
...........
SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA π
MINAL AIDIN WAL FAIDZINππ.
π¦π¦π¦
"Hei lo Wanita ngga tau diri. Ingat jangan pernah menyentuh barang-barangku apalagi tubuhku dengan tangan kotormu itu"
Kata itu lolos dari bibir Rafisqy Putra Dhananjaya yang sekarang menyandang status sebagai suami dari seorang wanita yatim piatu.Kanza mendengar kata itu sungguh hatinya bagai di iris-iris oleh samurai.
Kanza berbalik membelakangi ranjang berjalan ke sofa ia berbaring dan menutup seluruh tubuhnya dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan selimut.
"entah apa yang pernah aku perbuat hingga kau begitu benci denganku Met" Gumam Kanza dalam hati. Ia tidak bisa memejamkan matanya akhirnya ia memutuskan untuk ke bawah melaksanakan shalat sunnah. Di dalam doanya ia mencurahkan isi hatinya dengan berderai air mata ia menengadahkan tangannya ke atas dan berdoa.
"Yaa Allah Ya Tuhanku Ampunilah Hambamu ini yang selalu lupa bersyukur akan nikmat yang telah kau berikan. Sekarang ini hamba hanya memohon berikanlah hamba hati yang kuat, sabar dalam menghadapi semua ujianmu. Tuntunlah aku agar bisa seperti Bunda yang selalu berusaha menjaga keluarganya".
Kanza melanjutkan dengan mengaji surah
Ar-Rahman. Ia melantunkan ayat demi ayat begitu khusyuk, suaranya menenangkan hati bagi orang yang mendengarkannya.
Tanpa di sadari ada sepasang mata yang senantiasa mengintainya yaitu mbak Mini ART barunya.
"baru sehari bekerja disini kayaknya betah deh. adem rasanya kalau ngeliat wajah neng Kanza dan hati tenang denger suaranya, sungguh beruntung den Rafi yang memiliki wanita yang seperti neng Kanza ini".
Tapi hal itu tidak berlaku kepada Rafi. Ia merasa menikah dengan Kanza adalah mimpi buruk baginya.
Kanza keluar dari mushollah kecil yang ada di lantai bawah. Ia kembali ke kamarnya membuka knop pintu, terlihat Rafi yang sudah tertidur dengan damainya. Ia tersenyum melihat wajah tampan Rafi.
"semoga kau cepat tau siapa dirimu sesungguhnya" gumam kanza dalam hati.
menjatuhkan bobot tubuhnya di atas sofa kemudian ia pun ikut terlelap. Ia berharap bisa bertemu Ayah dan Bundanya walaupun hanya sekedar mimpi.
__ADS_1
....
.....
.......
Adzan subuh membangunkan kanza. Ia segera ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan bergegas melaksanakan kewajibannya kepada Allah Swt.
Selesai shalat Kanza berniat membangunkan suaminya tapi di urungkan karena mengingat ucapan Rafi tadi malam.
ia turun kr bawah dan memanggil mbak.
"Halo mbak" dengan senyum indahnya Kanza menghampiri mbak yang tengah berjibaku di dapur menyiapkan sarapan.
"Eh non Kanza, masih pagi-pagi udah cantik aja" kata Mbak Mini.
"mbak bisa aja. Oh iya mbak Kanza mau minta tolong bangunin Kak Rafi untuk shalat subuh, kalau dia udah bangun bilangin aja kalau bajunya udah bibi siapin ada di atas sofa. Ingat ya mbak jangan bilang kalau Kanza yang nyiapin bajunya" Jelas Kanza panjang lebar.
"sip non" kata mbak dengan mangacungkan jempolnya.
"iihh paansi baru juga subuh belum pagi. Ganggu aja sih bi" protes Rafi yang merasa terganggu.
"itu anu den, non Kanza bilang bangun untuk shalat subuh"
"berani juga dia nyuruh-nyuruh gue. Kayak pak ustad aja" kata Rafi yang masih menutup matanya
"Den shalat itu bukan perintah non Kanza tapi perintah Allah" kata Mbak mini
"iya iya aku bangun" Kata Rafi menyibakkan selimutnya.
"Oh iya baju den Rafi udah saya siapkan di atas sofa" agak sedikit berteriak karena Rafi udah masuk ke kamar mandi.
Di dapur Kanza sedang memasak melanjutkan pekerjaan mbaknya.
__ADS_1
"Loh kok non yang masak sih. Ini kan tugas mbak non" kata Mbak Mini.
"mbak ini ada-ada aja sih. Aku kan mau nyiapin buat suamiku mbak" kata Kanza sambil tersenyum
Sungguh prihatin Mbak Mini melihat majikannya. Ia sama sekali tidak di inginkan oleh suaminya, Makanan telah selesai dimasak oleh Kanza.
Rafi yang turun dari tangga memakai Jas berwarna navy yang sepadan dengan celananya di padukan dengan dasi berwarna hitam. Ia menuju ke meja makan. Tetapi ia membalikkan badannya ketika melihat wanita yang tidak pernah diingikannya.
"Kak kenapa ngga sarapan dulu"Kata Kanza yang memegang pergelanagan tangan Rafi.
Rafi menghentakkan tangannya, Kanza yang tidak bisa menjaga keseimbangannya terjatuh dan kepalanya membentur meja.
"berapa kali sih gue bilang, gue nggak sudi kalau lo menyentuh barang-barang gue. Dan ingat seumur hidup gue nggak bakalan makan makanan yang lo masak" Kata Rafi dengan nada kesalnya. Kemudian berjalan dengan langkah yang cepat ke luar Rumah.
Mbak membantu Kanza berdiri dan memapahnya untuk ke meja makan. Mbak melihat ada memar di kening Kanza ia segera mengambil kotak obat yang ada di lemari setelah selesai mengolesi dengan obat mbak hendak memberikannya perban namun Kanza mencegahnya.
"loh kok nggak boleh sih non" kata mbak yang meletakkan kembali perban itu
"ini mah cuma memar biasa kok mbak nggak usah berlebihan gitu deh" kata Kanza
"tapi kan itu berdarah non" Mbak yang menunjuk memar Kanza
"kalau di perban pasti kak Kenzo marah sama kak Rafi, kalau gini mah bisa di tutupi dengan jilbab nggak bakalan keliatan kan" Kata Kanza.
"yaudah mbak temenin aku makan ya, nggak enak tau makan sendirian"ajak Kanza kepada bibi.
Selesai mereka sarapan Mbak mengajaka Kanza je taman.
π¦π¦π¦
**HELLO GUYSβ€
AKU JADI SYEDIH DEH KOK NGGAK ADA YANG LIKE SIH πππ
__ADS_1
AYO DONG DI LIKE, KOMEN AND VOTE β€β€β€β€**