
🦋🦋🦋
Setelah melaksanakan shalat ashar semuanya berkumpul di ruang tamu.
Mama Wina duduk di samping suaminya, di depan sofa mereka ada kakek,nenek dan Kenzo. Sekarang Kanza masih berdiri di dekat Kenzo.
Kenzo pun memberikan kode kepada Fanya. Fanya yang mengerti dengan hal itu ia mengajak Eva dan Kanza untuk ke taman belakang.
Suasana Hening, hingga Pak Jaya yang memulai pembicaraan.
"Kami turut berduka cita atas kematian anak dan menantu Kakek" sambil menatap kakek.
"Terima kasih Pak Jaya dan Ibu Wina yang telah bersedia mengurus semuanya"jawab kakek
Pak Jaya tersenyum dan berkata "Ayah dan Bundanya Kanza adalah keluarga kami juga,jadi sudah menjadi kewajiban kami untuk mengurus semuanya"
Kakek melengkungkan bibirnya membentuk senyum di wajah keriputnya.
"Jadi begini, saya mau membicarakan tentang Kanza. Untuk sementara waktu saya akan membawa Kanza ke kampung, dan masalah pernikahannya Insya Allah saya akan membawa Kanza kembali ke sini seminggu sebelum hari pernikahan" kata Kakek
Jelas saja Kakek belum mengetahui tentang pernikahan cucunya karena hal tersebut sangatlah mendadak, sesuai dengan permintaan terakhir Ayahnya. Apalagi saat itu tidak bisa berfikir dengan jernih.
"Maaf kami tidak menghubungi kakek sebelumnya, sebenarnya Kanza dan putra kami telah menikah sebelum Ayah dan Bundanya dimakamkan. Karena hal tersebut adalah permintaan terakhir Almarhum..."Kata Pak Jaya menjelaskan dari awal kecelakaan hingga pernikahan itu terjadi.
__ADS_1
Kakek dan Nenek terkejut mendengar penjelasan dari Pak Jaya terlebih lagi dengan Kenzo.
"Jadi suami Kanza ada dimana, kenapa tidak berkumpul dengan kami di sini?" tanya Kenzo
"dari selesai pemakaman dia langsung pulang kerumah untuk mengambil pakaiannya karena mulai malam ini dia akan menginap disini menemani Kanza" Kata Mama Wina.
Pak Jaya mengernyitkan keningnya menatap Mama Wina, bingung dengan perkataan istrinya karena dari tadi siang pun ia selalu menanyakan anaknya. Mama Wina sadar akan tatapan suami ia menggenggam tangan suaminya. Pak Jaya hanya pasrah dengan kelakuan istrinya. Kenzo melihat tingkah dua orang itu heran.
"sepertinya ada yang tidak beres"kata Kenzo dalam hati.
"kalau seperti itu, biarkan Kanza selama 1 minggu bersama kami di kampung agar bisa menenangkan dirinya. Setelah itu kami akan membawanya kembali kesini" Kata Kakek meminta kepada Pak Jaya.
"Maaf Kek, sekarang Kanza adalah istri dari putra kami jadi sebaiknya ia meminta izin kepada suaminya"Kata Pak Jaya
"Bagaimana mau meminta izin, hidung suaminya aja nggak keliatan dari tadi" kata Kenzo dengan nada yang mulai meninggi.
Nenek yang ada di dekat Kenzo mengusap punggung cucunya dengan perlahan.
"Dengan izin atau tanpa izin pun saya akan membawa Kanza" lanjut Kenzo dengan penekanan
"Tidak" kata orang itu dari belakang mereka. Semuanya menoleh ke arah sumber suara itu, ia mendekat ke arah Kenzo.
"maafkan Kanza Kak, Kanza tidak akan ikut dengan kalian tanpa izin suami Kanza". Kata Kanza yang duduk bersimpuh di depan Kakaknya sambil memeluk kaki Kanzo.
__ADS_1
Kenzo yang melihat Kanza bersimpuh di depannya tidak tega melihat adik satu-satunya itu bersikap seperti ini demi seorang laki-laki yang sekarang tidak di ketahui keberdaannya. Ia pun memegang bahu Kanza dan membantunya untuk berdiri kemudian Memeluk adiknya.
Tangis Kanza pecah di dalam pelukan Kakaknya "Kanza hanya ingin berbakti dengan Bunda Kak. Kanza ingin seperti Bunda, ia sangat berbakti kepada Ayah. Walaupun sekarang kami tidak saling mencintai tapi Kanza yakin, Kanza percaya suatu saat Kanza akan bahagia bersama laki-laki pilihan Ayah, Kanza akan berusaha mencintainya dan akan juga berusaha untuk mendapatkan cintanya".Kata Kanza mengeratkan pelukannya.
Kenzo mendengar perkataan adiknya itu mengelus kepala Kanza "bagaimana bisa kamu bahagia dengannya sedangkan ia sendiri tidak peduli denganmu". Kata Kenzo menundukkan kepalanya mencium kepala Kanza yang dibaluti dengan hijab itu
"Kak ini adalah permintaan terakhir Ayah. Kak percaya Kanza ya, Kanza kan anak kuat" Kata Kanza dengan pipi yang sudah basah karena airmata, ia melepas pelukannya menggenggam tangan Kakaknya kemudian menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Kenzo membalas senyuman adiknya dengan menganggukan kepalanya.
Kanza memegang pipi Kakaknya dengan kedua tangannya dan menghapus buliran bening yang lolos membasahi pipi sang Kakak.
"Ternyata Kanza lebih kuat daripada Kak Kenzo" Kata Kanza dengan nada yang sedikit mengejek dan kemudian gadis itu memperlihatkan senyum terbaiknya.
Kenzo yang mendengar perkataan Adiknya itu sedikit terkekeh dan melengkungkan bibirnya.
Semua orang yang disana juga terkekeh mendengar ucapan terakhir Kanza yang sebelumnya mereka juga sedaritadi menangis melihat Kanza dan Kenzo.
🦋🦋🦋
***Hello guys ❤
Apa kabar nih ?
Makasih ya buat kalian yang udah mampir di Karya pertamaku ini. Tapi nggak usah mampir deh tinggal aja sekalian yaa(maksudnya jadi pembaca setia dong, Hehehe😁😁)
__ADS_1
Jangan lupa dong untuk Komen, Like,dan yang pastinya di Vote juga
LOVE YOU ALL❤❤***