Love Me My Wife

Love Me My Wife
Hari ini waktunya untukmu


__ADS_3

Ke esok harinya Mitha tersadar dari pingsannya, ia tejolak kaget mendapati dirinya sedang tertidur di atas tempat tidur suaminya. "Astaga" Ucapnya terkejut.


"Buuk..."Saking terkejutnya Mitha sampai terjatuh ke lantai, "Aw..."Rintihnya menyentuh bahunya yg terasa nyeri.


Michel terbangun, ia memincingkan matanya kesal, karena mendengar keributan yg disebabkan oleh Mitha, namun saat ia melihat kesamping kiri ia tidak mendapati Mitha tertidur di sampingnya..


"Aduh "kembali suara rintihan terdengar. Michel langsung menggeser tubuhnya melihat ke sumber suara.


"Dasar kau! kau memang penggangu, pembuat masalah, menyusahkan, kau sudah mengganggu waktu istirahatku, keluar kau! "Usir Michel kesal.


"Mich-- eh tu- tuan, sumpah demi apapun saya tidak tau kenapa saya bisa tertidur di atas tempat tidur tuan, saya tidak tau kenapa saya bisa berbagi tempat tidur bersama tuan, saya berkata jujur, saya minta maaf. "Dengan takut-takut Mitha menjelaskan dengan nada yg serius. mengapa ia bisa tertidur diatas tempat tidur manusia tanpa expresi yaitu suaminya sendiri.


"Apa pun itu, kau harus membersihkannya nanti, sekarang keluarlah dari kamar ini, kau sangat mengganggu.."Usir Michel kembali.


Dengan kaki yg sedikit pincang, Mitha memasakan dirinya berjalan cepat, agar kemarahan Michel tidak semakin bertambah.


"Dasar Wanita tua, wanita itu cukup berani sudah menyentuh milikiku, ternyata ucapanku hanya dianggap hisapan jempol olehnya, lihat saja, akan ku buat kau tau dimana batasan kedua tanganmu.."Gumam Michel dengan sorot mata yg tidak dapat di artikan. Michel memperhatikan langkah Mitha yg sedikit kesusahan.


Sementara Mitha nampak terngah-ngah saat sampai di depan pintu kamar, "Hah hah hah..."Mitha memngeluarkan napas dengan tidak beraturan, seperti maling yg melarikan diri, dan setelah sampai di tempat aman ia langsung menselojorkan kakinya. "Kenapa kakiku terasa sakit, kemaren aku tidak merasakannya, di bagian kaki, aku hanya merasa di bagian tangan dan wajahku saja, tapi kenapa sekarang aku merasa seluruh tubuhku menjadi sakit. "keluhnya merasakan sakit.


"Nyonya "panggil bu Sussi.


"Eh, "Ucap Mitha terkejut, "Bu Sussi sejak kapan sampai? "tanya Mitha.


"Saya tidak pulang, saya khawatir kepada nyonya, saya takut, tuan Michel menyakiti nyonya kembali, "jawab bu Sussi khawatir.


"Eh, kok tuan! Michel tidak melakukan apa-apa kepada saya, saya begini karena ibu-- "Mitha menghentikan ucapnya.


"Ibu? ibu siapa? karena kenapa? "Bu Sussi nampak penasaran hingga melontarkan beberapa pertanyaan.


"Ini, eum...ini..wanita berusia enam puluh tahunan datang kesini, dia datang langsung marah-marah, dia melemparkan apa saja ketubuh saya, dia juga menginjak dan mencakar wajah saya, dia juga memotong rabut saya dengan kasar, dia-- "Mitha memberhentikan ucapannya, ia menangis tak dapat lagi menceritakan kejadian kemaren yg menimpanya.


"Ssttt . sudah nyonya tidak perlu menjelaskan lagi, saya sudah tau wanita itu siapa, sekarang istirahatlah dulu, anda butuh istirahat, saya sudah membuatkan bubur untuk anda, "Ujar bu Sussi sambil memeluk tubuh Mitha yg bergetar karena menangis.


Tak jauh dari tempat Mitha dan bu Sussi, Michel melihat dan mendengar percakapan dua wanita yg berbeda usia itu, ia menggempalkan tangannya hingga kuku-kukunya memutih, ia paling tidak suka miliknya disentuh atau di rebut orang lain, walau sekalipun ia tidak menganggapnya. ia kembali masuk kedalam kamar, setelah rapih ia langsung keluar dari apartemennya. saat ia menaiki lift, ia mendapatkan pesan singkat dari Raga.


"Temui aku di caffe mix pukul sebelas siang, ada yg ingin aku bicarakan denganmu. "pesan Raga untuk Michel.


*


*


*

__ADS_1


Setelah bicara dan gadis mengijinkan Raga pun dapat menemui Michel, namun dengan satu syarat, gadis harus ikut memantau dari jarak yg tidak terlalu jauh.


"Ok ayo kita berangkat sekarang. "ajak Raga pada istrinya.


"Ok kita let's go.. "jawab gadis berseru semangat.


Raga dan gadis pun pergi meninggalkan hotel diikuti Nathan dan bu Nam. "Kemana tujuan kita tuan? "tanya Nathan sambil mengendarai kemudi.


"Mall xxx..aku akan menemui Michel di salah satu caffe yg berada disana, tolong jaga istriku selama aku mengobrol dengan Michel, dan tidak untuk membuat Michel curiga pada kalian, "Pesan Raga tegas.


"Baik tuan. "jawab Nathan patuh.


Pukul sebelas kurang lima menit Raga sudah di temani kopi cappuccino kesukaannya.


"Sorry lama menunggu, "Ucap Michel yg baru saja sampai.


"Hmmm, masih ada satu menit tiga puluh detik lagi, jadi disini aku yg datang terlalu cepat.. "jawab Raga sambil melihat jam di tangannya, Raga tahu betul jika sahabatnya itu sangat perhitungan dengan waktu, bahkan itu sejak dulu..


Michel tersenyum samar, pikirnya sahabatnya itu masih mengingat jika dirinya paling tidak suka jika terlewat waktu walau hanya beberapa menit atau detik saja. "Apa kau sudah pesan makanan? "tanya Michel.


"Tidak, aku minum kopi saja, kebetulan istriku ikut ke mall, dia sedang berbelanja, aku akan makan siang bersamanya nanti. Michel --"panggil Raga sambil mendorong sebuah foto kehadapan Michel.


Michel menyerit bingung, "Apa ini? "tanyanya bingung.


"Lihatlah. "jawab Raga.


"Kau bingung? "ucap Raga


"Apa maksud dari semua ini? "tanya Michel berubah menjadi dingin.


"Kenapa kau menyiksanya? "bukan jawaban, namun pertanyaan yg Raga lontarkan.


Michel tersenyum sinis, "Sepertinya kau selalu tertarik akan urusanku, "Jawab Michel tersenyum masam.


"Aku mengenalnya, bahkan sebelum kau mengenalnya, bahkan aku sangat mengenalnya.


"Aku tidak bertanya! "potong Michel, "dan aku juga tidak ingin tahu, jika kau hanya ingin membicarakan itu, sebaiknya kau tidak perlu menemuiku lagi. "lanjut Michel hendak berdiri.


"Tunggu Chel, "cegah Raga "aku pernah menjalin hubungan dengannya, tapi hubunganku harus berakhir karena waktu itu keadaanku tidak memungkinkan untuk menjalin hubungan lebih serius dengannya, ibu Mitha sangat perduli dengan kesempuraan untuk putrinya, waktu itu aku cacat dan dokter menyatakan jika kelumpuhanku permanen, sehingga hubunganku harus berakhir, namun dua tahun kemudian aku dapat melupakannya dan aku memutuskan untuk menikah dengan istriku, namun harus kau ketahui Chel, dia adalah wanita yg baik, dia adalah wanita yg kuat. aku bicara seperti ini bukan aku masih mencintainya, melainkan aku perduli dengan keadaanya, aku sudah mengangap Mitha sebagai sahabatku.


"Aku menemukannya beberapa bulan yg lalu di kota ini, dan aku membawanya ke Jakarta, aku terkejut dengan penuturannya waktu itu, jika luka yg ia dapat itu dari suaminya, yaitu kau.. ada apa denganmu Chel, ini bukan dirimu yg aku kenal. kau pria bijaksana, tapi kenapa kau melakukan kekerasan kepada istrimu sendiri hingga seperti itu.."Ujar Raga panjang.


Sorot mata Michel memancarkan aura gelap, terlihat jelas diwajahnya, jika ia tidak suka akan ucapan Raga yg terlalu ikut campur, "Jika kau sudah memiliki istri, sebaiknya kau banyak mengurus istrimu saja, kau tidak perlu banyak mengurus, atau mencari tahu tentang mantan kekasihmu, dan ya, sekarang dia istriku, apa pun yg aku lakukan, itu adalah urusanku dia istriku, apa pun yg aku lakukan terhadapnya itu adalah urusanku, kau tidak berhak untuk ikut campur. "Seru Michel, tak suka akan ucapan Raga.

__ADS_1


"Kau benar Chel, aku memang tidak ada hak untuk ikut campur untuk urusan rumah tanggamu, namun sebagai sahabat, aku hanya ingin mengingatkan, jika perbuatanmu itu salah, aku ingin memberi saran saja padamu, agar kau sadar jika perbuatanmu itu salah.


"Terima kasih atas semua petuah yg kau berikan untukku, tapi harus kau tau, kehidupanku adalah urusanku, apa yg ingin aku lakukan, akan aku lakukan, sebaiknya kau urus saja urusanmu, "Michel menepuk pundak Raga beberapa kali, "Ada baiknya kau urus saja istrimu itu, dan ya katakan pada asistenmu, untuk berhenti mencari tahu tentangku, "bisiknya, kemudian pergi meninggalkan Raga, Raga nampak diam membatu, ia tidak menyangka jika Michel mengenal istrinya dan juga asistennya.


"Jadi dia juga tahu tentang aku! darimana dia tau? bahkan Nathan bekerja cukup apik, tapi kenapa dia mengenal istri dan juga asistenku. "ucap Raga masih terkejut.


Setelah Michel pergi, buru-buru gadis menghampiri suaminya yg nampak diam saja. "Kenapa dia bersikap seperti itu? apa dia tidak merasa bersalah dengan apa yg dia lakukan? apa dia adalah seorang psikopat. "tanya gadis memborong pertanyaan ketika sudah sampai dihadapan suaminya.


"Eh, Aku tidak tahu, "jawab Raga cepat. "aku seperti melihat orang lain saat bicara dengannya, dia telah berubah, aku melihat dia memiliki aura yg cukup tegas dan suram, dia bukan sahabat yg aku kenal dulu, tapi sudahlah yg terpenting aku sudah mengatakan apa yg harus aku katakan padanya, hari ini waktu ku untukmu, katakan padaku kamu mau kemana? "tanya Raga penuh sayang.


"Hari ini kita jalan-jalan saja disini, tapi sebelumnya kita makan terlebih dulu, aku sangat lapar. "jawab gadis sambil mengelus perutnya yg sudah semakin membesar.


"Siap, makanan apa yg kamu inginkan? "tanya Raga ikut mengelus perut istrinya.


"Kita makan spaghetti... "Seru gadis.


"Ok..let's go kita cari restoran italia, aku juga ingin memakan steak hari ini, "jawab Raga ikut berseru.


*


*


*


Michel masuk kedalam apartemennya, hal pertama yg ia lihat adalah istrinya yg sedang duduk disofa dengan menselonjorkan kakinya yg penuh dengan memar biru kehitaman. rasa kesal akan pembicaraan yg Raga tadi katakan membuatnya ingin sekali menyeret Mitha keluar dari apartemennya.


"Kau, " ucapnya sambil menunjuk wajah Mitha, mulai sekarang tidur di kamar sebelah, dan ingat tidak masuk kedalam kamarku untuk hal apapun, jika kau berani masuk kedalam kamarku , jangan salahkan aku jika aku mematahkan kedua kakimu. "Ancam Michel tiba-tiba.


Mitha yg heran hanya dapat menganggukkan kepalanya, "Ada apa dengannya? kenapa datang-datang dia marah-marah? aku benar-benar tidak mengerti dengan sikapnya yg aneh itu.."gumam Mitha menggeleng tak mengerti.


"Prangg" suara pecahan benda terdengar oleh Mitha dari ruang tengah, "Braakk "kembali suara benda yg terjatuh atau di lempar oleh Michel didalam sana, Mitha yg mendengar nampak penasaran, namun untuk menghampirinya nyalinya belum cukup. akhirnya ia memilih menajamkan suaranya saja, takut-takut suaminya itu memanggil.


"Buukk" Kali ini barang-barang Mitha dilempar keluar dari kamarnya, "Pindahkan semua barang-barang mu dari kamarku, dan ingat! jangan pernah menginjakan kakikimu kedalam kamarku, untuk hal apapun! "Kembali Michel mengingatkan Mitha.


Hanya anggukan bodoh yg mampu Mitha berikan, untuk sekedar melirik wajah Michel saja, Mitha tidak berani..padahal dalam hati ia ingin sekali melihat wajah seram suaminya yg selalu dia dia umpat sebagai manusia tanpa expresi itu.


Raga dan Michel.



*


*

__ADS_1


*


Bersambung


__ADS_2