
🦋🦋🦋
"Pah kemana sih anak mu itu, dari pemakaman selesai dia nggak keliatan" kata Mama Wina kesal dengan sikap anaknya.
"Mah itu juga anak mama, papah sudah perintahkan sekertaris papah untuk nyari si Rafi".Kata Papa
Fanya turun dari tangga menghampiri sepasang suami istri itu dengan wajah yang sangat khawatir.
"Om tante, Kanza udah sadar tapi..." kata Fanya yang terpotong karena Mama Wina langsung beranjak dari tempat duduknya menuju kamar menantunya, begitu pun Pak Jaya yang mengekor di belakang istrinya.
Mama Wina yang melihat keadaan Kanza, ia langsung memeluk Kanza dengan air mata yang telah membasahi pipinya. Namun Kanza tidak membalas pelukan mertuanya hanya saja buliran bening yang lolos dari matanya dan tatapan kosong ke depan.
Kini keadaan Kanza benar-benar terpuruk, mama Wina melepas pelukannya.
"Kanza kamu tidak boleh terus-menerus seperti ini, Apalagi Ayahmu telah menitipkanmu kepada kami, mama dan papa adalah orang tuamu juga. Kalau kamu begini terus, Ayah Bunda juga nggak bisa tenang disana. Ingat sayang Ayah Bunda itu orang baik. Kanza sayang Ayah Bunda tapi Allah lebih sayang mereka. Apalagi kita semua pasti akan di panggil oleh Allah tapi kita tidak tau kapan waktu itu akan datang" kata mama menggenggam erat tangan Kanza.
__ADS_1
Ceklek... pintu kamar Kanza terbuka menampilkan seorang laki-laki yang tampan wajahnya mirip dengan Kanza, ia bersama dengan dua orang yang sudah berumur sekitar 70 tahunan.
Laki-laki itu adalah Kenzo bersama dengan Kakek Neneknya. Mereka barusaja sampai dari kampung karena perjalanan mereka membutuhkan waktu yang sangat lama.
Kenzo menghampiri ranjang Kanza. Mama Wina yang berada di samping di depan Kanza mengangkat pantatnya dan berdiri di samping suaminya.
Kanza yang melihat Kenzo di depannya,Kanza langsung memeluk Kenzo dengan erat kemudian ia menangis histeris di dalam pelukan kakaknya itu.
"Dek, maafin kakak ya terlambat datang ke sini. Kami semua juga merasakan kehilangan Ayah Bunda tapi kami yakin pasti Ayah sama Bunda sudah bahagia di syurga." kata Kenzo yang masih memeluk Kanza.
"cucuku sayang, kami akan selalu menjagamu kamu tidak sendiri sayang"Kata kakek mengelus kepala Kanza yang di tutupi dengan hijab.
Kanza mengangguk dan tersenyum kepada neneknya, orang-orang yang ada disana ikut tersenyum melihat Kanza.
"nah gitu dong, ini baru cucu nenek. Nenek janji nemenin Kanza tidur malam ini. Sekarang kamu mandi dulu kemudian kita Shalat ashar berjamaah di bawah yaa"lanjut nenek merapikan rambut Kanza yang sudah berantakan dari kain yang membaluti kepalanya.
__ADS_1
Semua orang keluar dari kamar Kanza kecuali sang nenek, nenek yang melihat cucunya keluar dari kamar mandi tersenyum melihat cucunya begitupun Kanza membalas senyum nenek tercintanya.
"kalau udah siap kita turun ke bawah shalat ashar ya sayang"kata nenek. Kanza hanya menganggukkan kepalanya, nenek mengerti akan sikap Kanza sekarang yang tidak banyak bicara.
mereka berkumpul di bawah untuk melaksanakan shalat ashar yang menjadi imam adalah Kenzo, ia juga sama dengan Kanza alumni Pondok Pesantren
setelah mereka shalat ashar mereka duduk di ruang tamu.
🦋🦋🦋
Hello guys
apakah Kanza akan bisa kembali seperti dulu?
jangan lupa ya di Vote agar Rahma bisa semangat nulisnya😁😁
__ADS_1
jangan lupa juga di Like Komen dan juga tambahkan jadi novel favorite mu❤.
Love you all❤