
Sesampai di hotel gadis langsung merebahkan tubuhnya, rasa lelah membuatnya langsung mencari posisi nyaman untuk beristirahat.
"Apa sangat lelah.."Raga membelai lembut rambut istrinya.
"Eum.. "Jawab gadis meraih tangan Raga yg sedang membelai rambutnya, kemudia ia bawa tangan Raga diatas dadanya lalu ia peluk hingga matanya terpejam.
Raga mengulas senyum saat istrinya terpejam dengan mulut sedikit terbuka, "Disaat tidur kau terlihat sangat menggemaskan dan terlihat sangat manis.. semoga dengan kelahiran junior nanti, kamu dapat mengubah kebiasaan egoismu, namun aku juga tidak akan memaksamu terlalu jauh, karena dengan perubahanmu sekarang saja, itu sudah lebih dari cukup untukku, terima kasih telah menerimaku, dan terima kasih sudah bersedia menjadi ibu dari anakku.
Raga bicara sembari mengelus perut gadis, ia sangat bahagia dengan cinta dan hadirnya calon bayi mereka. sempat Raga berpikiran walau gadis mau menerimanya, tapi belum tentu gadis mau mengandung seorang anak, namun pemikirannya salah. ternyata gadis sangat bahagia dengan hadirnya seorang bayi dalam kandungannya, setelah melihat istrinya terlelap, Raga pun pergi untuk menemui Nathan.
"Nath, cukup mencari tahu tentang Mitha, "Ucap Raga setelah bertemu dengan Nathan.
"Baik tuan, "jawab Nathan membungkuk sopan.
"Terima kasih untuk hari ini, kau boleh pergi kemana pun kau mau, aku memberimu waktu untuk kau bersenang-senang hingga besok malam, pergilah, jangan mengikutiku terus, kau akan menjadi lajang tua nanti jika tidak pernah bergerak dari sisiku.. "Cibir Raga, yg hanya dapat lirikan malas dari Nathan.
Setelah selesai bicara Raga kembali ke kamarnya, bukan hanya istrinya yg lelah ,ia pun sama lelahnya, karena beberapa hari ini ia sangat sibuk bahkan tidur pun tidak teratur, setelah membersihkan tubuhnya Raga ikut membaringkan tubuhnya di samping istrinya yg sudah terlelap sejak tadi.
Pukul enam sore keduanya terbangun, "Ga, kaki aku pegal banget deh "keluh gadis memijat-mijat kakinya yg terlihat membesar.
"Hm, mana sini biar aku pijat, "Raga meraih pergelangan betis istrinya kemudian memijat-mijat dengan pelan dan beraturan, "Sebaiknya besok jangan pergi kemana-mana ya, istirahat saja di hotel, "ujar Raga tersenyum lembut pada istrinya.
"Eum, "Gadis mengangguk patuh, perubahan yg luar biasa bukan, gadis benar-benar banyak berubah.
"Sayang, Kamu terlihat begitu manis jika menurut seperti itu.
"Maksudmu, jika aku tidak menurut, aku tidak manis begitu? "Seru gadis langsung mendelik tidak suka.
"Aku tidak mengatakan itu, aku hanya mengatakan kamu begitu manis, yg berarti kamu terlihat manis berkali-kali lipat, "Jawab Raga cepat. "Eum, hanya kakimu saja kan yg pegal, tubuhmu yg lain tidak ada yg sakit, atau pun pegal? "Ucap Raga, kemudian pijatan dari betis, perlahan naik keatas, hingga sampai di atas perut, berlangsung keatas bahu, Raga langsung menyatukan bibirnya dan bibir istrinya, ciuman itu beralih ke belakang telinga hingga membuat gadis merasakan denyukan yg tak bisa dikatakan.
"Ga- "Desah gadis takala tangan Raga sudah menari-nari di area sensitifnya.
Raga mendongkak, kemudian kembali melanjutkan aktivitasnya, ia terus memberi sentuhan-sentuhan di bagian sensitif istrinya, sehingga gadis benar-benar merasakan gairah yg begitu besar. dan ntah siapa yg memulai merekapun mulai melakukan penyatuan.
*
*
*
Sementara di tempat lain, Mitha terlihat bingung akan sifat suaminya, bagaimana tidak, suaminya itu datang marah-marah tanpa permasalahan apa-apa, "Kenapa hidupnya hanya marah-marah saja! apa dia tidak lelah setiap hari hanya marah-marah, aku melihatnya saja sangat lelah, tapi dia terlihat biasa saja. "gumam Mitha sambil memandang pintu kamar milik suaminya.
"Nyonya. "panggil bu Sussi.
"Eh, bu-bu Sussi? "ucapnya terkejut. "Ke-kenapa bu Sussi ada disini? "tanya Mitha heran.
"Saya baru sampai, saya akan menginap disini, kenapa nyonya diam dan melamun? "tanya bu Sussi
"Tidak hanya saja---
__ADS_1
"Praaang "Suara pecahan kembali terdengar setelah, beberapa jam tadi hening.
"Apa nyonya menyinggung tuan Michel? "tanya bu Sussi ragu-ragu. "Tidak, maksud saya, eum..apa nyonya dan tuan sedang ada masalah?
"Aku tidak mengerti kesalahan apa yg aku lakukan, tadi siang Michel kembali, dia datang marah-marah, kemudian dia masuk kedalam kamar, aku tidak tahu apa yg dia lakukan di dalam sana, namun aku dapat mendengar suara pecahan dan suara benda yg mungkin di lemparnya, dia juga mengeluarkan barang-barangku dari dalam kamar, tapi sampai sekarang aku belum tahu kesalahan apa yg aku lakukan. Dan ya bu Sussi, Michel belum memakan sesuatu apapun sejak kembali tadi siang hingga sekarang, aku khawatir dia akan sakit, "Ucap Mitha khawatir.
Bu Sussi tersenyum, kemudia mengusap bahu Mitha, "Saya senang jika nyonya mengkwatirkan tuan Michel, "Bu Sussi menarik tangan Mitha menuntunya duduk di atas sofa. "Jika tuan sedang marah seperti ini sebaiknya nyonya tidak perlu menghampirinya, atau menenangkannya, tuan akan lebih marah jika ada yg mendekatinya saat tuan kacau seperti ini.
"Ketika usia tuan Michel meranjak dewasa, tepatnya ketika tuan Michel berusia dua belas tahun, tuan seperti terkena gangguan mental, sehingga tuan besar dulu sering mengurungnya didalam kamar, tuan Michel akan menghancurkan seluruh barang yg iya dapat raih jika ada seseorang yg mengganggu, mengambil milikinya, dan menyentuh miliknya, itu semua terjadi bukan tanpa alasan.
"Tuan besar berselingkuh diwaktu usia tuan Michel sepuluh tahun, dan itu membuat nyonya Anggie ibu dari tuan Michel menjadi sakit-sakitan, tapi bukan mengurus nyonya anggie tuan besar malah menikah kembali dengan wanita yg saat ini menjadi istrinya. ketika usia tuan Michel tiga belas tahun, nyonya anggie meninggal, dokter mengatakan jika nyonya anggie meninggal karena serangan jantung, namun tuan Michel tidak dapat menerima semunya, tuan Michel berasumsi jika ibunya meninggal karena ayah dan juga wanita yg saat ini menjadi istri ayahnya. Dan--
"Oh, jadi wanita yg datang kesini membuat keributan itu bukan ibu kandung Michel! "potong Mitha tak sabaran
"Bukan. Itu adalah istri kedua tuan besar, "jawab bu Sussi.
"Jadi itu alasan Michel menyuruh saya untuk melawan ibu tirinya, tapi kenapa ibu tiri Michel menyakiti saya? saya tidak mengenalnya, bahkan saya tidak pernah bertemu dengannya sekali pun, tapi kenapa dia menyakiti saya? "tanya Mitha bingung.
"Karena nyonya Grace ingin menikahkan tuan Michel dengan wanita pilihannya, namun tuan Michel menolak.
"Apa nyonya Grace tidak pernah memperlakukan Michel dengan baik?
"Nyonya Grace tidak pernah melakukan kontak fisik atau hanya sekedar bicara dengan tuan Michel, nyonya Grace hanya akan bicara jika memang ada yg harus ia bicarakan dengan tuan Michel, seperti perjodohan yg nyonya Grace inginkan dia selalu menekan tuan Michel untuk menikah dengan wanita pilihannya, ketika nyonya Grace tahu jika tuan Michel telah menikah, nyonya Grace menjadi kesal, sebenarnya nyonya Grace sering datang kesini, namun saya selalu menghalanginya untuk sampai masuk kedalam apartemen ini, karena tuan Michel juga tidak mengijinkannya, dan kenapa tuan Michel menikahi nyonya Mitha? itu karena tuan Michel ingin terlepas dari bayang-bayang nyonya Grace, namun siapa sangka nyonya Grace masih ambisius untuk menikahkan tuan Michel dengan wanita pilihannya.
"Apa Michel selalu menyendiri seperti itu jika dia sedang ada masalah? "lanjut gadis bertanya.
"Akhirnya tuan Michel pergi dari rumah utama, berselang tiga bulan saya bertemu dengan tuan Michel, keadaannya tidak baik, tuan Michel sakit namun beliau tetap bekerja, saya tidak tega dan akhirnya saya keluar dari pekerjaan saya di rumah utama, setelah keluar dari pekerjaan saya di rumah utama saya pergi mencari tuan Michel, dari situ saya ikut tuan Michel hingga sekarang, sejak bayi saya sudah menjadi pengasuh untuk tuan Michel, karena diusia tuan yg masih balita harus sering ditinggalkan oleh nyonya anggie dan tuan besar, namun siapa sangka disaat perusahaan semakin tumbuh membesar, tuan besar malah berhianat kepada istrinya sendiri, istri yg telah membuatnya menjadi sukses."Bu Sussi pun terus menceritakan semunya hingga terdengar pintu terbuka,
Michel keluar dari kamar dengan keadaan mabuk dengan telapak hingga jemarinya tertutup warna merah.
Mata Mitha terbuka lebar saat melihat telapak tangan Michel yg di penuhi dengan darah, "Michel apa yg terjadi? "Mitha langsung berjalan dengan kaki yg sedikit pincang. "Mitha langsung meraih pergelangan tangan Michel, ia hendak mengobati, namun Michel dengan cepat menepis tangan Mitha dengan kasar.
Michel tersenyum sinis, "Apa yg ingin kau lakukan? menolongku? hahaha "Michel tertawa sumbang, "simpan kepura-puraanmu itu untuk orang lain saja, jangan bermain drama dihadapanku, kau-- Buuk "Michel terdunyung hendak terjatuh, namun Mitha langsung menahannya, dengan berat Mitha menahan tubuh Michel. tak tinggal dia bu Sussi pun ikut membantu membopong Michel masuk kedalam kamar.
Mitha tercengang saat masuk kedalam kamar milik suaminya, kamar tersebut begitu berantakan, pecahan kaca berserakan dimana-mana, barang-barang yg tadi pagi masih tertata rapi sudah tidak berada di tempatnya, kamar tersebut tidak terlihat seperti kamar, hanya bagian tempat tidur yg masih utuh, walau bantal tidak ada, dan ntah dimana keberadaannya.
"Nyonya berhati-hatilah. "Pesan bu Sussi yg terlihat biasa saja.
"Kenapa bu Sussi telihat biasa saja? "tanya Mitha heran.
Bu Sussi tersenyum, "Seperti yg saya katakan tadi, tuan Michel akan menghancurkan seisi kamar ini jika ada yg mengganggunya, atau mengambil milikinya, mungkin ada yg menyinggungnya saat di luar sana, jika dia tidak dapat menghancurkan wajah orang yg telah menyinggunya, yg akan menjadi pelampiasaannya adalah barang-barangnya dan juga minuman. "Jawab Bu Sussi yg terlihat tenang.
Mitha hanya ber oh , ternyata banyak yg ia belum ketahui tentang suaminya, setelah bu Sussi mengambil air hangat, Mitha langsung membasuh tubuh Michel yg terlihat berkeringat, kemudian ia pun membersihkan luka di bagian punggung tangan suaminya, ia dapat memperkirakan jika suaminya itu telah menghancurkan kaca dengan gempalan tangannya.
*
Waktu sudah menunjukan waktu pukul sembilan pagi, Michel terbangun, ia mendapati istrinya terduduk di lantai dengan kepala bersandar di tempat tidur yg ia tempati. Michel pandangi wajah Mitha yg terlihat damai, namun terlihat mengkhawatirkan karena banyaknya lembab biru di wajahnya, "Bangun "Panggil Michel.
Tak menunggu panggilan berikutnya Mitha langsung terbangun. ia berusaha tenang, walau dalam hati takut, karena sebelum suaminya tak sadarkan diri, ia sudah mendapat peringatan agar tak memasuki kamar suaminya.
__ADS_1
"Ternyata kau keras kepala juga ya, bukankah aku sudah mengatakan jika kau tidak boleh menginjakan kakimu di dalam kamarku, kenapa kau masih berani masuk dan bahkan berbagi udara di dalam kamarku bersamaku. "Ucap Michel tegas.
"Aku-- "Mitha diam sesaat, "Kamu pingsan semalam aku hanya--
"Keluar "Potong Michel mengusir Mitha.
Mitha langsung terbangun, setelah itu keluar dari kamar suaminya, Mitha melihat keseluruh isi apartemen namun tak mendapati bu Sussi, ketika ia hendak melangkah menuju ruang kerja Michel, tak sengaja ia menemukan secarik kertas yg dibiarkan tergeletak di atas meja makan.
"Nyonya maafkan saya sebelumnya, saya harus pulang kampung saat ini juga, suami saya sakit dan harus di rawat dirumah sakit, saya tidak tahu kapan kembali, tolong smpaikan kepada tuan Michel jika saya tidak datang untuk waktu yg saya tidak bisa janjikan. "Isi surat bu Sussi.
*
*
*
Berbanding balik dengan Mitha, Gadis nampak tersenyum bahagia di depan cermin, perlakuan dan kasih sayang yg Raga berikan membuatnya begitu bahagia.
"Kenapa, Hmm? "Raga memeluk tubuh istrinya dari belakang, lalu mencium pucuk rambutnya berulang-ulang, perlakukan itu tentu membuat gadis beribu-ribu menjadi sangat bahagia.
"Terima kasih ga "Ucap gadis ditengah-tengah serangan kasih sayang yg Raga berikan untuknya.
"Untuk apa ?
"Untuk semua kebahagiaan, untuk semua kebaikan, untuk semua kesabaran yg kamu miliki, terima kasih sudah mau menungguku yg keras kepala ini, "Jawab gadis akhirnya mengkui jika dirinya memang keras kepala.
Raga membungkuk dihadapan gadis kemudian ia mengecup sebentar bibir istrinya, "Seharusnya kata-kata itu keluar dari mulutku, terima kasih masih telah bertahan bersamaku sampai saat ini, walau dalam kondisiku--
"Tapi aku memperlakukanmu dengan buruk "potong gadis, mengingat kembali bagaimana ia memperlakukan suaminya dengan buruk.
"Tapi sekarang kamu sudah berubah, kamu sudah menyadari semuanya, dan sekarang kamu mau menerimaku, jadikan masalalu menjadi pelajaran untuk kita.
Mendapat perlakuan seperti sekarang, membuat gadis menangis haru.
"Hei, kenapa menangis? apa aku telah mengatakan hal yg membuatmu tersinggung? "tanya Raga bingung
"Kamu itu ya, aku tuh terharu tau mendengar semua kata-katamu, terima kasih, aku sangat mencintaimu, aku berjanji akan menjadi istri yg lebih baik lagi. "Jawab gadis sambil mengusap air matanya yg terus berjatuhan.
"Ssttt, Berjanjilah tidak mebgeluarkan air matamu walau itu sekedar tangisan bahagia. "Ujar Raga membenamkan kepala gadis didadanya.
*
*
*
Ini chpter terpanjang yg aku tulis, semoga kalian suka. dan jangan lupa untuk jejak jempolnya terima kasih.
Bersambung.
__ADS_1