Love Me My Wife

Love Me My Wife
Apa ini adalah ungkapan cinta?


__ADS_3

Hari, bulan telah berganti, kini Hubungan Michel dan Mitha sudah semakin dekat bahkan Michel seringkali memberi perhatian lebih kepada Mitha walau pun dengan sifat dinginnya namun itu membuat Mitha merasa nyaman berada bersama Michel.


"Chel, aku membuatkanmu sup, makanlah dulu, kau pasti lelah karena setelah seharian bekerja "Ujar Mitha menyiapkan sup yg ia buat.


"Hmm.."jawab Michel.


"Michel "


"Mitha "


Michel dan Mitha secara berbarengan memanggil nama satu sama lain..


"Bicaralah. "Ucap Michel.


"Kau duluan saja, "jawab Mitha.


"Ayo bicara jangan membuat aku mengulang lagi, "seru Michel pura-pura kesal.


"Aku, eum, itu ibu ku berada di kota ini, bolehkah aku menemuinya? "Ijin Mitha. karena saat ini Mitha dan Michel sudah kembali ke kota surabaya, kota yg dipilih Michel untuk masa tuanya.


"Aku akan menyuruh dua orang bodyguard untuk mengawasimu, "Jawab Michel mengijinkan.


"Kau mengijinkannya? "Tanya Mitha antusias, secara reflek Mitha langsung berhambur memeluk Michel, disaat Mitha memeluk Michel ia baru menyadari jika dirinya sedang memeluk suami dinginnya itu. Mitha mendongkak, dan secara langsung pandangan mereka bertabrakan.


"Deg


Deg


Suara degupan jantung keduanya nampak terdengar bersahutan dengan jelas oleh keduanya, dan Michel yg tidak menyia-nyiakan keadaan langsung menempelkan bibirnya, Michel memangut bibir Mitha, namun kali ini pangutan yg Michel berikan sangat lembut dan tidak terburu-buru, Michel terus memangut bibir istrinya hingga cukup lama.


Ting tong


Ting tong.

__ADS_1


Suara bell, tidak nemberhentikan aktivitas mereka, Michel terus memangut bibir Mitha, disaat ciuman makin memanas..suara bell kembali berbunyi, dan kali ini bukan hanya dua kali namun berulang-ulang kali.


Ting tong


ting tong


Ting tong


Sepertinya seseorang yg berada diluar sana sangat kesal, hingga menekan tombol hingga berulang-ulang dan kasar.


"Oh shit..dasar pengganggu. "Hardik Michel kesal


"A-aku akan membuka pintu terlebih dulu, "Ujar Mitha setelah ciuman keduanya terlepas.


Tak menjawab Michel tampak menahan kesal, "Siapa yg datang malam-malam seperti ini? mengganggu saja! "Umpatnya bergumam.


"Ayah, Ibu..."Ujar Mitha setelah membuka pintunya.


"Darimana saja kalian ini, kami sudah menekan bell hingga berulang-ulang kali, tapi kenapa kau baru membukanya.. "Ibu tiri Michel tampak kesal saat pintu terbuka dan mendapati menantu tak di inginkannya yg membuka pintu.


"Jaga ucapanmu Michel. "Bentak ayah Michel.


Michel tersenyum kecut, "Lantas aku harus bicara apa? apa aku harus berkata terima kasih kepada kalian karena telah datang ke apartemenku, atau aku harus menyambut kalian dengan penuh rasa kebahagiaan, Cih..itu sangat menggelikan. "Ujar Michel tersenyum sinis, di barengi dengan cibiran.


"Kurang ajar. "Ayah Michel terlihat sangat marah hingga ia hendak memukul wajah putranya itu.


"Kalian tahu bukan ini sudah jam berapa? sekarang kalian boleh meninggalkan apartmenku, karena aku dan istriku butuh istirahat, jadi keluarlah dari apartemenku "Usir Michel tidak perduli kepada ayah dan juga ibu tirinya.


"Kau benar-benar kurang ajar Michel, aku benar-benar menyesal telah memiliki anak kurang ajar sepertimu.


"Dan kau pikir aku mau menjadi anakmu! tidak Mirza Bhalendra, bahkan rasanya aku ingin mengutuk diriku sendiri, setelah menyadari jika darah yg mengalir pada tubuhku ada bercampur darahmu juga, aku sangat membencinya, jika saja ada alat untuk mengganti darah dan marga, sudah pasti akan ku ganti, karena aku sangat membenci apapun yg ada kaitannya bersamamu. aku benci.. "Ujar Michel panjang penuh kebencian.


Ayah Michel tampak menahan amarah, napasnya naik turun, "Dasar anak tidak tahu terima kasih, anak kurang ajar, kau harusnya berterima kasih padaku, jika bukan karena ku, kau tidak akan tumbuh dewasa dan hidup enak, aku sudah memfalitasi semua kebutuhanmu dari kecil, hingga kau beranjak dewasa jika bukan karenaku kau sudah menjadi gembel di jalanan.

__ADS_1


"Sepertinya kau banyak melupakan yg terjadi Mirza Bhalendra, Pertama aku tidak pernah mendapat fasilitas apa pun darimu, karena semua yg ku terima adalah milik ibuku, disini bukan aku yg menerima fasilitas cuma-cuma, kau dan dia "Michel menunjuk tepat wajah ibu tirinya, "Kalian yg telah menikmati semua fasilitas ibuku, hasil kerja keras ibuku, harta ibuku, kau telah merebut semua dari ibuku, kebahagian, kecerian, uang , perusahaan, bahkan nyawa..kau telah mengambilnya dari ibuku, kau seharusnya tidak hidup dengan baik saat ini, karena kau memang tidak pantas untuk itu. "Ujar Michel penuh dengan tekanan. kemarahannya sepertinya memuncak saat pria yg ada dihadapannya ini datang di waktu yg tidak tepat.


"Pih tenangkan dirimu, kita kesini untuk membujuknya, bukan untuk mengajaknya bertengakar, jika Papi bertengkar dengannya, dia pasti akan menolak rencana kita. "Bisik ibu tiri Michel menenangkan amarah suaminya.


"Michel kedatangan kami kesini bukan untuk bertengkar, kami kesini ingin membicarakan sesuatu yg serius dan dapat menguntungkan untukmu, jadi tenanglah, kami tidak ingin berdebat denganmu. "Akhirnya si ular berbisa ikut bicara.


"Aku tidak berminat untuk dengan keuntungan yg kalian tawarkan, sekarang kalian pergi dan tinggalkan kediamanku, karena aku tidak mau membunuh kalian disini, "Usir Michel dengan ancaman.


"Kurang ajar. dengarkan aku baik-baik, besok malam nanti kau harus menemui calon istrimu, dia adalah putri dari koleganku Tuan Malvin, dia menginginkanmu menjadi menantunya, dan kau harus datang, "Ucap ayah Michel memerintah tak ingin ada bantahan.


Michel yg sudah hendak meninggalkan ayah dan ibu tirinya berbalik melihat kepada dua orang yg datang membuat keributan di apartemennya, "Siapa kau berani mengatur kehidupanku! "Ujar Michel dingin. Michel mendekat lalu mencengkram kerah baju yg di kenakan oleh ayahnya, "Dengarkan aku baik-baik pria brengsek, bagiku pernikahan adalah hal yg sakral, aku bukan dirimu yg dapat menikah dengan lebih dari satu wanita, jangan pernah samakan aku dengan dirimu yg brengsek. aku peringatkan sekali lagi, jika kau berani ikut campur dengan kehidupanku lagi, jangan salahkan aku jika aku membuatmu merasakan apa yg aku dan ibuku rasakan dulu. "Ujar Michel penuh dengan ancaman, kemudian ia mempaskan cengkramanya dengan kasar hingga membuat ayahnya tersungkur, untung ada dinding yg menyangga tubuh tuanya sehingga tidak membuatnya jatuh kelantai.


"Beraninya kau menyakitiku! "Ucap ayah Michel geram.


"Menyakiti? aku hanya mendorongmu, kau bilang aku menyakiti? cih.. bahkan kau membunuh ibuku secara perlahan, kau menyiksaku, kau menghukumku, kau memperlakukan ku seperti sorang binatang, aku hanya mendorongmu, kau mengatakan aku menyakitimu! "Michel menggeleng meremehkan. "Bahkan aku belum memulai permainan yg aku akan mainkan, tapi kau sudah mengeluh tersakiti..Ck ck ck...Ternyata kau hanya pria brengsek yg lemah tidak berguna, "lanjutnya penuh dengan cibiran.


Mitha yg melihat suaminya mengatakan berbagai kata kasar kepada ayahnya meraih tangan Michel kemudian memeluknya, "Sudah "Bisik Mitha.


Michel memandang Mitha yg terlihat takut, ia menarik napas pelan. ini yg ia tidak suka dengan wanita, wanita itu lemah dan memiliki perasaan yg lembut, Michel tidak suka dengan itu, namun ntah kenapa melihat wajah Mitha yg memohon membuatnya tak tega. Michel berjalan menuju meja yg terletak telphone, ia menghubungi seoran security untuk mengusir kedua orang tuanya


Tak menghiraukan kemarahan putranya, tuan Mirza melemparkan sebuah map, "Baca dan temui putri tuan Malvin besok malam, aku tidak ingin mendengar penolakan, "Ujar ayah Michel lalu meninggalkan apartemen Michel dengan cepat sebelum security yg akan mengusirnya datang.


"Chel.. "Mitha mencoba menenangkan amarah suaminya dengan memeluk tubuh Michel, sebenarnya ia takut untuk mendekat kepada suaminya itu disaat marah seperti ini, namun ia harus lakukan. Mitha mengerti sekarang kenapa suaminya itu selalu marah-marah dan dingin, setelah mendengarkan semua pembicaraannya dengan ayahnya, Mitha jadi mengerti mengapa suaminya menjadi pendiam dan lebih suka sendiri.


Michel menerima pelukan istrinya, ia memejamkan matanyanya merasakan kenyamanan berada di pelukan istrinya, "Tolong jangan tinggalkan aku, "Ucapnya lirih..


Mitha bergeming, ia dengan jelas mendengar jika suaminya memintanya untuk tetap bersamanya , apa ini berarti suaminya sudah mau menerimanya sepenuhnya? "Chel... A-apa yg ka-kau katakan? "Ucap Mitha terbata, Mitha ingin memastikan jika pendengarannya tidak salah.


"Tetaplah berada disampingku, jangan pernah berniat meninggalkan ? aku. "Michel kembali mengulang kata-katanya.


Mitha tersenyum haru, ia tidak menyangka jika suaminya akan menerimanya dan memintanya agar tetap bersamanya, apa ini termasuk ungkapan cinta dari Michel untuk dirinya? batin Mitha "Aku berjanji akan selalu bersamamu, aku berjanji tidak akan meninggalkanmu. aku berjanji. "jawab Mitha memeluk erat tubuh suaminya.


*

__ADS_1


*


Satu Chapter cerita Mitha dan Michel untuk kalian, bab selanjutnya detik-detik cerita novel ini tamat..


__ADS_2