
Di dalam kamar Raga membersihkan tubuh gadis, ia pandangi wajah teduh istrinya, rasa ia ingin sekali marah terhadap istrinya namun ia tidak berdaya, perkataan sahabatnya terngiang-ngiang di telinganya. namun detik kemudian ia tampik suara tersebut, "Tidak, aku yakin gadis telah berubah, adanya gadis di tempat itu, pasti itu karena wanita itu. "Raga bergumam seraya nepesis pikiran-pikran jelek tentang istrinya
*
*
*
Pagi menyemburkan cahayanya melalu sela-sela jendela yg ada didalam kamar milik gadis dan Raga, gadis mengerjap-ngerjapkan matanya menerima cahaya yg menyoroti wajahnya melalui jendela yg terbuka.
"Minumlah ini, ini akan menghilangkan rasa pusingmu, "Ujar Raga tiba-tiba.
"Eh, "gadis terkejut dengan suara Raga yg tiba-tiba. "Ga--
"Mandilah.. aku tunggu kamu untuk sarapan, "perintah Raga terlihat dingin. lalu pergi berlalu meninggalkan gadis.
"Ga, maaf.."Ucap gadis pelan
Raga menarik napas, kemudian berbalik, "Gadis kebiasan akan hilang jika kamu benar-benar ingin berubah,
"Aku tau, aku minta maaf, "dan lagi-lagi gadis hanya dapat mengatakan maaf.
"Mandilah, aku menunggumu di bawah, jangan terlalu lama, karena aku harus berangkat pagi-pagi sekali hari ini, "Raga kembali mengulang memerintah.
"Hmm.
Setelah kepergian Raga, gadis mengingat-ngingat kembali kejadian semalam, namun seberapa ia berpikir, tetap saja ia tidak dapat mengingat apa-apa, ia hanya mengingat pukul delapan malam ia masuk kedalam club bersama sahabatnya ia minum satu gelas vodka setelah itu ia tidak mengingat apa-apa lagi.
"Apa aku pulang dengan keadaan mabuk? tapi seingatku, aku hanya minum satu gelas vodka, dan tadi, Raga terlihat acuh padaku, apa ada hal yg aku lakukan yg tidak aku sadari, atau-- tidak aku yakin aku hanya minum satu gelas vodka saja. tapi kenapa aku tidak mengingat apapun? aku juga tidak mengingat aku pulang dengan siapa?
Setelah berpikir, dan tidak mendapatkan ingatannya gadis pun masuk kedalam kamar mandi, Lima belas menit ia kembali keluar dari kamar, ia langsung bersiap, setelah itu langsung turun untuk menemui suaminya.
Gadis langsung menarik bangku lalu duduk berhadapan dengan Raga, ada yg aneh pada suaminya pagi ini, biasanya suaminya itu selalu tersenyum menyapanya jika pagi mendatang, namun sejak tadi suaminya terlihat acuh dan dingin terhadapnya.
"Ga, katakan kesalahan apa yg sudah aku lakukan ? "tanya gadis setelah tadi diam seberapa saat.
Raga mengusap bibirnya dengan tisu, kemudian memandang gadis dengan lekat, "Apa kamu butuh minuman beralkohol? jika ya, aku akan memindahkan minuman beralkohol yg berada di club itu kerumah ini. "Jawab Raga dingin.
"Ga, sebenarnya, aku--
__ADS_1
"Gadis, bukankah kau pernah berkata ingin memulai semuanya dari awal lagi?
Gadis terdiam, namun detik kemudian ia berujar, "Ga, katakan kesalahan fatal apa yg aku lakukan? apa hanya karena aku minum, kamu marah padaku? apa ada hal yg lain yg membuatmu marah padaku? tolong jangan bersikap acuh padaku, aku akui aku salah karena minum hari ini, tapi sungguh aku tidak berniat hingga mabuk, aku hanya berniat minum sedikit saja menghilangkan penat setelah pergi berbelanja. "tanya gadis memelas.
"Gadis, Aku tidak menutut kamu untuk menjadi sempurna, karena aku juga tidak sempurna, namun jika kamu berniat ingin mengubah kebiasan buruk, niat untuk pergi ke club pasti tidak akan ada, karena keinginan itu akan kalah oleh niatmu yg ingin berubah, mamun keinginanmu hanya sebuah keinginan dari mulut saja bukan dari hati,
Gadis yg tadi terlihat mengalah melebarkan matanya takala Raga mengatakan hal demikian. "Apa masuk perkataanmu Raga? kau pikir aku tidak sulit meninggalkan dunia kesenanganku selama ini? aku sudah berusaha menjadi lebih baik, aku berusaha meninggalkan kebiasan burukku selama ini, aku sudah berusaha menjadi istri yg baik untukmu, tapi apa, kau dengan mudahnya mengatakan jika keinginanku untuk berubah itu hanya omong belaka,
Setelah melupakan kekesalannya, gadis pun pergi begitu saja meninggalkan Raga, Raga menyadari bahwa perkataannya pasti menyakiti perasaan gadis, tapi untuk kali ini ia harus tegas, karena jika ia yg terus mengalah, gadis akan kembali pada kebiasannya dulu, Raga memejamkan matanya seraya menarik napas.
"Biarkan dulu dia merenungi kesalahannya, jika aku temui dia sekarang, itu hanya akan memancing pertengkaran saja. "gumam Raga menatap ke atas, dimana tadi istrinya pergi.
"Bu Nam, tolong berikan sarapan ini kepada istriku, "Perintah Raga kepada asisten rumah tangganya. setelah menyuruh bu Nam, Raga pun pergi meninggalkan kediamannya, karena hari ini Raga harus berangkat lebih pagi, sebab ia memiliki janji bersama kliennya.
Bu Nam langsung membawa makanan yg sudah disiapkan oleh tuannya, setelah sampai di atas bu Nam langsung mengetuk pintu kamar majikannya, karena tidak mendapat jawaban bu Nam pun membuka pintunya secara perlahan,
"Nyonya sarapan dulu, "Ujar bu Nam, setelah pintu kamar milik majikannya terbuka. diam, gadis tidak menjawab ucapan bu Nam,
"Nyonya, tuan tadi berpesan agar nyonya memakan sarapan ini, tuan juga mengatakan agar nyonya menghabiskan sarapannya, "Lanjut bu Nam, menyampaikan pesan tuannya untuk nyonyanya.
Gadis memandang bu Nam dengan tajam, kemudian berucap, "Kau tidak perlu secerewet itu, jika aku lapar akan ku makan makanan itu, tapi, jika aku kenyang, mana mungkin aku menghabiskan makanan itu, sekarang keluarlah dari kamarku, aku ingin sendiri, dan satu lagi, jika aku tidak memanggilmu, jangan pernah masuk kedalam kamarku. "Usir gadis penuh penekanan.
"Baik nyonya.
"Ting.. "Suara pesan masuk kedalam hanphonenya.
"Jangan pernah menghubungi atau menemui sahabatmu yg bernama jaslyne. ."Pesan singkat yg di kirim oleh Raga kepada gadis.
"Apa-apaan ini, kenapa dia semakin hari semakin menjengkelkan? "ucapnya kesal.
"Aturan macam apa ini? Please ga, jangan membuat aturan yg aneh-aneh? "balas gadis yg tidak tahu kejadian semalam.
"Anggap saja aturan baru.
"Oh, jadi kau yg menghapus nomor jaslyne? kenapa ? dia adalah sahabat baikku, dan dia juga satu-satunya sahabat yg paling dekat denganku, tapi kenapa kau malah memblokir nomornya, "Gadis Kembali membalas pesan Raga dengan penekanan kekesalan .
"Tidak ada sahabat, yg ingin melihat sahabatnya terjerumus.
Gadis mengerutkan dahinya, "Apa maksudnya? "gumam gadis tak mengerti.
__ADS_1
"Jangan bicara omong kosong, jaslyne adalah sahabat yg selalu mendukungku dalam hal apapun, jadi jangan pernah berpikir untuk menjelek-jelekannya.
"Akan ku beri tahu, perbedaan sahabat baik dan sahabat yg hanya berpura-pura baik padamu, sahabat yang baik adalah sosok yang bisa kamu percaya, yang tidak membuatmu takut untuk jadi diri sendiri di hadapannya. Jadi jika ia malah membicarakan keburukanmu dan kekurangan kamu pada orang lain maka sudah jelas bahwa dia bukan teman yang baik. Karena hal ini termasuk salah satu ciri orang yang tidak tulus dalam berteman. kamu harus dapat membedakan antara sahabat dan lawan.
"Apa masuk dari perkataanmu ga? kenapa kamu mengatakan jika jaslyne bukanlah sahabat yg baik untukku, aku berteman denganya semenjak SMA, aku sangat mengenal dia, dan dia juga sebaliknya sangat mengenalku.
"Akan ku beritahu nanti setelah aku pulang, diamlah dirumah. "Raga mengahiri pesan singkatnya, karena ia sudah sampai di tempat dimana ia akan mengadakan pertemuan bersama kliennya.
Gadis nampak mengumpat kesal, banyaknya peraturan-peraturan yg Raga berikan membuat ia tidak dapat melakukan apa-apa. "Oh jika saja aku tidak takut kehilanganmu, demi apapun aku ingin menjambak rambutmu, mencakar wahamu, memaki-maki dirimu, sayang kau adalah suamiku, aku benci dengan peraturan-peraturan yg kau berikan padaku Raga. "Gadia mengacak rambutnya kesal, namun ia tidak dapat melakukan apa-apa.
*
*
*
Di tempat lain, jaslyne nampak sedang mengobrol dengan seorang pria, ia nampak serius.
"Jadi rencana kita gagal total? "Ucap pria yg bersama jaslyne.
"Ya, dan gw yakin si gadis juga udah tau semuanya dari suaminya, gw heran bagaimana bisa pria sempurna seperti dia bisa mencintai gadis yg arogant itu, "Seru jaslyne kesal.
"Gw juga heran, kenapa setiap kita ingin melakukan sesuatu terhadap dia, dia selalu saja dapat lolos. keluh pria tersebut.
"Demi apapun gw ingin sekali menelanjangi dia di hadapan pria-pria bodoh itu, mereka bekerja sangat lamban, andaikan saja setelah mabuk mereka langsung membawa gadis kedalam hotel, sudah dapat di pastikan saat ini dia menangis karena malu, tapi apa, pria-pria bodoh itu malah terus mengulur-ngulur waktu hingga suaminya datang untuk menolongnya, benar-benar sial. "Umpat jaslyne kesal.
"Sebelum gw berhasil menjamah tubuhnya, gw akan terus penasaran, jadi pikirkan apa yg harus kita lakukan kedepannya, karena aku sudah tidak dapat menahan diri lagi untuk menikmati tubuhnya.
"Salah lo juga, kenapa tidak dari dulu, saat dia benar-benar bertekuk lutut sama lo, sekarang aja lo gencar ingin menjamah dia, "sahut jaslyne sinis.
"Bukan lo juga tahu, dari dulu banyak pria yg melindungi dia, termasuk pria gebetan lo,
"Ya lo benar, gw benci dia, dari SMA, kuliah hingga sekarang dia selalu menjadi pusat perhatian setiap pria, gw benci dia, bahkan orang yg gw sayangi pun jatuh cinta padanya, gw ingin melihat dia menangis dengan rasa malu yg tidak dapat ia lupakan seumur hidupnya. "Ucap jaslyne dengan sorot mata yg penuh kebencian.
"Ok, kalau begitu, mari kita susun rencana baru untuk menjebak dia lagi. karena semakin sulit gw mendapatkan tubuhnya, itu semakin membuat gw penasaran. "Alex membayangkan tubuh telanjang gadis sedang menari dihadapannya. dan itu membuat ia tersenyum mesum.
Ya pria yg bekerja sama dengan jaslyne adalah Alex , Alex dan jaslyne memiliki rencana jahat untuk gadis, selama ini jaslyne selalu mencuci otak gadis agar melakukan hal-hal yg dapat merugikan dirinya sendiri.
Bersambung.
__ADS_1
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Tinggalkan jejak kalian.