
"Aku akan keluar malam ini, dan akan pulang terlambat juga, bisakah aku meminta tolong padamu? "Ujar Raga.
"Kenapa harus meminta tolong padaku,? "minta saja tolong pada maid yg kau bayar itu, "jawab Gadis ketus..
"Asisten yg biasa menerima tamuku hari ini sedang ada pekerjaan diluar rumah, biasanya dia yg menerima tamu, kebetulan tamuku tidak mahir dalam berbahasa indonesia, dia akan kesulitan berkomunikasi jika aku meminta tolong pada maid..."jelas Raga.
"Itu urusanmu, bukan urusanku, dan apa untungnya aku menolongmu, dasar menyusahkan saja, "seru Gadis lalu pergi meninggalkan Raga, Raga hanya dapat menarik nafas saat istrinya berkata demikian..
"Tanto, bisakah kau datang kerumahku sekarang,? malam ini aku akan kedatangan Mrs Carolle kerumah, namun aku tidak dapat menemuinya karena ada meeting yg tidak dapat aku tinggalkan...."pinta Raga melalui sambungan telephonenya..
"Siap pak, saya akan segera berangkat, "jawab Tanto disebrang sana.
"Baiklah terima kasih Tan.." ujar Raga.
Tiga puluh menit berlalu, Tanto pun telah tiba dirumah Raga, setelah kedatangan Tanto Raga pun pergi dengan terburu-buru,
****
"Dis, apa Suamimu tidak melarangmu datang ketempat seperti ini? " tanya salah satu sahabatnya..
Gadis tersenyum samar, mana mungkin suaminya itu bisa melarangnya.."Siapa dia berani melarangku, "jawab Gadis santai.
"Woy...gila lo ya, dia suami lo, apa lo sedang bertengkar dengannya?
"Tidak, .....maksud gw tidak pernah baikan, "jawabnya asal, diiringi dengan meneguk minuman beralkohol..
"Maksud lo, lo tidak mencintai dia? jelasin dengan benar Dis, gw kepo nih..."paksa sahabatnya..
"Pernikahan gw hanya sebatas pernikahan perjanjian saling menguntungkan, "jelas Gadis tanpa ragu memberi tahu sahabatnya itu...
"Whatt? gila lo ya, ini pernikahan loh, bagaimana bisa lo bermain-main dengan pernikahan, "Seru Agnes sahabatnya terkejut dengan penjelasan pernikahan sahabatnya itu..
"Biasa saja, "jawabnya santai..
__ADS_1
"Dis gw tau lo itu super tidak bisa di atur oleh Om Darwin, tapi apakah tidak gila jika pernikahan lo permainkan seperti ini? bagaimana jika keluarga lo dan keluarga suami lo tau, jika pernikahan lo dan dia hanya sebatas pernikahan perjanjian semata? apa lo gak takut Om Darwin tau, dan lo akan mendapat masalah "tutur Agnes tak setuju dengan perjanjian pernikahan sahabatnya itu..
"Jika lo tidak mau gw ketahuan, sebaiknya lo diam tutup mulut, karena hanya lo yg tahu selain gw dan pria cacat itu..."
Agnes menggelengkan kepala, bagaimana bisa sahabatnya ini, bisa merencanakan hal gila seperti ini, pikirnya.
"Ok, gw akan tutup mulut, tapi perjanjian apa yg membuat lo dan dia mau melakukan perjanjian gila seperti ini? "tanyanya penasaran..
Gadis pun mulai menceritakan awal mula sampai ia dan Raga melakukan perjanjian pernikahan itu, Gadis mulai menceritakan ketika semua barang, atm, hingga mobilnya disata oleh ayahnya, hingga Raga yg tidak ingin mengecewakan ibunya...Gadis menceritakan semuanya tanpa ada yg terlewatkan,
Agnes yg mendengar hanya manggut-manggut tanda mengerti dengan alasan sahabatnya itu, " Ok gw mengerti sekarang, tapi bagaimana jika mereka tahu, jika pernikahan kalian ini hanya sebatas pernikahan perjanjian? apa Om Darwin tidak akan syok? lo tau sendiri papa lo itu memiliki riwayat jantung, "Ujar Agnes mengingatkan Gadis.
"Hmm, gw tau, makanya lo jangan sampai bocor, jika papa gw tau, itu pasti lo yg mengatakan..
"Gila aja lo, gw ngasih tau hal yg seperti ini. itu sama aja gw bunuh Om Darwin dong.."seru Agnes tak terima..
"Baguslah ...balik yuk, gw udah mulai pusing nih, hari ini gw nyetir sendiri, "ajak Gadis sambil menggeleng-gelengkan kepalanya karena merasakan pusing akibat terlalu banyak meminum alkohol
"Haha, lo ngeremehin gw, "Gadis tertawa melihat ke khawatiran sahabatnya itu..
"Tentu saja gw khawatir, jika lo kecelakan lalu mati, siapa yg nemenin gw clubbing lagi..."jawab Agnes asal.
Palak..
Gadis memukul tubuh Agnes dengan tasnya, "Sialan lo sumpahin gw biar mati muda gitu?
"Itu hanya perumpamaan Dis, lagi pula mana mungkin gw nyumpahin sahabat terbaik gw buat cepet mati, udah deh, sekarang lo beneran mau nyetir sendiri? "Agnes kembali bertanya, untuk meyakinkan jika sahabatnya ini benar-benar bisa untuk menyetir sendiri .
"Hmm, gw bisa , Lo dulan aja sana.."usir Gadis .
*****
Pukul dua belas tiga puluh Gadis baru sampai di kediamanya, ia nampak berjalan sempoyongan, Gadis pun sempat menabrak meja, karena pengaruh alkohol yg di minumnya tadi di Club.
__ADS_1
"Gadis, kamu mabuk? "tanya Raga menghampiri istrinya itu..
"Berisik, "jawab Gadis melihat sinis kearah suaminya..
Raga menarik nafas dengan berat, jika begini, bukan hanya menghadapi sikapnya yg keras, namun kebiasan buruknya juga. "Gadis, tidak baik seorang wanita pulang selarut ini dengan keadaan mabuk seperti ini, ingat, kamu ini wanita bersuami, kamu tidak pantas pulang larut dengan keadaan mabuk seperti ini..."lanjut Raga..
Gadis memandang Raga dengan tatapan tak suka, lalu bicara, "Bukankah kita sudah sepakat untuk tidak ikut campur dengan urusan masing-masing, tapi kenapa kau begitu cerewet, aku sudah katakan padamu, jangan menyempurnakan kejelekanmu dengan cerewetmu itu, kau itu bukan hanya cacat tapi cerewet juga.."Hinanya lalu kembali berjalan menuju kamar mandi..
Dan lagi-lagi Raga hanya dapat menarik nafas atas sikap tak berperasan istrinya itu.
Raga memutar kursi rodanya menuju kamar ganti, yg sekaligus menjadi tempat tidurnya saat ini..dan tanpa Raga sadari di ruangan ganti tersebut sedang ada Gadis yg tengah mengganti pakaiannya..
"Aaaaaa..."teriak Gadis
"Eh, sorry...aku tidak tahu jika kamu sedang berganti pakaian, "belanya..
"Dasar tidak tahu diri, kamu pikir dengan aku mabuk, kamu dapat melihat tubuhku dengan bebas begitu,? "prasangkanya..
"Ti-tidak, bukan seperti itu, aku tidak tahu jika kamu sedang mengganti pakaian, jika aku tahu aku tidak akan masuk kesini sekarang.."jelas Raga, melihat kesembarang tempat.
"Bohong, terus, untuk apa kau kesini? dan kenapa kau masih disitu? "selidik Gadis..
"Aku ingin tidur, aku mengantuk, "jawabnya.
"Kenapa ingin tidur pergi kesini? bukankah tempat tidur di sana ,"ujar Gadis menunjuk tempat tidur yg biasa ia tempati, dan melupakan ruang ganti itu adalah kamar suaminya saat ini .
"Ini memang tempat tidurku saat ini."ucap Raga..
"Eh, "Gadis baru teringat, jika Raga memang tidur menempati ruang ganti, yg saat ini ia pakai untuk berganti pakaian..."Ke- kenapa tidak nanti saja masuknya, aku tahu ini hanya alasanmu, agar dapat melihat tubuhku, "dalihnya tak ingin disalahkan...
"Ya, aku minta maaf, "jawab Raga mengalah..Raga tidak ingin berdebat lebih panjang lagi, karena saat ini ia merasa sangat lelah dan mengantuk..
Bersambung
__ADS_1