Love Me My Wife

Love Me My Wife
Bertemu tanpa sengaja


__ADS_3

"Ya tuhan..."Teriak gadis di dalam kamar mandi.


Raga yg sedang menainkan hanphonenya terjolak kaget saat mendengar teriakan istrinya, ia segera berlari menghampiri istrinya, "Sayang ada apa? kenapa ? buka pintunya, "Panggil Raga di depan pintu kamar mandi.."Buka pintunya sa-- "Ucapannya terhenti saat pintu kamar mandi terbuka.


"Ada apa? kenapa kamu terlihat pucat? apa terjadi sesuatu padamu ? "lanjut Raga memberi beberapa pertanyaan, ia pun memeriksa tubuh istrinya dengan memutar tubuh gadis, setelah itu membuka sedikit handuk yg di gunakan istrinya.


"Jahat kamu.."hanya itu jawaban gadis, kemudian pergi meninggalkan Raga yg terbengong bingung, kenapa pikirnya, perasaan tidak ada kesalahan yg ia lakukan kepada istrinya.


"Tunggu-tunggu, kesalahan apa yg ku buat? "tanya Raga nampak bodoh.


"Kenapa kamu diam saja saat berat badanku naik? jahat kamu, aku kemaren bertanya-tanya sendiri, ada yg berbeda dari diriku, tapi apa? aku sudah berusaha berpikir namun tetap tidak mendapat jawabannya, namun tadi saat aku selesai mandi, aku menimbang berat badanku, dan kau tahu berat badanku naik sebanyak tujuh kilo. dan kamu diam saja. "Ujar gadis kesal.


Raga menggeleng di pikir ia telah melakukan kesalahan yg ia sendiri tidak sadari, ternyata hanya karena berat badan yg naik. tapi dengan menambahnya berat badan istrinya saat ini, istrinya terlihat lebih cantik menurut dirinya. "Sayang, aku pikir aku telah melakukan kesalahan, sini, menurut aku kamu lebih cantik dan menggemaskan dengan pipi yg tambah berisi seperti ini, "Raga dengan santainya menjawel kedua pipi milik istrinya, yg di jawel pipinya nampak menatap sinis dan kesal.


"Oh jadi kamu sudah tahu sejak lama jika aku sekarang ini gendut ? "Ucapnya dengan sorot mata yg menghujam.


"Eh, "Raga tidak mengerti dengan arti tatapan istrinya yg sepertinya sedang mengobarkan bendera perang. "Sayang aku tidak mengatakan kamu gendut, aku hanya bilang kamu terlihat lebih cantik dan menggemaskan dengan pipi yg terlihat berisi, "Raga yg tidak mengerti dengan reaksi kesal istrinya mengulang kembali ucapannya.


"Raga aku benci padamu, bagaimana bisa kamu dengan santai mengatakan jika aku ini gendut, aku tidak mau gendut, aku mau kembali pada berat badanku sebelumnya, "teriak gadis kesal.


Raga melebarkan matanya saat melihat reaksi istrinya, "Oh aku baru ingat. Darius dulu hampir saja akan bercerai karena dia mengatai istrinya gendut, tapi aku tidak mengatakan gadis gendut, aku hanya mengatakan jika dia terlihat cantik dan menggemaskan dengan pipi yg berisi, dan yg aku katakan memang benar adanya, dia terlihat lebih cantik. "gumamnya merasa sudah benar.


"Wanita memang aneh, di puji salah, tidak di puji makin salah, lantas kenapa dengan tubuh gendut? walaupun gadis gendut seperti apapun aku tetap akan menyayanginya. mencintainta, wanita memang sulit di mengerti. "lanjutnya, pergi menghampiri istrinya yg terlihat mendung akan menangis.


"Sayang, kamu tidak gendut, sini kamu bisa lihatkan di pantulan cermin, tidak ada yg berubah dari tubuhmu, kamu tetap cantik, "Raga mencoba menenangkan istrinya, yg di tenangkan kembali melirik dengan tajam.


"Kamu pikir aku tidak tahu, jika ucapanmu itu hanya bohong belaka, aku tidak mau gendut, aku mau seperti waktu itu lagi. aku harus diet, aku tidak mau berat badanku bertambah naik lagi. "Ujarnya frustrasi. Raga nampak bingung, sefrustrasi itukah wanita jika berat badannya tidak ideal lagi?


"Sayang sudah -sudah, aku akan temani kamu joging nanti setiap pagi, aku yakin kamu akan mendapat berat badan yg ideal seperti sebelumnya, sekarang pakai-pakaianmu, kamu bisa masuk angin nanti. " bujuk Raga.


"Aku tidak mau gendut, "keluh gadis kembali


"Tidak ada yg gendut, yakin sama aku. sekarang kamu bersiaplah, bukankah kamu bilang akan mengantar aku ke bandara? aku sudah terlambat, aku mesti cepat-cepat bersiap-siap, karena sebentar lagi Nathan pasti datang untuk menjemputku. "Ujar Raga lembut


"Oh ya ampun aku lupa jika hari ini kamu mesti pergi ke surabaya. yaudah kamu mandi aku akan bersiap, "dan secara cepat gadis berubah, ia pun melupakan permasalahan gendut yg tadi ia katakan. memang wanita gampang berubah-rubah pikir Raga. menggeleng sambil berlalu masuk kedalam kamar mandi


Dua puluh menit Raga telah rapih, ia dan gadis langsung masuk kedalam Mobil, karena tidak ada lagi waktu untuk sarapan, gadis pun berinisiatif membawa sarapannya kedalam mobil, sepanjang perjalanan gadis dengan sabar menyuapi suaminya.


"Kamu lagi, dari tadi aku terus yg maka, tapi kamu sendiri tidak makan, "Raga membalikan sendok yg disodorkan istrinya kepadanya, lalu mengarahkan ke mulut istrinya. "kamu juga harus makan. "perintah Raga.


"Aku tidak mau makan ini, aku mau makan salad saja, karbohidrat membuat berat badanku cepat naik. "tolak gadis, menolak suapan yg akan diberikan suaminya.


"Jika sedikit tidak akan membuatmu gemuk, ayo makan nanti kamu sakit, "paksa Raga.

__ADS_1


"Gak mau ga. "tolaknya kembali. aku akan membeli salad saat kita sampai bandara nanti, ini untukmu saja, "Gadis mengambil alih kembali sendok yg tadi di rebut oleh Raga, kemudian kembali menyuapi suaminya.


Raga hanya dapat menarik napas dan menerima suapan yg di berikan istrinya tanpa ingin berdebat lagi, "Selama aku tidak ada jaga dirimu baik-baik, nanti akan ada Doni yg akan mengantarmu kemana pun kamu ingin pergi, aku tidak mau kejadian di supermarket kemaren terulang kembali.


"Uhuk-uhuk, "gadis tersendak oleh ludahnya sendiri, ia menatap suaminya dengan lekat. "Ka-kamu tahu kejadian itu? tapi kenapa kamu tidak mengatakannya padaku. "tanya gadis terbata.


Raga memandang wajah gadis dengan seksama, "Seharusnya kamu yg bilang padaku, bukannya aku yg bilang padamu, sayang aku percaya kepadamu jika kamu sudah tidak memiliki perasan lagi terhadap pria itu, tapi kamu harus berhati-hati padanya, ntah apa yg akan dia lakukan kepadamu jika kamu sedang sendiri, selalu berhati-hati dimana pun kamu berada, "Jelas Raga khawatir.


"Maaf, aku tidak bermaksud menyembunyikan itu semua darimu, aku hanya taku kamu salah paham, "jawab gadis menunduk,


Raga tersenyum, istrinya sekarang sudah menjinak ternyata, wajah yg biasa mengadah kedepan dengan tatapan sinis dan arogant, sekarang berubah menunduk dan penurut. "Aku percaya padamu. "Ucap Raga mengadahkan wajah gadis agar dapat mlihat padanya, setelah gadis memosisikan wajahnya tepat dihadapan suaminya, tanpa aba-aba Raga langsung menempelkan bibirnya ke bibir istrinya.


Gadis membulatkan matanya terkejut, bagaimana bisa suaminya melakukan hal seperti ini disaat didalam mobil yg mereka tumpangi tidak hanya berdua, bahkan di depan pengumudi ada dua orang yg sedang duduk. gadis memukul dada suaminya agar suaminya melepas pangutannya, namun bukan melepas Raga malah merengkuh tubuh istrinya lebih erat lagi, Raga semakin memperdalam pangutannya. dengan rasa kesal dan malu gadis menggigit bibir bawah suaminya.


"Oh shit.. "Keluh Raga kesakitan. "sayang, aww, kamu tega banget, "lanjutnya mengeluh sakit.


"Dasar. apa kamu tidak memiliki rasa malu sedikitpun, bagaimana bisa kamu menciumku dihadapan orang lain. "bisik gadis mencubit perut suaminya dengan kesal.


"Sayang kamu harus meralat ucapanmu barusan, kita tidak berciuman dihadapan mereka, kita berciuman dibelakang mereka. jika sekalipun kita melakukan hal yg lebih disini, mereka tidak akan pernah berani membalikan badanya walau hanya untuk sekedar melirik, "jawab Raga kembali berbisik dibarengi dengan menggoda.


"Ah, kenapa isi kepalamu sangat kotor, sudah cukup.. sedikit menjauh akan membuat pikiran kotormu berkurang, syuh-syuh..."gadis mengibas-ngibaskan tangannya agar suaminya itu sedikit menjauh.


"Haha, "Raga tergelak saat melihat ekpresi wajah istrinya yg sudah memerah, bagaikan mimpi Raga dapat melihat berubahan-perubahan istrinya. "Ok, ok aku menjauh sedikit ya, tapi ingat nanti malam jangan mencariku, "bisiknya, "tadinya aku pikir kamu mau terus menepel padaku sebelum kita berpisah untuk beberapa hari kedepan. "Kembali Raga berbisik menggoda istrinya.


"Ih apaan si ga, sudah sana menjauh, "Seru gadis mendorong kembali tubuh suaminya, yg di didorong nampak bahagia dengan malu-malu istrinya.


Satu jam tiga puluh menit Raga sudah sampai di kota surabaya, Raga menghembuskan napasnya setelah sampai di depan kamar hotel, tadinya ia ingin sekali mengajak istrinya, tapi karena takut membuat istrinya terabaikan karena banyaknya pekerjaan, ia pun mengurungkan keinginannya untuk membawa istrinya.


Setelah masuk kedalam kamar hotel, Raga langsung mengeluarkan hanphonenya, ia bergegas memberi kabar kepada istrinya jika dirinya telah sampai di kota tujuannya. setelah mengobrol sebentar Raga pun mengakhiri panggilannya.


"Tok


"Tok "Suara ketukan pintu membangunkan Raga dari malasnya rebahan. Raga berjalan menuju pintu, setelah pintu terbuka nampaklah Nathan yg sedang berdiri di depan daun pintu. "Ada apa? "tanya Raga malas.


"Maaf telah menganggu waktu istirahat anda tuan, "Ujar Nathan sungkan, "Tuan Gibran menunda meeting yg akan di adakan nanti sore tuan, karena beliau ada urusan yg sangat urgent yg tidak dapat di tinggalkan "Lapor Nathan .


"Kita sudah sampai di kota ini, tapi mereka dengan mudahnya membatalkan pertemuan ini, sunggu di luar dugaan, kita kembali besok pagi, tidak ada pertemuan dengan orang-orang tidak memiliki rasa bertanggung jawab, "Jawab Raga dingin.


"Tapi tuan--


"Apa? bukan aku yg membutuhkan mereka, disini mereka yg membutuhkanku, aku sudah berusaha mengasihani mereka, tapi mereka membuat kesalahan, "Ujar Raga dingin.


"Baik tuan, saya akan mengurus tiket untuk kita kembali besok pagi, "Jawab Nathan patuh.

__ADS_1


"Hmm, "Seusai kepergian Nathan, Raga memutuskan keluar mencari beberapa barang untuk istrinya. ia memutuskan pergi sendiri tanpa ditemani oleh Nathan. hanya sepuluh menit berjalan kaki dari hotel ke mall, kini Raga telah sampai di depan Mall terbesar di kota surabaya, namun sebelum ia kembali melangkahkan kakinya dengan tidak sengaja ada seorang wanita yg menabraknya.


"Buukk, Aw.."Rintih wanita tersebut.


"Anda baik-baik saja? "tanya Raga hendak membantu wanita tersebut untuk bangun.


"Deg, "Wanita tersebut kenal dengan suara pria yg ditabraknya barusan, ia mendongkak memosisikan menghadap kepada pria yg saat ini ada dihadapannya. "Raga?


"Gadis? "keduanya bersamaan saling memanggil.


"Raga. "lanjut Mitha terkejut. "Raga ulangnya lagi. "Mitha langsung bangun dan memeluk Raga, yg di peluk nampak bengong karena terkejut.


"Ga.


"Mitha, apa yg kamu lakukan disini ? "Raga yg baru tersadar langsung melepaskan pelukan Mitha dari tubuhnya.


"Ga, kamu disini. ga tolongin aku, aku ingin pergi, aku-- "Mitha berhenti bicara saat dua orang yg mengejarnya tadi telah mendekat. Mitha langsung menarik tangan Raga dan membawa Raga untuk bersembunyi.


"Mitha sebenarnya ada apa? kenapa kamu ber-- "Raga terkejut dengan beberap warna lebab di wajah Mitha. "Mit, kenapa dengan wajahmu, kenapa wajahmu begitu banyak luka? "tanya Raga khawatir.


"Ga, tolong bawa aku pergi dari sini, aku ingin pergi dari kota ini, aku mohon ga. "Bukan menjawab Mitha malah meminta pertolongan kepada Raga.


Raga nampak bingung, kemudian ia menghubungi Nathan, ia tidak mau terlibat dengan apapun yg terjadi kepada Mitha, karena ia takut akan menyakiti perasaan istrinya.


"Ga, apa kamu sebenci itu padaku? "tanya Mitha sudah berkaca-kaca.


"Aku tidak pernah membencimu mit, bagiku kamu adalah wanita yg sangat baik, namun keadaan kita sekarang berbeda, ada masing-masing perasaan yg harus kita jaga, ntah apa yg terjadi pada pernikahanmu, tapi ada hati yg harus aku jaga di kejauhan sana. setelah Nathan datang, ikutlah dengannya, katakan padanya apapun yg kamu butuhkan atau yg kamu inginkan, Nathan akan membantumu. "Ujar Raga datar.


"Ga, dia menyiksaku, dia memperlakukan aku dengan tidak manusiawi, dia...dia-- "Mitha tak meneruskan ucapannya ia malah menangis.


Raga menatap iba pada Mitha, namun ia tidak dapat melakukan hal yg lebih, walau bagaimana pun Mitha adalah wanita masalalunya, Raga tidak ingin berursan lagi dengan masalalunya. karena ia takut istrinya akan berpikir yg tidak-tidak nanti.


"Tuan .. "Panggil Nathan setelah sampai di tempat dimana tuannya berada.


"Hmm, Nath, kamu masih mengenal Mitha ? "tanya Raga, mengarahkan pandangannya kepada Mitha.


Nathan mengangguk..


"Bawa dia ke hotel untuk istirahat.


Bersambung


::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

__ADS_1


Like dan komen


__ADS_2