
Satu bulan berlalu, gadis yg sedang berbelanja di temani Bu Nam di kagetkan oleh cekalan seseorang. gadis menoleh seketika setelah tangan yg mencekalnya menarik paksa ke tempat yg sepi.
"Hei apa yg kau lakukan? "Gadis berusaha melepaskan tangan yg sedang mencengkramnya.
"Lepaskan, "lanjut Gadis yg tidak begitu memperhatikan wajah pria yg sedang menariknya, ia terus berusaha melepaskan tangannya dari cekalan pria tersebut.
Setelah sampai di tempat yg sepi, pria itu mendorong tubuh gadis didinding yg terlihat sepi.
"Alex! "gadis melebarkan matanya saat dapat melihat dengan jelas wajah pria yg tadi menariknya. "Alex mau apa kamu? "Ucap gadis melihat sinis kepada Alex.
"Mau menjamahmu, "jawabnya santai, disertai senyuman menyeringai.
"Dasar gila, "Ujar gadis lalu mendorong tubuh Alex agar menyingkir. namun tindakannya ternyata tidak membuahkan hasil, karena ia kalah tenaga oleh Alex.
"Ayo lanjutkan yg dulu sempat tertunda. "bisiknya dengan nada menggoda.
"Brengsek, pergi dari hadapanku, aku tidak akan sudi disentuh oleh pria brengsek sepertimu, menyingkir, atau aku akan teriak. "Ancam gadis, namun yg di ancam nampak tersenyum meremehkan.
"Ingin teriak, teriaklah sayang..karena saat kau berteriak, aku akan membuat seseuatu yg tidak akan kamu lupakan untuk waktu yg tidak sebentar, "Kini Alex yg balik mengancam gadis.
"Dan kau pikir aku takut. "tantang gadis.
"Kalau begitu berteriaklah, "Alex langsung membungkam mulut gadis dengan bibirnya.
"Mmm, mmm. "gadis berusaha melepaskan pangutan paksa yg dilakukan oleh Alex, namun sia-sia tenaga pria itu cukup besar, hingga ia menendang kepemilikan Alex dengan keras.
"Aww..."Alex menjerit kesakitan saat pusakannya mendapat hantaman dari gadis.
"Hmm, sakit, rasakan itu, "Ejek gadis sambil berlalu pergi meninggalkan Alex yg sedang kesakitan. namun setelah tiga langkah gadis kembali berbalik melihat kearah Alex. "Ingat jika kau berani menyentuhku lagi, bukan hanya rasa sakit, namun milikmu akan aku hilangkan dari tempatnya. "lanjut gadis tersenyum mengejek.
"Dasar kau wanita sialan, "Umpat Alex,
Gadis melenggang pergi setelah puas mengejek Alex, "Dasar pria sialan, dasar brengsek, bagaimana mungkin dia menciumku seperti itu, "Umpatnya kesal.
"Bagaimana jika Raga tahu, jika pria brengsek itu nenciumku? apa Raga akan marah padaku? apa Raga tidak akan mau menciumku lagi setelah dia tahu jika hari ini pria brengsek itu menciumku. lihat saja kau Alex jika Raga tidak mau menciumku setelah ini, akan ku buat perhitungan denganmu.."lanjut gadis mengumpat. setelah puas mengumpat, kemudian ia kembali menghampiri bu Nam.
"Nona anda dari mana? saya mencari anda sejak tadi. "tanya bu Nam khawatir.
"Aku dari toilet, bagaimana apa bu Nam sudah mendapatkan apa yg kita cari? "dalih gadis, tidak ingin membuat bu Nam khawatir.
*
*
*
__ADS_1
Sementara di tempat lain Mitha sedang menangis karena mendapat perlakuan yg tidak sepantasnya dari pria yg saat ini telah berstatus menjadi suaminya.
"Berhenti menangis kau begitu berisik, "Bentak Michel suaminya.
Mitha diam seketika saat bentakan berdengun di pendengarannya, ia merubah tangisan menjadi isakan pelan.
"Bukan sudah ku katakan sebelumnya padamu, agar kau tidak ikut campur dengan semua urusanku, tapi kenapa kau dengan berani datang dan membuat diriku malu. "Ujar suami Mitha marah.
"Aku berhak tahu apa yg kau lakukan, kau adalah suamiku--
"Suami! haha kau sangat lucu, aku sudah katakan padamu, pernikahan ini hanya pernikahan kesepakatan, jadi jangan pernah berharap lebih terhadapku.
"Jika begitu, ceraikan aku. "Pinta Mitha.
"Haha, kau membuatku ingin tertawa keras, jika begitu katakan kepada kedua orang tuamu agar secepatnya melunasi hutang-hutangnya kepada diriku, karena jika orang tuamu tidak bisa melunasi hutang-hutangnya aku tidak akan melepaskanmu sampai kapan pun. "Seru Michel lalu pergi meninggalkan gadis yg masih terisak.
"Kenapa kehidupanku menjadi serumit ini? andai saja dulu aku berusaha tetap tinggal , andai waktu itu aku tidak pergi ke paris, semua ini tidak akan terjadi padaku, Raga aku merindukanmu. "gumam Mitha mengingat Raga.
*
*
*
"Dasar wanita sialan, awas saja kau, akan ku buat kau membayar semua ini, "umpat Alex kesal,
"Wanita sialan itu membuat milik gw kesakitan, "Jawab Alex masih setia memegang miliknya.
"Haah, maksud lo, gadis ada disini? dan itu-- lo melakukan itu di sini? "tebak jaslyne.
"Apa lo gila, mana mungkin gw melakukan itu disini,
"Terus kenapa dengan milikmu? "Jaslyne melirik ke bawah yg di pegang Alex. Alex ikut melihat kearah dimana temannya melirik
"Ah ini gara-gara wanita sialan itu, dia menendak milikku hingga aku kesakitan, "Keluhnya
"Haha, jadi lo kalah dengannya? "jaslyne menggeleng dibarengi dengan mengejek. "Kenapa lo bisa bertemu dengannya disini? dari mana lo tau jika dia berada disini? terus dengan siapa dia disini? karena info yg gw dapat, dia selalu di kawal, dan jarang berkeliaran diluar rumah setelah kejadian waktu itu, "Jaslyne membordir beberapa pertanyaan kepada Alex.
"Gw gak sengaja lihat dia disini, saat gw tau itu dia, gw langsung tarik dia ke pojokan, gw pikir dia bakalan jadi wanita penurut seperti dulu, taunya dia sekarang berubah menjadi ganas, tapi gw semakin penasaran dengan keganasannya sekarang. "Ujar Raga tersenyum.
Jaslyne tersenyum sinis, "Gw heran apa coba yg menarik dari dia? semua pria selalu terpikat padanya, padahal lo bisa lihat sendiri, dia itu adalah wanita, angkuh, arogant, pemarah, dan menurut gw dia biasa saja. "Komentar jaslyne tak suka akan sifat gadis.
"Dia menarik, dan aku juga sangat penasaran padanya. "jawab Alex santai
"Gila lo, ingat istri lo, "Jaslyne mengingatkan sahabatnya tentang statusnya.
__ADS_1
"Gw tidak perduli, yg gw mau, gw dapat menjambah tubuhnya yg indah itu. "Ujar Alex tidak perduli akan statusnya saat ini, Jaslyne yg mendengar perkataan sahabatnya hanya dapat menggeleng heran.
*
*
*
Sesampai dirumah gadis langsung menselonjoran kakinya di atas sofa, "Kenapa dengan tubuhku? belakangan ini aku cepat sekali lelah, hmm, tidur sebentar mungkin akan menghilangkan rasa lelah yg ada padaku saat ini. "Gumannya lalu langsung memejamkan matanya tanpa pindah dari sofa.
Pukul lima sore Raga sudah kembali dari kantor, ia di kejutkan dengan istrinya yg sedang tertidur di atas sofa. "Gadis, "gumamnya nampak terkejut, ia berjalan cepat mendekat kepada istrinya, kemudian menyentuh dahinya menggunakan punggung tangannya. "Tidak ada yg aneh, tapi kenapa dia tidur disini" ucapnya pelan.
"Sayang, "panggilnya sambil membelai rambut istrinya dengan lembut, "Sayang.."kembali Raga membangunkan istrinya.
"Euumm.. "Gumam gadis sambil mengerjap-ngerjapkan matanya. "Raga? eh ia Raga, kamu sudah kembali? "ucapnya belum sepenuhnya sadar.
"Iya baru saja, kenapa tidur disini? "tanyanya lembut.
"Tadi aku males banget naik ke atas, jadilah aku tidur disini. kenapa kamu pulang cepat sekali hari ini? "
"Sayang, ini sudah waktunya aku pulang, bukankah biasanya juga aku pulang jam segini.."jawab Raga menggeleng, ternyata istrinya belum sepenuhnya sadar dari tidurnya.
"Hah, berarti ini sudah pukul lima sore, "tanyanya terkejut.
"Ya, memang kamu pikir sekarang pukul berapa. Hm?
"Kalau begitu Aku tidur sangat lama, "Ucapnya
Raga kembali tersenyum "Tidak masalah sayang, Apa yg kamu lakukan seharian ini?
"Banyak, aku jalan-jalan, terus beli bahan untuk memasak dan membuat kue, terus aku juga tadi membuat camilan, kamu mau nyobain, "jawabnya antusias
"Nanti saja, aku mau mandi dulu, setelah itu baru nyobain camilan buatan kamu, yaudah aku mandi dulu, kamu juga belum mandi kan? ayo kita mandi bareng. "ajak Raga santai.
"Ih apaan sih ga, ngajak mandi bareng ngomongnya keras-keras begitu, bagaimana kalau ada yg mendengar "Gadis menengok ke kiri dan kekanan, memastikan tidak ada yg mendengar ucapan suaminya barusan.
Raga menggeleng seraya tersenyum, pikir Raga, orang yg memiliki sifat arogant tidak akan malu jika hanya sekedar berujar kata intim, ternyata ia salah, istrinya yg memiliki sifat arogant dan pemarah serta keras kepala itu, sangat pemalu jika sudah mengatakan hal yg berbau intim. "Ayolah sayang, kita hanya mandi bersama, kenapa kamu semalu itu.. "goda Raga.
"Raga, pelankan suaramu, kenapa kamu mengatakan hal seperti itu dengan nada yg begitu keras, malu, " seru gadis pelan.
Raga mendekat kemudian mengacak rambut istrinya dengan gemas, Dulu saja istrinya itu selalu meninggikan oktafnya saat bicara dengan siapa pun, sekarang istrinya sudah benar-benar berubah, berubah menjadi lebih baik dalam berkata. "Kamu sangat manis. "Ucap Raga dengan senyumannya.
"Manis? kamu pikir aku gula. manis. "jawab gadis malas.
"Manis Kamu melebih gula, sayang. "Gombal Raga.
__ADS_1
"Apa itu bisa di katagorikan dengan menggombal? "ejek gadis sinis, "Kamu tidak pandai menggombal jadi tidak perlu pake gombalan-gombalan segala, ayo ke atas, aku akan siapkan pakaian ganti untukmu, "ajak gadis sudah bangun dari duduknya.