Love Me My Wife

Love Me My Wife
Aku rindu dengan dirimu.


__ADS_3

Raga berada di sebuah rumah sakit terbesar di kota yg saat ini ia tinggali ia nampak serius melakukan therapy yg dokter jelaskan.


"Tuan Raga boleh berdiri, "ujar dokter therapy yg menangani Raga.


Dengan perlahan dan ragu Raga berdiri dari tempatnya duduk saat ini. "Aw, "keluh Raga ngilu saat ia bangun tanpa bantuan apa pun.


"Bagus tuan, ayo pelan-pelan saja, "Dokter dengan semangat memberi arahan, "Luar biasa, tuan sudah dapat berdiri, tinggal belajar berjalan sedikit-sedikit saja tidak perlu di paksa, karena jika di paksa ngilunya akan terasa hebat. "lanjut dokter menjelaskan.


Raga tersenyum senang, saking senangnya ia tidak dapat berkata-kata. "Dok, apa ini nyata? "tanya Raga tak percaya jika kini ia dapat berdiri tanpa bantuan apa pun.


Dokter tersenyum, "Tentu saja ini nyata, saat ini anda sudah sembuh dan saat ini juga anda sudah dapat berjalan, tapi berjalan secara perlahan saja, tidak boleh terlalu di paksakan, Benar saja, dalam percobaan awal dengan partisipan diminta melakukan treadmill selama tiga minggu, latihan ini ternyata dapat memperkuat koneksi-koneksi saraf baru yang terbentuk pasca cedera di sekitar tulang belakang anda saya melihat ada perkembangan, di kedua kaki yang sebelumnya lumpuh perlahan mulai bergerak, bahkan makin mendekati gerakan normal, "jelas dokter


"Nah yang harus dilakukan partisipan dapat mempercepat pemulihan di kedua kaki anda. dengan kata lain, latihan fisik ini memberikan efek sistemik ke penjuru tubuh anda dengan kemajuan luar biasa tersebut, untuk menentukan jenis latihan fisik dan durasi yang terbaik bagi anda yg mengalami lumpuh akibat cedera tulang belakang agar fungsi otot anda dapat dikembalikan. saya juga akan menentukan kapan waktu terbaik untuk memulai latihan pasca terjadinya cedera. jadi bertahap saja ya latihan berjalannya jangan terlalu di paksakan.."lanjut dokter menjelaskan.


"Baik dok, sudah dapat berdiri seperti ini saja saya sudah sangat senang, saya tidak menyangka jika saya dapat berdiri kembali tanpa alat bantu apa pun. sekali lagi terima kasih banyak, "Tutur Raga bahagia.


"Sama-sama tuan, nah untuk hari ini kita sudahi dulu ya therapynya, dua hari lagi kembali untuk melakukan therapy lanjutan, ingat tuan, tuan tidak boleh terlalu memaksakan untuk berjalan, karena jika itu terjadi, saya takut cidera pada kaki tuan malah akan bertambah parah, bukannya sembuh, "pesan dokter


"Baik dok, terima kasih, kalau begitu saya permisi dulu. setelah berpamitan Raga langsung kembali ke apartemen yg saat ini ia tinggali, ia terlihat bahagia, mendengar penjelasan dokter akan kakinya yg sudah dapat berjalan itu adalah kebahagian tak ternilai saat ini, dengan antusianya ia masuk kedalam apartemennya.


Raga terkejut saat masuk kedalam apartemennya menemukan dua koper tanpa ada pemiliknya. ia langsung memutar kursi rodanya menuju suara yg berada di dapur. "Ma-mama? gadis? apa yg kalian lakukan disini? sejak kapan kalian berada di apartemen ini? "tanya Raga terkejut.


"Raga, "mama Serline berhambur langsung memeluk Raga. "Dasar kau anak yg nakal, bagaimana bisa kau mengabaikan panggilan telephoneku, dan bagaimana bisa kau mengabaikan istrimu selama beberapa bulan. "Mama Serline memukul bahu Raga pelan karena kesel sekaligus bahagia sudah dapat bertemu dengan putranya.


"Maafkan aku Mah, "Raga membalas pelukan mamanya, dan tidak sengaja melihat gadis yg sedang memandangnya. Raga melepaskan pelukannya dari mamanya kemudian melihat kepada gadis yg sudah membuang pandang kesembarang tempat.


Gadis terlihat salah tingkah saat Raga membalas memandangnya.


"Sayang, apa kamu tidak merindukan Raga? "Mama Serline terlihat menggoda gadis yg terlihat malu-malu.

__ADS_1


"Raga, samperin dong istrimu, jangan diam saja seperti itu, "Lanjut mama Serline


Dengan perlahan Raga memutar kursi rodanya menghampiri gadis, "Hai, bagaimana kabarmu? "tanya Raga.


Gadis terlihat memasang wajah angkuhnya yg seperti biasa, "Hm baik, "jawabnya acuh tak acuh.


"Kalian bicaralah sana, mama akan menerusakan masaknya, nanti setelah selesai mama akan panggil kalian, "Ujar mama.


"Eum, nanti sajalah mah bicaranya, ayo aku bantu mama menyelesaikan ini semua dulu, "tolak gadis.


"Ets, udah sana, biarkan ini mama yg akan selesaikan, lagi pula tinggal sedikit lagi, ayo ajak suamimu sana Raga pasti lelah "Perintah mama, dengan ragu gadis mengiyakan perintah ibu mertuanya itu.


Saat ini Raga dan gadis berada di ruang tamu, tidak ada yg bicara satu sama lain, namun Raga terus memandang wajah gadis dengan tatapan merindu, namun tidak dengan gadis ia nampak salah tingkah saat Raga terus memandangnya, dan itu membuatnya sangat tidak nyaman.


"Kenapa denganmu, kenapa kau memandangku seperti itu? "tanya gadis ketus.


"Apa maksudmu? tidak ada yg berubah dari diriku, aku masih sama seperti yg dulu, jadi berhenti berbual hal yg tidak penting, "Ucapnya membuang wajah, kini wajah gadis terlihat bersemu merah saat mendengar kata pujian dari pria yg beberapa bulan ini telah meninggalkannya.


Raga kembali tersenyum saat melihat ada seburat warna merah di kedua pipi milik istrinya, ntah itu seburat merah karena malu, atau seburat merah karena kesal, namun itu tidak mengurangi rasa bahagia Raga saat ini.


"Hei, kenapa kau tersenyum seperti itu? apa yg kau tertawakan, "Lanjut gadis kesal.


"Aku rindu dengan dirimu yg seperti ini, aku senang kamu mau datang untuk menemuiku kesini, aku tidak menyangka kamu akan menyusulku kesini, "Jawabannya masih bertahan menatap wajah gadis.


"Kau jangan besar kepala, aku datang kesini karena ajakan mama jadi berhenti berasumsi jika aku datang kesini karena ingin menemuimu, jika bukan karena mama aku juga tidak akan mau datang kesini. "jawab Gadis ketus lalu bangun, dengan kesal ia melangkah kan kakinya hendak meninggalkan Raga yg terus memandangnya, ia tidak bisa terus berdiam saat Raga terus memandangnya, karena itu membuat jantungnya berbacu lebih cepat, dan itu membuatnya tidak nyaman.


"Tunggu Dis, "Ucap Raga dengan menarik tangan gadis. hingga membuat gadis jatuh di pangkuannya.


Gadis menatap Raga saat terjatuh duduk di pangkuan suaminya, "Deg " gadis merasa jantungnya tidak beraturan, bahkan ia merasakan lelah saat ini ia merasa bagaikan habis maraton ber kilo-kilo.

__ADS_1


"Oh gila, ada apa ini dengan jantungku? " ucap gadis dalam hati.


"Khmm.."Mama berdehem saat melihat gadis sedang berada di pangkuan Raga.


Gadis yg terkejut dengan kedatangan ibu mertuanya langsung bangun dan duduk di sebelah Raga.



Gadis dan Raga langsung membuat posisi seakan mereka sedang mengobrol santai.


"Ma-mama, "Gadis tersenyum canggung.


"Maaf ya mama ganggu kalian, mama cuman mau bilang, ayo makan dulu, setelah makan baru terusin mesra-mesaraannya.."Ujar mama tersenyum menggoda.


"Ah, i-itu, aku dan Raga-- "gadis diam ia bingung harus bicara apa.


Namun tidak dengan Raga ia tersenyum senang saat melihat kegugupan di wajah istrinya, "Mama duluan saja, nanti kita menyusul, "Ujar Raga dengan mengedipkan sebelah matanya kepada ibunya.


Mama hanya dapat menggeleng melihat tingkah putranya, "Baiklah, mama tunggu kalian di ruang makan, "jawab Mama sambil berlalu.


"Kau-- "gadis menatap tajam kepada Raga, "kenapa kau menarikku, aku yakin saat ini mama pasti berpikiran yg tidak-tidak terhadap kita, "ucap gadis kesal, saat ibu mertuanya sudah pergi.


"Memang apa yg akan mama pikirkan, kamu hanya terduduk di pangkuanku, aku rasa itu wajar mama juga sering melakukan itu kepada papa. "jawab Raga santai.




Aku kasih Visual gadis dan Raga..semoga terhibur....happy Reading.

__ADS_1


__ADS_2