Love Me My Wife

Love Me My Wife
Berdebat


__ADS_3

Gadis diam tak mengeluarkan suara, hanya butiaran bening terus mengalir di ujung matanya yg membasahi pipi. hingga sekarang ia tidak menyangka jika suaminya dapat menghianatinya seperti ini.


"Sayang, "Raga yg tidak bergerak dari sisi gadis nampak memanggil penuh dengan penyesalan. "Maafkan aku, aku salah, tapi demi apapun aku tidak pernah menghianatimu, tolong percayalah padaku. "Raga terus memberi penjelasan agar istrinya percaya padanya.


Namun gadis bergeming dengan semua penjelasan yg Raga berikan kepadanya hanya di anggap angin lalu, ia hanya fokus pada dunianya, sifat keras kepalanya tidak percaya dengan apapun penjelasan yg Raga berikan untuknya, hingga Raga kembali diam.


*


*


*


Ke esok harinya gadis sudah di perbolehkan pulang oleh dokter, ia berdiri lalu berjalan meninggalkan Raga yg sudah bersiap untuk membawa istrinya pulang. namun gadis yg tidak mengindahkan keadaan suaminya nampak melengos bak melihat manusia transparan saat melewati suaminya,


Gadis tersentak saat melihat wanita yg berada di apartemen bersama suaminya, ia terlihat kesal hingga ingin memaki, namun pesan dokter tiba-tiba datang menyerpa telinganya, ia pun membuang pandang mengabaikan wanita tersebut,


"Gadis. "Mitha mengejar gadis dan meraih pergelangan tangannya. "Ini semua salahku memminta bantuan kepada suamimu, kamu benar, aku memang wanita tidak tahu diri, tidak seharusnya aku meminta pertolongan kepada suamimu, aku janji tidak akan meminta bantuan apapun lagi kepada Raga atau pun menemuinya lagi, aku janji, tapi aku mohon maafkan lah dia, dia tidak bersalah, dia hanya membantuku karena dia memang memiliki hati yg baik, tidak ada hubungan apa-apa di antara kami, dari sejak aku meninggalkannya, tidak ada lagi hubungan antara kami, Raga hanya mencintaimu, dia tidak pernah berpaling darimu, aku mohon jangan membencinya, "Mitha mencoba menjelaskan semuanya, namun gadis nampak tidak percaya ia membalas ucapan Mitha hanya dengan memandang Mitha dengan tatapan penuh kebencian,


"Sudah cukup bicaranya! ada baiknya kau menjauh dari penglihatanku, karena melihatmu rasanya aku ingin sekali menghancurkan wajahmu yg tidak tahu malu itu. menjauh dariku, dari kehidupanku, dari semua tentang aku dan suamiku, aku tidak perduli seberapa kesulitanmu saat ini, yg aku mau kau menjauh dari kehidupanku dan keluargaku, jangan pernah berpikir untuk masuk kembali kedalam kehidupan kami, karena jika itu terjadi, aku akan menghancurkan kehidupanmu yg tersisa. "Ujar gadis memandang marah dengan sedikit ancaman.


Mitha mengangguk lemah, "Baik, aku akan pergi menjauh dari kehidupan kalian, tapi maafkan lah Raga, karena ini bukan kesalahan Raga, ini adalah kesalahanku, yg telah meminta bantuannya. "Jawab Mitha.


Kembali gadis tersenyum sinis. "Itu urusanku bersama suamiku, memaafkan atau tidak itu urusanku bukan urusanmu, yg menjadi urusanmu saat ini adalah pergi menjauh dari kehidupan keluargaku, karena aku sangat membencimu. "Seru gadis kesal.


"Mitha! "panggil Raga terlihat kesal, "Sudah ku katakan jangan menemui istriku, kenapa kau masih berani menemui istriku, "Ujar Raga kesal. gadis yg mendengar suaminya bicara hanya melengos tidak perduli.


"Ga ...Aku hanya ingin menjelaskan kepada gadis, jika kamu tidak bersalah, disini aku yg bersalah. aku yg telah membuat kalian bertengkar, aku yg membuat istrimu masuk rumah sakit, aku minta maaf karena telah meminta bantuanmu. "Ujar Mitha menangis merasa bersalah.


"Kau tidak perlu merasa bersalah, jika orang lain mengalami hal serupa denganmu, aku juga akan membantunya, jadi kamu jangan salah artikan pertolonganku, urusan istriku biar aku yg mengurusnya, kau tidak perlu ikut campur urusanku dan keluargaku, aku mohon setelah ini jangan pernah melihatkan wajahmu di depan keluargaku, setelah ini aku tidak bisa membantumu apa-apa lagi, tolong jika kita bertemu di lain waktu anggap saja bahwa kita tidak pernah saling mengenal. "Ucap Raga tanpa keraguan, kemudian ia melangkah lebar mengejar istrinya.


Gadis mendengar ucapan suaminya, hatinya juga berkata jika suaminya tidak mungkin melakukan itu, namun tetap saja hatinya sakit saat mengingat suaminya membohongi dirinya, mungkin jika saja suaminya jujur dari awal bisa saja ia mengerti, tapi suaminya menghilangkan kepercayaannya selama ini, gadis terus berjalan tanpa menghiraukan panggilan suaminya.


"Sayang, pelan-pelan jalannya.."Raga berkata setelah dapat meraih pergelangan istrinya.

__ADS_1


"Lepas.."gadis menepis tangan Raga dengan kasar, "jangan menyentuhku. "Ucap gadis menatap tajam kepada Raga.


Raga menghembuskan napasnya dengan berat, "Baiklah, tapi tolong jangan berjalan seperti itu, kamu harus mengingat pesan dokter, jika kamu jalan sep--


"Kau tidak perlu berlagak perduli dengan bayi yg ada di dalam perutku, seandainya kau benar-benar perduli padaku dan bayi didalam perutku, kau tidak akan melakukan ini. "Ujar gadis dengan suara yg tinggi.


Raga bergeming, ia seperti melihat bayangan gadis yg dulu, dimana gadis tidak pernah menyukainya dulu. pandangnya menjadi nanar, ia mengutuk dirinya sendiri atas kebodohannya. "Dis aku-- "Raga tidak meneruskan gumamnya, ia memilih mengikuti istrinya yg sudah terlihat menjauh dari pandangannya.


"Nona Mitha mari ikut bersama saya, "Ajak Nathan memecah lamunan Mitha.


"Terima kasih Nath, tapi aku akan pergi, jangan perdulikan aku lagi, aku akan menjaga diriku sendiri, terima kasih untuk bantuannmu selama ini, aku berjanji seuatu saat nanti akan membalasnya. aku pergi. "pamit Mitha.


"Nona, Nona Mitha tunggu, tolong jangan lakukan ini, jika nona tidak membutuhkan bantuan saya lagi, setidaknya berkan saya kesempatan untuk yg terakhir kalinya membantu anda. "Ujar Nathan tak tega akan kesuliatan yg dialami oleh mantan kekasih tuannya itu.


Mitha diam, ia menjadi semakin malu, bagaimana bisa ia terus-terusan menyusahkan Raga dan Nathan. "Nath, kenapa kamu selalu baik padaku? "tanya Mitha berkaca-kaca.


"Karena anda orang yg pantas untuk mendapatkan kebaikan, terimalah ini, ini adalah milik saya pribadi, anda dapat menggunakan itu sesuka anda, pergilah dari kota ini, jika perlu anda pergi ke luar negeri, karena info yg saya dapat, suami anda orang yg sangat berpengaruh, jadi pergilah sejauh mungkin. jika anda ingin pergi ke luar negeri, pergilah ke kolombia disana ada bagian dari sodara saya, saya akan menghubungi mereka untuk menjemput anda di bandara. pergilah secepatnya, karena setelah ini saya tidak dapat membantu anda lagi. "tawar Nathan, yg mendapat anggukan kecil dari Mitha.


*


*


*


Gadis dan Raga sampai di kediamannya, gadis langsung masuk kedalam kamarnya, namun tak lama kemudian ia keluar lagi dengan satu koper di tangan kanannya, Raga yg hendak merebahkan tubuhnya di atas sofa terkejut dengan apa yg gadis bawa.


"Sayang, apa yg kamu bawa? "Raga buru-buru mencegat istrinya yg ingin pergi ntah kemana.


"Bukan urusanmu, yg terpenting aku tidak melihat pria brengsek sepertimu dihadapanku "seru gadis menatap tajam kepada Raga.


Raga membulatkan matanya, "Tidak sayang aku mohon jangan bertindak sesuatu disaat hati kita tidak baik, aku mohon jangan pergi, aku mohon. "Raga memelas seraya menggenggam tangan istrinya.


"Aku sudah katakan padamu, jangan pernah menyentuhku, harus kamu tahu, aku tidak sudi jika harus melihat wajah seorang pembohong sepertimu. aku sangat benci padamu, aku tidak ingin tertekan karena harus melihat wajahmu. sekarang menyingkir dari hadapannku,

__ADS_1


"Tidak.. aku tidak mengijinkanmu, tidak akan pernah mengijinkanmu untuk pergi dari sini. sekarang masuklah kedalam kamar, karena aku tidak mengijinkanmu untuk pergi dari sini. masuk, "perintah Raga dengan intonasi tinggi.


Gadis tersenyum masam, "Kau pikir aku perduli dengan teriakanmu! "gadis tak kalah tinggi saat membalas ucapan suaminya, "Aku tidak seperti wanita diluaran sana yg akan selalu menurut kepada suami yg telah membohongi istrinya, jadi jangan pernah samakan aku dengan semua wanita di luar sana, sekarang menyingkirlah dari hadapanku. "Gadis tampak menantang bukan mendengarkan.


Raga bergerak mendekat, bukan mengikuti keinginan istrinya ia malah meraih tubuh istrinya kemudian menggendong dan membawanya masuk kedalam kamar. tidak perduli dengan penolakan gadis, Raga terus membawa gadis masuk kembali kedalam kamarnya, hinaan, hingga sumpah serapah keluar dari mulut gadis, namun tidak membuat Raga memberhentikan langkahnya. setelah masuk kedalam kamar, ia langsung menutup pintunya mamakai kaki, kemudian ia kunci pintunya.


"Bajingan. turunkan aku, aku tidak sudi harus berbagi udara bersama pria brengsek sepertimu, aku tidak ingin disini aku ingin pergi, "gadis terus berteriak, ia tidak perduli jika seluruh penghuni di kediamannya mendengar teriakannya


"Berhenti berteriak, "Suara tegas nan keras keluar dari mulut Raga, pria yg selalu bersikap lembut itu, kini mengeluarkan nada bentakan yg sukses membungkam mulut gadis dari teriakan dan caci maki. "Aku hanya melakukan satu kesalahan, namun kamu bertingkah seakan aku melakukan seribu kesalahan padamu, aku hanya menolongnya tidak lebih, itu pun aku menolongnya tidak sendiri, aku menolong dia bersama Nathan, aku melakukan itu semua karena aku merasa kasihan padanya, siapapun di posinya aku pasti akan menolongnya.


"Jika memang kamu berniat hanya menolongnya, kenapa kamu tidak memberitahukannya padaku, dia adalah wanita masalalumu, bagaimana mungkin aku dapat percaya begitu saja hanya dengan kata ingin menolong, kamu menolong seorang wanit yg sangat kamu cintai dimasalalu, bagaimana aku akan percaya padamu, bahkan kamu rela mengabaikan permintaan ku demi menemui wanita itu, apa kamu pikir itu adalah pertolongan yg dapat dianggap tidak memiliki hubungan apa-apa ? Raga aku bukan wanita bodoh yg dengan gampang kamu bodohi, aku adalah--



"Ya aku tahu kau adalah gadis yg keras kepala, yg tidak pernah ingin mendengar penjelasan atau pun masukan dari orang lain, kamu adalah gadis dan akan tetap menjadi gadis yg keras kepala, seberapa banyak kamu berubah, kamu tetap akan kembali pada gadis yg aku kenal sebelumnya, tapi aku akan tetap menjelaskan padamu, walaupun penjelasanku tidak ada gunanya dihadapanmu, aku akan tetap menjelaskan padamu, terserah kau akan mengatakan aku bodoh, tidak tahu diri, atau tidak berguna sekali pun tapi aku akan tetap menjelaskannya padamu, umpatan, hinaan apa pun yg kamu katakan padaku akan aku terima, namun satu untuk penghianat, aku tidak dapat menerima, karena aku bukan penghianat, aku tidak pernah menghianati siapapun. aku-- "Raga menjeda ucapannya tidak lama kemudian ia kembali melanjutkan ucapannya.


"Aku Bukan penghianat, aku melakukan itu semata-mata untukmu dan bayi kita, aku sangat menyayangi kalian, aku tidak ingin melihat kamu tertekan atau salah paham, karena jika itu terjadi, "Raga menurunkan oktafnya. "aku takut kamu akan mengalami hal serupa seperti dulu, dan aku tidak ingin itu terjadi, tapi aku bukan penghianat, aku memang membohongimu dengan tidak mengatakan soal dia, tapi demi apapun aku ingin sekali mengatakannya padamu, tapi nyaliku menciut saat mengingat pesan-pesan yg dokter katakan, jika kamu tidak boleh stres atau banyak pikiran, aku juga tertekan, merasa bersalah, tapi aku bisa apa, aku tidak bisa melihat kamu tertekan dan terbaring dirumah sakit, aku tidak mau. "Jelas Raga panjang, dengan rasa bersalahnya.


Gadis nampak diam, ntah ia terkejut karena suara oktaf yg tinggi, atau karena ia menyesal karena telah salah paham, dan sudah mencaci maki suaminya.



"Maaf "ucapnya lirih.. Raga pun ambruk terduduk di sofa dengan pandangan yg gamang.


*


*


*


Bersambung


jangan lupa like dan komen. beri semangat Raga dan gadis, untuk up setiap hari. terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2