Love Me My Wife

Love Me My Wife
Tidak kunjung bangun


__ADS_3

Gadis yg hendak tidur mendengar ponselnya berbunyi, ia mengerutkan keningnya saat melihat nama Nathan memanggilnya. "Ada apa Nathan menghubungiku? "gumam gadis lekas menerima panggilan dari Nathan.


"Ada apa Nathan ? "tanya gadis setelah menggeser tombol hijau yg ada di layar ponselnya.


"Selamat malam nona, maaf menganggu waktu istirahat anda, nona maaf, maafkan saya, saat ini tuan Raga berada dirumah sakit, tuan mengalami kecelakaan, ada seseorang yg ber--


"Apa maksudmu Nathan ? "potong gadis terkejut.


"Tuan Raga saat ini sedang dirawat dirumah sakit nona, kondisinya-- "Nathan menjeda ucapannya. "Kondisi tuan cukup memperhatinkan "Lanjut Nathan ragu-ragu.


"Brrakk" ponsel yg berada di tangan gadis terjatuh, tubuhnya limbung hingga terduyung, seluruh tubuhnya terasa lemas, "Tidak, Raga pasti baik-baik saja, Nathan pasti hanya mengerjaiku, iya Nathan hanya mengerjaiku, "gadis mencoba menepis kata-kata Nathan yg mengatakan jika suaminya saat ini sedang dirawat dirumah sakit, namun mengingat sifat Nathan yg selalu serius membuat gadis kembali frustrasi.


Gadis menghubungi seseorang ia memerintakan seseorang agar menyiapkan tiket pesawat untuk dirinya ia meminta penerbangan paling cepat untuk malam ini juga. tidak membutuhkan waktu lama seseorang disana menjawab pesan dengan cepat.


"Bu Nam.. "panggil gadis dengan berteriak.


"Iya non, "jawab bu Nam sambil berlari menghampiri majikannya.


"Tolong panggilkan seseorang untuk membereskan barang-barang ku. dan bu Nam juga bereskan barang-barang yg bu Nam butuhkan untuk beberapa hari kedepan. "Perintah gadis.


"Maaf non, kita akan pergi kemana? "tanya bu Nam penasaran.


"Kita akan berangkat ke Singapore sekarang, Raga mengalami kecelakaan, dan saat ini Raga sedang dirawat.


"Ya tuhan, lantas bagaimana kondisinya saat ini non? "tanya bu Nam khawatir.


"Aku juga tidak tahu bagaimana keadaannya sekarang, sudah bu Nam jangan banyak bertanya, panggilkan pelayan ke kamarku, dan suster untuk membereskan barang Nevan. "perintah gadis terlihat sedikit kesal.


"Maaf non, "Bu Nam pun pergi menuju paviliun dimana para maid menghabiskan waktu istirahatnya disana.


*


*


*


Mitha berjalan dengan menggandeng tangan Michel, mereka terlihat pasangan yg serasi, dengan senyuman palsu keduanya menyapa para kolegan yg turut hadir di acara tersebut, Mitha terus tersenyum kepada semua orang yg menyapa suaminya.


"Apa-apaan kau ini, cukup sedikit saja tersenyumnya, "Komentar Michel, melarang istrinya terus tersenyum.


"Apa! tersenyum sedikit? bukankah dia yg memintaku harus tersenyum, kenapa sekarang dia melarang aku tersenyum, apa katanya tadi, tersenyum sedikit? bagaimana caranya tersenyum sedikit itu? "Ucap Mitha dalam hati.


"Caranya? "Jawab Mitha polos.


"Jika kau masih menanyakan caranya, akan ku buat kau tidak bisa tersenyum lagi. "ancam Michel bergumam namun masih dapat di dengar oleh Mitha.


"Dasar suami aneh, tidak-tidak, dia bukan suamiku, dia hanya pria kejam yg suka menyiksaku. dasar gila, tukang marah, kejam, rasakan itu, aku mengumpat mu, kau memang pantas di umpat wahai pria tanpa expresi. "Umpatnya dalam hati...."Oh seandainya aku berani mengumpatnya secara langsung, aku pasti akan sangat bahagia sekarang. "lanjutnya bermonolog dengan pikirianya sendiri. Mitha terlihat tersenyum-senyum, dan itu tidak luput dari perhatian Michel.


"Berani kau mengumpatku! akan ku serahkan kau kepada wanita tua gila itu..


"Wooo wowowo....Apa-apaan kau ini, aku mana berani mengumpatmu, aku sudah katakan padamu, keberanianku sudah terpenuhi oleh rasa takut, jadi mana mungkin aku seberani itu.."Seru Mitha berdusta.

__ADS_1


"Kau pikir aku tidak tahu. "Jawab Michel sinis.


"Apa lagi ini! selain tukang marah-marah dan kejam, dia juga memiliki keahlian membaca pikiran orang, kau memang hebat tuan tanpa expresi. "kempali Mitha bicara dalam hati.


Michel merangkul pinggul Mitha dengan erat, ia membawa Mitha untuk menghampiri ayah dan ibu tirinya.


"Hei, jangan merangkulku di bagian itu, naikan lagi tanganmu, aku tidak nyaman. "bisik Mitha karena Michel merangkul tubuh mitah hampir mengenai bagian pantat.


"Oh, aku pikir aku sudah merangkul di tempat yg tepat, ternyata aku salah, pinggulmu begitu rata hingga aku tidak dapat membedakan mana pinggul dan mana--


"Stop.. "potong Mitha tak terima. "Apa kau tidak pernah melihat tubuh body Goals? "tanya Mitha terlihat kesal.


"Tentu saja sering, bahkan di kantor semua kariawanku memiliki bentuk tubuh yg bagus, tentunya tidak seperti tubuhmu, yg kurus seperti nenek-nenek "Cibir Michel santai.


Mitha mendelik kesal, bagaimana bisa Michel berkata jika tubuhnya seperti nenek-nenek, "Dasar pria aneh, bagaimana bisa dia berkata seperti itu , dia benar-benar memiliki ke anehan ganda. "Gumamnya kembali, tidak mungkinkan ia mengumpat langsung, yg ada ia akan ditinggalkan saat ini juga oleh suami tanpa ekpresnya itu.


Michel tersenyum saat melihat ekpresi kesal Mitha, dia semakin bersemangat untuk menggodanya. baru saja ia ingin kembali menggoda Mitha, namun sebuah suara mengurungkannya.


"Michel kau sudah datang, mami pikir kau tidak akan datang. "Panggil ibu tiri Michel.


Michel dan Mitha secara bersamaan menoleh ke arah sura. kemudian ia menyunggingkan senyum menyeringai, "Tentu saja aku harus hadir di acara ini, karena jika aku tidak hadir, maka aku akan di hapus dari daftar ahli waris oleh ayah. "Sindir Michel tersenyum sinis.


Berbeda dengan Michel yg terlihat tenang, Mitha memilih bersembunyi di balik tubuh kekar suaminya, Mitha meremas jas yg di kenakan Michel dengan kuat, hingga yg punya melirik bingung.


"Kau membawanya! "Tanya sinis ibu tiri Michel.


"Sayang, apa yg kau lakukan dibelakangku? kemarilah. perkenalkan..dia adalah istri dari ayahku, dia ibu tiriku.. "Ucap Michel namun tatapannya tertuju pada ibu tirinya.


"Oh aku pikir kamu belum mengenal wanita yg berada dihadapan kita, ternya kau sudah mengenalnya, "Sindir Michel menjawab. namun tatapannya terlihat tajam kepada ibu tirinya.


"A-aku--


"Sudah, kita masih memiliki janji lain, jika kita menghabiskan waktu mengobrol dengan orang yg tidak penting maka waktu kita akan terbuang secara cuma-cuma, "potong Michel yg langsung menarik istrinya untuk pergi meninggalkan ibu tirinya.


"Huh, bagaimana kau akan menjambaknya, jika melihatnya saja kau sudah ketakutan seperti itu, Cibir Michel.


"Ibumu sangat menakutkan, lihat saja tadi tatapannya, dia seperti binatang buas yg siap melahap mangsanya, aku ngeri melihatnya. "Jawab Mitha masih dalam rasa takutnya.


Michel melirik sekilas, kemudian kembali menatap lurus kedepan.."Jika kau ingin berada bersamaku, kau harus menjadi wanita kuat. "Ucap Michel.


"Hah...apa aku boleh memilih tidak ingin bersamamu? "Jawab Mitha cepat.


Michel menatap kesal dengan bola mata yg seakan loncat dari tempatnya, "Masih berani kau mengatakan itu! "


Mitha langsung menundukan kepalanya, ia terlihat bersungut-sungut dengan bibir yg terlihat di majukan, "Tadi kau bicara seakan meminta aku memilih, makanya aku berani bicara seperti itu. "Jawab Mitha pelan.


Michel tak menjawab, ia tarik pergelangan tangan Mitha dan membawanya kepada ayahnya. "Selamat ulang tahun pernikahan Ayah.. "Ucap Michel setelah berada dihadapan ayahnya.


Ayah Michel melirik tajam kepada Mitha, "Oh jadi dia istrimu? "tanyanya. bukan menjawab ucapan Michel.


"Hmm..ya dia istriku, "jawab Michel. lalu ia beralih melihat kepada Mitha "Sayang Perkenalkan. dia adalah ayahku, "Ucap Michel merangkul mesra istrinya.

__ADS_1


"Halo Ayah, selamat malam, selamat ulang tahun pernikahan, "Ucap Mitha menyodorkan tangannya hendak menjabat tangan ayah mertuanya. namun Mitha terlihat hanya mempermalukan dirinya sendiri, karena pasalnya uluran tangannya tak di gubris. dan pada akhirnya Mitha pun menarik kembali tangannya. dan itu semua tidak luput dari penglihatan Michel.


"Baiklah, aku sudah hadir, dan mengenalkan istriku padamu, aku harap janjimu tidak menghapus aku dari daftar ahli waris dapat di penuhi, karena sungguh, aku ingin sekali menjadi direktor Bhalendra group. "Ujar Michel, wajahnya dibuat serus. namun tatapannya terlihat sinis.


..."Dasar anak kurang ajar, beraninya kau mengacuhkan aku, lihat saja, akan ku buat kau tidak mendapatkan apa pun dari ayahmu itu, "Ucap ibu tiri Michel kesal. ...


*


*


*


"Nath, bagaimana keadaan suamiku ? "tanya gadis yg telah sampai di rumah sakit Singapore yg dimana Raga di rawat.


"Selamat malam nona, "Nathan membungkuk sopan kepada istri dari tuannya. "Tuan sedang berada di ruang penanganan operasi, maafkan saya nona, karena dengan lancang memberi ijin dokter untuk mengoperasunya, nona akan dapat menemui tuan setelah penanganan operasi selesai. "Jawab Nathan mencoba tenang, namun dalam hatinya ia juga takut jika akan terjadi hal buruk kepada tuannya, karena pasalnya sewaktu ia mendapati tuannya sangat tidak baik-baik saja.


"Apa yg terjadi pada Raga, Nathan? kenapa Raga menjadi seperti ini? "tanya gadis menangis.


"Tuan Raga hendak kembali ke hotel setelah menghadiri rapat tadi sore, dan kebetulan masih ada satu pertemuan lagi yg harus tuan hadiri, namun tuan Raga mengeluh pusing, akhirnya beliau memerintahkan saya pergi sendiri untuk menghadiri pertemuan tersebut, saya tidak tahu bagaimana tuan mengemudi sendiri, karena pasalnya saya tidak membawa kendaraan, dan saya pun sudah menyiapkan sopir untuk membawa tuan kembali ke hotel. tapi sopir yg akan mengantarkan tuan berkata tidak tahu, karena ia juga menunggu tuan di lobby cukup lama. karena tidak mendapati tuan menghampirinya, sopir itu pun menghubungi saya. "Nathan menjelaskan semuanya pada Mitha yg telah terjadi.


"Kesimpulannya ada yg menjebak suamiku! ada manusia yg ingin membuat suamiku celaka. "Ucap gadis menggempalkan tangannya. "Kau selidiki semuanya, dan periksa semua CCTV yg berada di gedung itu. "Perintah gadis marah.


Pukul empat dini hari Raga baru keluar dari ruang operasi, karena keadaan darurat Nathan memberikan ijin kepada dokter untuk meng operasi tuannya tanpa meminta persetujuan kepada keluarga tuannya, termasuk istrinya.


"Bagaimana dok keadaan suami saya? "tanya gadis setelah Raga di pindahkan ke ruang inap (Anggap saja pakai bahasa inggris ya)


"Operasinya berjalan dengan lancar, tunggu beberapa jam untuk tuan Raga sadar, setelah itu kita lihat perkembangan berikutnya. "jawab dokter tersenyum ramah. tidak ada kecemasan di wajah dokter, berarti semua akan baik-baik saja, pikir gadis.


Seusai dokter pergi, gadis langsung masuk kedalam ruangan inap suaminya, berbagai alat terpasang di tubuh suaminya dan itu membuat gadis terhenyak, "Ya tuhan.."Ucap gadis menutup mulutnya. "Kenapa dokter mengatakan operasinya berjalan dengan lancar, namun kenyataannya suamiku seperti ini. "lanjutnya bicara.


Kemudian gadis pun mendekat, ia genggam tangan Raga. "Sayang, bangunlah, ini aku..tolong tidak membuatku takut, aku sangat takut saat ini, bukalah matamu, katakan sesuatu padaku, jika sekarang kau baik-baik saja, tolong bangunlah. "Ujar gadis terisak.


Pukul lima sore kedua orang tua Raga sampai di Singapore setelah menghabiskan waktu perjalanan kanada Singapore selama dua puluh jam lamanya.akhirnya mereka pun sampai.


"Gadis bagaimana keadaan Raga,? "Tanya mama Serline menghampiri menantunya.


"Mama.."Gadis langsung berhambur memeluk ibu mertuanya. "Mah sampai sekarang Raga belum juga sadarkan diri, dia terus saja tidur, dia tidak mau bangun. "Adu gadis mengeluh.


Mama Serline menjatuhkan air matanya, ia mencoba tenang, "Sayang sabarlah, mungkin Raga masih mengantuk, kita tunggu Raga bangun, dan kita akan mengomelinya nanti setelah bangun, "Ucap mama Serline seperti bicara kepada anak kecil.


"Tapi mah aku ingin Raga bangun, aku tidak bisa melihat Raga berbaring tidak berdaya seperti itu. "Ujar gadis masih menangis.


"Sabar dan berdoa, kita harus memperbayak doa untuk kesembuhan Raga, kamu harus kuat, jika kamu tidak kuat, bagaimana Raga akan melewati semuanya, "Papa Ramond ikut menenangkan menantunya yg terlihat rapuh.


"Papa, "Gadis beralih memeluk papa mertuanya.


"Sabar, "Papa Ramond mengusap rambut gadis penuh sayang. setelah gadis tenang papa Ramond melepaskan pelukannya, lalu beralih menyapa besan sekaligus sahabatnya.


Ya setelah gadis melihat Raga terbaring lemah di ruang rawat, gadis langsung menghubungi papa Darwin, dan papa Darwin langsung terbang ke Singapore setelah putrinya mengabarkan jika suaminya sedang dirawat dirumah sakit Singapore.


"Win, terima kasih sudah datang dan menemani putraku, "Ujar papa Ramond.

__ADS_1


"Sekarang Raga adalah putraku juga.


__ADS_2