
Mama Serline terus menarik gadis hingga membuat gadis bingung, namun tetap mengikuti ibu mertuanya itu.
"Tante tolong dengarkan aku dulu, aku mohon. "ternyata Mitha tidak menyerah untuk mengejar mama Serline .
"Sebentar saja aku mohon, "Kembali Mitha memohon dengan menarik tangan sebelah kiri milik mama Serline.
"Apa yg ingin kau katakan? katakanlah, "Ujar mama Serline dingin.
Gadis melirik sekilas wajah mama Serline yg selalu tersenyum ramah, ternyata di setiap senyumannya yg menyejukan ada aura dingin yg tersimpan, ia bertanya-tanya dalam hati, siapa wanita di hadapannya saat ini? hingga membuat mood ibu mertuanya itu berubah menjadi dingin
"Ayo bicara, "lanjut mama Serline tajam.
"Tante maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk menyakiti siapapun, hingga saat ini pun perasaanku terhadap Raga tetap sama, aku masih mencintainya, "Jelas Mitha memandang lekat wajah ibu dari mantan kekasihnya.
Mama Serline tersenyum masam, "Begitu kah? hah, kau begitu mudah mengatakan hal seperti itu, aku benar-benar takjub padamu, kamu meninggalkan putraku dengan mudah dan tanpa penjelasan disaat dia tidak berdaya, dan sekarang dengan mudahnya berkata maaf, kau begitu hebat menjadi seorang wanita, "Ujar mama Serline tersenyum kesal.
Gadis yg mendengar perdebatan antara ibu mertuanya dengan seorang wanita yg tadi menabraknya hanya diam saja, ia tidak mengerti dengan apa yg mereka bicarakan, namun detik kemudian ia mengingat perkataan ibu mertuanya beberapa hari yg lalu, jika Raga pernah ditinggalkan oleh seorang wanita yg sangat Raga cintai.
"Oh my god ..jangan bilang dia wanita itu? untuk apa dia datang kembali? dia cukup cantik, aku tidak boleh lengah, aku mengerti sekarang alasan kenapa Raga ingin mengakhiri pernikahan ini, itu pasti karena kekasihnya sudah kembali.. dasar pria, tidak bisa melihat wanita cantik sedikit langsung saja tergoda, " bergumam gadis membuat stetmen sendiri.
"Jangan pernah berpikir untuk kembali lagi pada Raga, karena saat ini Raga telah bahagia, kau lihat wanita di sebelahku, dia adalah istri putraku yg kau tinggalkan tanpa penjelasan, "Mama Serline tampak emosi saat bicara.
Mitha tampak memandang gadis, ia baru tahu jika istri dari mantan kekasihnya itu secantik ini, pantas saja waktu itu Raga menolaknya untuk kembali lagi, ternyata istrinya begitu cantik walau terlihat sedikit angkuh.
"Mitha darimana saja kamu-- "mama Mitha terkejut saat melihat wanita yg pernah ingin menjadi besannya itu berada dihadapannya saat ini.
Semua diam, tidak ada yg mengeluarkan satu patah kata pun.
"Ayo sayang kita pergi dari sini, "Mama Serline kembali menarik lengan gadis hendak membawanya pergi meninggalkan dua wanita yg pernah menyakiti putranya.
"Tante.. "panggil Mitha.
...Mama Serline berbalik lalu memandang kedua wanita yg ada di hadapannya saat ini.. "Untuk yg terakhir kalinya aku mengatakan padamu, jauhi putraku, jangan pernah berusaha untuk merusak rumah tangga putraku, jangan pernah berpikir untuk mendekati atau menyakiti putraku lagi, jika itu terjadi jangan salah aku , jika aku bertindak hal yg akan membuatmu menyesal karena pernah mengenal putraku....
..."Hei, siapa yg ingin kembali pada pria cacat seperti putramu itu, aku pun tidak sudi memiliki menantu seperti putramu yg tidak berguna itu. "mama Mitha menyahut kesal akan tuduhan mama Serline yg mengatakan jika putrinya ingin mendekati putranya yg tidak sempurna itu.''...
Kembali mama Serline tersenyum, "Kau bisa tanyakan langsung pada putrimu yg tidak tahu diri itu, bagaimana mungkin aku bertemu dengan wanita seperti putrimu yg tidak tahu diri itu, dia sudah tahu jika putraku sudah menikah, tapi dia dengan beraninya mengatakan jika dirinya masih mencintai putraku, dan dengar satu hal, putraku bukan putra yg tidak berguna, dia adalah pria yg hebat, aku bersyukur karena putraku tidak menjadikan putrimu itu menjadi istrinya, "jawab mama Serline tersenyum mengejek.
"Apa menikah? "Ucap mama Mitha pelan. namun masih terdengar oleh mama Serline.
__ADS_1
"Ya, dan kau lihat menantukku, dia lebih baik dari putrimu, "lanjut mama Serline dengan bangga memperkenalkan gadis sebagai menantunya.
Mitha dan mamanya nampak diam, jika Mitha masih belum percaya jika mantan kekasihnya sudah beristri, namun berbeda dengan mamanya yg tidak percaya jika mantan kekasih putrinya yg ia selalu hina ternyata sudah menikah dan memiliki istri yg begitu cantik, dan ia juga terkejut jika Mitha sudah mengetahui ini semua , karena beberapa jam yg lalu putrinya baru saja berucap jika ia ingin mati untuk mantan kekasihnya yg saat ini telah beristri.
"Ayo mit, "Mama Mitha menarik kasar putrinya meninggalkan mama Serline dan gadis.
Sementara di tempat lain Raga nampak termenung, ia pandangi foto pernikahannya bersama gadis, "Tolong ijinkan aku menjadi egois untuk beberapa saat saja. "ucapnya dengan meraih wajah gadis yg ada di dalam figuran.
"Aku senang mendengar dirimu yg banyak berubah sekarang, semoga kamu benar-benar dapat berubah menjadi wanita yg lebih baik dalam bertutur kata. "lanjut Raga, ia simpan kembali foto milik gadis kemudian ia beranjak pergi meninggalkan kantor yg saat ini menjadi tempatnya menghabiskan waktu.
"Tan, kita pulang sekarang, "Ajak Raga setelah ia melewati ruangan milik Nathan.
"Baik tuan, tuan bagaimana dengan kekacauan perusahaan yg berada di jakarta, apa tuan tidak pulang untuk membereskannya? "tanya Nathan sungkan.
"Kau yg akan mengurusnya, kembalilah besok. aku masih belum bisa kembali. "jawab Raga tenang.
"Tapi tuan, bagaimana dengan nyonya besar, beliau pasti akan menanyakan tuan?
"Katakan saja padanya masih banyak yg harus aku selesaikan disini.
"Baik tuan, "jawab Nathan patuh.
Ke esokan harinya Nathan sudah kembali ke jakarta, ia langsung mendatangi kediaman Morgan, karena ia membawakan titipan Raga untuk istrinya.
"Selamat malam nyonya, "sapa Nathan kepada mama Serline.
"Nathan, kau kembali? mana Raga ? "mama Serline langsung memutar kepalanya kekiri dan kanan mencari keberadaan Raga.
"Maaf nyonya besar, tuan Raga belum dapat kembali, masih banyak hal yg harus di kerjakan oleh tuan disana, "jawab Nathan sopan.
"Apa? apa kau tidak berpikir takut terjadi sesuatu pada Raga, kau dengan mudah meninggalkan putraku tanpa pengawasanmu, Nathan banyak diluaran sana yg ingin menjatuhkan Raga, bagaimana bisa kamu meninggakan putraku tanpa pengawasanmu, kau benar-benar tidak dapat di andalkan, "mama Serline bicara dengan emosi saat mendengar jika Nathan kembali seorang diri.
"Maafkan saya nyonya, tuan memerintahkan saya agar saya menyelesaikan permasalahan di perusahaan, ada yg membuat kekacauan di perusahaan Morgan group, tuan memerintah saya agar saya menyelesaikannya semua kekacauan yg berada disini, sementara tuan akan menangani perusahaan yg berada disana, nyonya tenang saja saya sudah menyuruh beberapa orang untuk terus mengawasi tuan sepanjang hari.
"Aku tidak perduli ada berapa pengawal yg mengawal putraku, yg aku mau kau selalu berada disamping Raga, kau ingat pesan suamiku dulu sebelum kau menjadi asisten Raga, kemana putraku pergi, kau harus selalu menemaninya, tapi apa sekarang bahkan kau meninggalkan putraku di kejauhan sana, "jawab mama Serline emosi.
"Mah ada apa? "gadis menghampiri ibu mertuanya yg sedang marah-marah pada seseorang yg ntah siapa.
"Selamat malam nyonya "Nathan menyapa sopan kepada istri dari tuanya.
__ADS_1
Gadis yg baru menyadari jika yg berdebat bersama ibu mertuanya itu adalah Nathan langsung mengembangkan senyum lebar, "Nathan kamu sudah kembali, mana Raga ? "tanya gadis senang.
Mama dan Raga terlihat diam.
Gadis melihat heran kepada Nathan dan ibu mertuanya yg tiba-tiba hening tanpa ada yg bicara, "Ada apa? "tanya gadis curiga.
"Maaf nyonya, tuan tidak ikut kembali, masih banyak yg harus tuan lakukan disana sehingga tuan tidak dapat kembali sekarang, "jawab Nathan sopan
Seketika senyum mengembang dari wajah gadis meredup berganti oleh kekecewaan.
"Kita akan menyusul dia besok pagi, "Ujar mama Serline tiba-tiba.
"Tapi nyonya--
"Apa? apa kau mau mengatakan jika Raga tidak mengijinkan? "potong mama Serline menatap tajam wajah Nathan.
Nathan diam menundukan kepala tanda ia tidak bisa melarang atau membantah ucapan nyonya besarnya itu. "Baik nyonya saya akan mengurus tiket pesawat untuk nyonya, "jawab Nathan pasrah.
"Aku akan pergi bersama gadis, dan kau juga harus ikut kembali "perintah mama Serline.
"Tapi nyonya bagaimana dengan kekacauan perusahaan ? "tanya Nathan sungkan .
"Aku akan menyuruh seseorang untuk mengatasinya, jadi bersikaplah untuk kembali besok, "kembali mama Serline memerintah.
"Baik nyonya, "jawab Nathan patuh, "Ini nyonya ada titipan untuk nyonya dari tuan. "Ujar Nathan menyodorkan satu buah paperback kepada gadis.
"Untuk saya? "tanya gadis ragu untuk mengambilnya.
"Betul nyonya.
Senyum yg tadi sempat meredup kembali mengembang saat mendengar jika suaminya menitipkan sesuatu untuknya, gadis dengan antusias menerima paperbag tersebut dari Nathan. "Terima kasih Nathan. "ucap gadis dengan senyuman antusiasnya.
Nathan membalas dengan anggukan di iringi senyuman, Ini kali pertama ia melihat istri dari tuannya tersenyum dan mengucap terima kasih, sembilan bulan tuannya menikah dengan istrinya itu, biasanya istrinya itu hanya menampakan wajah angkuhnya saja, namun kali ini ia melihat langsung jika istri tuanya itu tersenyum padanya hanya karena satu buah paper bag.
"Baiklah nyonya saya akan siapkan tiket untuk kepergian nyonya besok, saya permisi dulu kalau begitu, mari nyonya. "pamit Nathan sopan.
Setelah kepergian Nathan, gadis langsung pergi ke kamarnya untuk melihat apa yg Raga berikan padanya, dan lagi-lagi gadis tersenyum senang saat melihat apa yg di berikan oleh Raga, ia melihat ada sebuah gaun berwarna merah, gadis langsung mencobanya tak sengaja ia melihat sebuah kertas kemudia ia baca.
Semoga suka dengan gaunnya, maaf aku tidak tau warna apa yg kamu sukai, namun aku sering melihatmu menggunakan warnah merah, dari itu aku memilihkan warna merah untukmu, gunakan gaun itu saat kamu menghadiri acara ulang tahun temanmu nanti.
__ADS_1
Setelah selesai membaca pesan dari Raga, gadis langsung memeluk gaun pemberian Raga tersebut dengan erat.
"Khm..khm.."Mama Serline berdehem saat masuk kedalam kamar menantunya menemukan menantunya sedang memeluk gaun yg baru ia dapat dari Nathan, mama Serline menggeleng diringi dengan senyuman, mama Serline senang melihat gadis terlihat menyukai pemberian putranya . "Ya ampun saking senengnya yg dapat hadiah sampe mama masuk aja kamu tidak menyadarinya "ledek mama Serline.