Love Me, Please

Love Me, Please
16.Nggak Betah


__ADS_3

Hello teman-teman author yang baik hati maafin author yang lama banget baru upnya ya. Tapi selalu jadi pembaca setia author ya 😍.


πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹


Setelah menyelesaikan semua urusannya di rumah sakit Rafi kembali ke kantornya entah apa yang ia pikirkan. Rafi bingung antara mengantar Kanza pulang kerumah atau kembali ke kantor. Dan pada akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke Kantor.


"Kak Rafi.....Tunggu" teriak Kanza yang berjalan dengan kaki pincangnya. Rafi yang mendengar suara wanita itu memanggil namanya, ia tak memghiraukan teriakan Kanza malahan dia menambah kecepatan kakinya.


"napa sih tuh orang budek apa pura-pura budek sih"Kesal Kanza melihat Rafi yang tak menghiraukannya.


Kanza yang melihat mobil Rafi sudah keluar dari Rumah Sakit. Ia memutuskan duduk di koridor Rumah Sakit.


"Dia pikir nggak capek apa ngejar dia dengan kondisi kaki kek gini nih" sambil menunjuk kakinya.Beberapa menit kemudian ada seorang bapak-bapak yang menghampirinya dan ternyata itu adalah supir Rafi.


"Maaf Non apakah kita bisa pulang. Soalnya Tuan Rafi sudah menunggu Non di Rumah".


" Ya elah ngapain tadi ninggalin aku kalau ujung-ujungnya ke Rumah juga bukannya sekalian aja dia malah ngerepotin orang dasar pak bos" Cerocos Kanza.


" Boleh saya bantu Non?" Tawar pak sopir kasian melihat Nonanya berjalan dengan pincang.


"Makasih pak tapi saya masih bisa jalan sendiri"


Kanza memasuki mobil mewah Rafi, di dalam mobil ia selalu memikirkan kenapa Rafi selalu bersikap dingin terhadapnya.

__ADS_1


"Apa karna penampilanku ya, tidak tidak nggak mungkin dong aku kan memakai hijab berarti aku tidak menambah dosa suamiku tapi apa yang kurang ya dari aku.Mungkin wajahku Ahh iyya pasti karna wajahku yang burik kumel jelek semuanya" Batin Kanza sambil memegangi wajahnya.


"Pak apa muka saya ini jelek" Tanya Kanza ke pak sopir.


" Nggak kok Non. Anda Cantik apalagi Non perempuan yang menutup auratnya" . Terang sang sopir.


"Wah makasih loh pak. Tapi kenapa ya tadi Rafi nggak mau barengan sama saya ke Rumah. Biar nggak ngerepotin bapak gitu loh".


"Nggak ngerepotin kok Non. Ini memang sudah tugas saya kalau tidak seperti ini dari mana saya bisa dapat duit Non".


"Emang bapak sudah berapa lama kerja sama pak bos Rafi yang sok cool itu?"


"Sudah lama Non nggak tau udah berapa lama pokoknya dari Tuan muda masih kecil".


"Waduh Non ini, sebenarnya Tuan itu baik bahkan baik sekali. Ia sangat menyayangi orang yang ada di sekelilingnya".


Mereka terus mengobrol tentang seorang Rafi Putra Dhananjaya, tak terasa mereka sudah sampai di pekarangan rumah Rafi.Kanza hendak turun dari mobil.


"Terima Kasih ya pak...pak" Kanza lupa menanyakan nama sopirnya.


"Panggil Acong aja Non"


"Oh iya makasih ya Pak Acong"

__ADS_1


Di dalam rumah begitu sepi seperti tak berpenghuni.


"Katanya Kak Rafi udah ada di rumah lah ini kok belum keliatan batang hidungnya". Ia memutuskan untuk ke kamarnya dan membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket apalagi setelah mengalami kecelakaan kecil.


"sebaiknya aku sholat dulu baru nyari kak Rafi" Kanza menjalankan kewajibannya kepada Allah Swt.


Setelah berdoa dan berzikir Kanza merapikan kembali mukena dan sajadahnya di atas nakas. Ia hendak keluar mencari Rafi tapi ada seseorang yang membuka pintu.


πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹.


DUKUNG AUTHOR TERUS YAA JANGAN LUPA


LIKE


KOMEN


VOTE


JADIIN NOVEL FAVORITE KALIAN


Agar author tambah semangat nulis biar bisa up tiap hari


LOVE YOU ALL😘😘

__ADS_1


__ADS_2