
Raga saat ini berada di rumah sakit terbesar di kotanya, ia hari ini kembali memulai therapy untuk kakinya, ia semakin bersemangat untuk sembuh, itu ia lakukan untuk Gadis, agar istrinya itu tidak lagi dihina karena memiliki suami yg cacat, ia juga berharap Gadis dapat berubah dan mau menerimanya, jika dirinya sembuh, karena samapi saat ini Raga tidak pernah menganggap pernikahannya hanya sekedar pernikahan palsu, Raga memang berkata iya kepada Gadis, jika pernikahan ini hanya sekedar pernikahan perjanjian, namum itu hanya sekedar ucapan saja.
Karena Raga telah memiliki perasaan terhadap Gadis setelah pertemuan pertamanya dengan Gadis, namun ia tidak menunjukannya karena jika Gadis mengetahuinya Gadis akan semakin membencinya..
"Dok, butuh berapa lama lagi untuk saya dapat berjalan? "tanya Raga setelah therapy telah selesai
"Jika Tuan Raga rutin dan tidak absen saat therapy, saya rasa tidak membutuhkan waktu lama untuk anda dapat berjalan kembali, karena tulang beserta otot-otot kaki anda telah stabil, saya pikir ini hanya masalah waktu saja, "jawab Dokter therapy Raga..
"Benarkah itu dok? "ujar Raga antusias..
"Tentu saja, sepertinya anda sangat antusias sekali tuan, saya sangat senang melihat antusias anda untuk sebuh seperti ini, "
"Ya Dok, saya ingin melihat ibu saya senang dengan melihat saya dapat berjalan lagi.
"Anda memang harus segera sembuh tuan, karena anda memang pantas untuk sembuh. "jawab dokter yg menangani Raga. "Baiklah therapy hari ini selesai, kembali lagi nanti hari rabu "lanjut dokter.
"Baik dok, terima kasih..
*
*
*
Waktu sudah menunjukan pukul dua belas empat puluh tiga menit dini hari, namun tidak ada tanda-tanda gadis akan pulang, Raga terlihat berulang kali melihat ke arah pintu menunggu kedatangan istrinya yg ntah kemana perginya.
Di ruangan yg kerlap kerlip gadis sedang meneguk cairan tanpa warna di gelasnya, ia meneguk sedikit demi sedikit minuman beralkohol di dalam gelasnya hingga berulang-ulang.
"Dis stop, lo udah minum terlalu banyak, bagaimana tanggapan suami lo nanti jika melihat lo pulang dengan keadaan mabuk seperti ini. "Jaslyne sahabat gadis, mengambil paksa vodka yg berada di tangan gadis.
"Jas, kembalikan "Pinta gadis dengan kesadaran yg tidak sepenuhnya.
__ADS_1
"Sudah ayo gw antar balik, "Jaslyne meraih tas dan barang-barang milik gadis, setelah itu menuntunya membawa masuk kedalam mobil.."Dis lo tuh harusnya berada dirumah di jam segini. lo gak kasihan apa sama suami lo, dia pasti nungguin lo. "sambung jaslyne
"Hah, haha, pria cacat tidak berguna itu, selalu membuat gw jijik, dia selalu ingin terlihat baik, pada kenyataannya dia itu hanya pria cacat tidak berguna. "gadis mengumpat Raga dengan gumaman.
Jaslyne yg tidak terlalu jelas dengan gumaman sahabatnya tidak terlalu memperdulikan , ia terlihat fokus mengemudikan mobilnya.
Sesampainya di kediaman Raga, jaslyne langsung memanggil penjaga agar membawa gadis masuk kedalam rumah.
"Gadis.."panggil Raga, "ada apa dengan gadis? "tanya Raga pada jaslyne.
"I-itu-- "jaslyne terperanga saat melihat Raga, jaslyne terpesona melihat ketampanan, "Khm.."Jaslyne berdehem menetralkan suaranya. "Maaf tadi gadis minum terlalu banyak hingga membuatnya mabuk, "jawab jaslyne masih setia memandang Raga.
"Kenap pria ini terlihat begitu tampan walau di kegelapan, apa dia suami gadis, pria cacat yg di jodohkan papanya gadis? "jaslyne bergumam dalam hati.
"Terima kasih sudah mengantar istri saya, "Ujar Raga ramah.
"Sama-sama, Baiklah kalau begitu saya permisi dulu, "pamit jaslyne.
"Baik tuan.
Setelah selesai diganti pakaiannya, Gadis terlihat tidur dengan lelap, tidak terlihat keangkuhan saat dirinya tertidur, Raga membelai rambut gadis pelan, ia memandang gadis dengan seksama.
"Mungkin kamu menganggap pernikahan ini hanya sebatas pernikahan perjanjian, tapi harus kau tau gadis, sumpahku di hadapan tuhan tidaklah main-main, jika ku bersumpah maka aku akan bertanggung jawab dengan sumpahku itu, aku berjanji akan menjadi suami yg sempurna di hadapanmu, aku akan berusaha untuk sembuh. dan setelah aku sembuh aku harap kamu dapat menerimaku.."Ucap Raga dihadapan gadis yg sedang tertidur lelap
Seusai bicara, Raga Masuk keruang ganti yg dimana sekarang menjadi tempat tidur barunya, ia merebahkan tubuhnya, rasa lelah membuatnya cepat terpejam dan terlelap.
*
*
Pagi hari semburat sinar menerangi kamar milik gadis ia mengerjap-ngerjapkan matanya, ketika hendak bangun, gadis merasakan sakit di bagian kepalanya. "Aw, kenapa kepalaku sangat pusing "keluhnya sambil memegang kepalanya yg berdenyut.
__ADS_1
"Kau sudah bangun, "Raga datang dengan sebuah nampan ditangannya. "Bangun, setelah itu sarapan. "ucapnya
Gadis melirik nampan yg ada di pangkuan Raga, setelah itu ia tersenyum sinis. "Kau tidak perlu melakukan ini, aku bisa melakukannya sendiri, pergilah menjauh dariku, melihatmu membuat kepala ku serasa ingin pecah.. "usirnya angkuh.
"Oh, "Gadis melebarkan matanya, ia terkejut dengan pakaian yg ia gunakan, karena seingatnya ia menggunakan pakain mini dress, tapi kenapa sekarang ia menggunakan pakaian tidur.. "Kau, apa yg sudah kau lakukan padaku? "tanya gadis melihat tajam kepada Raga.
"Tidak ada "jawab Raga bingung.
"Jangan berpura-pura, kau pasti mengambil kesempatan saat aku tidak sadarkan diri kan? "tuduh gadis menatap tajam kepada Raga.
"Aku pernah berjanji padamu, aku tidak akan menyentuhmu jika bukan kamu yg memintanya-
Gadis tersenyum masam, "Apa kau pikir aku ini bodoh, "potong gadis, "Sekarang, jika kau tidak ingin mengambil kesempatan dariku, kenapa aku memakai pakaian ini? aku ingat betul pakaian yg aku pakai seperti apa semalam. kau terlalu naif Raga, dengarkan aku baik-baik kau hanya pria yg tidak berguna, jadi berhenti mencoba menjadi baik, karena itu membuat aku muak, dan ingat, sekali lagi kau berani menyentuhku, akan ku pastikan kedua orang tuamu tahu jika pernikahan ini hanyalah pernikahan perjanjian antara aku dan kamu " Gadis bicara tanpa jeda, ia nampak kesal karena ia pikir Raga yg telah berani mengganti pakaiannya saat dirinya tidak sadarkan diri.
"Gadis, aku sudah katakan padamu tadi, aku tidak menyentuhmu, yg mengganti pakaianmu adalah maid, mereka yg telah mengurusmu semalam, sekarang bangunlah dan minum jus tomat dan jeruk ini, jus ini dapat menghilangkan pusing yg kamu rasakan sekarang. "Raga nampak biasa saja mendapat hinaan dan tuduhan dari gadis.
Gadis terlihat kesal, "Ada baiknya kau tidak selalu menampakan diri dihadapanku, karena melihat wajahmu itu membuat aku menjadi kesal, pergi dari hadapanku, aku tidak ingin melihatmu. "usir gadis.
"Dis--
"Jangan pernah memanggilku dengan sebuat seperti itu, "potong gadis kembali menatap tajam pada Raga.
"Ok, aku minta maaf, tapi kenapa kamu begitu membenciku? kadang aku tidak mengerti dengan kemarahanmu padaku, kita menyepakati pernikahan ini bersama, kenapa seakan-akan aku yg telah memaksamu untuk menerima pernikahan ini.. "Raga bicara banyak, ia sedikit tidak terima selalu disalahkan akan pernikahan ini.
Gadis napak kesal dengan ucapan Raga "Karena kau selalu mempermalukan aku, karena kau juga sahabat -sahabatku selalu mencemohku, aku sudah katakan padamu, tidak ada pesta pernikahan, tapi kau dengan sengaja mengadakan pesta pernikahan yg megah, bahkan kau dengan bangganya memperkenalkan aku pada rekan bisnismu, itu membuat aku malu, dan satu lagi, aku pernah memperingatkanmu agar kau menjauh dari sahabatku jika mereka datang menemuiku, tapi kau sengaja memperkenalkan dirimu pada mereka, itu membuat aku muak untuk melihatmu "Jawab gadis kesal.
*
*
*
__ADS_1
"Hai hai semuanya...Asalamualaikum, Othor kembali lagi, mohon maaf selama beberapa bulan ini Othor tidak up untuk cerita Raga dan Gadis, itu karena Othor fokus pada cerita Fikah dan Ander, karena berhubung novel Lihat aku sedikit lagi tamat, Othor akan kembali fokus ke novel ini, semoga novel ini bisa menghibur kalian semua. jangan lupa untuk meninggalkan jejaknya like dan komen ramein novel ini, terima kasih. Happy reading.