_1


"Oh iya sayang, kamu udah di tunggu sama Ayah di bawah tuh" ucap Bunda "iya Bunda ini udah mau turun juga kok sekalian pamit ke kampus" jawab Kanza.


Mereka berdua turun dan menghampiri Ayah yang sedang duduk di sofa."Maaf yah nunggu lama tadi sekalian mandi dulu" kanza sambil duduk di sofa dekat ayahnya.


Ayahnya pun mulai menjelaskan kepada Kanza. "langsung saja Ayah ingin membicarakan tentang perjodohan kamu dengan anak teman bisnis Ayah". "Maksud Ayah gimana yah ya?" Kanza masih belum mengerti apa yang Ayah ucapkan.


"begini Kanza,sebenarnya Ayah sama Bunda sudah menjodohkan kamu dengan anak teman Ayah. Insya Allah mereka akan datang ke rumah setelah jam makan siang, jadi kamu harus pulang kerumah sebelum jam makan siang". ucap ayah dengan tegas.


tanpa sadar kini buliran bening di pelupuk mata Kanza pun membasahi pipinya, ia tidak menyangka bahwa ia akan di nikahkan dengan seseorang yang tidak ia cintai. Kanza tidak bisa menolak permintaan Ayahnya, karena ia tau Ayahnya tidak suka dengan penolakan.


"Insya Allah Kanza akan tepat waktu yah" ucap kanza dengan terbata-bata dan mengambil tas serta kunci motornya kemudian pamit ke kampus. Kanza selalu mengendarai motor jika ke kampus, sekalipun Ayahnya merupakan pebisnis yang ternama tetapi ia tidak mau memperlihatkan apa yang Ayahnya miliki kepada orang lain. Dia menutup identitasnya sebagai anak dari Pebisnis Muhammad kareem.

__ADS_1


__ADS_2