Love Me My Wife

Love Me My Wife
Pertemuan setelah dua tahun yg lalu


__ADS_3

"Sudah sana keluar, kenapa masih diam disitu? dasar pria tak berguna ."Gadis kembali melontarkan kata-kata yg membuat Raga menjadi tak berdaya.


Raga kembali memutar kursi rodanya, Raga nampak diam, ia berpikir, bagaimana cara mengubah sifat dan kebiasaan istrinya itu..


Setelah selesai mengganti pakaiannya, Gadis kembali ketempat dimana ia akan tidur dan istirahat.


"Sudah sana pergi, aku mau istirahat, ingat jangan membuat keributan, aku ingin istirahat, aku juga tidak ingin ada yg mengganggu "Usirnya, sekaligus berpesan.


Raga nampak mengangguk patuh tanpa bicara.


*


*


*


Pagi hari Gadis sudah nampak rapih, ia menggunakan pakaian yg nampak terbuka,


"Gadis, bisakah kamu berpakaian dengan rapih? pakain yg kamu pakai itu sangat terbuka, apa kamu tidak takut dengan pria di luar sana? "Komentar Raga pada pakaian yg dikenakan istrinya...


"Heloo...aku tau kamu itu cacat, tapi setidaknya kamu tahu dong fashion, bergaulah sedikit agar dirimu tahu fashion dan tidak ketinggalan jaman, "ejeknya.


"Aku tidak perduli tentang fashion yg kamu katakan itu, aku tidak suka kamu memakai pakaian itu, sekarang pergi, ganti pakaianmu, "perintah Raga..


Gadis tersenyum sinis.


"Siapa kau, berani mengaturku? jangan sibuk mengatur hidupku, lebih baik kamu fokus dengan kaki cacatmu itu, agar kau dapat berjalan dan tidak mempermalukan aku terus menerus, "Balasnya sinis..


Setelah mengatakan beberapa hinaan, Gadis pergi meninggalkan Raga tanpa ingin mendengar larangan suaminya itu.


*


*


*


"Raga, "panggil seorang wanita yg memiliki perawakan tinggi dan cantik.


Raga menoleh, ia terkejut dengan wanita yg menyapanya itu, "Mitha ? "gumam Raga terkejut.


"Raga,? "ulangnya lagi, Wanita itu terlihat berkaca-kaca saat melihat kondisi Raga..

__ADS_1


*


*


*


Flashback


Mama tidak mau tahu, tinggalkan laki-laki cacat itu, dia tidak berguna, dia tidak dapat berjalan, jangankan untuk berjalan, untuk menggerakan tubuhnya saja dia tidak mampuh, mama tidak sudi jika memiliki menantu yg cacat seperti dia,


"Mah cukup, dia adalah pria yg aku cintai dia adalah kekasihku, aku akan tetap bersamanya dan menikah dengannya walau dengan kondisi seperti apapun, "Jawab Mitha mantap..


"Kamu memang gila, Kamu pikir akan bahagia hidup bersama seseorang yg cacat? jangan pernah berani membantah kata-kataku?


"Mah- "teriak Mitha.


"Tidak ada bantahan, karena dua hari lagi kamu akan berangkat ke paris, kamu akan tinggal di paris bersama Tante Marissa, mama dan papa sudah menyiapkan tiket pesawat untukmu, sekarang bereskan barang-barang yg ingin kamu bawa.."Ujar Orang tua Mitha tak ingin di bantah..


"Mah, aku tidak mau, aku ingin tetap tinggal disini, aku tidak ingin pergi ke paris atau kemanapun, aku ingin tetap disini, aku ingin menikah dengan Raga.


"Tangisanmu tidak akan merubah apa pun, "ucap mama mitha, setelsh itu menutup pintu kamar mitha dan menguncinya.


"Mah Please buka pintunya aku ingin menemui Raga.."teriak Mitha di dalam kamar yg telah di kunci oleh ibunya dari luar..


Sebelumnya Raga pernah menolak perjodohan itu karena ia masih ingin menunggu penjelasan dari Mitha, namun karena permohonan ibunya ia pun menyetujinya, dan setelah bertemu Gadis Raga teperanga, pasalnya ada yg mirip dari Mitha di keseharian Gadis, dari makanan dan senyuman Gadis, Raga menjadi penasaran dan akhirnya menaruh hati pada Gadis..


*


*


*


Flash on.


"Raga, "Mitha langsung menangis lalu memeluk Raga ia memeluk Raga dengan erat Mitha menumpahkan rasa rindunya terhadap Raga. "Raga bagaimana kabarmu?, apa kamu baik-baik saja? "lanjutnya terbata..


Raga mendorong pelan tubuh Mitha dari dekapannya, "Sorry Mit.."ujarnya.


Mitha berdiri di depan Raga ia memandang wajah pria yg selalu memenuhi pikirannya itu, "Ada apa? apa kamu tidak merindukaku, apa kamu sudah melupakan aku? Ga, aku bisa jelasin semuanya padamu, aku, aku terpaksa harus pergi, mama memaksaku, aku tidak ada maksud untuk meninggalkan kamu tanpa kabar aku-


"Kamu tidak perlu menjelaskan apa-apa Mit, karena penjelasan apa pun yg kamu katakan tidak akan mengubah kenyataan bahwa kita tidak akan bisa kembali lagi. " Potong Raga, bicara dengan memalingkan wajah..

__ADS_1


"Apa maksud kamu Ga,? apa maksud perkataanmu? "ucap Mitha penuh tanya.


"Karena Aku sudah menikah, "jawab Raga pelan..


Mitha terkejut ia mundur satu langkah, "Tidak Ga, tidak..kamu pasti bercanda,kan? kamu pasti sedang membohongiku kan? katakan jika perkatanmu tadi itu bohong, katakan Ga, "Ucap Mitha menangis..


"Katakan Ga, jika yg kamu katakan itu bohong, "lanjutnya bersimpuh dihadapan Raga, Mitha terkulai lemas saat mendengar perkataan Raga..


"Bangunlah Mith jangan seperti ini, Mith, carilah pria yg mencintaimu, yg sempurna, yg tidak cacat sepertiku,


"Ga, Apa kamu mencintai dia? apa wanita yg kamu nikahi adalah wanita yg dulu ingin di jodohkan oleh orang tuamu dulu? apa kamu bahagia menikah dengannya? "Tebak Mitha membordir banyak pertanyaan kepada pria yg dua tahun ia tinggalkan itu.


Raga nampak diam, ia tak ada upaya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan Mitha..


"Jawab Ga, kenapa kamu diam saja..apa tebakanku benar, jika kamu tidak bahagia? kamu tidak bahagiakan menikah dengannya? Ga aku kembali untukmu, kenapa kamu tidak dapat sabar sebentar saja menungguku kembali? Ga katakan sesuatu.."ujar Mitha memukul pelan dada Raga..


Namun Raga bergeming, Raga masih setia dalam diam,


"Jahat kamu Ga, "lanjut Mitha, lalu berdiri tegak, setelah itu lari pergi meninggalkan Raga yg masih setia dalam diam.


Raga nampak dilema, ia masih setia berdiam ditempat tadi..dalam pikirannya mengapa Mitha datang setelah dirinya telah menikah, karena bohong jika Raga tidak memiliki perasaan lagi kepadanya, walau hatinya telah terisi oleh Gadis, namum Raga masih dapat merasakan sakit saat Mitha menangis tadi..


"Tuan, "Panggil Asistennya.


Raga menoleh, lalu kemudian kembali ke posisi semula..


"Maaf Tuan, anda sudah di tunggu diruang rapat, "sambung Asistennya..


Tanpa bicara, Raga menekan tombol kursi rodanya hingga kursi roda itu memutar berjalan, setelah sampai lantai lima yg dimana lantai itu di khususkan untuk rapat dan pertemuan-pertemuan penting, ia langsung masuk kedalam ruangan yg telah terisi penuh oleh para kolegan dan rekan -rekan bisnisnya..


Raga mengambil udara melalui hidungnya, "Khm, "Raga berdehem menetralkan suaranya, setelah tadi lidahnya terasa kelu, karena tak dapat bicara saat bersama Mitha.."Maaf sudah membuat kalian lama menunggu, "ujar Raga tak sungkan


"Baiklah kita mulai rapat kita hari ini, "lanjut Raga,


...Setelah Raga bicara, semua orang nampak mengunci mulutnya rapat-rapat, dan semua mata fokus dengan layar besar yg ada di hadapan mereka..Raga menjelaskan semua yg tepampang di layar besar yg kini ada dihadapannya, setelah selesai menjelaskan semuanya, dan semua mengerti Raga pun mengakhiri rapatnya......


Rapat telah usai, Raga masuk kedalam ruangangannya, ia nampak terdiam lagi, ia kembali mengingat pertemuannya tadi bersama Mitha setelah dua tahun tak bertemu, "Mit, aku tidak tahu siapa yg salah siapa yg benar, tapi kenapa tuhan membuat kita bertemu kembali, aku benci pertemuan ini Mith, karena setelah pertemuan kita kali ini, aku atau pun kamu, pasti akan terluka.."batinnya..


*


*

__ADS_1


*


Bersambung..


__ADS_2