Love Me, Please

Love Me, Please
14. SAHABAT


__ADS_3

🦋🦋🦋


Aku tidak tau harus bertindak seperti apa, akulah yang menjadi orang ketiga di hubungan mereka tapi bisakah dia menghormatiku sebagai istrinya.


Kanza berjalan memasuki lift, lagi dan lagi ia melihat sepasang kekasih di dalam lift sedang bermesraan. Kanza sebenarnya tidak mau memasuki lift yang khusus untuk direktur tetapi Kevin memaksanya untuk menggunakan lift mau tidak mau ia harus menuruti perkataan asisten suaminya.


"Eh si kurir ngapain kamu disini" Kata Jovita


perempuan manja yang dari tadi memaki Kanza.


"Em.. maaf mbak saya tidak tau kalau ini lift khusus direktur".


Kanza melangkahkan kakinya ingin keluar dari lift tersebut namun tiba-tiba Kevin datang dan menarik lengan Kanza untuk bergabung dengan dua orang itu.


"Biarkan dia bergabung dia sahabat saya" Kata Kevin dingin.


Jovita marah akan kelakuan Kevin dia hanya menggerutu tidak jelas namun tangannya tidak lepas dari lengan laki-laki yang ada disampingnya.


Tanpa mendengarkan ocehan Jovita, Kevin menekan tombol menutup lift itu. Di dalam lift itu Kanza hanya menunduk menahan air matanya agar tidak jatuh namun usahanya itu sia-sia ingin rasanya dia terbang dan menjauh dari kondisi seperti ini. Dengan cepat Kanza menghapus airmatanya.


Kevin yang mengetahui bahwa wanita yang ada disampingnya ini menangis, ia merogoh sakunya mengeluarkan sapu tangan Kevin kemudian menjulurkannya kepada Kanza. Kanza mendongakkan kepalanya kemudian tersenyum kepada Kevin.


"Terima kasih" hanya kata itu yang mampu Kanza ucapkan.


Mereka sampai di bawah kini lift itu terbuka memperlihatkan 4 orang tersebut. Eva terkejut dengan apa yang matanya lihat. Ia mengucek mata dengan jarinya Eva tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Ih apa-apaan ini ngapain perempuan itu nempel di suami sahabat gue ini nggak bisa di biarin. Selaku pembasmi Pel*kor gue bakalan ngusir tuh si lalat centil" Eva dengan penuh amarah ia menghampiri sepasang kekasih itu. Namun, Kanza keburu datang menariknya.


"Lo ini gimana sih liat laki lo sama silalat centil itu kok b aja" teriak Eva yang mengundang perhatian orang-orang yang ada disana. Merasa diliatin banyak orang Kanza langsung menarik Eva keluar dari kantor tersebut Kevin mengikuti mereka.


"Va lo ini ya bikin malu aja kalau semua orang tau tentang status gue. Lo nggak mikir perasaan suami gue pasti dia malu punya istri kayak gue. Apalagi karyawan disini tidak ada yang tau siapa gue" Kata Kanza yang memarahi Eva. Tanpa berucap apapun Eva berhambur memeluk Kanza.

__ADS_1


Eva tidak mengerti tentang sahabatnya itu mengapa begitu tergila-gila dengan laki-laki br*ngs*k itu.


"Maafin gue ya gue nggak maksud buat marahin lo. Gue tau diri sekarang bukan waktunya buat semua orang tau siapa gue" Kata Kanza yang mengelus punggung sahabatnya.


Eva yang berada di pelukannya tersadar bahwa mereka di ikuti oleh seorang laki-laki tampan. Kanza melepas pelukannya dan berbalik menghadap ke laki-laki itu.


"Kevin makasih ya udah mau nganter sampe sini. Kalau gitu aku duluan ya" Kata Kanza sambil memakai helmnya.


Dengan wajah datarnya Kevin hanya mengangguk ia memang termasuk orang yang sangat dingin.


"Mas es batu jangan ngangguk-ngangguk doang nanti palanya jatuh, coba senyum pasti aku yang jatuh. Jatuh cinta maksudnya "Kata Eva menikmati wajah ganteng Kevin. Kevin masih sama tetap dengan wajah datarnya.


Kanza hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya. Muncul ide jail Kanza


"Hem ingat anak sama suami di rumah"Kata Kanza membuyarkan pandangan Eva. Ia meninggalkan Eva sampai di pagar kantor tersebut.


"Mas es batu. Kanza cuma boong saya belum punya suami" Teriak Eva sambil berlari melambaikan tangannya kepada Kevin.


Dari kejauhan ada seseorang yang dari tadi memperhatikan mereka dia adalah Rafi. Ia tersenyum melihat tawa Kanza.


"Yang kok nggak jalan sih. aku udah selesai nih makeupnya" kata Jovita. Ia mengikuti arah pandangan kekasihnya itu.


"Kalau diliat ya perempuan itu kayaknya perempuan J*lang buktinya aja Kevin nganterin dia ampe depan gitu, kamu jangan sampe tergoda ya. Ingat jangan pesen makanan lagi sama dia"Jovita mengelus pipi mulus Rafi.


Ada perasaan marah ketika Jovita mengatakan bahwa Kanza adalah perempuan J*lang. Tetapi Rafi masih bisa mengontrol emosinya. Buat apa dia marah toh Kanza hanya istri sememtara suatu saat pasti bakalan pisah juga. Ia melajukan mobilnya melewati dua wanita yang sedang berboncengan.


Saat mobil mewah itu melewati Kanza dan Eva.


"Za kejar mobil suami lo deh gue mau buat persembahan buat pacarnya" Kata Eva


"Ngapain juga ngejar mobil pake motor ya kali bambang" Kata Kanza

__ADS_1


"Bisalah Za kalau enggak gue cubit loh" Tangan Eva sudah berada di perut Kanza.


"Iya ya" kanza melajukan motornya dengan kecepatan 80km/jam.


mobil itu memang tidak terlalu cepat sehingga mereka bisa mendekati mobil Rafi tepat di belakang mobil itu. Spontan Eva bernyanyi dengan nada burung kakak tua.


"Dasar lalat centil


hinggap di laki orang


lu emang kerdil


kagak punya uang"


Author: aku juga nggak tau nyanyinya kayak gimana tuh si Eva. Coba kalian tanya ke Evanya gimana nyanyiinya.


Melihat tingkah sahabatnya Kanza melajukan motornya dengan kecepatan tinggi ia melewati mobil suaminya.


Rafi yang melihat istrinya kebut-kebutan di jalan ada rasa khawatir ia pun menyeimbangi mobilnya dengan motor Kanza.Tetapi motornya udah nggak keliatan cuma yang ada di depan mereka adalah kerumunan masyarakat di tengah jalan raya itu.


"Kayaknya ada kecelakan deh sayang. Mungkin dua j*lang itu deh" Kata Jovita.


Rafi seketika cemas ia memikirkan Kanza. Ia berpikir kalau terjadi sesuatu terhadap Kanza pasti dia juga yang repot.


🦋🦋🦋


**maapin aku ya baru up sekarang soalnya tugas lagi numpuk-numpuknya.


agar akunya semangat nulis kasi like sama votenya dong 😗 jangan lupa juga tuk di komen ya


LOVE YOU ALL❤**

__ADS_1


__ADS_2