Love Me My Wife

Love Me My Wife
Menjauh, agar membuatmu nyaman.


__ADS_3

Dua hari berlalu, kini Raga sudah beriap untuk kembali pulang, Raga terlihat kembali bersemangat, karena selain pekerjaannya yg sudah dapat di selesaikan ia juga mendapat kabar dari dokter therapynya jika ia dapat melakukan therapy besok, dokter menyarankan agar Raga dapat mengikuti therapy satu minggu empat kali, itu dilakukan agar Raga dapat cepat sembuh dan kembali dapat berjalan.


Setelah melakukan perjalanan dua jam lamanya melalui kendaraan udara, kini Raga sudah berada di kediamannya. Bu Nam, apa gadis ada dirumah? "tanya Raga setelah sampai.


"Nyonya sepertinya belum bangun tuan, karena tadi pukul enam pagi nyonya baru kembali, nyonya terlihat mabuk. "jawab kepala maid. sekaligus melapor.


Raga menarik napasnya dengan berat, ia tidak bisa diam saja, jika istrinya terlalu sering pulang pagi dan pulang mabuk, Mama, Papa, beserta papa Darwin pasti akan mengetahuinya nanti , mereka akan mengatakan jika dirinya tidak becus mengurus gadis.


Dengan memutar kursi rodanya, Raga cepat-cepat menuju lantai tiga yg dimana letak kamarnya berada. ia kurangi kecepatan kursi rodanya lalu mendekat pada gadis, rasanya ia sangat merindukan istrinya. namun apa daya, ia tidak bisa menyentuh istrinya, jangankan menyentuh, sekedar dekat saja gadis tidak mengijinkannya, ia pandangi gadis beberapa saat, setelah itu ia masuk kedalam kamar ganti untuk mengganti pakaiannya, tidak lama ia keluar lagi dengan pakaian santainya.


Raga terlihat sibuk mengupas dan membelender buah, ia akan membuatkan jus buah seperti yg ia sering buatkan untuk gadis jika gadis sedang mambuk, setelah selesai ia langsung membawa jus tersebut kedalam kamarnya.


Raga tersenyum melihat gadis tertidur dengan lelap, tidak terlihat ke angkuhan pada istrinya itu jika sedang tertidur, ketika ia hendak mengusap rambut gadis, gadis membuka matanya.


"Apa yg ingin kau lakukan? "ucap gadis melotot.


"Oh tidak, itu aku melihat ada kotoran di rambutmu, aku hanya ingin membuangnya saja, "dusta Raga terbata.


"Bukankah aku sudah katakan padamu, jangan pernah menyentuhku, kenapa kau selalu mencari kesempatan untuk menyentuhku,


"Tidak gadis, aku hanya tidak sengaja, maaf jika membuatmu tidak nyaman, o iya aku buatkan jus jeruk dan tomat untukmu, Bu Nam bilang kamu pulang pagi dengan keadaan mabuk. "ujar Raga.


"Oh jadi dia mengadu padamu, ya itu tidak aneh melihat dia di beri gajih olehmu,


"Dia tidak mengadu, aku yg bertanya padanya, sudah lebih baik kamu bangun dan minum jus ini, jus ini akan mengurangi rasa pusing yg kamu rasakan sekarang. "Raga menyodorkan gelas yg berisikan jus pada gadis.


"Jangan sok perhatian.....praang .."Gadis menepis gelas berisi jus yg di buat Raga, hingga jus tersebut jatuh dan tumpah.


Raga tercenung, ia pandangi gelas yg sudah pecah dengan isinya yg berantakan, kemudian ia beralih memandang gadis,


"Kenapa kau menatapku seperti itu, kau marah, kesal, tidak suka, "Ucap gadis ketus "Aku bisa melakukan hal yg lebih kasar lagi dari itu, jika kau terus saja mendekatiku, atau berusaha menyentuhku, jangan pernah melayaniku dengan perhatian yg tidak berguna. sekarang menjauhlah dariku, karena seberapa besar kau berusaha untuk mendekati itu tidak akan mengubah diriku untuk membencimu, jadi menjauhlah dari hadapanku, karena melihatmu membuat mood ku menjadi jelek, dan aku tidak mau kau selalu merusak mood "ujar gadis panjang.


Raga diam, begitu menjijikannya kah dirinya, hingga hinaan demi hinaan selalu gadis lontarkan kepadanya. tanpa menjawab hinaan gadis, Raga masuk kedalam dimana ia biasa tidur, ia terlihat tersenyum masam, begitu bodohnya ia mengharapkan cinta dari wanita sempurna seperti gadis.


Ia pun berpikir, "Jika gadis tidak ingin melihat wajahku ada baiknya aku pindah dari kamar ini, itu pasti akan mengurangi rasa benci gadis terhadapku, "ucap Raga pelan. ia pun mulai merapihkan barang-barangnya, ia akan pindahkan sebagian barang-barangnya ke dalam kamar sebelah.


Ia melewati gadis yg sedang asik menelephone, dan beberapa menit kemudian ia kembali lagi dengan dua maid wanita. "Kalian masuklah dan tolong pindahkan pakaian serta box yg ada disana ke kamar sebelah.."perintah Raga.


Gadis mengerutkan dahinya bingung, barang-barang apa yg akan di pindahkan oleh Raga? ia melihat box yg berukuran besar, "Bukankah itu tempat penyimpanan jam dan aksesoris milik Raga, "gumam gadis dalam hati.


Raga yg melihat gadis seperti bingung mendekat, "Aku akan pindah ke kamar sebelah "ujarnya tiba-tiba.


"Oh bagus, kau ingin mengatakan pada maid jika aku mengusirmu dari kamarmu sendiri begitu? dan setelah itu para maid mengadu pada kedua orang tuamu, lalu kemudian kedua orangmu mengadukan lagi pads papaku, bagus, selanjutnya kesalahan semua akan ada padaku, begitu kan rencanamu, kau bukan hanya cacat tidak berguna, tapi kau juga sangat licik. "tuduh gadis menggebu-gebu.


"Kamu salah paham Dis--


"Jangan memanggil namaku seperti itu "potong gadis marah.


"Baik aku minta maaf jika kembali membutmu kesal, aku hanya ingin memberimu ruang untuk sendiri, mungkin dengan kita tidak sering bertemu itu akan mengurangi kebencianmu padaku, untuk masalah maid aku sudah mengaturnya, kamu tidak perlu khawatir akan hal apapun, karena mereka tidak akan berani mengadu apa pun terhadap papa atau pun mama. "jelas Raga santai.

__ADS_1


Gadis terdiam, lalu melirik wajah Raga yg terlihat biasa saja walaupun telah mendapat hinaan darinya, kemudian ia pergi meninggalkan Raga begitu saja.


*


*


*


Malam harinya gadis sudah kembali rapih dengan pakaian seksinya, ia terlihat menggunakan gaun berwarna merah yg memampangkan punggungnya yg mulus. dengan anggunnya ia berjalan melewati Raga yg sedang menikmati kopi di depan TV


"Kamu mau pergi kemana malam-malam begini gadis? "tanya Raga.


"Bukan urusanmu, "jawab gadis acuh tak acuh.


"Tentu saja itu urusanku, kamu adalah istriku, kamu adalah tanggung jawabku, bagaimana jika terjadi sesuatu terhadapmu, apa yg akan aku katakan pada papa Darwin nanti "jawab Raga.


"Tanggung jawab terhadapku? Haha, kau itu terkadang lucu ya, bertanggung jawab untuk dirimu sendiri saja kau tidak bisa, bagaimana kau akan bertanggung jawab terhadapku, "Cibir gadis menertawakan. setelah melontarkan beberapa cibiran gadis pun meninggalkan Raga yg terlihat diam.


Setelah gadis pergi, dengan terburu-buru Raga memanggil sopir ia hendak mengikuti gadis, "Pak ikuti mobil istri saya, jangan terlalu dekat, gadis akan mengenali mobil kita, "perintah Raga.


Gadis terlihat masuk kedalam hotel bintang lima, ia menulusuri lorong hotel dengan santai, sepertinya gadis sudah terbiasa mendatangi hotel tersebut karena ia tidak terlihat kesulitan mencari tempat yg ia akan datangi.


Raga terus mengikut kemana gadis pergi, hingga ia terhenti sejenak saat gadis masuk kedalam Club Lounge, Raga nampak ragu ingin mengikuti gadis hingga kedalam, pasalnya ia sudah tidak pernah masuk lagi ketempat seperti itu. dengan sabarnya ia menunggu gadis di depan club tersebut tanpa merasa lelah ataupun mengantuk.


Satu jam sudah Raga menunggu gadis di luar club, dan akhirnya gadis pun keluar, namun gadis keluar dengan seorang pria, gadis terlihat tersenyum dengan merangkul seorang pria.


Raga yg melihat istrinya di rangkul oleh seorang pria terlihat tidak terima, ia langsung mengeluarkan hanphonenya, lalu menghubungi sopir untuk membantunya. setelah menghubungi sopirnya Raga kembali mengikuti gadis hingga pintu kamar hotel, ia melihat gadis dan pria itu masuk kedalam.


"Tuan, "panggi sopir Raga.


"Ya pak Darman, ayo ikut dengan saya, "Perintah Raga.


Didalam kamar hotel,


"Gadis Kau tunggulah disini, Alex akan menemuimu sebentar lagi, dia bilang ada yg ingin dia katakan padamu, "Ujar sahabat gadis.


"Hmm. "jawab gadis dengan gumaman, gadis nampak sabar menunggu Alex yg akan datang, ini adalah keinginannya sejak dulu, ia begitu senang saat mendengar pria yg pernah dekat dengannya sekaligus pria yg selalu ia kagumi ingin bicara dengannya setelah sekian lama menghilang ntah kemana.


Diluar kamar Raga nampak melihat pria yg tadi merangkul gadis keluar, dan tidak berselang lama pria lain bergantian masuk.


"Gadis, "panggil Alex.


Gadis menoleh, ia tersenyum lebar saat yg memanggilnya adalah Alex, "Alex, "Ujar gadis,


"Hai. apa kabar? "sapa Alex


"Baik, kabarku baik, kamu sendiri bagaimana?


"Seperti yg kamu lihat, Dis, "Alex meraih buku tangan milik gadis lalu menggenggamnya. "Aku sangat merindukanmu. "ujarnya

__ADS_1


Gadis tersenyum, "Kamu pikir aku tidak merindukanmu, aku selalu merindukanmu, aku selalu menunggumu, kapan kamu akan kembali lagi padaku?


"Bagaimana mungkin kita akan kembali, kamu sudah menikah, aku pun akan menikah.


"Lex, aku akan akhiri pernikahanku bersama pria cacat itu, asalkan kamu mau hidup bersamaku, pernikahanku hanya pernikahan palsu, aku tidak mencintainya, aku hanya mencintaimu. "gadis mengeratkan genggaman tangannya.


Alex membalas menggenggam erat tangan gadis, kemudian ia mendekat hingga hembusan napasnya tersa hangat di wajah gadis, ia mulai mendekatkan bibirnya, setelah bibirnya dan bibir gadis beradu, Alex langsung **********. tidak hanya memangut bibir gadis, tangan Alex juga sudah meraba tubuh gadis,


"Lex, "gadis menahan tangan Alex yg hendak meraih gunung kembarnya.


"Dis aku menginginkanmu, aku merindukanmu, mari hidup bersama, aku berjanji akan menikahimu, setelah kamu berpisah dengan suamimu, dan aku juga akan membatalkan pernikahan yg sudah di rencanakan keluargaku. "Bisiknya di telinga gadis.


"A-aku juga merindukanmu, tapi aku tidak bisa melakukan itu sekarang, "tolak gadis.


"Kenapa? bukankah kamu mencintaiku, aku dan kamu saling mencitai, aku berjanji akan hidup bersamamu setelah ini, "Ujar Alex kembali meraup bibir gadis dengan rakus.


Alex kembali, meraih tubuh gadis, ia sentuh tubuh gadis, hingga gadis mengeluarkan suara lengkuhan, dan itu membuat Alex semakin bersemangat untuk melakukan hal yg lebih, disaat Alex akan menyentuh bagian tubuh sensitif milik gadis, gadis menahan tangan Alex, ia mengingat pesan ibunya dulu.


"Sayang mama tidak masalah jika kamu ingin tahu dunia malam, seperti club, hiburan malam, atau sebagainya, namun satu pesan mama, jaga dirimu dari pria yg akan merenggut kehormatanmu, ingat kehormatanmu hanya miliik suamimu, bukan milik pria yg hanya ingin singgah sebentar lalu meninggalkanmu, percayalah pria yg ingin mengambil kehormatanmu sebelum dia menikahimu, dia bukanlah pria yg mencintaimu, namun dia adalah pria yg ingin menghancurkan masa depanmu.


Gadis mendorong tubuh Alex yg saat ini berada di atas tubuhnya, "Sorry lex aku tidak bisa, "Tolak gadis lalu bangun dan merapihkan pakaian yg sudah berantakan.


Alex tersenyeum masam, Alex terlihat kesal dengan penolakan gadis yg naif "Kau sangat naif Dis, aku tahu kau wanita seperti apa, jadi berhenti bersikap sok suci, "Ujar Alex ketus.


Gadis memandang Alex dengan seksama, ia terkejut dengan pernyataan Alex yg dengan mudahnya mengatakan jika dirinya bukanlah wanita baik-baik, ya gadis akui jika dirinya keras kepala dan pemarah, ia juga suka mabuk-mabukan, dan clubbing tapi satu hal, gadis tidak pernah menyerahkan tubuhnya kepada pria mana pun sekali pun itu pria yg ia cintai.


"Lex apa yg kamu katakan? "ucap gadis menggeleng tidak percaya.


"Ya, kau terlalu naif Dis, aku tau bagaimana liarnya dirimu, jadi kau tidak perlu bersikap seakan kau sangat suci, "jawab Alex mencibir sifat liar gadis dalam pergaulan.


"Lex, aku benar-benar salah menilaimu, aku pikir kau adalah pria yg bisa mengerti aku, tapi nyatanya kau begitu brengsek, aku menyesal telah mengagumi pria brengsek sepertimu, "Ujar gadis meraih tasnya lalu melangkah menuju pintu,


Namun sebelum gadis berhasil meraih handle pintu, Alex menarik tangan gadis dengan kasar, "Mau kemana kamu, kita belum bersenang-bersenang, bagaimana mungkin kamu akan pergi tanpa melakukan apa-apa, mari bersenang-senang terlebihdahulu, "Ujar Alex mendorong gadis ke atas tempat tidur.


"Brengsek kamu Lex, menjauh dariku, "Ujar gadis marah.


"Aku akan menjauh darimu, tapi setelah aku menikmati tubuhmu, "jawab Alex tersenyum menyeringai.


"Jangan bermimpi, aku tidak akan sudi memberikan tubuhku pada pria brengsek sepertimu, sekarang menjauhlah dariku.


"Kau itu sangat lucu sayang, kita sama-sama brengsek, kau hanya bersikap sok jual mahal, tapi tidak denganku yg lebih suka terang-terangan, mari kita lewati malam ini dengan kenikmatan, "ujar Alex tersenyum dengan tatapan buas.


"Gila, kau benar-benar gila, pergi, menjauhlah dariku, aku tidak sudi bersenang-senang dengan pria brengsek sepertimu.."Ujar gadis kini air matanya sudah merambat di pipinya.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak, like dan komen kalian semangat aku nulis.


__ADS_2