
Perputaran waktu sangat cepat, kini kehamilan gadis sudah memasuki trimester
tiga hanya tinggal menuggu hari saja junior akan dapat melihat dunia.
"Sayang Kamu tuh bisa diem gak sih, aku perhatikan dari tadi mondar mandir terus, "Komentar Raga saat gadis telihat tak mau diam.
"Kamu pikir aku mau bolak balik ke kamar mandi terus "seru gadis tak terima akan komentar Raga "aku juga lelah, tapi aku mau bagaimana dari tadi aku kebelet pipis mulu. "Lanjutnya mengeluh.
Raga menghela napas pelan, "yasudah kita periksa kedokter ya, aku khawatir melihat kamu mondar mandir ke kamar mandi terus.
"Kemaren kan kita sudah ke dokter, dokterkan sudah menjelaskan sering buang air kecil saat hamil merupakan hal yang umum dialami ibu hamil terutama ketika usia kehamilan memasuki trimester ketiga. Keluhan ini biasanya disebabkan oleh perubahan hormon yang terjadi selama masa kehamilan. Perubahan hormon kehamilan membuat tubuh ibu hamil lebih banyak menghasilkan darah, "jelas gadis
"Tapi kan kamu jadi tidak nyaman sayang, seharusnya kamu tuh tiduran saja istirahat, ini kamu malah bolak balik terus ke kamar mandi, udah gitu kamu juga sekarang suka banyak mengeluh sakit pinggang dan tidak nyaman tidur, aku tidak tega melihatnya, "Komentar Raga dengan tatapan iba terhadap istrinya.
"Eum, aku baru sadar ga, ternyata mengandung itu sangat sulit dan kadang tidak nyaman. bahkan waktu mama masih ada, aku selalu manja, bahkan aku sering membuatnya kesal, aku menyesal, karena selama mama hidup aku tidak pernah membanggakannya, aku hanya membuat dia selalu khawatir setiap waktu karena sifat dan keseharian aku yg selalu membuat masalah, aku menyesal, "Ucap gadis menangis mengingat bagaimana nakalnya dirinya dulu saat ibunya masih ada di dunia..
"Sekarang aku merasakan rasa khawatir ketika anakku nanti lahir, ketika dia dewasa nanti, ketika di bergaul nanti, semua sudah menjadi kekhawtiranku sebelum dia lahir, rasa takut selalu membayangiku, aku takut dia menjadi anak sepertiku, pembangkang, keras kepala, dan memiliki sifat yg tidak baik, "Keluh gadis, mengatakan ketakutan yg kian menyapanya jika sedang terdiam sendiri..
"Sstt, jangan berkata seperti itu, semuanya akan baik-baik saja, kita akan mendidik junior dengan baik, kita akan membuat junior menjadi anak yg membanggakan, kita akan membuat junior mempunyai kepribadian yg lebih baik dari kita, jadi buang semua pemikiran kamu tentang keburukan. "jawab Raga menenangkan istrinya yg terlihat khawatir berlebihan.
"Sudah lebih baik kamu tidur, istirahatkan tubuhmu, aku juga harus menyelesaikan pekerjaanku, aku bekerja disini sambil tungguin kamu. "lanjut Raga mengusap-usap bahu istrinya penuh sayang.
"Eum, "jawab gadis mengangguk patuh, kemudian ia merebahkan tubuhnya, gadis tertidur dengan tangan memeluk pinggang Raga yg bersander di atas tempat tidur. Raga melempar senyum saat istrinya mulai menutup matanya.
Raga yg memilih bekerja dirumah, saat ia membuka laptopnya ia memincingkan matanya takala melihat email yg dia dapat. "Apa-apaan ini, kenapa jadi seperti ini? "Raga nampak kembali mengulang membaca pesan email yg ia terima. "Oh shit, bagaimana aku bisa kecolongan seperti ini. "Upatnya kesal.
Gadis terbangun saat Raga mengumpat kesal setelah menerima pesan melalui email. "Ada apa ga? "tanya gadis dengan kesadaran yg tak sepenuhnya.
"Eh, "Raga memaksakan senyum kepada istrinya, "Tidak ada apa-apa sayang, aku hanya terkejut saja melihat pekerjaan, sudah kamu kembali tidur, maaf sudah membuatmu terganggu, "Jawab Raga membelai pipi gadis.
"Baiklah, "Ujar gadis kembali memejamkan matanya. melihat istrinya tertidur kembali, Raga langsung menghubungi Nathan.
"Nath lihat email yg aku kirim, "Perintah Raga saat sambungan telephonenya tersambung. setelah Nathan berkata ok, Raga langsung menutup panggilan telephonenya.
"Kurang ajar, bagaimana bisa Om Darlan memanipulasi semua dokumen yg telah aku tanda tangani . "Gumam Raga marah.
"Tuan, sebaiknya anda berangkat ke Singapore segera, jika tidak seluruh saham yg anda miliki akan berbalik nama atas nama tuan Darlan. "Pesan singkat yg dikirim oleh Nathan.
"Aku tahu tentang itu! aku menghubungimu, agar kau mencari solusi yg lain, karena aku tidak mungkin pergi ke Singapore dalam keadaan istriku seperti sekarang, aku tidak mungkin meninggalkan nya, dan tidak mungkin juga harus membawanya. "Balas Raga kesal.
"Maafkan saya tuan, "jawab Nathan bingung.
"Datanglah ke kediamanku "balas Raga memerintah.
Kurang dari tiga puluh menit Nathan telah sampai dikediaman Raga, wajah Nathan nampak serius ia sudah dapat memprediksi, jika akan sulit bicara dengan tuannya jika sudah menyangkut meninggalkan istrinya.
"Apa ada solusi lain? "ucap Raga to the point.
"Maafkan saya tuan, tidak ada solusi lain selain tuan segera datang untuk mengatasinya, "jawab Nathan serius.
"Aku tidak bisa meninggalkan istriku, belakangan ini dia banyak mengeluh sakit, aku tidak bisa pergi, "Ucap Raga tetap pada pendiriannya.
"Semua dokumen sudah di manipulasi oleh tuan Darlan, jika bukan tuan sendiri yg datang, kemungkinan besar, seluruh saham akan jatuh ketangan tuan Darlan, saya khawatir ini akan berpengaruh pada perusahaan tuan yg lain.
"Dasar manusia tidak tahu berterima kasih, aku akan membuat perhitungan dengannya nanti. "ucap Raga kesal. "Baiklah siapkan tiketnya besok, aku akan pergi, dan siapkan beberapa bodyguard untuk menjaga istriku, "Perintah Raga yg akhirnya memilih pergi.
__ADS_1
"Baik tuan saya akan menyiapkannya, jika tidak ada lagi yg tuan butuhkan saya permisi kembali ke kantor, "ijin Nathan.
"Hmm.
"Pria tua itu benar-benar ingin bermain-main denganku ternyata, baiklah mari kita bermain-main, aku akan meladeni keinginanmu, "gumam Raga dengan sorot mata yg berbeda.
Pukul dua siang gadis terbangun, ia mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali, "Kemana Raga pergi? "ucapnya pelan.
"Hei, kamu sudah bangun. mau makan sesuatu ? "tawar Raga.
"Iya aku lapar, tapi sebelumnya aku mau ke kamar mandi dulu, "jawab gadis berjalan menuju kamar mandi, gadis terlihat keksusahan saat berjalan dengan kondisi perut yg semakin membesar. dan itu membuat Raga semakin berat untuk meninggalkan istrinya.
*
*
Kini Raga dan gadis berada di meja makan, gadis telah menyelesaikan makannya.
"Sayang ada yg ingin aku bicarakan, "Ucap Raga.
"Eum, katakanlah.."jawab gadis yg sedang asik memakan buah-buahan yg bu Nam siapkan untuknya.
"Jika aku pergi ke luar negeri, apa kamu tidak masalah?
Gadis berhenti mengunyah kemudia fokus memandang suaminya, "Ada apa? kenapa tiba-tiba kamu meminta ijin untuk keluar negeri? "bukan jawaban namun lemparan pertanyaan yg gadis berikan.
"Sayang, perusahaan anak perusahaan di Singapore sedang bermasalah aku harus mengatasi secepat mungkin, jika aku tidak segera mengatasinya , perusahaan itu akan berpindah tangan, aku tidak mau itu terjadi, karena perusahaan itu aku bangun dengan hasil kerja kerasku sendiri. "jelas Raga.
Gadis nampak diam sesaat, kemudian tersenyum. "Pergilah, aku akan baik-baik saja disini, jangan khawatirkan aku, "Jawab gadis menggenggam buku jemari suaminya.
*
*
*
"Apa yg kau lakukan dikamarku? "Bentak Michel saat medapati Mitha berada di ruangan gantinya.
"Menyiapkan pakaianmu. "jawab Mitha santai.
"Tidak perlu, sekarang keluarlah dari kamarku. "usir Michel dengan sorot mata yg tajam
"Tolong ijinkan aku untuk mengurus semua keperluanmu, setidaknya melakukan ini, "Mitha melihat kearah pakaian yg ia siapkan untuk Michel.
"Semakin hari kau semakin banyak membangkang, "Ujar Michel namun mengambil pakaian yg Mitha siapkan, Mitha menarik ujung bibirnya membentuk senyum, ia senang karena Michel mau memakai pakaian yg ia siapkan.
Mitha segera pergi saat Michel hendak memakai pakaiannya, ia kembali sibuk menyiapkan sarapan untuk Michel, tak lama Michel keluar dari kamarnya,
"Sarapan dulu, aku sudah menyiapkan sarapan untukmu, "Seru Mitha saat Michel hendak pergi meninggalkan apartemennya.
Michel memicingkan mata bingung, tidak ada rasa canggung atau takut yg di perlintahkan Mitha saat ini, dan tidak ada sebutan tuan lagi yg keluar dari mulutnya, sehingga kini terlihat jika mereka pasangan suami istri yg sesungguhnya. "Aku tidak lapar "jawab Michel acuh.
"Kau tidak boleh pergi, aku sudah bangun sangat pagi untuk menyiapkan semua ini, jadi kau harus menyicipinya dulu, "Mitha mencegah Michel yg hendak meraih handle pintu kaluar.
"Wah, ternyata kau sudah berani kepadaku, "Ujar Michel kesal.
__ADS_1
"Mana mungkin aku berani padamu, aku hanya menawarimu sarapan, aku memasak sesuai ketentuan yg berlaku disini, anggap saja aku adalah maid yg bekerja untukmu, aku tidak ingin menikmati semua yg kamu berikan padaku tanpa melakukan apa-apa, jadi tolong sarapan sebelum pergi, "Mitha menangkupkan kedua tangannya dihadapan Michel seraya memohon, ia menutup matanya saat memohon, karena tidak ada jawaban Mitha pun mebuka sedikit sebelah matanya ia begitu senang saat Michel berjalan menuju meja makan.
Michel nampak bergumam marah, namun kakinya berjalan menuju meja makan.
"Mulut dan kakimu saling berhianat, seharusnya kau ajari hati mulut dan semua anggota tubuhmu agar berpihak pada satu keyakinan, bukanya mulut berkata tidak, namun tubuh mengatakan Iya. "Gumam Mitha tersenyum dengan sebuah ejekan.
Michel memperhatikan Mitha dari kejauhan beberapa langkah, "Jangan pernah berani mengumpat atau mengejekku, jika kau tidak ingin mendapat masalah, "Ujar Michel tiba-tiba yg dapat menebak isi pikiran yg Mitha pikirkan, dan itu sontak membuat senyuman Mitha raib seketika.
"Kau tenang saja, semua pikiranku hanya terfokus pada rasa takut padamu, jadi kau tidak perlu khawatir jika aku akan selancang itu. "jawab Mitha langsung berjalan menuju meja makan menyiapkan makanan untuk suaminya.
"Asal kau tahu tuan tanpa expresi, sebetulnya kakiku gemetar saat melihat tatapanmu seperti itu, tapi aku bisa apa, jika aku tidak bicara denganmu, lalu aku harus diam saja begitu, aku takut menjadi bisu karena tidak pernah bicara selama berbulan-bulan "Ucap Mitha dalam hati.
Tiga bulan bu Sussi pergi dan juga belum kembali, dan selama itu juga Michel tidak pernah makan dirumah, Michel dan Mitha satu rumah bahkan mereka terkadang satu ruangan, namun selama berbulan-bulan mereka saling diam, tidak ada percakapan atau obrolan, mereka sama-sama diam layaknya dua manusia yg tidak saling mengenal. Michel menyunggingkan senyum samar hingga nyaris tak terlihat, takala merasakan makanan yg masuk kedalam mulutnya.
"Enak ."Ucapnya satu kata didalam hati.
Mitha terlihat menunggu reaksi Michel saat makanan masuk kedalam mulut suaminya itu, ia ingin mendengar komentar tentang rasa yg ia buat, namun setelah menu yg tersaji habis, Michel terlihat biasa saja.
"Lain kali jika memasak jangan menaruh seluruh garam kedalam masakanmu, "komentar Michel setelah selesai menghabiskan masakan yg dibuat oleh Mitha.
"What's... berarti masakan yg ku buat sangat asin? tapi-- "Mitha diam sesaat setelah itu beralih melihat menu yg ia buat tadi kosong, semua terlihat kosong semuanya telah habis.
"Cih, dia menipuku, bagaimana dia berkata jika masakanku asin, sedangkan dia menghabiskan semua menu yg aku buat, tapi apa katanya tadi, lain kali? ya berarti dia menginginkan masakanku lagi, "Lanjutnya bergumam.
Mitha terlihat bahagia, melihat Michel mau menerima apa yg dibuat dan apa yg ia siapkan itu membuat ia begitu senang, apa lagi tadi Michel mau bicara, walaupun yg keluar dari mulut Michel hanya kata-kata pedas, namun untuk Mitha itu sudah lebih dari cukup.
"Terima kasih tuhan atas hadiah ulang tahunku tahun ini, aku berjanji tidak akan mengeluh lagi, dihari bertambanya usiaku ini, jadikan aku pribadi yg lebih baik dan berguna bagi semua orang disekitarku, "ucap Mitha berdoa dihari lahirnya.
Bonus visual
Raga
Gadis
Michel
Mitha
*
*
*
Bersambung
__ADS_1