Love Me My Wife

Love Me My Wife
Apa kau siap


__ADS_3

Dua hari berlalu, setelah berbaikan Raga pun mengajak gadis kembali ke Jakarta, wajah kedua insan itu tampak bahagia,


"Mau mampir kesebuah tempat dulu ? "tanya Raga kepada gadis.


"Tidak, "jawab gadis fokus kepada ponselnya.


Raga menaikan bahunya, menandakan dirinya setuju dengan kemauan istrinya.


"Raga. aku ingin menikah lagi, "Tiba-tiba gadis meminta ingin menikah lagi, dan itu membuat Raga sedikit terkejut.


"Menikah lagi, " ulangnya, "kita sudah menikah, pria mana yg ingin kau nikahi? "tanya Raga bingung.


Gadis menaruh ponselnya kedalam tas, kemudian memandang suaminya dengan seksama. "Hmm, ya menikah denganmu, Aku ingin memulai semuanya dari awal lagi, pernikahan tanpa kebohongan, dan rumah tangga tanpa drama. aku ingin semua tentang rumah tangga kita adalah sebuah rumah tangga yg baik, dan tidak ada kebohongan, aku ingin mengulang janji nyata di hadapan tuhan, bukan janji palsu seperti waktu itu, "Pinta gadis memandang Raga dengan tatapan memohon.


Raga mengulas senyum, "Kau mengejutkanku saja, Baiklah Kita akan menikah lagi, tapi sebelumnya kita harus bicara terlebih dahulu dengan papa Darwin serta mama papaku, kita tidak bisa memutuskan masalah seperti ini tanpa berkompromi bersama orang tua kita terlebih dulu. "jawab Raga tersenyum seraya membelai wajah gadis penuh sayang.


*


*


*


Satu minggu setelah membicarakan keinginan untuk menikah lagi, gadis dan Raga pun mendatangi papa Darwin, mereka mengatakan maksud dan keinginannya pada papa Darwin.


"Papa akan selalu mendukung semua keputusan dan keinginan kalian, tapi apa alasan kalian ingin mengulang pernikahan kembali? "tanya papa Darwin.


"Pah, dulu aku menikah tidak dihadiri oleh teman-temanku, bahkan sodara-sodara kita sebagian tidak dapat hadir waktu itu, itu karena pernikahan aku dan Raga di selenggarakan begitu terburu-buru, dan waktu itu juga, aku dan Raga belum mengenal satu sama lain, aku hanya ingin melakukan kembali pernikahan karena saat ini aku sudah mengenal Raga, dan aku ingin pernikahan seperti papa dan mama, pernikahan yg menyatukan pasangan dua insan yg saling menyayangi, aku ingin seperti papa dan mama, memiliki cerita untuk anak-anak kami kelak. "jawab gadis panjang, dengan sedikit kebohongan.


"Papa tidak menyangka putri papa yg keras ini sekarang menjadi putri yg baik dan dewasa, baiklah papa akan menyiapkan pesta untuk kalian nanti, sekarang kalian hubungi Ramond dan Serline terlebih dahulu, setelah itu baru kita mencari konsep untuk pernikahan kalian, "seru papa Darwin antusias.


"Terima kasih pah, "Ujar gadis mememeluk papa Darwin senang.


"Hmm.. berbahagialah sayang, "balas papa Darwin.


Minggu hari dan waktu telah berganti, kini gadis dan Raga berada di dalam kamar yg sama, besok mereka akan kembali melangsungkan ikatan suci pernikahan,


"Hei apa yg kau lakukan, "Gadis menepis tangan Raga yg sudah berkeliaran kemana-mana.


"Tidak aku hanya ingin menyentuh bagian sini, "tunjuknya pada objek yg ingin ia sentuh, "sedikit saja. anggap saja tidak sengaja."lanjutnya


"Bagaimana mungkin aku bisa mengganggap tidak sengaja, sedangkan kau menyentuhnya cukup terasa. "Seru gadis tak terima.


"Hei, aku ini suamimu, milikmu sudah menjadi milikku, jadi diam saja jika aku ingin menyentuh bagian yg ada pada tubuhmu, "jawab Raga tak mau kalah.


"Oh jadi kau ingin melupakan janji yg sudah kau buat sendiri? "Gadis menatap tajam kepada Raga.


"Gadis aku ini suamimu, jadi aku berhak melakukan apapun terhadapmu. "


"Ya, kamu berhak melakukan apa pun terhadapku, tapi setelah aku mengijinkannya,


"Hah, jadi aku harus menunggu lagi malam ini? "Ucapnya tak berdaya.


Gadis tersenyum melihat ketidak berdayaan suaminya, "Hanya satu malah lagi, apa kamu tidak bisa menunggu? "


Raga menatap gadis, kemudian membuang napas dengan berat, "Sebaiknya senyumku juga simpan saja untuk besok, kau bisa senyum besok lagi padaku, karena jika kau terus tersenyum seperti itu, aku tidak dapat menjamin dapat memenuhi janjiku hingga esok, "Serunya frustrasi.


Gadis tertawa keras melihat suaminya tidak berdaya, "Baiklah sini aku peluk, kita tidur sekarang, kita harus mengumpulkan tenaga untuk besok. "gadis menarik suaminya lalu memeluknya.

__ADS_1


"Ya tuhan kenapa dia malah memancingku seperti ini, "gumam Raga dalam hati.


*


*


*


Esok harinya Raga dan gadis sudah rapih dengan pakaian pernikahan mereka, gadis terlihat cantik dengan gaun putihnya, sedangkan Raga terlihat tampan dengan setelan Tuxedonya.


Mama Serline yg turut membantu persiapan putra dan menantunya meneteskan air mata haru, "Mama berharap setelah ini kalian hidup bahagia, mama tidak ingin melihat kalian bertengkar atau berselisih paham lagi, dan semoga setelah ini kalian segera memberi mama cucu. "Ucap mama membelai rambut putra satu-satunya.


"Aku janji akan menyayangi gadis sepenuh hati, dan aku juga berjanji akan menjadi suami yg bertanggung jawab, dan aku juga berjanji akan secepatnya memberikan mama cucu, "Jawab Raga antusias, "Betulkan sayang, "Lanjut Raga beralih kepada gadis.


Gadis yg mendengar panggilan sayang langsung bersemu, apa lagi tadi Raga mengatakan akan segera memberi mama Serline cucu, itu membuat ia malu dan salah tingkah.


"Betulkan sayang? "ulang Raga.


"Ah, i-iya mah, aku dan Raga akan segera memberi mama cucu, "jawabnya terbata.


Raga tak henti tersenyum, melihat istrinya yg selalu gugup belakangan ini membuatnya senang untuk menjahilinya, mungkin bisa dikatakan jika ini ada hobinya yg baru.


"Berhenti tersenyum seperti itu, kau membuatku kesal, "gumam gadis tepat di telinga Raga.


Dan lagi-lagi Raga tersenyum, "Semakin kau kesal itu akan membuatmu semakin menggemaskan, "balas Raga dengan berisik.


"Ih, "gadis dengan kencang menucubit bagian perut Raga , Raga yg mendapat cubitan langsung mengaduh kesakitan.


"Ampun sayang, "Raga menggeser tubuhnya agar menjauh dari istrinya. mama Serline yg melihat tingkah putra dan menantunya hanya dapat menggeleng.


"Awas saja kamu, sekali lagi menggodaku, aku akan membuat perhitungan denganmu "Ancam gadis sambil menggerutu kesal.


"Raga, "Seru gadis kesal.


"Hahaha, Raga tertawa keras, iya iya iya ok aku tidak mengganggumu lagi, "lanjut Raga memeluk istrinya bahagia dari belakang..



Waktu yg di tunggu-tunggu telah datang, Raga dan gadis pun beranjak pergi ke atas altar.



Dengan senyuman bahagia mereka berjalan menuju altar. suara riuh piuh mulai menggema di dalam aula ketika mereka berjalan menuju altar, semua tamu nampak antusias melihat pasangan raja dan ratu satu hari itu. gadis dan Raga nampak senyum, tidak ada ke gugup diantara keduanya.


Seusai mengucap janji suci, Raga dan gadis berdiri di tempat yg sudah disediakan, dengan senyuman bahagia keduanya menyapa tamu satu persatu. tak ketinggalan sahabat gadis pun datang untuk memberi selamat kepada gadis.


"Khmm, bagaimana rasanya jatuh cinta pada pria yg tidak di cintai ? "Jaslyne menggoda gadis.


"Apaan sih,


"Sekarang baru terasa kan takut kehilangan. "lanjutnya menggoda.


"Jaslyne.. "


"Iya gw disini, "Jaslyne masih setia menggoda gadis.


"Ingat..kalau lo anggurin laki lo lagi, jangan salahin gw mempet laki lo. "lanjut jaslyne

__ADS_1


Gadis terlihat kesal dengan godaan sahabatnya.


"Ya elah gitu aja mukanya jadi berubah mendung. becanda, "Seru jaslyne


Percakapan keduanya terhenti saat tamu yg tak di undang datang membawa keributan,


"Ada apa dis? "tanya jaslyne bingung.


"Ntahlah, mari kita lihat sama-sama.


Gadis dan jaslyne melihat pada keramaian, disana terlihat ibu mertuanya sedang mencegah wanita sebaya dengannya masuk kedalam aula yg saat ini sedang menyelenggarakan acara pernikahan putranya


"Aku hanya ingin menemui Raga, dia harus bertanggung jawab atas yg terjadi pada putriku, "Teriak mama Mitha.


"Kau sungguh tidak waras, dimana otak dan pikiranmu, kau menghina putraku, bahkan kau merendahkan putraku tanpa perasaan sekarang kau minta pertanggung jawaban terhadap putraku, atas apa yg terjadi pada putrimu, kau gila..atas dasar apa kau datang dengan percaya diri untuk menemui putraku yg sedang melakukan resepsi seperti ini, apa kau berpikir putraku masih menginginkan putrimu,? hah, kau sungguh percaya diri "balas mama Serline tidak mau kalah.mama Serline terlihat menertawakan kepercayaan diri mama Mitha.


"Mah, ada apa? "Raga ikut menghampiri keramaian


Mama Serline tersenyum masam, "Wanita gila ini ingin membuat keributan disini, mama hanya mencoba nengusirnya,


Raga melihat kepada mama Mitha, "Tante maaf, gedung ini hanya menerima tamu yg membawa undangan, jadi karena tante tidak membawa undangan, dengan berat saya mengatakan, silahkan tinggalkan tempat ini, "usir Raga santai.


"Aku kesini bukan untuk menghadiri acara apa pun, aku datang kesini karena putriku, saat ini Mitha sedang berada dirumah sakit, dia mengalami kecelakaan dan dua hari ini dia terus memanggil namamu, dokter menyarankan agar aku memb--


"Maaf tante, menurut saya itu bukan urusan saya, saya tidak pernah berjumpa lagi dengan dia sejak lama, hubungan kami juga sudah berakhir sejak lama, jadi berhenti membuat keributan disini, karena saya tidak ingin ada keributan disini. "Lagi, Raga mengusir mama Mitha. setelah memotong ucapan mama Mitha.


"Kau, semua ini karenamu, jika terjadi sesuatu pada putriku, kau orang pertama yg akan aku cari, "Tunjuk mama Mitha tepat di depan wajah Raga.


Setelah kepergian mama Mitha, semua orang bubar, semua kembali pada kegiatannya masing-masing.


Pagi, siang dan saat ini telah berganti malam, Raga dan gadis yg terlihat lelah menjatuhkan tubuhnya di atas sofa yg tersedia.




Kini gadis dan Raga telah berganti pakaian menggunakan biru muda sebagai warna favorite gadis


Pukul sepuluh malam acarapun selesai, setelah selesai Raga langsung menarik gadis untuk masuk kedalam kamar pengantin yg sudah di siapkan oleh pihak hotel.


"Raga apa yg kamu lakukan? "Ujar gadis kesal karena secara spontan Raga menariknya.


Raga tidak menjawab, ia malah mendorong gadis ke atas tempat tidur.



"Hei, aku belum mengganti gaunku, aku susah bergerak jika tidak mengganti gaun ini, "Gadis berusaha memberi alasan agar Raga mau melepaskannya.


"Kau tidak perlu menggantinya, kau cukup membukanya saja, karena malam ini aku tidak akan mengijinkanmu menggunakan sehelai benangpun di tubuhmu. "Seru Raga tersenyum menyeringai.


Gadis menelan salvianya berulang-ulang, Raga yg ia kenal selama ini tidak seganas ini, tapi malam ini Raga terlihat sangat buas, dan itu membuat gadis tak bisa berkutik. pada akhirnya gadis pasrah ia hanya diam dan menikmati saja dengan sentuhan-sentuhan yg di berikan Raga untuknya.


Dan untuk pertama kalinya gadis terbuai dengan belaian yg Raga berikan padanya. "Ntahlah ini perasaan apa, namun satu hal yg ada pada diriku saat ini, aku nyaman berada di dekapanmu, "gumam gadis dalam hati, sambil menikmati sentuhan-sentuhan kenikmatan yg Raga berikan.


"Apa kau siap, "tanya Raga dengan suara sensualnya.


:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

__ADS_1


Raga udah gk bisa nahan lagi, sembilan bulan gak dapat nyentuh istrinya, sekali dapat ijin langsung berubah jadi ganas.


Tinggalkan jejaknya ya.


__ADS_2