
Satu bulan lebih berlalu, kini usia kandungan gadis sudah memasuki usia empat bulan yg artinya sudah memasuki trimester dua, dan kini perutnya pun semakin terlihat menyembul.
"Hai junior, ayo kita bersiap-siap untuk pergi ke dokter "Ucap Raga di depan perut gadis, Raga terlihat beberapa kali mencium perut istrinya yg sekarang sudah terlihat semakin menyembul, gadis yg mendapat ciuman bertubi-tubi dari suaminya hanya dapat tertawa kegelian.
"Hentikan ga, "Ucap gadis menahan wajah suaminya agar berhenti menciumi perutnya..
"Lagian aku gemes, sayang kok aku belum bisa merasakan ada pergerakan yg dilakukan junior di dalam sana, "tanya Raga mendongkak melihat istrinya.
"Dokter mengatakan, usia kandungan empat bulan gerakannya belum begitu terasa, walaupun aku terkadang merasakannya hanya sekedar bergetar saja. "Jawab gadis.
"Aku sudah tidak sabar untuk melihat pergerakannya, aku juga sudah membeli beberapa alat musik yg bisa didengarkan oleh junior. "Raga dengan antusias memperlihatkan alat musik yg ia sudah beli.
Drrtt...Suara getaran ponsel memberhentikan obrolan Raga dan gadis, setelah menerima panggilan telephone wajah Raga berubah menjadi terlihat cemas dan khawatir, itu membuat gadis menjadi bertanya-tanya. "Ga, apa terjadi sesuatu ? "tanya gadis.
"Eum. i-itu a-ada masalah di kantor, setelah mengantarmu perksa, aku akan pergi ke kantor, "Ujar Raga terbata.
Gadis memicingkan mata, kemudian bicara dalam hati, "Ada apa dengannya? kenapa dia terlihat begitu khawatir, "
"Apa begitu urgent? "tanya gadis penasaran.
"Oh itu, nanti akan aku selesaikan setelah mengantarmu, "tidak menjawab pertanyaan gadis.
"Baiklah, mari kita berangkat sekarang. "ajak gadis, tidak ingin pusing.
*
*
*
Ditempat lain Ntahlah mencoba menenangkan Mitha yg tengah ketakutan, "Nona Mitha tuan Raga akan mencarikan tempat yg aman untuk anda nanti, anda harus tenang sekarang, anda tidak perlu takut lagi, saya sudah mengatur beberapa bodyguard untuk menjaga anda disini, "Ujar Nathan mencoba menenangkan Mitha yg hampir saja tertangkap oleh orang suruhan suaminya.
"Nath, tolong jangan beritahu Raga tentang ini, aku tidak mau membuat dia terlibat semakin jauh karena masalahku. "Pinta Mitha.
"Maafkan saya nona, saya sudah memberi tahu tuan Raga, dan tuan Raga akan datang kesini nanti, sekarang nona istirahatlah saja, "Jawab Nathan jujur.
Mitha terlihat berpikir, "Ini akan semakin tidak baik, jika Raga terus membantuku, dan jika istrinya mengetahui ini, aku yakin istrinya akan salah paham terhadap kami, tapi aku tidak dapat melakukan apa-apa, hanya Raga yg dapat membantuku saat ini. "Ucapnya dalam hati.
Sementara dirumah sakit Raga terlihat gelisa, dan itu tidak luput dari pandangan gadis, "Gak, apa setelah ini kamu bisa mengantar aku ke toko roti langanan kita? "tanya gadis memecah lamunan Raga yg sedang mencemaskan keadaan Mitha.
"Eum, sayang roti apa yg kamu inginkan? akan aku belikan nanti setelah urusanku selesai, "Jawab Raga.
"Aku ingin melihat dan memilihnya, tapi jika kamu tidak bisa mengantarku, yasudah kita pergi lain waktu saja, "Ujar gadis tersenyum paksa.
Raga tersenyum samar, ia merasa sangat bersalah kepada istrinya, karena ia lebih memilih ingin segera menemui Mitha dibandingkan mengantar istrinya pergi membeli makanan yg istrinya inginkan, karena toko roti yg istrinya ingin singgahi berlawanan arah dengan rumah dan tujuan mereka. "Apa kamu sangat menginginkan rotinya sekarang? "tanya Raga tidak ingin membuat istrinya kecewa.
"Tidak juga. kita akan pergi lain kali saja, sekarang kamu pergilah bersama sopir, jika memang ada urusan yg serius di kantor, aku akan menghubungi pak danang untuk menjemputku kesini, lagi pula sebentar lagi aku selesai, pergilah sekarang, aku akan langsung pulang jika pak danang sampai. "Ujar gadis yg merasa ada yg salah pada suaminya.
__ADS_1
"Apa yg kau sembunyikan dariku ga? aku seperti melihat ada sesuatu yg kamu sembunyikan dariku belakangan ini? "Ujar gadis dalam hati.
"Astaga, ada apa denganku ? kenapa aku membohongi gadis, tapi jika aku memberitahu gadis tentang Mitha, dan gadis tahu jika Mitha berada di apartemen lamaku, aku takut dia salah paham, dan berpikir yg tidak-tidak, mengingat sifat keras kepalanya, aku yakin dia tidak akan percaya dengan apa yg akan aku sampaikan, tapi jika aku tidak memberi tahunya, aku yakin cepat atau lambat gadis akan mengetahuinya, karena jujur saja aku tidak dapat menyembunyikan apa pun darinya. tapi aku takut, jika memberi tahunya sekarang dia akan berpikir yg tidak-tidak dan itu akan berdampak pada junior. "Gumam Raga dengan tatapan nanar.
"Ga.."panggil gadis.
"Hah.."jawabnya kaget.
"Kamu tuh ya, pergilah jika memang ada yg perlu kamu selesaikan. "gadis kembali memberikan ijin untuk suaminya pergi.
"Aku akan pergi setelah mengantarmu pulang, "jawab Raga tersenyum lalu membelai wajah istrinya.
Setelah selesai memeriksa kandungan gadis dan Raga langsung pergi meninggalkan rumah sakit, sesampai di kediamannya gadis langsung turun dari mobil yg ditumpanginya, "Masuklah, aku janji akan segera pulang setelah urusanku selesai. "Ujar Raga menyuruh istrinya untuk segera masuk kedalam rumah, setelah istrinya sampai di depan pintu, Raga langsung memerintah sopir untuk segera menjalankan mobilnya.
Gadis yg curiga terhadap suaminya langsung berbalik saat mobil telah pergi, "Pak danang, "Panggil gadis.
"Siap..Ada yg nona butuhkan? "jawab pak danang sigap.
"Ikut dengan saya, kita ikuti mobil tuan, "perintah gadis serius.
Pak danang terlihat diam sebentar, ia terlihat bingung, melihat perubahan nona mudanya yg tiba-tiba berubah menjadi serius.
"Kenapa masih diam? "Ujar gadis mengejutkan pak danang dari lamunannya.
"Ah, ba-baik nona, "pak danang pun segera berlari menuju mobil yg akan ia kendarai. setelah berhasil menyalahkan mobilnya, sebelum ia membukakan pintu mobil untuk nyonyanya, gadis sudah membuka pintu terlebih dahulu.
"Baik nona.
Dua puluh menit gadis pun sampai di gedung yg menjulang tinggi, "Kenapa Raga pergi ke apartemen ? bukankah dia bilang dia akan pergi ke kantor? "gumam gadis bingung.
Gadis semakin penasaran, ia pun pergi mengikuti Raga dengan tetap menjaga jarak, ketika Raga hendak masuk kedalam lift, gadis ikut berlari, lalu sengaja ikut bedesak-desakan masuk bersama beberapa orang yg hendak naik juga, ia memosisikan dirinya di belakang agar tidak terlihat oleh suaminya.
Raga yg terlihat terburu-buru, tidak memperhatikan orang-orang disekitarnya hingga ia pun tidak menyadari keberadaan istrinya sendiri. setelah sampai di lantai tujuannya Raga pun keluar dengan tergesa-gesa pula.
"Kenapa Raga pergi ke apartemen untuk menyelesaikan pekerjaan? apa yg sebenarnya terjadi, belakangan ini dia terlihat menyembunyikan sesuatu dariku. apa yg sebenarnya terjadi.? "Gadis terus bicara sendiri dengan mata tetap terfokus kepada pergerakan suaminya.
Raga masuk kedalam salah satu apartmen yg tidak terlalu jauh dari lift, gadis terus mengikuti kemana suaminya masuk hingga kini ia berada di depan pintu apartemen yg terlihat pintunya sedikit terbuka. samar-samar gadis dapat mendengar suara suaminya bicara dengan seseorang.
"Aku baik-baik saja ga,
"Deg "Gadis terkejut mendengar kata baik-baik saja dari seorang wanita. "A-apa ini, Raga pergi terburu-buru demi untuk menemui seorang wanita? "Ucap gadis pelan. Gadis semakin mempertajam pendengarannya, ia akan menangkap basah suaminya jika memang suaminya benar-benar bermain api di belakangnya.
"Mith..
Gadis membulatkan matanya saat Raga menyebut nama wanita yg saat ini bersama suaminya berada didalam apartemen yg ntah milik siapa, karena gadis memang tidak tahu jika apartemen yg saat ini ia datangi adalah apartemen lama miliik suaminya. "Apa dia Mitha ? "tanyanya sendiri.
Karena gadis tidak dapat mendengar dengan jelas apa yg dibicarakan oleh Raga dan wanita di dalam tersebut gadis pun menjadi kesal, ia pun dengan kasar mendorong pintu apartemen itu hingga Raga dan Mitha yg berada di dalam terkejut.
__ADS_1
"Gadis ? "Ucap Raga terkejut.
Mitha ikut terkejut, bagaimana mungkin istri dari mantan kekasihnya datang dan melihat mereka saat sedang bicara berdua.
"Sayang, kenapa kamu berada disini ? "Raga langsung menghampiri istrinya, ia langsung meraih tangan istrinya, "Sayang tolong jangan salah paham, aku--
"Oya, jadi aku harus pura-pura menutup mata, dan berkata aku tidak melihat apa-apa dan tidak tahu apa-apa, begitu? apa ini Raga? kau membohongiku ? kau menghianatiku? kau laki-laki brengsek. "potong gadis menangis.
"Sayang , tolong dengarkan penjelasan aku dulu, aku sudah ingin mengatakan ini sejak beberapa bulan yg lalu, tapi aku takut kamu salah paham, tolong jangan emosi, tenanglah. "Raga memegang kedua bahu istrinya. namun gadis segera menepis tangan Raga dengan kasar.
Gadis tersenyum sinis, "Jangan salah paham? terus aku harus bagaimana, harus seperti yg aku katakan tadi, pura-pura tidak melihat dan tidak mengetahui semuanya.
Mitha yg melihat perdebatan antara Raga dan gadis nampak diam, ia bingung harus melakukan apa, saat ini yg ada di dalam pikirannya hanya perasaan bersalah karena sudah membuat mereka bertengkar.
"Gadis saya bisa jelaskan semuanya, saya dan Ra-- "Mitha mencoba menjelaskan namun gadis dengan cepat menyela ucapanya.
"Sebaiknya kau tutup mulutmu wanita rendahan, "potong gadis melihat tajam kepada Mitha. "Kau wanita tidak tahu diri-
"Gadis.. "Potong Raga dengan nada tinggi.
Gadis beralih melihat pada suaminya, ia tersenyum masam. "Woow, bahkan kau tidak memperbolehkan aku mengatakan hal yg kasar terhadap wanita simpananmu. "gadis menggeleng kecewa pada suaminya.
"Sayang bukan seperti itu, aku bisa jelaskan semuanya, percayalah padaku, aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Mitha, aku hanya membantunya dari kekerasan yg dilakukan oleh suaminya, demi tuhan tidak ada hubungan apa-apa diantara kami. aku bertemu Mitha di surabaya, waktu itu dia benar-benar sedang tidak berdaya, aku dan Nathan mencoba menolongnya, percayalah padaku, "jelas Raga memelas kepercayaan dari istrinya.
Gadis kembali tersenyum sinis, "Alasan yg konyol, kenapa kau tidak membawanya kepada kedua orang tuanya? atau kau bisa membawanya ke kantor polisi, kenapa harus membawa dia ke apartemen ini? dan tidak mungkin dia tidak memiliki keluarga atau sahabat, kenapa harus kamu yg mengurusnya, Raga aku bukan wanita bodoh yg bisa kamu bodohi hanya dengan kata kamu hanya ingin membantunya, aku adalah gadis, kau pasti tau siapa aku. "Ujar gadis panjang. gadis terlihat begitu emosi hingga membuat perutnya terasa sakit. "Kau mengabaikan permintaanku, kau lebih memilih menemui dia dibandingkan mengantarku, aku benar-benar kecewa padamu ga, aku tidak menyangka jika pria yg selama ini aku kenal baik perhatian dan penyayang ternyata hanya seorang pembohong. aku kecewa padamu, aku sangat kecewa. "lanjut gadis menggeleng kecewa.
"Gadis tolong jangan emosi, semua yg aku katakan adalah kebenaran, aku bersumpah, aku tidak pernah menghianatimu, kamu harus tenang, tolong jangan emosi. "Raga mencoba kembali menyentuh gadis, namun gadis menolak dengan melangkah mundur menjauh dari Raga.
Gadis terdiam, ia merasakan sakit didalam perutnya, semakin ia tahan semakin terasa sakit, "Aaaw.."Keluh gadis memegang perutnya, gadis hampir saja terjatuh, jika saja Raga tidak sigap meraih tubuh istrinya.
"Sayang ada apa dengan perutmu? "tanya Raga khawatir dan panik.
"Jauhkan tanganmu dari tubuhku, "tolak gadis lemah. namun Raga tidak perduli ia bopong istrinya dengan tergesa-gesa.
Nathan yg baru kembali nampak bingung dengan apa yg ia lihat, namun sekian detik ia baru tersadar, dan ia pun dapat menyimpulkan apa yg terjadi. "Nona Mitha, tetaplah didalam, jangan membukakan pintu untuk siapapun, saya akan kembali setelah memeriksa keadaan nona gadis. "Ucap Nathan.
"Nath, aku akan ikut denganmu, aku harus meluruskan semuanya, aku tidak mau melihat Raga dan istrinya bertengkar karenaku. "Pinta Mitha.
"Tapi nona diluar tidak aman untuk nona saat ini, sebelum saya--
"Tolong Nath "potong Mitha memelas.
Nathan yg melihat raut wajah memelas mantan kekasih tuannya menjadi luluh, "Baiklah, tapi saya mohon jangan menemui nona gadis jika tuan Raga tidak mengijinkannya, nona gadis memiliki sifat yg sedikit keras, beliau sedikit sulit menerima pendapat orang lain. jadi saya mohon tidak untuk melakukan hal yg akan membuat permasalahan semakin besar, mengingat nona gadis saat ini sedang hamil, saat ini nona gadis tidak boleh stres atau memiliki banyak pikiran karena itu akan berdampak kepada bayi yg ada didalam kandungannya. "jelas Nathan panjang.
__ADS_1
"Baik Nath, aku janji..