
Raga yg hendak pulang lebih awal mengurungkan niatnya saat ia bertemu sahabat lamanya.. "Apa yg kau lakukan di kota ini? "Raga melepar pertanyaan untuk sahabatnya yg tak bertemu selama empat belas tahun lamanya..
"Aku memilih surabaya untuk masa tuaku.."jawabnya santai.
"Kenapa? "lanjut Raga bertanya.
"Surabaya jauh dari bayangan masalalu yg tidak berguna. "jawab Michel malas.
"Baiklah, kita ganti topik pembicaraan, apa kau sudah menikah? atau kau sudah memiliki anak? "tanya Raga
"Aku sudah menikah, namun tidak memiliki anak.
"Kenapa? apa kau menunda memiliki anak? aku malah ingin sekali memiliki anak, tapi sebentar lagi keinginan itu akan terujud karena istriku saat ini sedang mengandung "Raga terus bicara, yg mendengarkan nampak masam karena tidak tertarik akan topik yg Raga bicarakan.
"Ga, sorry aku masih ada urusan, ayo buat janji untuk mengobrol nanti, "Ujar Michel ingin menghindar dari topik yg membosankan.
"Ok, "jawab Raga, setelah bertukan no kontak Raga dan Michel pun berpisah.
Nathan nampak terbengong, ia bingung harus bicara apa kepada tuannya, ia tahu dan sangat mengenal pria yg tadi mengobrol bersama tuannya, karena beberapa bulan yg lalu Nathan telah menyelidiki pria tersebut.
"Tutup mulutmu! kau bisa saja masuk angin jika terus membuka mulutmu seperti itu, "Komentar Raga melihat Nathan yg terbengong sambil membuka mulut.
"Oh, i-iya tuan.."jawab Nathan terbata. "Tuan siapa pria tadi? "lanjut Nathan bertanya.
"Dia adalah sahabatku semasa SMA, tapi dia menghilang bak di telan bumi setelah kelulusan, Ada apa? tumben sekali kau bertanya tentang orang yg mengobrol denganku. "jawab Raga bingung.
"Tuan boleh saya sedikit meminta waktu anda, ada yg saya ingin bicarakan bersama tuan.. "ijin Nathan.
"Bicaralah.."jawab Raga santai sambil berjalan mendahului Nathan.
"Apa sahabat tuan bernama Michel Anico Balin? "tanya Nathan hati-hati.
"Kenapa? "tanya Raga bingung melihat raut wajah asistennya. yg terlihat tidak bisa.
"Maafkan saya tuan, bukankah dia pria yg telah memperlakukan nona Mitha dengan tidak manusiawi! dia adalah pria yg menjadi suami dari nona Mitha, "Jelas Nathan ragu-ragu.
"Apa yg kau katakan Nath! "Raga menyerit terkejut namun kemudian ia teringat akan nama yg barusan Nathan sebutkan.. "Kau pasti salah orang, nama depan mereka memang sama, namun sahabatku bernama Michel Bhalendra, bukan Michel Anico Balin, kau salah orang, ayo kita kembali ke hotel. dan ya, pergilah jalan-jalan aku juga akan pergi bersama istriku. "Perintah Raga.
"Tapi tuan.. nama belakang mereka memang berbeda, namun kenapa mereka memiliki wajah yg sama.. "Kembali Nathan menjelaskan. dan itu berhasil memberhentikan langkah Raga. Raga berbalik menatap Nathan, dari tatapannya, Nathan dapat memahami arti tatapan tuannya.
"Saya masih menyimpan semua profil suami dari nona Mitha, dan pria tadi sangat mirip dengan Michel suami dari nona Mitha. saya yakin tuan, jika pria tadi adalah Michel Anico Balin. dia adalah pemilik Balin group, dia adalah salah satu pembisnis yg disegani. "Lanjut Nathan menjelaskan. setelah menjelaskan Nathan pun membuka laptopnya, kemudian membuka semua situs yg berkaitan dengan Michel.
"Kenapa aku tidak tahu jika Michel Anico Balin, adalah Michel Bhalendra, aku terlalu cuek akan semuanya hingga aku tidak mengetahui jika Michel sekarang adalah pria yg mampan "gumam Raga terlihat sedikit terkejut. Raga terlihat berpikir, bagaimana mungkin sahabatnya yg dulu terlihat banyak diam saja, menjadi seorang pria psikopat, bahkan Michel yg ia kenal dulu selalu di bully, Michel tidak pernah membalas semua perilaku sahabat-sahabatnya yg selalu mengganggunya, namun fakta sekarang dia bahkan dapat menyakiti seorang wanita, itu membuat Raga menjadi terkejut.
__ADS_1
"Baik Nath , aku akan mencoba mencari tahu nanti, ayo kita kembali ke hotel, "Ajak Raga masih dengan raut wajah bingungnya.
Sesampainya di hotel Raga nampak bingung dan itu membuat gadis yg tadi terlihat senang, menjadi berubah bingung. "Ada apa? "tanya gadis.
"Eum sayang, ada yg ingin aku bicarakan denganmu, "Ujar Raga tersenyum lembut.
"Kenapa? apa pekerjaanmu belum selesai? atau ada permasalahan yg serius? "tanya gadis penasaran.
"Tidak sayang, pekerjaanku sudah mulai rampung, untuk dua hari kedepan aku tidak memiliki pekerjaan namun hari senin nanti aku ada pertemuan dengan klien, "jawab Raga" jadi kita akan kembali ke Jakarta kemungkinan hari selasa, tidak apa-apa kan? "jawab Raga lembut.
"Tidak masalah, tapi kenapa kamu terlihat mengkhawtirkan sesuatu? "masih penasaran, gadis akan raut wajah suaminya.
"Sayang, tolong jangan salah paham terhadap apa yg akan aku sampaikan, begini-- "Raga nampak bingung harus memulai pembicaraan darimana, dan seperti apa.
Gadis mengerutkan dahi bingung, "Salah paham untuk apa? jangan bilang kamu menyimpan seorang wanit! "Tebak gadis. yg membuat Raga langsun menarik napas dengan berat.
"Ya tuhan sayang, kenapa kamu berpikir terlalu sempit, aku tidak mungkin melakukan itu. "jawab Raga cepat.
"Cih, apa kau lupa beberapa waktu yg lalu kau menyimpan mantan kekasihmu di apartemen? kau bahkan sangat apik menyimpannya, hingga aku tidak menyadari untuk waktu yg cukup lama.."Seru gadis sinis, mengingat kembali ketika ia menangkap basah suaminya saat menemui mantan kekasihnya.
"I-itu- "jawab Raga gugup, "Untuk itu aku minta maaf, tapi sayang aku ingin membicarakan tentang dia, aku--
Gadis memandang dengan mata yg tampak melotot, mendengar kata dia, itu membuat gadis menjadi berang, "Wah...ternyata kau sangat perduli padanya, hingga dengan terang-terangan kau mengatakan tentang dia terhadapku.."Seru gadis meluap-luap.
"Ssttt...tenanglah dulu sayang, aku tidak bermaksud-
"Sayang, tenanglah dulu, tidak ada niat dan maksud aku untuk membahasnya, tapi aku tidak sengaja bertemu sahabat lamaku tadi, dan ternyata dia adalah suami dari Mitha, tapi yg aku bingung kenapa sahabat aku menjadi seperti psikopat seperti itu..dia sahabatku semenjak menduduki bangku SMP hingga SMA, namun yg aku tahu dia adalah pria yg baik, namun kenapa sekarang dia berubah menjadi pria yg tidak berperasaan, sayang, waktu aku menemukan Mitha, Mitha memiliki banyak luka ditubuhnya, dan Mitha mengatakan jika luka yg dia dapat akibat perbuatan suaminya.
"Disini aku hanya ingin meminta ijinmumu, aku ingin menemui sahabatku nanti, sekaligus aku ingin mencari tahu apa yg sebenarnya terjadi pada sahabatku, itu saja aku tidak bermaksud untuk membahas masalah Mitha.
Gadis tersenyum sinis, "Tidak ingin membahas masalah wanita itu!, tapi baru saja kau membahasnya. "ucap gadis masam.
Raga menjadi bingung untuk menjelaskan apa kepada istrinya hingga ia nampak diam.
*
*
*
Seusai kembali ke apartemennya Michel nampak mengerutkan dahinya takala melihat apartemen berantakan dan Mitha yg sedang menangis di pojokan sofa.. "Apa yg kau lakukan disitu? "Suara bariton menyerpa pendengaran Mitha,
Mitha langsung terbangun ia memosisikan dirinya menghadap Michel yg terlihat berang. namun saat Michel melihat wajah Mitha ia teperajat hingga hampir mengeluarkan bola matanya dari tempatnya.
__ADS_1
"Apa yg terjadi padamu? dan kemana Bu Sussi? "tanya Michel tak sabaran.
"Bu Sussi pergi ke pasar belum kembali, dan ini-- "Mitha diam sesaat, ia ragu untuk mengatakannya.
"Bicara yg benar! "bentak Michel berang.
"Tadi ibu dari ka- tuan datang kesini, beliau mengamuk disini, beliau juga memuku--
"Untuk apa dia kesini? "potong Michel, "kau...sebaiknya kau melawannya, bukannya menangis, dasar tidak berguna, selain lemah kau hanya menyusahkan saja. "Ejek Michel, bukan membantu mengobati namun malah mencela.
Mitha terlihat mengerutkan dahinya, "Apa maksudnya melawan? bahkan aku takut untuk menyentuhnya, aku takut dia mengadu, dan tuan tanpa expresi ini membalasnya padaku, tapi apa dia memintaku untuk melawan! "Mitha bergumam dalam hati.
Bu Sussi yg baru sampai terkejut melihat rumah yg berantakan, kemudian ia beralih melihat istri dari tuannya yg terlihat tidak baik-baik saja, "Astaga" ucap bu Sussi terkejut, ia menutup mulutnya terkejut hingga belanjaan yg berada ditangannya seketika terjatuh berbareng dengan keterkejutannya. "Nyonya apa yg terjadi ? "tanya bu Sussi mendekat.
"Obati dia, dan bereskan kekacauan ini, dalam tiga puluh menit harus kembali rapi seperti semula. "perintah Michel tanpa ingin ada bantahan.
Mitha nampak diam, ia terlihat memejamkan matanya berulang-ulang kali hingga terduyung hendak jatuh, namun tangan kekar Michel dengan sigap meraih tubuh Mitha yg hendak terjatuh. "Ckk, menyusahkan saja, "Umpatnya kesal, namun tangan dan tubuhnya merespon berbeda dengan mulutnya, ia bopong tubuh Mitha hingga masuk kedalam kamar, setelah sampai ia langsung membaringkan Mitha di atas kasur kesayangannya.
"Ok, kau boleh menempati kasurku untuk hari ini, tapi bersiap-siaplah untuk membersihkannya nanti setelah kau bangun. "Ucapnya bernadakan ancaman.
Bu Sussi yg membereskan barang yg berantakan, menjadi bertanya-tanya, apa tuannya kembali mengamuk? kenapa tuannya kembali melakukan kekerasan kepada istrinya? tapi kenapa? nyonya barunya itu tidak mungkin melakukan hal yg dapat menyinggung tuannya, karena melihat karakter nyonya barunya yg terlihat selalu menurut dan tidak banyak memprotes.
"Sebaiknya kau bekerja dengan baik, jika masih membutuhkan pekerjaan ini, "Suara Michel membuyarkan lamunan bu Sussi dari memandang barang yg berserakan dimana-mana.
Bu Sussi terjolak kaget, kemudian ia tersadar, "Tuan kesalahan apa yg nyonya lakukan hingga nyonya harus mendapatkan peralkuan seperti itu? " tuduhnya yg membuat Michel memancarkan aura hitam.
"Oh, ternyata kau sudah bosan bekerja denganku, kau boleh tinggalkan pekerjaanmu dan pergi dari apartemenku sekarang "usir Michel kepada pembantu sekaligus wanita yg telah mengurusnya sedari kecil.
Bu Sussi terlihat kesal, namun Bukannya pergi, bu Sussi malah mengambil barang yg berserakan dengan gerakan cepat, namun terlihat sedikit kesal. Michel yg melihat wanita paruh baya yg sudah ia anggap sebagai ibunya itu hanya dapat tersenyum dan menggelengkan kepala.
"Aku akan keluar, urus dia dan panggil dokter, "perintah Michel sambil berlalu pergi.
Ntah kenapa aku tidak bisa move on dari visual Raga dan gadis..
*
*
*
__ADS_1
**Bersambung
Jejak jempolnya jangan lupa**.