
🦋🦋🦋
Flashback on
Fanya dan Eva mengajak Kanza ke taman belakang. mereka duduk di kursi kayu yang ada di taman itu Fanya memeluk Kanza begitupun dengan Eva memeluk kedua sahabatnya.
"Za lo yang sabar ya gue dan Eva selalu ada buat lo" Kata Fanya
"iya Za lo itu udah kayak saudara kita"lanjut Eva
Kanza menarik sudut bibirnya dan berkata
"Makasih ya kalian selalu ada di samping gue".
"Za lo kenapa nggak cerita ama kita kalau lo mau nikah" kata Eva sudah tidak tahan dengan pertanyaan itu yang selalu terngiang-ngiang di kepalanya.
Fanya menggelengkan kepalanya kepada Eva. Fanya berfikir tidak seharusnya Eva menanyakan hal itu untuk saat ini.
Kanza beranjak dari kursi berjalan pelan menyusuri taman yang di kelilingi berbagai jenis bunga. Ia memegang bunga matahari dan berkata
"jadi waktu gue ke rumah lo gue mau cerita tentang hal itu, namun gue ngeliat lo yang masih seratus persen belum pulih, jadi gue nggak jadi cerita sama lo" Kanza kemudian melanjutkan langkah kakinya menyusuri jalan itu. dua sahabatnya selalu mengekor di belakang Kanza.
"maafin gue ya Za, gue ngga peka sama lo waktu itu. Seharusnya lo cerita sama gue biar lo nggak"
Belum selesai Eva menyelesaikan perkataannya Kanza langsung memotongnya
"usssss. Nggak boleh ngomong gitu ah, semuanya udah terjadi juga lagian ini juga permintaan terakhir Ayah".
"Ternyata benar, kata Bunda kalau ada masalah lebih baik kita ke taman belakang" lanjut Kanza, mata indahnya menatap pemandangan yang menenangkan hatinya.
Fanya dan Eva mengikuti arah pandangan Kanza.
mereka menganga dan tanpa berkedip melihat pemandangan yang ada di depannya. Disana terdapat rumah terapung dan ternyata disana lebih banyak bunga yang tersusun sesuai warnanya.
"Oh My God, ini mah gue lagi ada di syurga Za" Eva memegang pipinya dengan mata yang masih tidak berkedip.
"he eh. Gue nggak nyangka guys" Fanya yang juga sama dengan Eva.
Kanza terkekeh melihat tingkah kedua sahabatnya
__ADS_1
ia menampar pipi mereka. Mereka sadar dan dengan bersamaan Fanya dan Eva berkata
"Gue penasaran sama rumah itu".
Kanza berlari ke menuju rumah itu dan membuka knop pintunya
Ceklek...pintu rumah terbuka dan terpajang banyak bingkai foto disisi rumah kayu itu. ia mendekati bingkai foto paling besar yang ada di rumah itu yang memperlihatkan Kenzo dan Kanza yang masih kecil memeluk kedua orang tuanya.
Kanza tersenyum melihat foto mereka. Kenzo yang tersenyum lebar memperlihatkan gigi ompongnya.
Fanya melihat bingkai besar itu ia mencari sesuatu di dalam tasnya. Ia mengambil benda pipih kemudian memilih aplikasi kamera lalu ia memotret Kenzo.
"Hahahaha gue nggak nyangka kalau Kak Kenzo yang gagah tapi dingin ternyata imut juga dengan gigi ompongnya"Kata Fanya yang melihat hasil jepretan di Hpnya.
"Lo naksir ya sama Kak Kenzo" Kata Eva menyikut pinggang Fanya.
pipi Fanya memerah bak kepiting rebus. Seketika ia memanyunkan bibirnya mendengar bisikan Eva di telingannya
"jangan ngarep lo. Mana mau Kak Kenzo ama lo yang kayak emak-emak rempong". Eva mengejeknya dengan tertawa geli.
"Eits jangan salah aku bak bidadari dari syurga" kata Fanya dengan lantang menimpali ejekan Eva.
"Bidadari dari syelokan lo mah"ujar Eva kemudian tertawa lepas.
orang-orang yang dia sayangi.
Sejak dari rumah itu Kanza sudah mengikhlaskan semunya termasuk orangtuanya begitupun dengan pernikahannya.
Flashback off
"Kak tau nggak, kakak itu imut loh" Kata Kanza melirik kepada sahabatnya Fanya.
"Tapi kalau kakak lagi ompong baru imut" lanjut Kanza. Semua orang tertawa termasuk juga Kanza melepas tawanya seakan tidak mempunyai beban.
Kenzo menarik hidung Kanza dengan gemas. saat semua orang menyaksikan dua bersaudara itu, ada satu kepala yang tertunduk berusaha menutupi wajahnya yang memerah ia adalah Fanya.
"Awas aja lo Za" Kata Fanya dalam hati.
"udah dapat lampu hijau tuh dari adiknya,Haha" bisik Eva kepada Fanya.
__ADS_1
"Ihh apaan sih" Kata Fanya.
"Yaudah gih sana siap-siap untuk acara nanti malam"Kata Kenzo kepada adiknya.
Kanza pun mengangguk dan menarik kedua sahabatnya ke kamarnya.
"Za lo apa\-apaan sih, ngomong kayak gitu ama kakak lo" Fanya memajukan bibirnya.
Kanza dan Eva tertawa terbahak\-bahak melihat Fanya yang sedari tadi ngambek.
"Za gue seneng ngeliat lo bisa kayak gini lagi"Kata Fanya.
Kanza tersenyum mendengar penuturan sahabatnya.
Eva yang sibuk dengan layar Hpnya seketika berteriak "OMG Helloo Pengeranku" Eva mencium benda pipih itu berkali\-kali.
"Idiih jijik banget gue ngeliat lo kayak gitu. Bucin" Kata Fanya yang mengidikkan bahunya.
"Emang napa lo. Elo juga kayak gitu kalau lagi sendiri,nyium\-nyium foto Kak Kenzo. Lo juga bucin akut tau nggak" timpal Eva
"Aduh sama\-sama bucin akut kok berantem. Seharusnya kalian itu buat akun grup Bucin akut. trus nama grupnya The Bucin" Ucap Kanza meletakkan buku yang ia bawa dari rumah terapung itu kedalam laci.
Entah apa yang membuat Kanza langsung berubah sejak dari rumah terapung itu.
🦋🦋🦋
**Hello guys ❤
Jangan lupa ninggalin jejak🐾 ya😁. Biar semangat nulisnya nih.
like👍
komen....
jadiin novel favorite kalian❤
Yang paling penting jangan lupa votenya😍😗
__ADS_1
Love you all**