Love Me My Wife

Love Me My Wife
mencuri ciuman.


__ADS_3

Kini Gadis, Raga dan mama Serline sedang berada di ruang keluarga, mama tampak terus bicara, dari menasehati, mengomel, dan memuji Raga, hingga tak memberi kesempatan yg lain untuk bicara.


"Kenapa hanya mama yg bicara disini, kenapa kalian tidak bicara? "Tanya mama Serline.


Raga tersenyum, "Bagaimana aku dan gadis akan bicara jika mama tidak memberi kami kesempatan untuk bicara. "jawab Raga menggelengkan kepalanya di barengi dengan senyuman.


"Hehe, habisan mama gemas padamu, kamu itu buat mama kesel sekaligus khawatir beberapa bulan ini. "Sahut mama Serline.


"Yaudah, mama istirahat sana ini sudah malam, mama pasti lelah setelah melakukan perjalanan jauh, tidurlah di kamar yg biasa aku tempati , mama tidurlah bersama gadis, biar aku tidur di kamar sebelah. "Ujar Raga.


"Kamu ini ada-ada aja, biar mama tidur di kamar sebelah, kamu tidurlah dikamarmu bersama gadis, kamu pasti merindukan gadis seperti gadis merindukan kamu, "Tutur mama


"Mah, aku akan tidur bersama mama saja, Raga pasti lelah setelah bekerja seharian ini, aku tidak ingin mengganggu waktu istirahatnya.. "Jawab gadis gugup.


"Mana mungkin aku bisa tidur bersama dia, sedangkan hanya berdekatan seperti ini saja jantungku berpacu tidak normal.." gumam gadis.


"No sayang. suami kamu tidak akan bisa tidur jika kamu tidur bersama mama, sudah mama akan tidur disebelah, kalian tidurlah di kamar yg biasa Raga gunakan, sudah sana gadis, ajak suamimu untuk istirahat. "Mama memerintah gadis agar segera mengajak Raga untuk istirahat. tanpa ingin di bantah


"Tapi mah-- "gadis terlihat ragu untuk tidur satu ruangan bersama suaminya.


"Baiklah, ayo mama juga harus istirahat sekarang, "Ujar Raga.


"Ok, ayo...


Didalam kamar gadis nampak gugup, biasanya gadis jika dekat dengan Raga ia akan berkomentar, memarahi, memaki, dan banyak bicara, namun kali ini ia nampak diam, menurut dengan keadaan tanpa banyak bicara dan mencela.


Raga yg melihat perubahan sembilan puluh delapan persen gadis menjadi bingung, "Apa kamu tidak nyaman berada satu kamar bersamaku ? "tanya Raga.


"Tidak "jawab gadis cepat, "Eh, maksudku, eum itu aku sudah ngantuk "Lanjutnya membenamkan wajahnya diatas kasur. "Rasanya aku ingin tenggelam ke dasar samudara, bagaimana bisa aku mengatakan jika aku tidak keberatan. ah aku sangat malu .. "gadis bergumam dengan berusaha menutup matanya,


Raga menggelengkan kepalanya, ini hal yg langka untuknya, tiga bulan tidak bertemu dengan gadis, membuat ia merasa rindu, banyak perubahan yg Nathan sampaikan bukan hanya omong kosong belaka, ternyata gadis memang benar-benar telah berubah.


"Gadis maafkan aku, maaf jika aku sudah mengabaikan mu selama beberapa bulan ini, tidak ada maksudku untuk mengabaikanmu, aku hanya ingin--


"Sudah tidak usah membahas itu, lebih baik kau diam karena suaramu mengganggu gendang telingaku, aku mau tidur jika kau terus bicara bagaimana aku bisa tidur.. "sahut gadis memotong ucapan Raga.


Raga kembali tersenyum, hari ini dia sangat bahagia, banyak kebahagiaan yg tuhan berikan padanya hari ini, pertama ia dapat berdiri dan melangkah, kedua ia dapat bertemu dengan istrinya, ketiga perubahan istrinya yg begitu banyak, ntah berapa banyak ia harus mengatakan syukur dan terima kasih kepada tuhan atas limpahan kebahagiaan untuknya hari ini.


"Baiklah, maaf sudah membuatmu kesal, tidurlah semoga mimpi indah "ujar Raga. ia pun mencoba bangkit dari kursi rodanya untuk pindah ke atas tempat tidur.


Gadis yg mengintip pergerakan Raga membulatkan matanya secara sepontan, "Ka-kau, kau bisa berjalan? "tanya gadis terkejut.


Raga yg menyadari gadis telah melihatnya berdiri segera mendudukan tubuhnya di atas tempat tidur, "Belum, tapi aku akan berusaha untuk segera dapat berjalan, aku mengikuti therapy dan baru hari ini aku bisa berdiri, kalau untuk berjalan aku belum bisa karena masih terasa ngilu. "Jawab Raga bersender di dinding tempat tidurnya.


Gadis tak bicara ia hanya memandang Raga dengan tatapan tidak percaya, "Apa mama tahu jika sekarang kamu sudah dapat berdiri? "tanya gadis memandang Raga.

__ADS_1


Dan lagi-lagi Raga tersenyum sebelum menjawab pertanyaan gadis, "Kau orang pertama yg mengetahui ini.


"Betulkah. "Ucap gadis pelan.


*


*


*


Pagi harinya Raga sudah rapih dengan pakaian kantornya, sebelum berangkat ke kantor ia menghampiri gadis yg masih terlelap, dengan perlahan Raga mendekat kepada gadis, melihat gadis tertidur dengan lelap, Raga mendekatkan wajahnya kemudian mencium pipi kanan milik gadis dengan sekilas.


c




Raga tersenyum . setelah berhasil mencuri cium istrinya, Raga mulai menggunakan jasnya, kemudian kembali duduk di kursi rodanya, ia belum berani untuk berjalan karena jika berjalan ia masih merasakan ngilu yg luar biasa.


Raga memutar kursi rodanya menuju ruang tamu, yg dimana sudah ada mama Serline dan juga Nathan yg sudah menunggu tuannya. "Pagi mama, pagi Nathan, "Sapa Raga ceria.


"Khm.. sepertinya ada yg sangat bahagia pagi ini, "Goda mama Serline.


Raga hanya membalas dengan senyuman, godaan ibunya.


"Biarkan gadis tidur mah, sepertinya dia sangat lelah setelah melakukan perjalanan kemarin, "jawab Raga santai.


"Oya, hanya kelelahan perjalanan kemarin saja, bukan karena kelelah setelah bergadang semalaman. "Mama Serline terus menggoda putranya, ia begitu senang melihat aura kebahagian begitu terpancar dari wajah putranya itu.


"Apaan sih mah, yaudah aku berangkat dulu, aku akan pulang untuk makan siang nanti di sini, jadi masakan menu yg lezat untuk makan siang nanti ya mah, "Ujar Raga mencium pipi kiri ibunya.


"Baiklah mama akan masakan menu kesukaanmu. sudah sana pergi hati-hati saat bekerja. "pesan mama Serline.


Didalam kendaraan yg di kemudikan Nathan, Raga terlihat memandang Nathan dengan seksama.


Nathan yg mengerti tatapan tuannya langsung bicara tanpa menunggu tuannya bertanya, "Maafkan saya tuan, saya tidak bermaksud membohongi tuan atau bersikap tidak sopan, nyonya besar memaksa saya agar membawanya ke kota ini, saya sudah berusaha menolak namun nyonya memaksa saya, dan untuk perusahaan, orang suruhan nyonya besar yg telah mengurusnya, dan untuk perkembangannya sudah jauh lebih baik dari kemarin, "Jelas Nathan detail.


"Hm, thank Than, thank sudah membawa istri dan ibuku datang kesini, "tutur Raga


Nathan menarik sudut bibirnya seraya menghembuskan napasnya lega, ia pikir tuanya akan marah dengannya karena telah membawa istri dan ibunya datang ke kota dimana saat ini tuannya berada.


"Tuan pukul dua siang nanti, tuan ada pertemuan dengan tuan Andre, "Nathan mengingatkan kembali tuannya jika ada pertemuan hari ini.


"Hmm. "jawab Raga dengan gumaman, Raga tampak tersenyum samar, hari ini ia tidak menyangka jika dapat mencium istrinya walau dengan mencuri-curi.

__ADS_1


*


*


*


Di kamar apartmen milik Raga gadis nampak sedang menyentuh bagian dadanya yg sedang bergemuruh, kemudian ia beralih menyentuh pipinya yg tadi di cium oleh suaminya, "Bahkan aku tidak menolak saat dia menciumku tadi, "gumam gadis masih setia menyentuh pipinya.


"Tok-tok-tok, "suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya.


"Sayang, apa kamu sudah bangun? "panggil mama Serline.


Gadis membuka pintu, setelah pintu terbuka sempurna dan menampakan ibu mertuanya ia tersenyum canggung, "Maaf mah, aku kesiangan, "ucapnya malu.


"Tidak masalah sayang, mama cuman mau bilang kalau mama mau ke supermarket dulu, mama mau membeli bahan untuk makan siang hari ini, Raga ingin makan siang di rumah katanya hari ini. "ujar mama Serline.


"Oh, tunggu sebentar mah, aku mandi sebentar, aku akan ikut bersama mama. "Tutur gadis.


"Tidak perlu sayang, kamu istirahat saja, biar mama sendiri saja, kamu lanjut istirahat saja..


"Tidak mah, aku sudah cukup istirahatnya, sebentar ya, aku janji hanya sebentar, "paksa gadis.


*


*


*


Pukul sebelas siang Raga sudah sampai di apartmennya, ia nampak antusias saat bekerja tadi, ia dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya agar cepat dapat pulang dan dapat bertemu istrinya.


Raga masuk kedalam apartennya, ia mendapati istrinya sedang melakukan panggilan telphone ntah bersama siapa, ia memberhentikan kursi rodanya di ruang tamu yg tidak jauh dari gadis yg sedang menerima panggilan telphone.


Gadis yg menyadari ada seseorang di belakangnya berbalik sudah mendapati suaminya sedang tersenyum padanya, gadis terlihat gugup, ia mengingat kembali bagaimana Raga tadi pagi menciumnya.


"Hai, apa yg kau lakukan? "sapa Raga pada gadis.


Gadis mengangkat hanphonenya keudara, "Aku sedang melakukan panggilan bersama sahabatku, "jawab gadis sesantai mungkin.


"Dimana mama? "tanya Raga.


"Mama sedang masak, aku juga akan ke dapur untuk membantu mama, "Ujar gadis langsung berlalu pergi meninggalkan Raga yg tak henti memandangnya.


Setelah semua beres dimasak, mama dan gadis langsung menyiapkannya, Raga yg sudah duduk menunggu menu buatan ibunya nampak antusias, "Wow, baunya saja membuat perutku meronta ingin segera di isi, "Komentar Raga akan masakan ibunya yg membuatnya ingin segera melahap makanan tersebut.


"Ets, ini semua gadis yg memasak, mama hanya membantu memotong saja, kamu harus mencoba semuanya ini, kamu pasti akan menyukainya. "jelas mama.

__ADS_1


"Benarkah, "Ucap Raga, Raga kembali memandang istrinya, ia tersenyum bahagia, bukan hanya tutur katanya saja yg berubah, namun kebiasan dan perilaku gadis semuanya sudah berubah. "Terima kasih. lanjut Raga.


Gadis mengangguk seraya membuang wajah, karena saat ini ia merasa wajahnya memanas saat Raga melihatnya dengan tatapan yg lembut.


__ADS_2