Love Me My Wife

Love Me My Wife
Tidak ada yg perlu di jelaskan


__ADS_3

Seminggu setelah pesta pernikahan, Raga kembali ke kantor untuk bekerja, dia terlihat fokus dengan pekerjaannya, pekerjaan yg menumpuk membuat ia fokus melihat pekerjaan hingga suara ketukan pintu tidak ia dengar.


"Ceklek. "suara pintu dibuka, Raga yg menyadari pintu ruangannya terbuka mendongkak. ia melebarkan matanya saat yg kini hadir diruangannya adalah mantan kekasihnya.


"Maaf tuan, saya sudah berusaha mencegahnya namun nona Mitha memaksa masuk, "Nathan yg takut mendahului bicara.


"Ga, "Panggil Mitha berkaca-kaca.


Raga menatap kesal kepada Nathan, kemudian beralih melihat tajam kepada Mitha.


"Ga, aku datang berulang kali kesini, tapi tidak pernah dapat menemuimu, kemana saja kamu selama ini ? "tanya Mitha berjalan mendekat kepada Raga.


Raga tidak bicara, namun ia terfokus pada tubuh Mitha yg memiliki beberapa lembab dibagian wajah tangan hingga kaki, bahkan diarea kening masih tetempel plester penutup luka. "Ada apa denganmu mit? "tanya Raga, setelah Mitha sudah berada dihadapannya.


"Oh ini, sepuluh hari yg lalu, aku kecelakaan, waktu itu aku berniat ingin menemuimu, namun aku terlalu senang dan tidak menyadari bahwa ada mobil lain dari arah berlawanan yg aku tabrak, untungnya aku masih bisa selamat dan masih dapat bertemu denganmu sekarang. "jawabnya dengan senyuman bahagia.


Raga menghela napas dengan berat, "Mitha apa aku perlu menjelaskan lagi yg pernah aku jelaskan padamu waktu itu? "ucap Raga.


Senyuman Mitha memudar saat melihat raut wajah Raga yg acuh tak acuh, ia memandang Raga dengan seksama, pria yg selalu mengumbar senyum manis kepadanya itu sekarang berubah seperti orang asing dihadapannya. "Kenapa ga? apa kamu tidak senang berjumpa denganku lagi? "tanya Mitha pelan, dengan air mata yg siap jatuh.


"Mitha akan aku pertegas padamu, saat ini aku sudah menikah, tolong jangan temui aku lagi, karena aku takut istriku akan salah paham dengan kedatangamu disini, antara kita sudah berakhir, aku tidak ingin membuat istriku terluka karena salah paham dengan kedatanganmu disini, aku--


"Apa semudah itu kamu melupakan aku ga? "potong Mitha, "kenapa kamu setega ini ga, terhadapku, tidak ada hari tanpa aku mengingatmu disana, aku sakit saat tidak bisa melihatmu, setiap hari aku merindukanmu, setiap hari aku menangisi dirimu, karena aku tidak dapat bertemu denganmu, lalu apa yg ku dapat? setelah aku berjumpa denganmu, kamu dengan mudahnya berkata hubungan kita sudah berakhir, kamu jahat Ga, dimana Ragaku yg selalu ada untukku? dimana Ragaku yg selalu tersenyum hangat kepadaku? aku tidak percaya kamu dapat melupakan aku secepat ini, aku tidak percaya, "Mitha menggeleng tak percaya dengan penyampaian yg Raga katakan.


"Bukankah kau yg menginginkan ini, pergi menjauh meninggalkan pria cacat tidak berguna sepertiku, "jawab Raga membuang pandang kesembarang tempat.


"Kamu tahu aku ga, kamu mengenal aku, apa mungkin aku bisa melakukan itu terhadamu ? "Mitha memandang Raga dengan lekat, seakan menegaskan tidak ada yg meninggalkan dirinya


Raga tersenyum masam, "Begituhkah? "Jawabnya satu kata.


Mitha yg tadi menunduk kembali mendongkak, ia menggeleng dengan menatap tak percaya kepada Raga, "Kamu berubah ga, "kembali Mitha menggeleng, "Ini bukan dirimu, "Lanjutnya, dan kali ini Mitha meneteskan air matanya yg sejak tadi ia tahan.


"Kamu yg merubahnya mit, aku menunggumu dua tahun lamanya, setiap hari aku menghabiskan waktuku hanya untuk memandangi wajahmu yg berada dalam figuran, dan menggenggan ponsel demi menunggu panggilan darimu, namun apa? sekedar pesan pun tidak kau kirim, aku seperti pria idiot yg menghabiskan waktuku di hadapan figuran dan menggenggam ponsel setiap harinya, bahkan tidak sedikit saudara, sahabat bahkan papaku sendiri menganggap aku sudah tidak waras, karena keseharianku yg hanya menghabiskan waktu untuk memandangi foto yg berada dalam figuran.


"Aku selalu berharap kamu menghubungiku, ntah itu siang, malam, atau pun pagi, aku tetap menunggumu untuk menghubungiku, namun apa? dua tahun kamu menghilang tanpa memberi kabar kepadaku, apa aku salah jika membuka hatiku untuk wanita lain? "Raga berdiri kemudian berjalan ketepi pintu. "Seharusnya kamu sudah pahamkan yg tadi aku jelaskan, aku mohon setelah ini, jangan mendatangi aku lagi, "lanjut Raga berdiri di depan pintu,

__ADS_1


Mitha terperangah, ia tidak mendengarkan kata-kata terakhir Raga, ia hanya terfokus pada tubuh Raga yg saat ini berdiri tegak tanpa menggunakan alat bantu apa pun, Mitha begitu terkejut dengan penampakam Raga sekarang, pasalnya terakhir kali ia bertemu dengan Raga, Raga masih duduk di kursi roda, dan waktu itu Raga terlihat tidak berdaya.


"Ga, ka-kamu sudah dapat berjalan lagi? "tanya Mitha mentap Raga penuh haru.


Raga nampak diam, ia memalingkan wajahnya dari Mitha, munafik jika Raga tidak sakit melihat wanita yg dulu pernah singgah di hatinya untuk waktu yg lama, wanita yg pernah singgah di hatinya itu saat ini meneteskan air mata karena ucapannya.


"Ga, "Mitha meraih kedua tangan Raga lalu menempelkannya kepada dua pipi miliknya, "Aku senang melihatmu sudah dapat berjalan lagi, "Mitha mencoba meraih wajah Raga, namun dengan cepat Raga menghindar.


"Mit, sebaiknya kamu pergi dari sini, aku tidak ingin ada salah paham dengan kedatanganmu disini, ada perasaan seseorang yg harus aku jaga, tolong tinggalkan ruanganku, masih banyak pekerjaan yg harus aku kerjakan. "Tanpa melihat kepada lawan bicaranya, Raga mengusir Mitha.


Mitha kembali meneteskan air mata, Apa yg Raga lakukan saat ini padanya, memang pantas ia dapatkan, "Baiklah, sekarang aku sudah merasa yakin jika saat ini kamu bahagia dengan pernikahanmu, aku akan selalu mendoakan untuk kebahagiaanmu, maaf jika selama ini aku selalu menyakitimu, aku pergi, "Mitha pun pergi setelah Raga mengusirnya.


Masih di tempat yg sama, dengan jarak yg tidak jauh, gadis mematung melihat dan mendengar pembicaraan antara Raga dan mantan kekasihnya, gadis semakin yakin jika suaminya benar-benar mencintainya dan sudah melupakan mantan kekasihnya itu. gadis berjalan menghampiri suaminya dengan senyuman bahagia .


"Gadis, "Raga terkejut dengan kedatangan istrinya, "Dis aku bisa jelasin semuanya, aku, aku tidak--


Gadis tersenyum, "Kamu tidak perlu menjelaskan apapun kepadaku, aku percaya kamu tidak akan menghianatiku. "Jawab gadis, yg membuat Raga lega.


"Terima kasih, sayang. "dan kata sayang yg di ucapkan Raga berhasil membuat pipi gadis bersemu merah.


Raga mendekat lalu merapatkan tubuhnya kepada gadis, "Tidak sama sekali, "Raga semakin mendekat hingga tak menyisakan jarak diantara dirinya dan gadis.


"Raga, apa yg kamu lakukan ? banyak kariawanmu disini, jangan seperti ini, "Gadis mencoba melepaskan diri dari Raga, namun percuma, tenaga Raga cukup kuat.


Disaat Raga ingin menyatukan bibirnya kepada bibir gadis, suara ketukan pintu menghentikan aktivitas yg hendak Raga lakukan


"Tok-tok, Maaf tuan , "dengan takut Nathan mengucap maaf karena sudah mengganggu aktivitas tuannya. "Tuan lakukan apa pun yg ingin kau lakukan bersama istrimu, tapi tolong jangan melakukan itu dihadapan kami para jomlo, kau seperti mempertontonkan kemesraan pada kami, "gumam Nathan dalam hati.


"Kau-- "Raga terlihat kesal dengan kedatangan Nathan, namun tidak dengan gadis, gadis terlihat malu, karena telah mempertontontonkan kemesraan di hadapan kariawan suaminya.


Raga mengerti dengan tingkah istrinya yg terlihat malu, langsung melanjutkan ucapannya, "Ada apa? "lanjut Raga dingin.


Nathan mendongkak namun pandangannya masih terbuang kesembarang tempat, "Tuan akan ada meeting tiga puluh menit lagi, dan ini dokumen yg akan kita presentasikan nanti. "Nathan menyerahkan dua dokumen penting kepada tuannya.


"Hmm, "Jawab Raga menerima dokumen, setelah itu menutup pintu ruangannya dengan cepat.

__ADS_1


"Kau berhasil mempermalukanku dihadapan kariawanmu, dasar kau pria bajingan. "Ucap gadis setelah pintu tertutup.


"Ayolah sayang, kau datang dengan senyuman menggoda, bagaimana aku bisa mengabaikannya, sekarang ayo kita lanjut yg tadi terjeda, "ucap Raga santai.


"Dasar kau mesum, "gadis memukul tangan Raga yg ingin menyentuhnya, "sekarang makanlah dulu, sebentar lagi kamu ada meeting,kan? "lanjut gadis. setelah mengabaikan suaminya yg semakin hari semakin tidak terkendali, gadis menyiapkan makanan yg ia bawa dan memberikan pada suaminya.


Raga melahap makanan yg dibuatkan oleh istrinya dengan cepat, "Kamu orang pertama yg menyaingi rasa makanan buatan mama, kamu tahu sebelumnya hanya mama yg dapat memasak se enak ini, tapi sekarang sepertinya mama memiliki saingan berat. "puji Raga sambil menghabisakan makanan yg ada dihadapannya saat ini.


"Hehe, maaf aku menghabiskannya sendiri, nanti aku pesankan kamu makanan yg lain ya, "lanjut Raga yg baru menyadari jika makanannya di habiskan oleh dirinya sendiri, gadis yg ada disebelahnya hanya diam melihat suaminya yg lahap semua makanan yg ia bawa.


"Tidak perlu, aku akan makan diluar saja, kebetulan hari ini aku ada janji dengan jaslyne, aku ingin pergi berbelanja bersamanya "jawab gadis sambil merapihkan bekas makan suaminya.


"Jaslyne ? "ulang Raga, "Siapa dia?


"Sahabatku, jaslyne orang yg pernah mengantarkan aku pulang dulu saat aku mabuk, "Jelas gadis


"Tidak, dia bukan teman yg baik, aku tidak mau kamu terjerumus di dunia malam seperti itu lagi, "Seru Raga tidak mengijinkan gadis untuk pergi bersama sahabatnya.


"Tapi ga, dia tidak--


"Aku tidak mengijinkanmu, diamlah disini sampai aku selesai meeting, "perintah Raga tak ingin dibantah.


Gadis hanya diam, ia terlihat lemah sekarang dihadapan Raga, gadis menjadi murung saat Raga melarangnya, namun ia tidak membantah atau memaksa untuk pergi bersama sahabatnya.


"Gadis aku tidak bermaksud untuk mengekangmu, aku hanya takut kamu terjerumus didunia malam lagi, pilihlah sahabat yg tidak akan membawamu kedunia itu lagi. "Ucap Raga yg menyadari perubahan murung istrinya.


"Gadis, "Lanjut Raga meraih kedua buku jari istrinya, "Aku sangat menyayangimu, aku tidak ingin kehilanganmu, aku ingin kamu tetap menjadi gadis yg sekarang. "Lanjut Raga memberi pengertian kepada istrinya.


"Aku mengerti. "Gadis yg tadinya ingin menyahut, mengurungkan niatnya takala melihat suaminya memelas dihadapannya. "pergilah kamu akan terlambat "lanjut gadis.


Raga melepaskan genggaman tangannya, kemudian mencium kening istrinya. "aku pergi dulu, aku tidak akan lama, setelah meeting selesai, aku akan menemanimu untuk pergi. "


:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Jejaknya jangan lupa.

__ADS_1


__ADS_2