Love Me, Please

Love Me, Please
06. Ayah Bunda Pergi


__ADS_3

πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹


"Ja-ya". Ucap Ayah terbata-bata menatap Dhananjaya. Pak Jaya dengan mata yang berkaca-kaca ia pun mengangguk.


"A-ku min-ta ka-mu ni-kah-kan Ka-nza dan Ra-fi di de-pan-ku".Ucap Ayah dengan butiran bening yang keluar dari mata sayunya.Seketika tangisan orang yang ada di ruangan itu pun pecah, apalagi dengan Kanza yang memeluk Ayahnya.


Rafi yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu terkejut dengan permintaan Ayah Kanza. Bagaimana tidak, ia mendadak harus menikahi gadis yang tidak pernah ia cintai.Apalagi ia sudah mempunyai pacar yaitu Jovita, walaupun Rafi masih kecewa dengan Vita tetapi ia masih belum bisa melepaskannya.


Ayah Muhammad mengangkat tangannya dan membelai rambut putrinya, lalu Kanza mengangkat kepalanya menatap wajah pucat Ayahnya. Ayah tersenyum melihat Kanza. Dan pada akhirnya ia Bersyahadat dan perlahan mata Ayah tertutup.


Kanza kini sudah tidak mempunyai siapa-siapa lagi di kota ini. Kakak dan kerabat yang lain berada di kampung, ia sudah tidak tahu apa yang akan ia lakukan. Ia di tinggalkan oleh dua orang yang sangat amat ia cintai.


Jenazah Ayah dan Bunda di bawa ke rumahnya. Pak Jaya dan Mama Wina yang mengurus semuanya, dari persiapan jenazah dan acara ijab qobul. Sesuai permintaan terakhir dari Ayah, ia ingin Kanza dan Rafi menikah di depannya.


"Saya terima nikah dan kawinnya Kanza Kyla Belvya Binti Muhammad Kareem dengan maskawin tersebut tunai" Ijab Qabul Rafi dengan satu tarikan nafas. "SAH". Kini Rafi dan Kanza resmi menjadi pasangan suami istri.


Kanza di minta untuk mencium tangan Rafi. ia dengan tangan yang gemetar menggapai tangan Rafi, Rafi mencium kening gadis yang sudah resmi menjadi istrinya itu.


Setelah proses Ijab Qabul dilanjutkan dengan pemakaman kedua orang tua Kanza.

__ADS_1


Kanza dipapah oleh kedua Sahabatnya, Eva dan Fanya. Eva yang sudah sembuh dari kecelakaan yang menimpanya langsung ke rumah Kanza setelah mendapat kabar jika orang tua Kanza meninggal, begitupun dengan Fanya yang hari itu juga baru tiba dari luar kota.


Proses pemakaman berjalan lancar. Orang-orang pun meninggalkan tempat peristirahatan terakhir orang tua Kanza. Kanza yang masih betah di pusara 2 orang yang berjasa di hidupnya sambil mengusap-usap batu nisan.


"Ayah Bunda.... Apa kalian tidak sayang sama Kanza, kenapa kalian ninggalin Kanza sendiri disini?" ucap Kanza menangis histeris.


Mama Wina yang melihat menantunya ia merasa iba kepada Kanza. Ia pun memeluknya sambil berkata "Sayang Ayah sama Bunda sudah bahagia disyurga Allah, kalau kamu terus-terusan begini nanti Ayah sama Bunda juga pasti sedih ngeliat keadaan kamu.


Kanza semakin menangis histeris, hingga ia tak sadarkan diri di dalam pelukan mertuanya. Mama Wina terkejut dengan Kanza yang tiba-tiba pingsan. Mama Wina memanggil suaminya yang berdiri disampingnya. Pak Jaya yang sadar akan panggilan istrinya ia segera berjongkok dan menelpon sopirnya agar segera menyiapkan mobil untuk membawa Kanza kembali kerumah.


Pak Jaya mengangkat Kanza dibantu oleh Mama Wina dan kedua sahabat Kanza menuju ke mobil.


Di dalam kamar, Kanza masih terbaring di atas ranjang. Eva dan Fanya setia menunggu sahabatnya di sofa kamar Kanza.


Eva dan Fanya sungguh kasian melihat sahabatnya. mereka merasa sangat marah kepada Rafi yang sekarang sudah berstatus sebagai suami Kanza. Jelas saja mereka marah. Setelah proses pemakaman Ayah sama Bunda, Rafi langsung meninggalkan pemakaman tersebut tanpa menghiraukan Kanza yang lemah tak berdaya.


"Gue nggak habis pikir sama laki-laki bre**sek itu, teganya ia ninggalin Kanza sendiri. Sedangkan Kanza sekarang butuh seseorang untuk menguatkannya" Ucap Eva dengan nada penuh amarah.


"iya kalau sampe dia nggak datang untuk menemani Kanza malam ini, gue bakalan cari dia walaupun sampai ke ujung dunia.Gue bejeg-bejeg tuh mukanya.Ucap Fanya

__ADS_1


"Pokoknya kita harus selalu ada di dekat Kanza. Harus bisa balikin Kanza seperti dulu. Kanza yang ceria, bawel, cerewet,petakilan dan juga Kanza yang suka ngerjain kita". Kata Eva dengan bibir yang melengkung membentuk senyum kala ia mengingat kebersamaan mereka namun air mata yang terus-menerus membasahi pipinya.


Fanya memeluk Sahabatnya dan berkata "kita juga harus kuat buat nguatin Kanza". Eva pun perlahan mengangguk.


Kini Kanza perlahan membuka matanya sambil memanggil Ayah dan Bundanya. Kedua sahabat Kanza mendekati ranjang Kanza dan membantunya duduk, kemudian Fanya menyodorkan gelas yang berisi air di depan kanza.


Fanya yang sadar bahwa tidak ada pergerakan dari sahabatnya itu, ia pun membantu kanza untuk minum. Kanza membuka mulutnya dengan menatap kosong ke depan.


Sedangkan di ruang tamu Pak Jaya dan Mama Wina terus saja menghubungi anaknya itu. Karena dari tadi Rafi belum muncul sedangkan sebentar lagi adzan maghrib berkumandang.


πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹


kemana perginya si Rafi?πŸ€”πŸ€”


Rafi tega banget ninggalin Kanza😭😭...


pantengin terus Cerita Kanza dan Rafi, tambahkan jadi draft favorite kalian.


Jangan lupa ninggalin jejak ya☺ dengan like, komen and vote yaa😊😊

__ADS_1


love you all ❀❀❀


__ADS_2