Love Me, Please

Love Me, Please
o4. Hantu Cantik


__ADS_3

πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹


Setelah Kanza beranjak ke kamarnya, ternyata Rafi masih berdiri mematung di tempatnya.


"Rafi kamu ini kok malah bengong disini sih,udah kayak liat hantu aja kamu tuh" mama Wina menghampiri Rafi masih aja ngelamun


"emang lagi liat hantu, hantu cantik"jawab Rafi dengan pelan sambil menatap kosong ke depan.


"Aaaaaa... HA Hantu. Mana Hantunya Fi, mana?"


teriak mama Wina. Seketika semua orang berlarian menuju dapur yang ada di belakang, begitu pun dengan Rafi langsung tersadar dari lamunannya dengan cepat menutup telinganya


"Mama ini ada-ada aja sih, mana ada Hantu jam segini"ucap Rafi yang masih menutup telinganya, semua orang pun berada di dapur terlihat panik.


"Wina kamu nggak papa?" ucap Bunda yang terlihat panik kemudian memapah Mama Wina ke ruang tamu.


Mama Wina meminum air yang telah di berikan oleh Rafi. "Mama sekarang jelasin, apa yang terjadi?"


tanya pak Jaya kepada istrinya. "waktu mama nyusul si Rafi, Rafi itu lagi ngelamun pah trus dia bilang liat Hantu....Hantu"kata mama Wina yang terlihat kebingunan. "Hantu apa tadi Fi?" tanya mama kepada Rafi.


"Rafi ngga tau mah, mungkin mama salah denger"jawab Rafi. "nggak kok, mama jelas-jelas denger kamu bilang "Hantu Ca.."

__ADS_1


"Hantu Cambrong mah, iya aku bilang tadi hantu Cambrong" ucap Rafi dengan cepat.


"Jangan sampai mama tadi denger aku bilang hantu cantik, bisa kegeeran tuh si cewek" gumam Rafi dalam Hati.


"Ah udah kalian ini ya bikin malu aja"ucap pak Jaya mengusap wajahnya perlahan "nggak papa kok calon besan, malahan kita itu senang kalian bisa ada di rumah kami" ucap Ayah Muhammad.


"Oh iya Rahmi, calon menantuku mana?" tanya mama Wina kepada Bunda . "tunggu ya aku telpon dulu,mungkin kejebak hujan di jalan"jawab Bunda Rahmi.


"Asslamualaikum..." suara dari gadis cantik yang dari tadi di tunggu. " Waalaikumussalam"jawab semua orang yang ada di ruang tamu,


"Masya Allah, cantiknya calon menantu mama".puji mama Wina sambil menghampiri Kanza "makasih tante" ucap Kanza menyambut tangan mama Wina dan mencium punggung tangan calon mertuanya.


Mama Wina menarik tangan Kanza agar bisa duduk berdampingan dengan calon menantunya itu.


Kanza pun menatap dalam-dalam Rafi seolah mengatakan "tunggu pembalasanku". Rafi yang sadar dengan tatapan Kanza malah menatap Kanza balik "emangnya gua takut sama mata burung puyuh lo" gumam Rafi dalam hati.


"Wah wah wah... kok malah tatap-tatapan cinta gitu sih" ucap mama wina membuat para orang tua yang ada disana tersenyum dengan tingkah mereka.


"tatapan cinta apaan, ini mah tatapan malaikat maut tau nggak. Kalau di bandingin dengan pak Rustan mah Sebelas dua belas" ucap Kanza dalam Hati.


"wah besan bisa aja, kan mereka jadi malu tuh" ledek Bunda Rahmi. Sontak semuanya pun tertawa.

__ADS_1


kemudian Papa Rafi pun memulai pembicaraan tentang persiapan pernikahan Kanza dan Rafi.


"jadi pernikahan kalian akan di laksanakan tiga bulan kedepan" ucap Dhananjaya. "ih papa itu kelamaan pa bagaimana kalau satu bulan kedepan"kata mama wina. Dengan cepat Rafi angkat bicara "maaf ma kalau bulan depan Rafi nggak bisa karena ada rapat di luar kota"


"Kanza juga nggak bisa tante kalau bulan depan, soalnya Kanza persiapan sidang" lanjut Kanza.


"yaudah kalau begitu sesuai rencana awal aja" ucap mama Wina dengan lesu.


"oke kalau gitu sesuai rencana awal, pernikahan akan di laksanakan tiga bulan kedepan"ucap Dhananjaya.


Adzan pun berkumandang.


para laki-laki bersiap untuk ke masjid dan ibu-ibu serta Kanza shalat di rumah,menyiapkan makanan untuk mereka makan bersama. Setelah makan bersama keluarga Dhananjaya pun pamit.


πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹


**Hello πŸ€—


Terima kasih udah mampir di novelnya Rahma 😁.


Apabila ada kesalahan dalam penulisan dan saran buat Rahma silahkan di komen yaa

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejak yaa.. likeπŸ‘ komen😁. vote ☺. dan klik tanda love ❀ nya yaa😁....


love you all❀**


__ADS_2